uz
Feedback
Rodja TV

Rodja TV

Kanalga Telegram’da o‘tish

Saluran tilawah Quran dan Kajian Islam

Ko'proq ko'rsatish

📈 Telegram kanali Rodja TV analitikasi

Rodja TV (@rodjatv) Indoneziya til segmentidagi kanali faol ishtirokchi. Hozirda hamjamiyat 10 506 obunachidan iborat bo'lib, Din & Maʼnaviyat toifasida 8 880-o'rinni va Indoneziya mintaqasida 6 927-o'rinni egallagan.

📊 Auditoriya ko‘rsatkichlari va dinamika

невідомо sanasidan buyon loyiha tez o‘sib, 10 506 obunachiga ega bo‘ldi.

21 Iyun, 2026 dagi oxirgi ma’lumotlarga ko‘ra kanal barqaror faollikka ega. Oxirgi 30 kunda obunachilar soni -142 ga, so‘nggi 24 soatda esa -8 ga o‘zgardi va umumiy qamrov yuqori darajada qolmoqda.

  • Tasdiqlash holati: Tasdiqlanmagan
  • Jalb etish (ER): Auditoriya o‘rtacha 5.36% darajada jalb etiladi. Nashrdan keyingi dastlabki 24 soatda kontent odatda umumiy obunachilar sonining 1.76% ini tashkil etuvchi reaksiyalarni to‘playdi.
  • Post qamrovi: Har bir post o‘rtacha 563 marta ko‘riladi; birinchi sutkada odatda 185 ta ko‘rish yig‘iladi.
  • Reaksiyalar va o‘zaro ta’sir: Auditoriya faol: har bir postga o‘rtacha 0 ta reaksiya keladi.
  • Tematik yo‘nalishlar: Kontent rodja, kaji, ustadz, muslim, manusia kabi asosiy mavzularga jamlangan.

📝 Tavsif va kontent siyosati

Muallif resursni shaxsiy fikrni ifoda etish maydoni sifatida ta’riflaydi:
Saluran tilawah Quran dan Kajian Islam

Yuqori yangilanish chastotasi (oxirgi ma’lumot 22 Iyun, 2026 da olingan) sababli kanal doimo dolzarb va katta qamrovli bo‘lib qoladi. Analitika auditoriya kontent bilan faol hamkorlik qilishini, uni Din & Maʼnaviyat toifasidagi muhim ta’sir nuqtasiga aylantirishini ko‘rsatadi.

10 506
Obunachilar
-824 soatlar
-367 kunlar
-14230 kunlar
Postlar arxiv
Rodja TV
10 506
Daurah Tajwid Syarah 30 Bait Matan Jazariyyah dan Talaqqi Al-Fatihah Insyaallah bersama: Ustadz Abdurrahim Syamsuri, M.A. (Ka
Daurah Tajwid Syarah 30 Bait Matan Jazariyyah dan Talaqqi Al-Fatihah Insyaallah bersama: Ustadz Abdurrahim Syamsuri, M.A. (Kandidat Doktor Jurusan Qiraat Al-Quran, Universitas Islam Madinah KSA) Hari, Tanggal: Sabtu, 5 Al-Muharram 1448 / 20 Juni 2026 Waktu: Pukul 07:30 - 15:00 WIB (3 Sesi) Sesi 1: 07:30 - 09:30 Sesi 2: 10:00 - 11:30 Sesi 3: 13:00 - 15:00 Tempat: Masjid Jami’ Al-Barkah Jl. Transyogi KM 9, Cileungsi- Bogor Info: 0822 9800 0756 Terbuka untuk ikhwan dan akhwat GRATIS dan tanpa pendaftaran

Rodja TV
10 506
Besok di selasa ke-3 insyaAllah akan diadakan kembali khusus Akhwat bersama Ust Abu Yahya Badru Salam Lc hafidzahullah pada p
Besok di selasa ke-3 insyaAllah akan diadakan kembali khusus Akhwat bersama Ust Abu Yahya Badru Salam Lc hafidzahullah pada pukul 09.30 WIB. Barakallahu fiikum

Rodja TV
10 506
Faedah Singkat disampaikan Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Rodja TV
10 506
🔴LIVE KHUTBAH JUM'AT🔴 🎙 Pemateri: Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, M.A. 🗓 Jum'at, 12 Juni 2026 M | 26 Dzulhijjah 1447 H ⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini 📺 Simak langsung melalui YouTube: 👉 https://www.youtube.com/live/-7_5SjonWZE?si=MJboX1wIMRkub3ln 📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah. Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Rodja TV
10 506
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya: “Wanita mana yang paling baik?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ “Istri yang menggembirakan suaminya jika ia melihat kepadanya dan seorang istri yang mentaati suaminya jika ia memerintahkannya. Dan tidak menyelisihi suami di dalam diri sang istri atau di dalam harta sang istri dengan sesuatu yang dibenci oleh suami.” (HR. An-Nasa’i) Ini juga menunjukkan bagaimana hak suami untuk dihormati. Dan cara menghormati suami adalah dengan mentaati perintah suami dalam kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah menjelaskan bahwasanya keutamaan istri shalihah yang menghormati suaminya, maka ini adalah termasuk harta yang paling berharga yang dimiliki oleh suami. Sebagaimana dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ “Tidaklah seorang lelaki beriman mendapatkan kebaikan setelah bertakwa kepada Allah yang lebih baik dari seorang istri shalihah. Jika ia memerintahkan istrinya, maka istrinya akan taat…” (HR. Ibnu Majah) Simak selengkapnya: https://rodja.id/2xo

Rodja TV
10 506
faedah singkat disampaikan Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Rodja TV
10 506
🔴LIVE KAJIAN ISLAM🔴 📚Fiqih Do'a dan Dzikir 🎙 Pemateri: Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. 🗓 Selasa, 9 Juni 2026 M | 23 Dzulhijjah 1447 H ⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini 📺 Simak langsung melalui YouTube: 👉 https://www.youtube.com/live/iB83sC_ci0M?si=uIW-ZFZK-Q2Ltps_ 📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah. Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Rodja TV
10 506
🔴LIVE KAJIAN ISLAM🔴 SIFAT AHLI NERAKA - JAHATNYA SOMBONG 📚Al- Aqidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya'lamuun 🎙 Pemateri: Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A 🗓 Senin, 8 Juni 2026 M | 22 Dzulhijjah 1447 H ⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini 📺 Simak langsung melalui YouTube: 👉 https://www.youtube.com/live/qGw1XGCSYDk?si=4zDq7bY7kjDxFtSH 📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah. Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Rodja TV
10 506
🔴LIVE KAJIAN ISLAM🔴 📚Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 252 🎙 Pemateri: Ustadz Abdullah Zaen, M.A. 🗓 Senin, 8 Juni 2026 M | 22 Dzulhijjah 1447 H ⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini 📺 Simak langsung melalui YouTube: 👉 https://www.youtube.com/live/oLQ1vpDONeM?si=tN41ClzSo5xko31k 📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah. Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Rodja TV
10 506
HAKIKAT TAWAKAL DAN KEKELIRUAN DALAM BERDALIL Pemberian sekantong kurma dan wadah kulit berisi air tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa manusia tetap diwajibkan untuk melakukan ikhtiar atau usaha. Usaha maksimal yang mampu dilakukan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam pada saat itu adalah menyediakan bekal makanan dan minuman seadanya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tawakal yang benar harus disertai dengan usaha semampunya. Hal ini sekaligus meluruskan kekeliruan sebagian orang pada masa kini yang meninggalkan anak dan istrinya tanpa memberikan nafkah atau pekerjaan yang jelas dengan alasan sedang berdakwah, lalu menyamakan tindakan tersebut dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam. Pemahaman tersebut keliru karena Nabi Ibrahim Alaihissalam bertindak atas dasar wahyu dan perintah langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta tetap memberikan bekal semampunya, bukan karena mengabaikan tanggung jawab keluarga. Simak selengkapnya: https://rodja.id/5y0

Rodja TV
10 506
KETELADANAN NABI IBRAHIM DALAM AKIDAH WALA DAN BARA’ Di antara keutamaan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang disebutkan di dalam kitab ini adalah kedudukan beliau sebagai sosok yang dijadikan contoh paling indah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal menerapkan prinsip wala’ (loyalitas) dan bara’ (berlepas diri). Oleh karena keutamaan tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan seluruh umat Islam untuk beruswah atau menjadikannya sebagai suri teladan. Kewajiban untuk meneladani Nabi Ibrahim Alaihissalam beserta kaumnya tercantum di dalam Al-Qur’an melalui firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’.” (QS. Al-Mumtahanah[60]: 4) Lafaz bura’a dalam ayat tersebut merupakan bentuk jamak dari kata bara’. Bentuk mufrad atau tunggal dari kata ini dapat ditemukan pada ayat lain, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang Menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku’.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 26-27) Simak selegnkapnya: https://rodja.id/5y0

Rodja TV
10 506
Nikmat waktu luang Ketika kita liburan atau ada kesempatan yang kita kosong di situ, ini adalah merupakan waktu yang sangat mahal. kalau kita ternyata habiskan untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya, sangat sayang sekali. Yang dimaksud dengan الفراغ di sini adalah waktu yang lewat dan tidak ada kesibukan di situ. Dimana waktu seperti ini sangat mahal, tidak bisa dihargai dengan harta. Maka kalau digunakan waktu-waktu yang luang tersebut untuk kebaikan, untuk beramal shalih, untuk ketaatan, untuk hal-hal yang sifatnya memang berpahala untuk hidup kita dan manfaat untuk diri kita dunia dan akhirat kita, maka ini orang beruntung. Kalau ternyata ia biarkan waktu itu berjalan tanpa ia gunakan dalam perkara yang berfaedah, sudah ia sudah membunuh waktunya sendiri. Apalagi kalau ternyata ia lewatkan waktu itu untuk hal-hal yang bathil. Sungguh ini orang yang sangat tertipu sekali. Maka waktu itu adalah kehidupan kita. Waktu adalah sesuatu yang paling mahal dari apa yang kita miliki. Karena waktu itu sangat mahal, tidak bisa dibeli dengan harta, maka hendaknya digunakan dengan perkara yang lebih mahal dari harta, yaitu amalan yang sifatnya manfaat untuk dunia dan akhirat kita. rodja.id/2la

Rodja TV
10 506
photo content

Rodja TV
10 506
KONSEKUENSI MENGABAIKAN SYARIAT ALLAH Kewajiban berhukum kepada syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala juga didasarkan pada hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang memberikan peringatan keras mengenai dampak pengabaian terhadap Kitabullah: وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah (Al-Quran) dan memilih-milih apa yang diturunkan Allah, melainkan Allah akan menjadikan kemudaratan di antara mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah) Penyimpangan dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya pasti akan menyebabkan kehinaan, kekacauan, permusuhan, serta segala bentuk keburukan. Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan perawi lainnya, serta dinyatakan hasan oleh Syekh rahimahullahu ta’ala, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan permusuhan atau keburukan menimpa internal mereka sendiri. Simak selengkapnya: https://rodja.id/5xy

Rodja TV
10 506

Rodja TV
10 506
Satu kewajiban penting bagi orang tua dalam mendidik anak adalah memisahkan tempat tidur mereka ketika sudah menginjak usia tertentu. Proses ini sebaiknya dimulai sebagai latihan sejak anak berusia 7 tahun atau ketika mereka berada di bangku kelas 1 atau kelas 2 Sekolah Dasar. Melalui latihan yang konsisten, anak diharapkan sudah terbiasa mandiri dan memiliki kamar sendiri saat usianya menginjak 10 tahun. Pada usia tersebut, tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk membiarkan anak tidur bersama dengan dalih anak belum berani atau belum bisa tidur sendiri. Pemisahan tempat tidur ini mencakup beberapa ketentuan, yaitu memisahkan tempat tidur antara sesama anak laki-laki, memisahkan kamar antara anak laki-laki dan anak perempuan, serta memisahkan kamar anak dari kamar orang tua. Hal ini sangat krusial untuk diterapkan terutama saat anak memasuki usia prabaligh atau usia 10 tahun ke atas. Seiring dengan perkembangan usia, manusia mengalami perubahan fisik dan psikologis. Oleh karena itu, syariat Islam menetapkan sebuah kaidah preventif yang dikenal dengan istilah Saddudz Dzari’ah, yaitu menutup celah atau pintu yang dapat mengantarkan pada keburukan. Mencegah dampak buruk jauh lebih baik daripada mengobati atau memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Orang tua tidak boleh bersikap terlalu percaya diri dengan keyakinan dan keimanan yang dimiliki, karena kelalaian kecil dapat menjadi peluang bagi setan untuk merusak nasab dan moral keluarga. simak selengkapnya: https://rodja.id/5xv

Rodja TV
10 506
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan ibadah kurban sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya. Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan, keikhlasan, dan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Ikhwatal Islam, setelah hari Nahr (10 Zulhijah), terdapat tiga hari yang disebut dengan hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ “Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim) Maka diharamkan berpuasa sunnah pada hari-hari tasyrik. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan dan minum serta disyariatkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di mana saja dan kapan saja, baik sebelum shalat maupun setelahnya, dianjurkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saat berjalan, duduk, atau berbaring, diperintahkan untuk banyak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bertakbir, dan membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun mengkhususkan takbir hanya setelah shalat, sementara di waktu dan tempat lain tidak melakukannya selama hari-hari tasyrik, maka hal tersebut bukanlah amalan yang dilakukan oleh salafus shalih. Karena yang mereka lakukan dahulu adalah bertakbir di mana saja dan kapan saja selama hari-hari tasyrik. Membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat dilakukan dengan mengucapkan: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ Membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati. Kita mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala setinggi-tingginya, hingga tidak ada sesuatu pun yang lebih besar di dalam hati kita selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling agung di hati kita (seorang mukmin). Ketika itu, kita benar-benar mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan. Saudaraku seiman, sesungguhnya bagi orang yang beriman, mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah perkara yang paling besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ “Dan sungguh, mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 45) Adapun bagi orang yang lemah imannya, mengingat dunia terasa lebih besar di hatinya. Mengingat sesuatu selain Allah Subhanahu wa Ta’ala terasa lebih mengasyikkan baginya. Akibatnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memalingkan hatinya dari zikir kepada-Nya, hingga ia tidak lagi merasakan kenikmatan dalam mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka jadikanlah zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari-hari tasyrik sebagai sesuatu yang sungguh kita upayakan di hari-hari tersebut. Jangan sampai, wahai saudaraku seiman, kita termasuk orang-orang yang lalai lebih asyik dengan urusan duniawi, lebih sibuk dengan ponsel, media sosial, permainan, dan hal-hal sejenisnya hingga akhirnya kita menjadi hamba yang lupa mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sementara Allah berfirman: وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ “Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-Aʿrāf [7]: 205) Simak selengkapnya: https://rodja.id/5na

Rodja TV
10 506
🕌 Masjid Al-Barkah Cileungsi 🎙️ Khotib & Imam: Ust. Dr. Abdullah Roy 🗓️ Rabu, 27 Mei 2026 ⏰ 06.30 WIB Ajak keluarga, sahab
🕌 Masjid Al-Barkah Cileungsi 🎙️ Khotib & Imam: Ust. Dr. Abdullah Roy 🗓️ Rabu, 27 Mei 2026 ⏰ 06.30 WIB Ajak keluarga, sahabat, dan kerabat untuk meramaikan syiar Islam serta menyambut hari raya penuh ketaatan dan pengorbanan. #IdulAdha1447H #ShalatIed #MasjidAlBarkahCileungsi #RodjaTV #RadioRodja #IdulAdha #Cileungsi #Bogo

Rodja TV
10 506
Di antara salah satu tujuan ibadah haji diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah untuk menyaksikan manfaat-manfaat ibadah haji yang sangat luar biasa. Pelajaran-pelajaran yang akan memberikan pengaruh dengan pelajaran-pelajaran yang bermacam-macam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ‎﴿٢٧﴾‏ لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ… “Umumkanlah kepada manusia agar mereka melaksanakan ibadah haji. Maka mereka akan datang dengan berjalan kaki dan juga menggunakan unta-unta yang kurus. Mereka akan datang dari setiap penjuru. Di antara tujuannya adalah agar mereka memperhatikan dan menyaksikan manfaat-manfaat yang akan kembali kepada mereka.” (QS. Al-Hajj[22]: 27-28) Manfaat melaksanakan ibadah haji adalah sesuatu yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitungnya. Pelajaran-pelajaran yang tidak mungkin bagi kita untuk mengambil satu persatu darinya, karena saking banyaknya. Karena sesungguhnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam ayat yang barusan kita baca: (مَنَافِعَ) disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam bentuk nakirah untuk memberikan isyarat kepada kita bahwa di dalamnya terkandung berbagai macam manfaat, dan sangat banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh para jamaah. Dan menyaksikan manfaat ini adalah di antara tujuan ibadah haji diwajibkan dan dimaksudkan untuk melakukannya. Karena kalimat lam (ل) diawal kalimat لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ adalah lam ta’lil yang dia berkaitan dengan firman Allah sebelumnya. Artinya, Allah memerintahkan untuk mengumumkan ibadah haji sehingga mereka datang dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan, untuk menyaksikan manfaat-manfaat dari ibadah haji tersebut dan mereka bisa hadir di sana. Ini berarti menghadirkan manfaat yang ada serta memberikan manfaat kepada mereka. Oleh karenanya, sudah semestinya bagi mereka yang diberikan kemudahan taufik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala melakukan ketaatan ini, untuk melaksanakan ibadah dan betul-betul mereka berusaha mendapatkan serta menghasilkan manfaat-manfaat dari ibadah haji, atau mengambil pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat yang ada di dalamnya. Di samping itu, mereka juga akan mendapatkan pahala yang luar biasa, ganjaran yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ampunan-ampunan yang akan mereka dapatkan, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga akan menghilangkan kesalahan. Dan juga pantas bagi mereka yang mendapatkan keuntungan yang luar biasa ini. Mereka akan mendapatkan sesuatu yang sangat indah, ketika nantinya mereka pulang ke kampung halamannya. Mereka akan berada dalam keadaan yang sangat mulia, dengan jiwa yang sangat bagus, dan kehidupan yang baru. Kehidupan yang penuh dengan iman dan taqwa, kehidupan yang diisi dengan kebaikan, berbuat baik, dan istiqamah. Kehidupan yang akan selalu menjaga ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua ini juga termasuk di antara manfaat melaksanakan ibadah haji yang mulia. Simak selengkapnya: https://rodja.id/3tr

Rodja TV
10 506
🔴LIVE KAJIAN ISLAM🔴 📚Al- Aqidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya'lamuun 🎙 Pemateri: Ustadz Afifi Abdul Wadud 🗓 Senin, 25 Mei 2026 M | 8 Dzulhijjah 1447 H ⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini 📺 Simak langsung melalui YouTube: 👉 https://www.youtube.com/live/kQkU4BPaMLA?si=uJp6YDpqZwwx1UlX 📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah. Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.