Hijrah Salaf "Berhijrah mengikuti Kitabullah dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafusshalih"
Kanalga Telegram’da o‘tish
Ko'proq ko'rsatish
3 428
Obunachilar
-124 soatlar
-117 kun
-4830 kun
Postlar arxiv
Ⓜedia Hijrah Salaf
PENYESALAN YANG TERLAMBAT
Bismillah
Gunakanlah waktu hidup untuk beramal shalih sebelum datang tiga waktu penyesalan yang tidak lagi berarti.
- SAAT KEMATIAN DATANG
Allah 'azza wa jalla berfirman:
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ، لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata: 'Wahai Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku beramal shalih pada apa yang telah aku tinggalkan'. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (Al-Mukminun 99-100)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ، وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ، وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang bermalal shalih'.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Munafiqun 9-10)
- SAAT MELIHAT NERAKA
Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
"Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Rabb kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."
(Al-An'am 27)
- SAAT DI NERAKA
Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ
"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: 'Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan'. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dengan masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kalian pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun." (Fathir 37)
Distributed by HIJRAH SALAF
Click to join, follow and share at:
https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih
📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."
(Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
Ⓜ️edia Hijrah Salaf
KALKULASI UNTUK MENYADARKAN DIRI
Bismillah
Memang benar bahwa umur manusia di tangan Allah.
Tapi misalkan saja, umur kita 60 tahun.
- Jika kita tidur 8 jam setiap hari, maka dalam 60 tahun; kita telah tidur 20 tahun.
- Jika kita kerja 8 jam tiap hari, maka dalam 60 tahun; kita telah kerja 20 tahun.
- Masa kecil kita 15 tahun.
- Jika makan kita selama setengah jam dan sebanyak 2 kali setiap harinya, maka 3 tahun umur ini kita habiskan hanya untuk makan.
● Total jumlah waktu untuk tidur +kerja +masa kecil +makan = 58 tahun.
Hanya sisa 2 tahun dan dari dua tahun ini, berapa jamkah yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah?
Apa yang akan kita katakan kepada Allah Ta'ala di hari perhitungan?
"Kau habiskan untuk apa umurmu?".
Sungguh sangat berharga perkataan Mu'adz bin Jabal radhiallahu anhu:
"Sungguh aku mengharapkan pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharap pahala dari shalat malamku."
Bayangkan bila kita bisa menjadikan kegiatan tidur, kerja, dan makan kita sebagai amalan yang berpahala dengan meniatkannya untuk ibadah, betapa banyaknya waktu yang bisa kita ubah untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.
(fawaid DR. Musyaffa’ Ad Dariny, MA hafidzahullah)
Distributed by HIJRAH SALAF
Click to join, follow and share at:
https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih
📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."
(Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
Ⓜedia Hijrah Salaf
UNTUKMU SAUDARAKU YANG LALAI
Bismillah
Saudaraku, engkau…
Begitu semangatnya mengikuti berita.
Begitu seriusnya mencari data dan informasi terbaru darinya.
Begitu antusiasnya memberikan komentar terhadapnya.
Begitu pedulinya akan peristiwa yang berlangsung hanya sehari, seminggu, dstnya.
Tapi…
Apakah sebegitu semangatnya, seriusnya, antusiasnya, perhatian dan pedulinya dirimu dengan agamamu, dan kehidupan hakiki di Akhirat yang pasti abadi?
Kenapa masalah yang sehari bisa mengalahkan masalah kehidupan akhirat yang kekal dan tidak akan pernah mati?
Kenapa ketika ada hal-hal yang berkaitan dengan akhirat, ganjaran, kebaikan, kematian, dll tidak seperti itu sikapnya?
Apakah sudah ada benih-benih kemunafikan yang tidak disadari?
Hudzaifah bin Yaman radhiallahu 'anhu berkata:
"Nifaq (munafik) adalah engkau berbicara tentang Islam, tetapi engkau tidak mengamalkan ajarannya dalam kehidupan." [Hilyatul Auliyaa' I/182]
Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata:
"Wahai jiwa yang miskin.
Engkau selalu berbuat jelek, tetapi menyangka telah berbuat baik!
Engkau bodoh, tetapi menyangka dirimu berilmu!
Engkau bakhil, tetapi menyangka dirimu dermawan!
Ajalmu telah dekat, tetapi angan-anganmu masih jauh!
Engkau telah berbuat zalim, tapi menyangka engkaulah yang terzalimi!
Engkau memakan harta yang haram, tetapi menganggap dirimu wara!
Engkau telah menuntut ilmu demi meraup keuntungan dunia, tetapi engkau katakan menuntutnya karena Allah Azza wa Jalla." [Siyar A'lamin Nubalaa' VIII/440]
Ingatlah…
Kehidupan dunia hanyalah sebentar dan tidak lama.
Janganlah masalah yang paling penting yaitu akhirat ternyata diabaikan begitu saja, sehingga hilanglah begitu banyak kebaikan.
Coba tanyakanlah kepada diri sendiri.
Sudah berapa kebaikan yang telah dilakukan?
Sudah berapa banyak khatam membaca Alquran?
Sudahkah salat dilakukan dengan penuh khusyuk?
Sudahkah ibadah benar-benar niatnya karena Allah?
Sudahkah bertambah iman?
Sudahkah bertambah ilmu?
Sudahkah bertambah amal?
Sudahkah bertambah semangat?
Seberapa sering menghadiri majelis taklim?
Seberapa banyak yang dipahami dari Alquran dan as-Sunnah dengan pemahaman yang benar?
Seberapa besar rasa takut kepada Allah ta'ala?
Seberapa banyakkah mengingat kematian?
Kenapa seseorang membenci kematian?
Karena ia telah memakmurkan dunia dan menghancurkan akhiratnya, maka ia benci keluar dari kemakmuran menuju kehancuran.
Wahai saudaraku…
Kita tidak sedang berada di dunia yang kekal.
Kita telah diizinkan untuk pergi.
Maka bersiaplah, karena perjalanannya sebentar lagi berangkat.
Beruntunglah orang yang takut ketika di dunia, dan betapa buruk orang yang dosanya masih tersisa sepeninggalnya.
Perhatikanlah, sebagai apa nanti bila sudah berdiri di hadapan Allah Azza wa Jalla, lalu Dia meminta pertanggung jawaban terhadap nikmat yang telah diberikan.
Orang-orang yang baik akan kembali kepada Allah, seperti perantau yang kembali kepada keluarganya.
Sedangkan orang yang penuh dengan dosa dan maksiat, akan datang seperti budak yang kabur, lalu dia diseret kepada majikannya dengan keras.
Allah ta'ala berfirman:
أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَٰهُمْ سِنِينَ
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُوا۟ يُوعَدُونَ
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يُمَتَّعُونَ
"Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka? Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.”
(Asy-Syu'ara 205-207)
Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang diciptakan untuk beribadah, namun syahwat malah menghalanginya untuk beribadah.
Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang diciptakan untuk masa yang akan datang, namun masa yang sekarang menghalanginya dari masa yang akan datang.
(fawaid Najmi Umar Bakkar hafidzahullah)
Distributed by HIJRAH SALAF.
Click to join, follow and share at:
https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih
📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."
(Ibnu Taimiyyah rahimahullahu).
