ch
Feedback
UKHUWAH IMANIYAH

UKHUWAH IMANIYAH

前往频道在 Telegram

Channel ini hadir sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan seiman, menghidupkan sunnah Nabi ﷺ, serta berbagi ilmu, hikmah, dan nasihat Islami yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Ruang kebersamaan dalam keimanan Abu Sufyan Al Musy

显示更多
9 282
订阅者
-424 小时
-117
-6530
帖子存档
photo content

UNIK BETUL BANI ADAM! Allah Ta‘ala berfirman: حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ "Hingga apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan." (QS. Al-Mu’minun: 99–100) Yang di alam kubur ingin kembali ke dunia untuk beribadah walaupun hanya sementara. Yang hidup di dunia meninggalkan ibadah hanya untuk dunia yang sementara. ••••••••••••••••••••••• Sabtu 9 Rabiulawal 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy •••••••••••••••••••••

photo content

Nasihat Para Ulama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: وَلِهَذَا قِيلَ: إنَّ اللَّهَ يُقِيمُ الدَّوْلَةَ الْعَادِلَةَ وَأَيْنَ كَانَتْ كَافِرَةً، وَلَا يُقِيمُ الظَّالِمَةَ وَوَأَيْنَ كَانَتْ مُسْلِمَةً وَيُقَالُ: الدُّنْيَا تَدُومُ مَعَ الْعَدْلِ وَالْكُفْرِ، وَلَا تَدُومُ مَعَ الظُّلْمِ وَالْإِسْلَامِ “Oleh karena itu, terdapat sebuah ungkapan: Sesungguhnya Allah akan menegakkan sebuah negara yang adil meskipun dipimpin oleh orang kafir, dan Allah tidak akan menegakkan negara yang zalim meskipun dipimpin oleh kaum muslimin.” Dan dikatakan pula: “Dunia akan bertahan dengan keadilan walaupun terdapat kekafiran, dan tidak akan bertahan dengan kezaliman walaupun terdapat keislaman.” (Majmū' al-Fatāwā, 28/146) Keadilan merupakan sebab tegaknya sebuah negeri. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: الْعَدْلُ أَسَاسُ الْمُلْكِ، فَأَيْنَمَا ظَهَرَتْ أَمَارَاتُ الْعَدْلِ فَيْتَمَّ شَرَّعُ اللَّهَ وَدِينُه “Keadilan adalah asas setiap pemerintahan. Di mana keadilan ditegakkan, di sanalah syariat Allah terwujud.” (At-Ṭuruq al-Ḥukmiyyah, halaman 13) Al-Mawardi rahimahullah berkata: وَلَيْسَ شَيءٌ أَسْرَعُ فِي خَرَابِ الَارْضِ وَلَا أَفْسَدُ لِضَمَائِرِ الَخْلُقِ مِنَ الْجَوْر “Tidak ada sesuatu yang lebih cepat memperbaiki dunia selain keadilan, dan tidak ada yang lebih cepat merusaknya selain kezaliman.” (Adab ad-Dunyā wa ad-Dīn, halaman 223) Mengapa Pesantren Penting? Pesantren mungkin tidak menghasilkan gedung pencakar langit. Namun, pesantren berusaha melahirkan sesuatu yang lebih bernilai: manusia yang jujur, amanah, dan takut kepada Allah. Manusia yang mendahulukan maslahat umat daripada kepentingan pribadi. Dari manusia seperti inilah lahir guru yang baik, pedagang yang jujur, hakim yang adil, pemimpin yang amanah, dan masyarakat yang kuat. Kemerdekaan Belum Selesai Saat ini, kita tidak lagi berperang melawan penjajah. Namun, kita masih harus berjuang melawan korupsi, kebohongan, kemalasan, ketidakadilan, dan rusaknya akhlak. Perjuangan tersebut dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, dan pesantren. “Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh pemimpin yang hebat, tetapi juga oleh rakyat yang berakhlak mulia.”

NASIHAT PARA ULAMA
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata
:
وَلِهَذَا
قِيلَ: إنَّ اللَّهَ يُقِيمُ الدَّوْلَةَ الْعَادِلَةَ وَإِنْ كَانَتْ كَافِرَةً، وَلَا يُقِيمُ الظَّالِمَةَ وَإِنْ كَانَتْ مُسْلِمَةً وَيُقَالُ: الدُّنْيَا تَدُومُ مَعَ الْعَدْلِ وَالْكُفْرِ، وَلَا تَدُومُ مَعَ الظُّلْمِ وَالْإِسْلَامِ “Oleh karena itu ada sebuah ungkapan: Sesungguhnya Allah akan menegakkan sebuah negara yang adil meskipun dipimpin orang kafir, dan Allah tidak akan menegakkan negara yang zalim meskipun dipimpin oleh kaum muslimin.” Dan dikatakan pula: “Dunia akan bertahan dengan keadilan walau ada kekafiran, dan tidak akan bertahan dengan kezaliman walau ada keislaman.”
(
Majmū' al-Fatāwā, 28/146)
Keadilan adalah sebab tegaknya sebuah negeri.
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
الْعَدْلُ أَسَاسُ الْمُلْكِ، فَأَيْنَمَا ظَهَرَتْ أَمَارَاتُ الْعَدْلِ وَفَثَمَّ شَرَّعُ اللَّهِ وَدِينُهُ
"Keadilan adalah asas setiap pemerintahan. Di mana keadilan
ditegakkan, di sanalah syariat Allah terwujud."
(At-Ṭuruq al-Ḥukmiyyah halaman 13)  
Al-Mawardi Rahimahullah berkata:
وَلَيْسَ شَيْءٌ أَسْرَعَ فِي خَرَابِ الْأَرْضِ وَلَا أَفْسَدَ لِضَمَائِرِ الْخَلْقِ مِنَ الْجَوْر "Tidak ada sesuatu yang lebih cepat memperbaiki dunia selain keadilan, dan tidak ada yang lebih cepat merusaknya selain kezaliman."
(
Adab ad-Dunyā wa ad-Dīn  halaman 223)
MENGAPA 
PESANTREN PENTING?
Pesantren mungkin tidak menghasilkan gedung pencakar langit.

Namun pesantren berusaha melahirkan sesuatu yang lebih mahal:
Manusia yang jujur.
Manusia yang amanah.
Manusia yang takut kepada Allah.
Manusia yang mendahulukan maslahat umat daripada kepentingan pribadi.
Dari manusia seperti inilah lahir guru yang baik, pedagang yang jujur, hakim 
yang adil, pemimpin yang amanah, dan masyarakat yang kuat.
 
Kemerdekaan Belum Selesai
Hari ini kita tidak lagi berperang melawan penjajah.
Tetapi kita masih harus berjuang melawan:
Korupsi.
Kebohongan.
Kemalasan.
Ketidakadilan.
Rusaknya akhlak.
Perjuangan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, dan pesantren.
"Bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh pemimpin yang 
hebat, tetapi oleh rakyat yang berakhlak."

PERUBAHAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI Allah Ta'ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11) Ayat ini mengajarkan bahwa reformasi terbesar bukan dimulai dari perubahan sistem semata, tetapi dari perubahan manusia. Amanah Adalah Pondasi Bangsa Allah Ta'ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا "Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisā': 58) Bangsa yang kehilangan amanah akan kehilangan kepercayaan. Dan ketika kepercayaan hilang, sendi-sendi kehidupan pun mulai rapuh. Kejujuran Melahirkan Peradaban Rasulullah ﷺ bersabda: «إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ» "Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga." (HR. al-Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607) Tidak ada masyarakat yang kuat tanpa kejujuran. Ketika Amanah Hilang Rasulullah ﷺ bersabda: «إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ» Ketika ditanya, "Bagaimana amanah itu disia-siakan?" Beliau menjawab: «إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ» "Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran." (HR. al-Bukhari no. 59) Islam mengajarkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Bersambung Insyaallah... **** Selasa 5 Rabiulawal 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy ******

MEMBANGUN INDONESIA DARI AKAR RUMPUT Membina Manusia, Menegakkan Peradaban. "Jika akar sebuah pohon rusak, jangan berharap buahnya manis." Kita sering menginginkan pemimpin yang jujur, pejabat yang amanah, dan negeri yang makmur. Namun jarang kita bertanya, siapa yang akan melahirkan mereka? Pemimpin tidak turun dari langit. Mereka lahir dari keluarga yang baik, dibentuk oleh guru yang ikhlas, ditempa di masjid dan pesantren, serta tumbuh di tengah masyarakat yang menghargai kejujuran dan amanah. Maka, membangun bangsa bukan hanya urusan pemerintah. Ia adalah tugas seluruh rakyat, dimulai dari akar rumput. Bersambung insyaallah... **** Senin 4 Rabiulawal 1448/ 17 Agustus 2026 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy ***

UNIKNYA MANUSIA SEMAKIN DILARANG SEMAKIN TERBAYANG Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata: و في الأمثال : المرء حريص على ما منع، و تواق إلى ما لم ينل “Ada sebuah ungkapan : Seseorang akan semakin bersemangat terhadap sesuatu yang dilarang darinya, dan semakin penasaran terhadap sesuatu yang belum ia dapatkan.” 📜 SHAIDUL KHOTHIR HALAMAN 86 Jiwa manusia memang begitu. Semakin dilarang, semakin penasaran. Semakin sulit didapat, semakin semangat dikejar. Ambillah pelajaran dari kisah Nabi Adam Alaihis Salam. Ketika Allah melarang beliau mendekati satu pohon, justru pohon itulah yang menjadi perhatian. Padahal di sekelilingnya masih ada begitu banyak pohon lain yang halal dan bisa dinikmati. Kalau manusia diperintahkan untuk lapar, mereka bisa bersabar. Tapi kalau mereka dilarang jangan pergi ke sana! Niscaya mereka malah penasaran dan berkata, ‘Kenapa dilarang? Jangan-jangan ada sesuatu di baliknya. Cukuplah tubuh manusia sendiri menjadi batas yang membatasi jiwa. Jika kemudian jiwa itu kembali dibatasi dalam perkara keinginan dan pilihan dengan sebuah larangan, maka kegelisahan dan ketidakteraturannya semakin bertambah. Karena itu, apabila seseorang hanya duduk di rumahnya selama sebulan tanpa ada larangan untuk keluar, hal itu mungkin tidak terasa berat baginya. Namun apabila dikatakan kepadanya: “Jangan keluar dari rumahmu selama satu hari!” maka satu hari itu justru akan terasa panjang dan berat baginya. DUA PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL: 1. Jangan mudah mengikuti rasa penasaran. Tidak semua yang membuat kita penasaran layak untuk dikejar. Kadang justru larangan adalah bentuk penjagaan Allah. 2. Latih diri untuk tunduk, bukan selalu menuruti keinginan. Kedewasaan bukan ketika kita bebas melakukan apa saja yang kita inginkan, tetapi ketika kita mampu meninggalkan sesuatu karena tahu bahwa Allah tidak meridhainya. ******* Jum'at 30 Shofar 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy *****

TEDUH Pohon tak pernah menghitung berapa banyak musafir yang berteduh di bawahnya. Ia hanya menumbuhkan daun, lalu membiarkan angin membawa kesejukan. Akar tak pernah meminta namanya disebut oleh manusia. Ia tetap memeluk bumi, meski seluruh pujian singgah pada sang bunga. Bintang tak pernah resah ketika fajar menghapus cahayanya. Ia tahu, tidak semua terang diciptakan untuk dipandang. Harum tak pernah bertanya siapa yang memuji semerbaknya. Ia hanya memenuhi udara, lalu pergi tanpa meninggalkan nama. Barangkali yang dicatat langit bukan sanjungan manusia. Melainkan langkah yang tetap setia, meski berjalan tanpa seorang pun memandangnya. ✒️ Sekuel Bertahan atau Ganti Haluan **** Kamis 9 Shafar 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy *******

DI MANA RINDU ? Mentari tetap terbit meski jendela enggan dibuka. Cahaya tak pernah pergi, hanya hati yang tak lagi mempersilakannya masuk. Mata air tetap mengalir di lereng yang sunyi. Yang kehausanlah yang perlahan lupa jalan kembali. Hujan selalu datang mengetuk dedaunan yang sama. Hanya tanah yang mengeras, yang tak lagi mampu menyerap kasihnya. Barangkali bukan majelis ilmu yang menjauh dari hidup kita. Kitalah yang tanpa sadar melangkah terlalu jauh darinya. 🗓 Sekuel Bertahan Atau Ganti Haluan ****** Sabtu 4 Shafar 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy ********

20260630.mp336.81 MB

…﷽… ~~ 💽 AUDIO PODCAST AL BAYYINAH " ROMANSA CINTA DI UJUNG JUNI " 🎙Al Ustadz Abul Hasan As Sidawy Hafizhahullah 🎙Al Ustadz Abu Amr As Sidawy حفظهم الله 🎤 Al Ustadz Abu Sufyan Al Musy Ghofarallahulahu 📆 Selasa , 15 Muharram 1447 H (30 Juni 2026 M) 📌 Channel Telegram → https://t.me/MAHADALBAYYINAH

photo content

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah Ta'ala dan setulus penghormatan kepada para pembaca, kami hadirkan dalam ruang baca anda, sebuah karya yang secara khusus mengangkat kisah, renungan, dan pergulatan batin para santri dalam menapaki jalan kehidupan. BERTAHAN ATAU GANTI HALUAN Catatan Santri di Persimpangan Karya Abu Sufyan Al Musy Buku ini lahir dari berbagai pengalaman, perenungan, serta pelajaran yang dekat dengan kehidupan santri; tentang perjuangan menjaga istiqamah, menghadapi ujian, menata harapan, dan menentukan arah ketika berada di persimpangan pilihan. Tidak semua santri sedang baik-baik saja. Ada yang tetap tersenyum meski pikirannya penuh kegaduhan. Ada yang terlihat kuat, padahal sedang berjuang dalam diam. Ada yang terus berjalan, meski kehilangan arah dan tidak tahu harus bertahan atau mulai mengambil jalan yang baru. Buku ini tidak hadir untuk menghakimi pilihan siapa pun. Buku ini hanya ingin menemani mereka yang sedang lelah. Mereka yang perlahan kehilangan arah. Mereka yang sedang mencari jawaban di tengah banyaknya pertanyaan hidup Meski ditulis dari sudut pandang seorang santri, pesan-pesan di dalamnya dapat dirasakan oleh siapa saja yang sedang berjuang memperbaiki diri, mencari ketenangan, dan menemukan arah di tengah berbagai tantangan kehidupan. Semoga setiap halaman yang terbentang menjadi teman dalam perjalanan, penguat saat langkah terasa berat, dan pengingat bahwa setiap persimpangan dapat menjadi awal menuju kebaikan yang lebih besar. Gen Salaf °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Sabtu 5 Muharram 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyah http://bit.ly/uimusy °°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Buku Bertahan Atau Ganti Haluan.mp36.07 MB

5_6170199199104114744.mp36.07 MB

photo content

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah Ta'ala dan setulus penghormatan kepada para pembaca, kami hadirkan dalam ruang baca anda, sebuah karya yang secara khusus mengangkat kisah, renungan, dan pergulatan batin para santri dalam menapaki jalan kehidupan. BERTAHAN ATAU GANTI HALUAN Catatan Santri di Persimpangan Karya Abu Sufyan Al Musy Buku ini lahir dari berbagai pengalaman, perenungan, serta pelajaran yang dekat dengan kehidupan santri; tentang perjuangan menjaga istiqamah, menghadapi ujian, menata harapan, dan menentukan arah ketika berada di persimpangan pilihan. Tidak semua santri sedang baik-baik saja. Ada yang tetap tersenyum meski pikirannya penuh kegaduhan. Ada yang terlihat kuat, padahal sedang berjuang dalam diam. Ada yang terus berjalan, meski kehilangan arah dan tidak tahu harus bertahan atau mulai mengambil jalan yang baru. Buku ini tidak hadir untuk menghakimi pilihan siapa pun. Buku ini hanya ingin menemani mereka yang sedang lelah. Mereka yang perlahan kehilangan arah. Mereka yang sedang mencari jawaban di tengah banyaknya pertanyaan hidup Meski ditulis dari sudut pandang seorang santri, pesan-pesan di dalamnya dapat dirasakan oleh siapa saja yang sedang berjuang memperbaiki diri, mencari ketenangan, dan menemukan arah di tengah berbagai tantangan kehidupan. Semoga setiap halaman yang terbentang menjadi teman dalam perjalanan, penguat saat langkah terasa berat, dan pengingat bahwa setiap persimpangan dapat menjadi awal menuju kebaikan yang lebih besar. Gen Salaf °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Sabtu 5 Muharram 1448 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Jawa Timur Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyah http://bit.ly/uimusy °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata: “Di dalam hati ada kekacauan yang tidak akan tenang kecuali dengan menghadap kepada Allah. Di dalamnya ada kesepian yang tidak akan hilang kecuali dengan merasa dekat kepada-Nya. Di dalamnya ada kesedihan yang tidak akan sirna kecuali dengan mengenal-Nya dan jujur dalam beribadah kepada-Nya.” (Madarijus Salikin 3/154) Hati manusia sering berlari ke banyak arah, mencari ketenangan Namun semakin jauh ia berlari, semakin terasa letih. Sampai akhirnya ia menemukan bahwa ketenangan bukanlah tujuan yang dicari di luar, melainkan anugerah yang Allah letakkan ketika hati kembali menghadap kepada-Nya. Ada saat-saat ketika seseorang dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa sendiri. Sebab kesepian terdalam bukan karena tidak adanya manusia di sekitar, melainkan karena jauhnya hati dari Rabb yang menciptakannya. Ketika seorang hamba merasa dekat dengan Allah, ia menemukan teman terbaik dalam setiap kesendirian. ********************* Rabu 23 Dzulhijjah 1447 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy ****************

…﷽… 💿 AUDIO  LOMBA KHUTBAH SANTRI MAHAD AL BAYYINAH SEASON  ======================== 📆 Rabu 16 Dzuhijjah 1447/3 Juni 2026 =========================     Channel Telegram Ukhuwah Imaniyah http://bit.ly/uimusy °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°