Puisi
Kumpulan dan wadah berpuisi para pengguna telegram. Dikirim oleh warga telegram, dibaca oleh warga telegram. Kirim puisi original kamu ke @temanpuisi , nanti puisi akan dipilih secara acak oleh admin untuk dipost di channel ini. Paidpromote : @deemuaach
إظهار المزيد📈 نظرة تحليلية على قناة تيليجرام Puisi
تُعد قناة Puisi (@puisi) في القطاع اللغوي الإندونيسية لاعباً نشطاً. يضم المجتمع حالياً 18 115 مشتركاً، محتلاً المرتبة 1 949 في فئة الكتب والمرتبة 3 731 في منطقة اندونيسيا.
📊 مؤشرات الجمهور والحراك
منذ تأسيسه في невідомо، حقق المشروع نمواً سريعاً وجمع 18 115 مشتركاً.
بحسب آخر البيانات بتاريخ 26 أغسطس, 2026، تحافظ القناة على نشاط مستقر. خلال آخر 30 يوماً تغيّر عدد الأعضاء بمقدار -347، وفي آخر 24 ساعة بمقدار -9، مع بقاء الوصول العام مرتفعاً.
- حالة التحقق: غير موثّقة
- معدل التفاعل (ER): يبلغ متوسط تفاعل الجمهور 11.10%. وخلال أول 24 ساعة من النشر يحصد المحتوى عادةً N/A% من ردود الفعل نسبةً إلى إجمالي المشتركين.
- وصول المنشورات: يحصل كل منشور على متوسط 0 مشاهدة. وخلال اليوم الأول يجمع عادةً 0 مشاهدة.
- التفاعلات والاستجابة: يتفاعل الجمهور بانتظام؛ متوسط التفاعلات لكل منشور يبلغ 0.
- الاهتمامات الموضوعية: يركز المحتوى على مواضيع رئيسية مثل karya, cinta, puisi, angin, kisah.
📝 الوصف وسياسة المحتوى
يصف المؤلف القناة بأنها مساحة للتعبير عن الآراء الذاتية:
“Kumpulan dan wadah berpuisi para pengguna telegram.
Dikirim oleh warga telegram, dibaca oleh warga telegram.
Kirim puisi original kamu ke @temanpuisi , nanti puisi akan dipilih secara acak oleh admin untuk dipost di channel ini.
Paidpromote : @deemu...”
بفضل وتيرة التحديث المرتفعة (أحدث البيانات بتاريخ 27 أغسطس, 2026) تحافظ القناة على حداثتها ومستوى وصول مرتفع. وتُظهر التحليلات تفاعلاً نشطاً من الجمهور، ما يجعلها نقطة تأثير مهمة ضمن فئة الكتب.
جاري تحميل البيانات...
| التاريخ | نمو المشتركين | الإشارات | القنوات | |
| 27 أغسطس | 0 | |||
| 26 أغسطس | 0 | |||
| 25 أغسطس | 0 | |||
| 24 أغسطس | 0 | |||
| 23 أغسطس | 0 | |||
| 22 أغسطس | +1 | |||
| 21 أغسطس | 0 | |||
| 20 أغسطس | 0 | |||
| 19 أغسطس | 0 | |||
| 18 أغسطس | 0 | |||
| 17 أغسطس | 0 | |||
| 16 أغسطس | 0 | |||
| 15 أغسطس | 0 | |||
| 14 أغسطس | 0 | |||
| 13 أغسطس | 0 | |||
| 12 أغسطس | 0 | |||
| 11 أغسطس | 0 | |||
| 10 أغسطس | 0 | |||
| 09 أغسطس | 0 | |||
| 08 أغسطس | 0 | |||
| 07 أغسطس | +2 | |||
| 06 أغسطس | 0 | |||
| 05 أغسطس | 0 | |||
| 04 أغسطس | 0 | |||
| 03 أغسطس | 0 | |||
| 02 أغسطس | 0 | |||
| 01 أغسطس | 0 |
| 2 | Karya : @asddd_4
U J U N G S E N J A
Penghujung hari di depan mata
Kapal-kapal membentang layar
Pemuda memegang kemudi
Menuju senja, membawa lara yang tak usai
Menunggu pembebasan.
Camar menari dan berkicau
Karang kokoh, karam dibawa ombak
Di tepi pantai terdiam
Menatap warna senja yang tenggelam
Ditutupi kisah seorang hawa
Menunggu pembebasan darinya.
Katakanlah, mungkin besok kita bersama.
asdik___15,07,25
Gabung @puisi @temanpuisi | 2 220 |
| 3 | Karya : @a_pangkatdua
gemerlapkah rindu bertaburan di benak?
lewat degup yang menyala
serupa kembang api meletup-letup di kepala
duar!
letusannya menghias bibirmu
merajut kembali senyummu
B a s
di mana namamu merekah di sana—
sebuah detak berkobar
menyambut setiap hangat
maka bercahayalah
tiap-tiap ujung asa yang pernah gulita
seperti malam tak berbintang
seperti kelam tak terbilang
aku kembali memeluk sepersekian detik cumbu
memagut candu
agar tak kering rayu di helaan napasku
B a s
kulihat kau menari-nari
lalu tertawa
di bawah hujan yang kini kuyup
menyampaikan rindu
membasuh jelaga lukamu
dan aku—
memotret keindahan itu
lewat langit
yang masih menyembunyikan waktu
mu;
ketika tanganku berpayung
mencegah hujan membasahi pipi
membanjiri hati
Gabung @puisi @temanpuisi @sedih dan selamat menikmati jamuan aksara para pujangga 🙌 | 2 362 |
| 4 | Karya : @the19755555
Rinduan
kita sisir semenanjung haru kita
kita padu euforia rasa kita
berjalanlah kini air mata
tetaplah kini bersama
Canda candu lamanya
tawa senang bertanpa
durjana risau pupus sekejap
tubuh satu erat mendekap
Kasihku, matipun kaulah kuncinya
Manisku, jiwa ini teruntukmu abadinya
O Kerinduan, lagikah bertahun kan kembali?
30 Januari 2025.
Join @temanpuisi @puisi @sedih
Open paid promote juga kita🥳 | 2 473 |
| 5 | Kalau nemuin postingan bok ep dkk, lgsg chat Mimin di @ephemeraleunoia yes | 3 253 |
| 6 | Halo, grup temanpuisi kena suspend. Tolong batalkan report atas grup temanpuisi ya. Mimin tidak pernah memposting hal-hal berbau kekerasan, porn dkk.
Minta tolong dibantu. Terima kasih. Chat Mimin di
@eunoiaephemeral | 3 108 |
| 7 | Karya : @justklairo
Sakit
Aku seringkali butuh rinai hujan untuk mendung yang kian gelap menyelimuti,
Namun, meminta saja tak cukup untuk membuat hujan,
Dan tak mungkin juga aku bertahan hingga guntur memaksa diriku untuk jujur ke semua orang.
Aku merasa terhimpit diantara dinding ekspektasi,
Aku gelisah di dalam sepi,
Aku ingin lari menjauh sebelum kepalaku meledak begitu keras,
Keringatku mengucur deras menahan pikiran yang kacau tak karuan.
Aku ingin menjemput pelangi di akhir Februari,
Aku ingin menemukan ujungnya untuk melihat warna-warna yang selama ini membuatku menangis,
Aku tidak tau apakah itu sebuah jawaban,
Itu adalah usahaku untuk sembuh,
Untuk hilang ingatan pada perasaan mengerikan.
Feel free to follow @puisi @temanpuisi @sedih | 2 880 |
| 8 | Karya : @relaaxsayaaaaang
Perlahan, aksaraku mengikis dialog-dialog drama bersama teman tanpa nama; berjuang mengais waktu menemukan kebenaran.
Dalam pekatnya kata yang berdarah-darah, ia susah payah berdiri dengan tubuh yang lebam-lebam nan bungkam. Menggapai ujung temali baik-baik saja agar kesadarannya tak sepenuhnya buram atau menghitam. Meski sesekali bertaruh pada kertas yang hampir di robeknya berkali-kali; atau sekarat menanggung putusnya cerita yang tidak percaya diri—semoga tak pernah lenyap kata maaf yang dimuntahkan bersama sesaknya gundah yang ramah tamah.
AIUEO, 8 Juli 2024.
¶|• SL
Join saja untuk kirim puisinya @temanpuisi @puisi @sedih | 2 445 |
| 9 | Karya : @Katemiddletonnnn
2025
dua detik setelah mengeja cahaya
mimpi buruk berterbangan
lagi-lagi jatuh, segalanya luruh
separah dan separuh aku tenggelam dalam kenang yang menolak pulang
batinku menangis di jalan rumpang
memohon agar dicukupkan segala yang hilang
bagaimana mungkin kekosongan dapat terasa sesesak ini?
lampu-lampu mati, pintu-pintu terkunci
namun aku tetap hidup, sekalipun dalam kealpaan semesta
dan akan terus hidup, memeluk jiwa yang nyaris redup
-z
Bogor, 31.12.25
Langsung join @temanpuisi @puisi @sedih | 2 670 |
| 10 | Karya : @Ginfreccs
Naii hari ini rintik hujan dari air matamu telah penuh kutampung
segera kuambil ranting dari pohon jiwaku, kupatahkan, lalu kubiarkan api dari marah dan kecewamu melumatnya
air matamu kumasak dengan dandang yang terbuat dari kedua tanganku
kutunggu hingga hangat, lalu kuberikan lagi padamu Naii
mandilah Naii, air hangat itu akan sedikit membuatmu sedikit
enakan
selepas itu sejenak beristirahatlah
teh hangat kesukaanmu kuletakan di tempat biasa aku memandang indah matamu
sebahagian akan tetap kusimpan di kampung halamanku.
Bandung
Gabung langsung ke chanel @puisi @temanpuisi @sedih | 2 275 |
| 11 | Karya : @Jfjdiidd
Pencarianku
Pencarianku tak kadung temu kepada ia
(Kepada ia yang sirna)
Buram parasnya di pikiranku
(Kepada gelap aku izin melihat)
sungguh amat melelahkan ....
(Kepada hati dalam keluhan)
Berjalan saja hingga kakiku mengeluh
Berlari saja hingga keduanya patah
Duduk saja hingga niat berdiri.
Angin berhembus kencang namun sehelai rambutmu tak terbawa ...,
Gemuruh petir berdentum kencang namun teriakanmu tak terdengar ...,
Apalagi hujan deras yang bercampur dengan tangismu.
wajar saja aku begini
Biarkan saja aku begini
Mereka-mereka tidak memberiku kewarasan untuk kali ini
R. Afrians
Jambi, 20 Oktober 2025.
Follow @sedih @temanpuisi @puisi
Open paid promote juga ya! | 2 648 |
| 12 | Karya : @Rhoomie
Mata Rantai
Sebuah mata menginap semalam
berkutat diri dalam rumah kamar
melepas yang telah longgar
Mata yang tak kuasa itu,
menghilang dalam sekejap
terjerembap gelora pesta gelap;
Memandang sesama mata,
mati nikmat mereka
berbagi mengalir pada sungai-sungai panas itu
menjelajah dalam hutan yang tak segan disambut meriah itu.
Mata dalam mata;
tersesat dia
dalam semak belukar hutan itu,
mengakar mati dalam tanah.
RHM, 10 Agustus
Please join @temanpuisi @puisi @sedih | 3 015 |
| 13 | Karya : @D_M_Warokka
Mari, berkunjung ke tubuhku yang hutan tanpa perlu khawatir tergelincir.
Kan kujamu kau dengan murai-murai yang memberi salam,
akar liana yang merambat mencari dan mencuri cahaya pagi ....
Lalu menetaplah, jika ingin,
biar di dadaku kau menjelma debar yang berirama sama dengan debur ombak.
Dan kita yang saling berupaya meninju lirih, agar segala pesakitan dapat luruh, sebab itu yang kau mau.
Datanglah, pada ingatanku, agar kau tahu, di sana kau begitu riuh, menaiki bianglala di pasar malam kepalaku.
Kau tak akan hilang, sebab di sajak-sajak yang pernah kutulis untukmu, di antara diksi-diksi,
kau tak lelah-lelahnya menari.
Olang.tukik✍🏻☕️
Jakarta Selatan, 2025.
Feel free to join @puisi @temanpuisi @sedih | 3 205 |
| 14 | Karya : @Feinmorph
La vie en rose,
Rabu gelap kembali kabut
Eiffel menjulang tinggi
beriringan pekat menyambut
Ini juga di hadapan muka belum berselang rindu
Luruh mencium dinding di antara tubuh-tubuh waktu
Aneka ungu telah bermuara nikmati kesepianmu
Rose, dimanakah letak pintu terbuka
Angin berhembus cumulonimbus bawa suka cita
Sajak di etalase, telah dingin tubuhnya 16 derajat Celcius
Hawa dan keberadaan sebelum sepenuhnya ketus
Inagurasi, kesendirian sebelum kembali suci
Dalam susunan kata yang paling sulit dimengerti
Aku telah terbakar derita sendiri
Jakarta, 2023
Gabung saja, FREE @temanpuisi @puisi @sedih | 2 976 |
| 15 | Karya : @yhharahap
Cemburu di dada perempuan
setelah lebih dewasa, kita mahir membunuh hal-hal yang terdengar kekanakan, seperti cemburu dan cinta yang tanpa syarat. aku juga bersikap sama, apalagi jika tidak untuk gelar; perempuan dewasa dengan emosional stabil dan tak tergoyahkan.
hanya saja, perasaan mana yang turut hilang jika kita masih manusia dengan segala emosi yang tak bisa dihapuskan dari amigdala. tetap saja bara yang lahir dari cemburu berkobar sebagaimana api yang disulut. konon lagi jika si penyulut tak paham seberapa besar kalori yang telah ia panaskan.
begitulah adanya cinta, usia hanya membuat kita banyak menekan emosi yang lahir dari damba. sisanya, tinggal pilih saja. kau mau kalah oleh rasa, atau menang menghabisi seluruh bara yang tak pernah mau padam.
tentu aku memilih menang.
kemenangan yang tetap tak membuat lelaki berwajah bara itu melunturkan sedikit saja sikapnya untuk membuat dadaku lebih tenang. tentu saja, ia tak paham sudah meninggalkan kobaran di hati perempuan yang enggan bicara; berhentilah membuat dadaku panas, sayang.
—nonaabuabu
Paluta, 27 September 2025.
Gabung langsung @temanpuisi @puisi @sedih | 3 143 |
| 16 | Karya : @udaaaaaaaaaaaa
KIAMAT
Ada luka di tubuh cinta
Kala ia disusupi oleh rindu
Di antara aliran darah
Yang mengalirkan amarah
Pada setiap pembuluh
Yang setia menyalakan detak
Pada jantung yang dirundung
Rasa sakit yang kian menjangkit
Cinta menjelma ranggas
Pada dedaunan pohon
Yang menamatkan riwayatnya
Dalam sebuah kemarau panjang
Yang meracau ihwal perpisahan
Di antara udara yang pekat polusi
Untuk kuhirup bagi paru yang dirundung pilu
Sebagaimana sejarah telah mencatat ihwal nestapa
Engkau menjelma taufan
Dari arah yang tak pernah kubayangkan
Menghantam segenap bangunan harap
Merobohkan segala yang tersisa
Dari aku yang pernah menjadi pusat
Gravitasi, arah dan tujuanmu
Namun kini telah menemui ajalnya
Yang kusebut ia sebagai: kiamat
Tanjungpinang, Desember 2024 | Randai
Gabung langsung @temanpuisi @puisi @sedih | 2 923 |
| 17 | Karya : @c0br4n
Awas
Hujan sore ini menyejukkan bumi
yang tadinya panas dan gersang
Panas bumi menyebabkan jidatku jadi padang ilalang
Semoga jembar pula caraku menulis dan mengarang
Belakangan aku menyadari bahwa para penulis terkenal itu adalah pasien rawat jalan dari rumah sakit khayalan
Hanya menulis yang membuat mereka agak baikan
Sebagai pasien kelas satu, kuminum obatku tepat waktu, dengan resep buatan tanganku:
Untuk gejala melankolis seperti aku
Obat kimia dan herbal pasti mental
Cukup satu sendok teh yang manisnya ada di kamu, serta selimut kata bermerek rindu
Wonogiri, 24/ 07/ 2025
Follow @temanpuisi @puisi @sedih | 2 909 |
| 18 | Karya : @florahalfan
Dari Balik Tirai
Siapa lagi kalau bukan kau yang mengetuk pintu dimalam itu.
Aku terlalu lihai memang, menilik itu sudah sering kulakukan.
Mencatat setiap ketukan iramamu.
Apa kau tak bosan memandangku dari bayang tirai, bahkan kau tak suka kopi pahit yang kuseduh untukmu.
_Flora Meielka Halfan
Sumbawa, 19 April 2025
Follow @puisi
@temanpuisi
@sedih | 2 648 |
| 19 | Karya : @arifaugust
Cerita itu.
langit bercerita, tentang
senja yang jatuh berdenting
pada jalan-jalan tak berpelita
aku menjadi kabut yang bercerita
pada bayangmu yang
menyulam kegundahanku.
ini bukan persoalan arah.
ini tentang kelabu, yang
kau bingkai dalam tawamu.
robeklah keluh kesahku.
kumohon ...
jangan biarkan aku, menjadi
pecahan yang riuh
sebelum keheningan membakar.
aku tak berpelita,
tapi engkau ....
kehilangan rindu.
arifaugust
Jambi, 27 Mei
Follow @puisi @temanpuisi @sedih | 3 078 |
| 20 | Karya : @Melki_Unnu
PERJUANGAN IMAN
Dan murka terus menerka,
Di pintu dua kuping
Meraung di saung budiman
mematikan langkah
Tetapi masih ada suara berkutik
Mengulik pelik, menilik sulit
Perangi rengit, di teras
rumah Tuhan
Dan orang muda berladang
Di kandang radang
Menenang garang, memanis asin
Melucui batu, dan
Perangi kaku
Hingga tertawa di awang-awang.
Di atas kepala, di mekar pipi
Di cerah tatapan
Sampai pada tak bersuara
Di berbagai nestapa, serupa
kehilangan sebuah genggaman
Sang yang dikenang.
Surabaya, 19 Maret.
Follow @temanpuisi @puisi @sedih | 3 215 |
