Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Відкрити в Telegram
5 145
Підписники
-124 години
-207 днів
-5630 день
Архів дописів
🕌 DOWNLOAD KHUTBAH IDUL ADHA 1437 H
🕋 "Hikmah Ibadah Haji dan Kurban"
▶ Link Download: http://bit.ly/2cwQvb6
🏡 Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 10 Dzulhijjah 1437 / 12 September 2016
🎙 Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah
🌹 Taqobbalallaahu minnaa wa minkum
🎈 Selamat Idul Adha 1437 H
💻 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/664923206990498:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info
🌐 Web: www.sofyanruray.info
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Kajian_Sunnah
📢 NYANYIAN DAN MUSIK YANG DIBOLEHKAN DI HARI RAYA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
➡ Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,
دَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ مِنْ جَوَارِي الأَنْصَارِ تُغَنِّيَانِ بِمَا تَقَاوَلَتِ الأَنْصَارُ يَوْمَ بُعَاثَ قَالَتْ وَلَيْسَتَا بِمُغَنِّيَتَيْنِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَمَزَامِيرُ الشَّيْطَانِ فِي بَيْتِ رَسُولِ اللهِ وَذَلِكَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
🌴 “Abu Bakr masuk dan ketika itu bersamaku ada dua orang anak kecil perempuan dari kalangan Anshar bersenandung syair kaum Anshor pada perang Bu’ats, dan kedua anak itu bukanlah penyanyi. Maka Abu Bakr berkata, “Apakah seruling-seruling setan di rumah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam!?” Dan ketika itu hari raya, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Bakr, biarkan mereka karena sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
➡ Dalam riwayat Muslim,
جَارِيَتَانِ تَلْعَبَانِ بِدُفٍّ
🌴 “Dua orang anak kecil perempuan bermain rebana.”
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Sebagian orang salah memahami hadits ini sebagai dalil pembolehan nyanyian dan musik, padahal justru sebaliknya, hadits ini adalah dalil pengharaman nyanyian dan musik dari beberapa sisi, diantaranya:
➡ Pertama: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak mengingkari ucapan Abu Bakr radhiyallahu’anhu bahwa musik adalah seruling setan, hanya saja Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengajarkan kepada beliau adanya nyanyian dan musik yang diperkecualikan.
➡ Kedua: Abu Bakr radhiyallahu’anhu telah mengetahui sebelumnya bahwa nyanyian dan musik itu haram sehingga beliau mengingkari dengan keras, hanya saja beliau belum mengetahui nyanyian dan musik yang diperkecualikan.
➡ Ketiga: Ucapan Aisyah radhiyallahu’anha, “Dan kedua anak itu bukanlah penyanyi”, menurut Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah adalah bentahan terhadap kaum Sufi yang menganggap hadits ini sebagai dalil pembolehan nyanyian, maka Aisyah mengingkari hal tersebut, bahwa kedua anak itu bukan penyanyi.
➡ Keempat: Terdapat dalil-dalil yang sangat banyak dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang haramnya musik, diantaranya firman Allah ta’ala,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِين
🌴 “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Luqman: 6]
Sahabat yang Mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu ketika menjelaskan makna, “Perkataan yang tidak berguna” dalam ayat di atas, beliau berkata,
الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات
🌴 “Maksudnya adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia,” beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.” [Tafsir Ath-Thobari, 21/39, sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, 6/330]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
🌴 “Sungguh akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan), khamar dan alat-alat musik.” [HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud dari Abu Malik Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu]
2) Hadits yang mulia ini memberikan pengecualian nyanyian dan musik yang dibolehkan apabila terpenuhi beberapa syarat...
💻 Baca Selengkapnya:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/664860080330144:0
🔸 http://sofyanruray.info/nyanyian-dan-musik-yang-dibolehkan-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
📝 RINGKASAN TATA CARA SHOLAT HARI RAYA
1) Berniat dalam hati tanpa melafazkannya.
2) Takbiratul Ihram seraya mengangkat tangan.
3) Membaca doa istiftah.
4) Bertakbir 7 kali, disebut takbir tambahan.
5) Membaca Al-Fatihah dan surat lain, disunnahkan membaca pada raka’at pertama surat Qof dan raka’at kedua surat Al-Qomar, atau raka’at pertama surat Al-A’la dan raka’at kedua surat Al-Ghaasyiah.
6) Kemudian rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud dan sujud yang kedua, sama seperti sholat yang lainnya.
7) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir.
8) Bertakbir 5 kali, selain takbir perpindahan dari sujud ke berdiri.
9) Membaca Al-Fatihah dan surat lain.
10) Kemudian rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua dan duduk tasyahhud akhir sampai salam, sama seperti sholat yang lainnya.
📝 RINGKASAN BEBERAPA HUKUM TERKAIT SHOLAT HARI RAYA
1) Sholat hari raya dua raka’at dan dilakukan sebelum khutbah.
2) Tidak ada adzan dan iqomah, tidak pula ucapan “Ash-Sholaatu jaami’ah” sebelum sholat.
3) Tidak ada tahiyyatul masjid di lapangan dan tidak ada sholat sebelum dan sesudah sholat ‘ied di lapangan menurut pendapat sebagian ulama dan dikuatkan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumallaah. Dan sebagian ulama membolehkan bagi makmum untuk sholat tahiyyatul masjid, tidak bagi imam, pendapat ini dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah, namun yang lebih kuat insya Allah adalah pendapat yang pertama.
4) Dianjurkan bagi wanita dan anak-anak untuk ikut hadir walau tidak ikut sholat karena haid atau karena belum baligh.
5) Dzikir atau takbir berjama’ah dengan komando dan satu suara termasuk mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat.
6) Dianjurkan bagi makmum untuk datang lebih awal ke tempat sholat dan bertakbir sampai imam datang.
7) Hendaklah imam datang tepat di awal waktu sholat dan langsung memulai sholat.
8) Hendaklah imam berkhutbah setelah sholat.
9) Sholat ‘ied hanyalah disyari’atkan bagi orang-orang yang mukim, tidak bagi musafir, kecuali apabila musafir tinggal sementara di satu negeri yang diadakan padanya sholat ‘Ied hendaklah ikut sholat.
10) Apabila tidak memungkinkan untuk sholat ‘Ied di lapangan seperti karena hujan maka boleh sholat di masjid.
11) Apabila makmum masbuq dan mendapati imam masih di raka’at pertama namun telah selesai membaca takbir tambahan di raka’at pertama 7 kali, maka hendaklah makmum langsung mengikuti imam tanpa membaca takbir tambahan tersebut, karena hukumnya sunnah dan tempat membacanya sudah lewat, sama saja apakah terlewat keseluruhan takbir atau sebagiannya. Tetapi apabila makmum masbuq satu raka’at penuh maka hendaklah ia membaca takbir tambahan seluruhnya ketika meng-qodho’ satu raka’at tersebut.
12) Hukum takbir tambahan adalah sunnah, siapa yang meninggalkannya karena lupa atau sengaja maka sholatnya sah, namun tidaklah patut ditinggalkan dengan sengaja.
13) Mendengar khutbah setelah sholat tidak wajib, boleh ditinggalkan apabila ada keperluan, namun bagi yang tetap mendengarkan wajib untuk diam dan mendengarkan khutbah.
14) Apabila hari ‘Ied di hari Jum’at maka hendaklah imam melaksanakan sholat ‘Ied dan sholat Jum’at, dan boleh bagi makmum yang sudah sholat ‘Ied untuk memilih apakah melakukan sholat Jum’at atau Zhuhur.
15) Tidak ada bacaan khusus dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di antara takbir-takbir tambahan, dan dibolehkan insya Allah membaca dzikir-dzikir yang umum seperti pujian dan sanjungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana diriwayatkan dari sebagian sahabat.
💻 Sumber:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/664524273697058:0
🔸 http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-sholat-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
🕌 [RINGKASAN PEMBAHASAN] MERAIH BERKAH BERSAMA SUNNAH-SUNNAH DI HARI RAYA
✅ Pertama: Mengeluarkan Zakat Fitri (Untuk Hari Raya Idul Fitri)
✅ Kedua: Memperbanyak Takbir
✅ Ketiga: Melakukan Sholat ‘Ied
✅ Keempat: Disunnahkan Mandi Sebelum Menuju Sholat ‘Ied
✅ Kelima: Mengenakan Parfum bagi Laki-laki dan Bersiwak
✅ Keenam: Berhias bagi Laki-laki dan Mengenakan Pakaian yang Paling bagus
✅ Ketujuh: Sunnah Terkait Makan Pagi di Hari Raya
Sahabat yang Mulia Buraidah radhiyallahu’anhu berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَلاَ يَطْعَمُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ
“Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau sholat.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Shahih At-Tirmidzi, 1/302]
✅ Kedelapan: Keluar Menuju Sholat 'Ied dengan Berjalan Kaki
✅ Kesembilan: Sunnah Terkait Rute Perjalanan Menuju Sholat Hari Raya
Sahabat yang Mulia Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam apabila di hari raya, beliau mengambil jalan yang berbeda.” [HR. Al-Bukhari]
✅ Kesepuluh: Sholat Hari Raya di Lapangan
✅ Kesebelas: Bersegera Menuju Tempat Sholat bagi Makmum Sebelum Datangnya Imam
✅ Keduabelas: Adakah Sholat Sunnah Sebelum ‘Ied?
✅ Ketigabelas: Tidak Boleh Membawa Senjata Kecuali Darurat
✅ Keempatbelas: Apa Permainan yang Dibolehkan di Hari Raya?
✅ Kelimabelas: Anjuran bagi Wanita untuk Keluar Menuju Sholat ‘Ied dengan Syarat Tidak Tabarruj
✅ Keenambelas: Anjuran Mengajak Anak-anak Menuju Sholat ‘Ied
✅ Ketujuhbelas: Apa Hukum Ucapan Selamat Idul Fitri?
💻 Baca Selengkapnya:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629939573822195:0
🔸 http://sofyanruray.info/meraih-berkah-bersama-sunnah-sunnah-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
📚 RINGKASAN PEMBAHASAN SHOLAT HARI RAYA
✅ Pertama: Hukum Sholat Hari Raya
Sholat hari raya disyari’atkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’. Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى يَوْمَ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا
“Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sholat Idul Fitri dua raka’at, beliau tidak sholat apa pun sebelumnya dan setelahnya.” [Muttafaqun 'alaih]
Ulama sepakat bahwa sholat ‘Ied disyari’atkan, akan tetapi ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Pendapat yang kuat insya Allah adalah fardhu ‘ain. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim, Asy-Syaikh As-Sa’di, Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-Albani dan Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahumullah (Lihat Ash-Shiyaamu fil Islam: 620).
Karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan sholat ‘Ied dan beliau memerintahkan untuk melakukannya, hingga para wanita pun diperintahkan hadir, sebagaimana hadits Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu’anha, beliau berkata,
أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى، الْعَوَاتِقَ، وَالْحُيَّضَ، وَذَوَاتِ الْخُدُورِ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلَاةَ، وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ، وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لَا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ، قَالَ: لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan para wanita di hari Idul Fitri dan Idul Adha, yaitu wanita-wanita yang masih perawan, yang haid dan yang dipingit. Adapun wanita haid hendaklah menjauhi tempat sholat dan hendaklah tetap menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata: Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab. Beliau bersabda: Hendaklah saudaranya memakaikan jilbab kepadanya.” [Muttafaqun 'alaih]
✅ Kedua: Waktu Sholat Hari Raya
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Waktu sholat ‘Ied dimulai dari naiknya matahari seukuran satu tombak sampai matahari tergelincir, hanya saja disunnahkan untuk menyegerekan sholat Idul Adha dan mengakhirkan sholat Idul Fitri.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/229]
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah juga berkata, “Apabila mereka tidak mengetahui telah masuknya waktu ‘Ied kecuali setelah matahari tergelincir, maka hendaklah mereka berbuka pada Idul Fitri dan keluar untuk melakukan sholat besok hari. Adapun pada Idul Adha, maka hendaklah mereka keluar untuk melakukan sholat besok hari dan tidak menyembelih kecuali setelah sholat ‘Ied, karena penyembelihan mengikuti sholat.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/229]
✅ Ketiga: Tempat Sholat Hari Raya
Disunnahkan untuk sholat di lapangan, sebagaimana hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam keluar di hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan tempat sholat, maka yang pertama beliau lakukan adalah sholat, kemudian beliau bangkit lalu menghadap manusia dan mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka, maka beliau menasihati, memberi wasiat dan memerintahkan mereka. Apabila beliau ingin memutuskan pengutusan sekelompok sahabat maka beliau memutuskannya, atau apabila beliau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau memerintahkannya, kemudian beliau pergi.” [Muttafaqun 'alaih]
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil bagi ulama yang berpendapat disunnahkan keluar untuk sholat hari raya di lapangan, dan bahwa itu lebih afdhal dilakukan daripada di masjid, dan inilah yang diamalkan manusia di kebanyakan negeri, adapun penduduk Makkah tidaklah mereka sholat keduali di masjid sejak zaman yang pertama.” [Syarhu Muslim, 6/177]
💻 Baca Selengkapnya:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/664524273697058:0
🔸 http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-sholat-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
📮 Join Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah: http://bit.ly/1TwCsBr
007 Kunci Meraih Nikmat Keamanan dan Hidayah (Kitab Tauhid).mp313.74 MB
🌹 DOA HARI ARAFAH DAN DZIKIR YANG TERBAIK
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
🌴 “Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah, dan sebaik-baik dzikir yang aku ucapkan dan juga diucapkan para nabi sebelumku adalah,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syaiin Qodiir” (Tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang satu saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kekuasaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu).” [HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 1536]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Doa di hari Arafah adalah yang paling afdhal, karena pahalanya paling besar dan terkabulnya paling cepat.
2) Diantara adab berdoa adalah memuji Allah ta’ala, dan sebaik-baik pujian kepada Allah ta’ala adalah dzikir terbaik yang disebutkan dalam hadits yang mulia ini.
3) Bisa jadi pula doa yang dimaksud untuk dibaca di hari Arafah adalah dzikir tersebut, hal itu didukung dengan satu riwayat Al-Imam Ahmad dari ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya:
كان أكثر دعاء النبي صلى الله عليه وسلم يوم عرفة لا إله إلا الله
“Kebanyakan doa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di hari Arafah adalah: Laa ilaaha illallah.”
Al-Husain bin Al-Hasan Al-Marudzi rahimahullah berkata,
سألت سفيان بن عيينة عن أفضل الدعاء يوم عرفة فقال : لا إله إلا الله
“Aku bertanya kepada Sufyan bin ‘Uyainah tentang doa yang paling afdhal di hari Arafah. Beliau berkata: Laa ilaaha illallah.” [Mir’atul Mafatih, 9/140]
4) Dzikir tersebut adalah dzikir yang paling afdhal karena mengandung tauhid, memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta’ala dan menafikan semua bentuk ibadah kepada selain-Nya, sedang tauhid adalah kewajiban hamba terbesar dan amalan yang paling dicintai Allah ta'ala.
5) Pelajaran terbesar dari ibadah hari Arafah dan ibadah haji, bahkan dari seluruh ibadah adalah peringatan bagi setiap hamba untuk senantiasa beribadah hanya kepada Allah ta’ala yang satu saja, tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.
📚 [Disarikan dari Tuhfatul Ahwadzi (Syarah Hadits: 3509) dan Mir’atul Mafatih (9/140)]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/664332967049522:0
🔸 http://sofyanruray.info/doa-hari-arafah-dan-dzikir-yang-terbaik/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info
🌐 Web: www.sofyanruray.info
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
Вже доступно! Дослідження Telegram за 2025 — головні інсайти року 
