ar
Feedback
Hijrah Salaf "Berhijrah mengikuti Kitabullah dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafusshalih"

Hijrah Salaf "Berhijrah mengikuti Kitabullah dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafusshalih"

الذهاب إلى القناة على Telegram
3 427
المشتركون
-124 ساعات
-127 أيام
-4930 أيام
أرشيف المشاركات
Ⓜ️edia Hijrah Salaf KALKULASI UNTUK MENYADARKAN DIRI Bismillah Memang benar bahwa umur manusia di tangan Allah. Tapi misalkan saja, umur kita 60 tahun. - Jika kita tidur 8 jam setiap hari, maka dalam 60 tahun; kita telah tidur 20 tahun. - Jika kita kerja 8 jam tiap hari, maka dalam 60 tahun; kita telah kerja 20 tahun. - Masa kecil kita 15 tahun. - Jika makan kita selama setengah jam dan sebanyak 2 kali setiap harinya, maka 3 tahun umur ini kita habiskan hanya untuk makan. ● Total jumlah waktu untuk tidur +kerja +masa kecil +makan = 58 tahun. Hanya sisa 2 tahun dan dari dua tahun ini, berapa jamkah yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah? Apa yang akan kita katakan kepada Allah Ta'ala di hari perhitungan? ​​"Kau habiskan untuk apa umurmu?".​​ Sungguh sangat berharga perkataan Mu'adz bin Jabal radhiallahu anhu: ​​"Sungguh aku mengharapkan pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharap pahala dari shalat malamku." Bayangkan bila kita bisa menjadikan kegiatan tidur, kerja, dan makan kita sebagai amalan yang berpahala dengan meniatkannya untuk ibadah, betapa banyaknya waktu yang bisa kita ubah untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. (fawaid DR. Musyaffa’ Ad Dariny, MA hafidzahullah) Distributed by HIJRAH SALAF Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)

Ⓜedia Hijrah Salaf UNTUKMU SAUDARAKU YANG LALAI Bismillah Saudaraku, engkau… Begitu semangatnya mengikuti berita. Begitu seriusnya mencari data dan informasi terbaru darinya. Begitu antusiasnya memberikan komentar terhadapnya. Begitu pedulinya akan peristiwa yang berlangsung hanya sehari, seminggu, dstnya. Tapi… Apakah sebegitu semangatnya, seriusnya, antusiasnya, perhatian dan pedulinya dirimu dengan agamamu, dan kehidupan hakiki di Akhirat yang pasti abadi? Kenapa masalah yang sehari bisa mengalahkan masalah kehidupan akhirat yang kekal dan tidak akan pernah mati? Kenapa ketika ada hal-hal yang berkaitan dengan akhirat, ganjaran, kebaikan, kematian, dll tidak seperti itu sikapnya? Apakah sudah ada benih-benih kemunafikan yang tidak disadari? Hudzaifah bin Yaman radhiallahu 'anhu berkata: "Nifaq (munafik) adalah engkau berbicara tentang Islam, tetapi engkau tidak mengamalkan ajarannya dalam kehidupan." [Hilyatul Auliyaa' I/182] Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Wahai jiwa yang miskin. Engkau selalu berbuat jelek, tetapi menyangka telah berbuat baik! Engkau bodoh, tetapi menyangka dirimu berilmu! Engkau bakhil, tetapi menyangka dirimu dermawan! Ajalmu telah dekat, tetapi angan-anganmu masih jauh! Engkau telah berbuat zalim, tapi menyangka engkaulah yang terzalimi! Engkau memakan harta yang haram, tetapi menganggap dirimu wara! Engkau telah menuntut ilmu demi meraup keuntungan dunia, tetapi engkau katakan menuntutnya karena Allah Azza wa Jalla." [Siyar A'lamin Nubalaa' VIII/440] Ingatlah… Kehidupan dunia hanyalah sebentar dan tidak lama. Janganlah masalah yang paling penting yaitu akhirat ternyata diabaikan begitu saja, sehingga hilanglah begitu banyak kebaikan. Coba tanyakanlah kepada diri sendiri. Sudah berapa kebaikan yang telah dilakukan? Sudah berapa banyak khatam membaca Alquran? Sudahkah salat dilakukan dengan penuh khusyuk? Sudahkah ibadah benar-benar niatnya karena Allah? Sudahkah bertambah iman? Sudahkah bertambah ilmu? Sudahkah bertambah amal? Sudahkah bertambah semangat? Seberapa sering menghadiri majelis taklim? Seberapa banyak yang dipahami dari Alquran dan as-Sunnah dengan pemahaman yang benar? Seberapa besar rasa takut kepada Allah ta'ala? Seberapa banyakkah mengingat kematian? Kenapa seseorang membenci kematian? Karena ia telah memakmurkan dunia dan menghancurkan akhiratnya, maka ia benci keluar dari kemakmuran menuju kehancuran. Wahai saudaraku… Kita tidak sedang berada di dunia yang kekal. Kita telah diizinkan untuk pergi. Maka bersiaplah, karena perjalanannya sebentar lagi berangkat. Beruntunglah orang yang takut ketika di dunia, dan betapa buruk orang yang dosanya masih tersisa sepeninggalnya. Perhatikanlah, sebagai apa nanti bila sudah berdiri di hadapan Allah Azza wa Jalla, lalu Dia meminta pertanggung jawaban terhadap nikmat yang telah diberikan. Orang-orang yang baik akan kembali kepada Allah, seperti perantau yang kembali kepada keluarganya. Sedangkan orang yang penuh dengan dosa dan maksiat, akan datang seperti budak yang kabur, lalu dia diseret kepada majikannya dengan keras. Allah ta'ala berfirman: أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَٰهُمْ سِنِينَ ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُوا۟ يُوعَدُونَ مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يُمَتَّعُونَ "Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka? Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.” (Asy-Syu'ara 205-207) Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang diciptakan untuk beribadah, namun syahwat malah menghalanginya untuk beribadah. Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang diciptakan untuk masa yang akan datang, namun masa yang sekarang menghalanginya dari masa yang akan datang. (fawaid Najmi Umar Bakkar hafidzahullah) Distributed by HIJRAH SALAF. Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu).

Ⓜedia Hijrah Salaf KEHIDUPAN SEBENARNYA Bismillah Allah Azza wa Jalla mendahulukan penyebutan kematian dari kehidupan, karena memang pada asalnya manusia tidak ada. Firman Allah ta'ala, الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا (Allah) Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapakah yang paling baik amalnya (Al-Mulk 2) Pun manusia mengalami dua kali kematian dan dua periode kehidupan. Semula ia tiada lalu Allah menghidupkannya di dunia. Kemudian kembali mati terkubur di tanah. Selanjutnya dihidupkan lagi di akhirat guna pertanggungjawaban. Dan kehidupan akhirat itulah yang hakiki lagi selamanya. Allah ta'ala menyampaikan penyesalan sekelompok manusia saat hari kiamat, يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ia mengatakan: "Alangkah baik kiranya aku dahulu mengerjakan (kebaikan) untuk hidupku ini" (Al-Fajr 24) Dikatakan لِحَيَاتِي (untuk hidupku ini) karena memang kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat. Kehidupan yang tiada lagi kematian. Distributed by HIJRAH SALAF. Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu).