Puisi
Kumpulan dan wadah berpuisi para pengguna telegram. Dikirim oleh warga telegram, dibaca oleh warga telegram. Kirim puisi original kamu ke @temanpuisi , nanti puisi akan dipilih secara acak oleh admin untuk dipost di channel ini. Paidpromote : @deemuaach
Mostrar más📈 Análisis del canal de Telegram Puisi
El canal Puisi (@puisi) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 19 121 suscriptores, ocupando la posición 1 813 en la categoría Libros y el puesto 3 860 en la región Indonesia.
📊 Métricas de audiencia y dinámica
Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 19 121 suscriptores.
Según los últimos datos del 10 junio, 2026, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de -416, y en las últimas 24 horas de -3, conservando un alto alcance.
- Estado de verificación: No verificado
- Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 5.11%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener N/A% de reacciones respecto al total de suscriptores.
- Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 977 visualizaciones. En el primer día suele acumular 0 visualizaciones.
- Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 11.
- Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como karya, cinta, puisi, angin, kisah.
📝 Descripción y política de contenido
El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
“Kumpulan dan wadah berpuisi para pengguna telegram.
Dikirim oleh warga telegram, dibaca oleh warga telegram.
Kirim puisi original kamu ke @temanpuisi , nanti puisi akan dipilih secara acak oleh admin untuk dipost di channel ini.
Paidpromote : @deemu...”
Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 11 junio, 2026), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Libros.
Carga de datos en curso...
| Fecha | Crecimiento de Suscriptores | Menciones | Canales | |
| 11 junio | 0 | |||
| 10 junio | +1 | |||
| 09 junio | 0 | |||
| 08 junio | 0 | |||
| 07 junio | 0 | |||
| 06 junio | 0 | |||
| 05 junio | +2 | |||
| 04 junio | 0 | |||
| 03 junio | 0 | |||
| 02 junio | 0 | |||
| 01 junio | 0 |
| 2 | Karya : @a_pangkatdua
gemerlapkah rindu bertaburan di benak?
lewat degup yang menyala
serupa kembang api meletup-letup di kepala
duar!
letusannya menghias bibirmu
merajut kembali senyummu
B a s
di mana namamu merekah di sana—
sebuah detak berkobar
menyambut setiap hangat
maka bercahayalah
tiap-tiap ujung asa yang pernah gulita
seperti malam tak berbintang
seperti kelam tak terbilang
aku kembali memeluk sepersekian detik cumbu
memagut candu
agar tak kering rayu di helaan napasku
B a s
kulihat kau menari-nari
lalu tertawa
di bawah hujan yang kini kuyup
menyampaikan rindu
membasuh jelaga lukamu
dan aku—
memotret keindahan itu
lewat langit
yang masih menyembunyikan waktu
mu;
ketika tanganku berpayung
mencegah hujan membasahi pipi
membanjiri hati
Gabung @puisi @temanpuisi @sedih dan selamat menikmati jamuan aksara para pujangga 🙌 | 2 313 |
| 3 | Karya : @the19755555
Rinduan
kita sisir semenanjung haru kita
kita padu euforia rasa kita
berjalanlah kini air mata
tetaplah kini bersama
Canda candu lamanya
tawa senang bertanpa
durjana risau pupus sekejap
tubuh satu erat mendekap
Kasihku, matipun kaulah kuncinya
Manisku, jiwa ini teruntukmu abadinya
O Kerinduan, lagikah bertahun kan kembali?
30 Januari 2025.
Join @temanpuisi @puisi @sedih
Open paid promote juga kita🥳 | 0 |
| 4 | Kalau nemuin postingan bok ep dkk, lgsg chat Mimin di @ephemeraleunoia yes | 0 |
| 5 | Halo, grup temanpuisi kena suspend. Tolong batalkan report atas grup temanpuisi ya. Mimin tidak pernah memposting hal-hal berbau kekerasan, porn dkk.
Minta tolong dibantu. Terima kasih. Chat Mimin di
@eunoiaephemeral | 0 |
| 6 | Karya : @justklairo
Sakit
Aku seringkali butuh rinai hujan untuk mendung yang kian gelap menyelimuti,
Namun, meminta saja tak cukup untuk membuat hujan,
Dan tak mungkin juga aku bertahan hingga guntur memaksa diriku untuk jujur ke semua orang.
Aku merasa terhimpit diantara dinding ekspektasi,
Aku gelisah di dalam sepi,
Aku ingin lari menjauh sebelum kepalaku meledak begitu keras,
Keringatku mengucur deras menahan pikiran yang kacau tak karuan.
Aku ingin menjemput pelangi di akhir Februari,
Aku ingin menemukan ujungnya untuk melihat warna-warna yang selama ini membuatku menangis,
Aku tidak tau apakah itu sebuah jawaban,
Itu adalah usahaku untuk sembuh,
Untuk hilang ingatan pada perasaan mengerikan.
Feel free to follow @puisi @temanpuisi @sedih | 0 |
¡Ya disponible! Investigación de Telegram 2025 — los principales insights del año 
