ru
Feedback
UKHUWAH IMANIYAH

UKHUWAH IMANIYAH

Открыть в Telegram

Channel ini hadir sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan seiman, menghidupkan sunnah Nabi ﷺ, serta berbagi ilmu, hikmah, dan nasihat Islami yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Ruang kebersamaan dalam keimanan Abu Sufyan Al Musy

Больше
9 333
Подписчики
-424 часа
+27 дней
+42430 день
Архив постов
Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata: “Di dalam hati ada kekacauan yang tidak akan tenang kecuali dengan menghadap kepada Allah. Di dalamnya ada kesepian yang tidak akan hilang kecuali dengan merasa dekat kepada-Nya. Di dalamnya ada kesedihan yang tidak akan sirna kecuali dengan mengenal-Nya dan jujur dalam beribadah kepada-Nya.” (Madarijus Salikin 3/154) Hati manusia sering berlari ke banyak arah, mencari ketenangan Namun semakin jauh ia berlari, semakin terasa letih. Sampai akhirnya ia menemukan bahwa ketenangan bukanlah tujuan yang dicari di luar, melainkan anugerah yang Allah letakkan ketika hati kembali menghadap kepada-Nya. Ada saat-saat ketika seseorang dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa sendiri. Sebab kesepian terdalam bukan karena tidak adanya manusia di sekitar, melainkan karena jauhnya hati dari Rabb yang menciptakannya. Ketika seorang hamba merasa dekat dengan Allah, ia menemukan teman terbaik dalam setiap kesendirian. ********************* Rabu 23 Dzulhijjah 1447 Rumah Inspirasi Sedagaran Sidayu Gresik Harrasahullah Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy ****************

…﷽… 💿 AUDIO  LOMBA KHUTBAH SANTRI MAHAD AL BAYYINAH SEASON  ======================== 📆 Rabu 16 Dzuhijjah 1447/3 Juni 2026 =========================     Channel Telegram Ukhuwah Imaniyah http://bit.ly/uimusy °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

5_6125034040278917104.mp347.26 MB

Sesaat lagi

📢 JANGAN LEWATKAN! InsyaAllah malam ini akan diselenggarakan 🎙 LOMBA KHUTBAH SEASON 1 Mari saksikan dan dukung para peserta yang akan menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menyampaikan khutbah yang penuh ilmu dan manfaat. 📍 Tempat: Masjid Al Bayyinah 📅 Tanggal: Rabu, 18 Dzulhijjah 1447 H / 3 Juni 2026 🕗 Waktu: 20.00 WIB 👨‍⚖️ Juri: Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi Hafizhahullahu Ta’ala 📲 Saksikan secara langsung melalui: • Telegram: Ukhuwah Imaniyyah • Radio Web: Al Bayyinah 🌟 Jangan sampai ketinggalan! Ajak keluarga, sahabat, dan kaum muslimin untuk menyaksikan acara yang penuh manfaat ini. “Belajar, berlatih, dan berdakwah melalui mimbar khutbah.”

photo content

260530_LOMBA PUISI.mp3222.79 MB

…﷽… 💿 AUDIO  LOMBA BACA PUISI SANTRI MAHAD AL BAYYINAH SEASON  2 ======================== 📄 TEMA PUISI BERBISIK MEMBENTUK BANGSA BERKARAKTERISTIK 📆 SABTU 13 Dzuhijjah 1447/30 mei 2026 =========================     Channel Telegram Ukhuwah Imaniyah http://bit.ly/uimusy °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

260531_Final Lomba Pantun (1).mp3156.21 MB

…﷽… 💿 AUDIO  FINAL LOMBA PANTUN SANTRI MAHAD AL BAYYINAH SEASON  4 ======================== 📄 TEMA Dari Kata Menjadi Karya Dari Pantun Menjadi Santun 📆 Ahad 14 Dzuhijjah 1447/31 mei 2026 =========================     Channel Telegram Ukhuwah Imaniyah http://bit.ly/uimusy °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Sesaat lagi...

Bintang bertabur menghias awan, Bulan tersenyum di langit tinggi. Jangan lupa malam ini kawan, Panggung pantun siap menanti. Mawar mekar di tepi telaga, Disiram embun menjelang pagi. Mari bersama menjaga bahasa, Lewat pantun yang santun dan berisi. Angin malam membawa pesan, Mengetuk lembut pintu nurani. Hadirlah menjadi saksi zaman, Saat pantun berbunga di hati santri. Jika pelita menerangi jalan, Maka ilmu menerangi hati. Mari saksikan malam final, Pantun bertumbuh, santun bersemi. ———————— Channel Ukhuwah Imaniyyah http://bit.ly/uimusy

Sesaat lagi...

Jangan Lewatkan Malam Ini Lomba Baca Puisi Santri…!

Malam ini… langit menggantungkan bulan bagai lentera doa di beranda semesta. Angin berbisik lirih di sela dedaunan, seakan mengantar pesan yang tak boleh terabaikan… Wahai para penenun kata, wahai para pengukir makna, sudahkah bait-baitmu kau rapikan seperti ibu merapikan rindu di ujung sajadah…? Jangan biarkan waktu berlari seperti sungai yang kehilangan tepian. Jangan biarkan kesempatan menguap seperti embun yang terlambat disapa mentari. Sebab malam ini… panggung menunggu jejak suaramu, mikrofon merindukan getar puisimu, dan huruf-huruf yang lama terpenjara di dada ingin terbang menjadi burung-burung makna… Datanglah… dengan puisi yang berdenyut seperti nadi bangsa, dengan diksi yang menjelma pelita, menyibak gelap di lorong peradaban. Biarkan kata-kata berbaris rapi, menjadi pasukan cahaya yang menaklukkan lupa. Biarkan metafora menari, menggandeng harapan menuju masa depan yang bermartabat. Malam ini… pukul dua puluh tepat, ketika senyap mulai merapatkan sayapnya, Lomba Baca Puisi Season 2 akan membuka gerbangnya. Maka jangan hanya menjadi penonton waktu… jangan hanya menjadi gema yang hilang di lembah sunyi… Hadirlah. Bawalah suaramu. Bawalah puisimu. Bawalah mimpi yang ingin kau titipkan pada sejarah… Karena terkadang… satu bait yang lahir dari hati mampu menggetarkan generasi. Dan malam ini… barangkali bait itu adalah milikmu.

photo content

photo content

Bantu aku untuk menemukan bahan penilaian lomba Khutbah

photo content

photo content