Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Відкрити в Telegram
5 145
Підписники
-124 години
-207 днів
-5630 день
Архів дописів
🏝 PEMBEBASAN DARI NERAKA DI HARI ARAFAH
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
🌿 “Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak dari hari Arafah. Dan sungguh Allah mendekat, kemudian membanggakan hamba-hamba-Nya kepada para malaikat, seraya berfirman: Apa yang mereka inginkan.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Hadits yang mulia ini menunjukkan kemuliaan hari Arafah, maka hendaklah setiap muslim memuliakan hari ini dengan memperbanyak ibadah kepada Allah ta’ala dan menjauhi maksiat. Bagi kaum muslimin secara umum hendaklah berpuasa di hari ini dan banyak berdoa serta amal-amal shalih yang lain. Adapun bagi jama’ah haji tidak dianjurkan berpuasa, hendaklah mereka memperbanyak doa dan dzikir di padang Arafah.
2) Makna Allah ta’ala mendekat yang dimaksud adalah Allah turun ke langit dunia sebagaimana terdapat dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma yang diriwayatkan Al-Imam Abdur Rozzaq dalam Musnad-nya.
➡ Wajib mengimani bahwa Allah memiliki sifat nuzul (turun) ke langit dunia di hari Arafah dan di sepertiga malam yang terakhir sebagaimana dalam hadits yang masyhur.
➡ Wajib mengimani bahwa cara turunnya Allah adalah sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, tidak sama dengan cara turunnya makhluq.
➡ Tetapi tidak boleh membayangkan atau menggambarkan cara Allah turun, baik di dalam benak maupun diucapkan dengan lisan.
➡ Demikian pula tidak boleh dibayangkan seperti turunnya makhluq; apabila makhluk turun maka bagian atasnya menjadi kosong dan berarti bagian atas dan bawah itu lebih besar darinya sehingga ia bisa naik dan turun. Maka hal itu hanya berlaku bagi makhluk. Adapun Allah maka Allah Maha Besar, tidak ada yang dapat meliputi-Nya. Tidak boleh dikiaskan antara makhluk dengan Allah 'azza wa jalla.
3) Makna mendekat juga mencakup makna Allah ta’ala mendekat kepada hamba-hamba-Nya dengan rahmat, ampunan dan karunia-Nya, tanpa menafikan makna yang sebelumnya, sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya.
4) Keutamaan orang-orang yang beribadah di hari Arafah, khususnya jama’ah haji yang dibanggakan oleh Allah ta’ala kepada para malaikat, karena mereka adalah tamu-tamu Allah yang telah rela meninggalkan keluarga dan kampung halaman, menempuh perjalanan yang sangat jauh dalam keletihan fisik dan mengorbankan harta, maka haji adalah amalan yang sangat agung, dan wukuf di Arafah adalah termasuk amalan haji yang terbesar.
➡ Tidak sah haji tanpa melakukan wukuf di Arafah, oleh karena itu hendaklah setiap jama’ah haji memastikan bahwa tempat ia wukuf sudah benar-benar berada di area Arafah, untuk itu jangan segan bertanya kepada petugas-petugas yang ditugaskan oleh Kerajaan Arab Saudi atau kepada para ulama dan penuntut ilmu.
5) Makna firman Allah ta’ala di akhir hadits, “Apa yang mereka inginkan” terkandung dua peringatan:
➡ Pertama: Hendaklah mereka berkeinginan atau bermaksud dan berniat ibadah karena Allah ta’ala semata-mata.
➡ Kedua: Bahwa apa yang mereka inginkan berupa rahmat, ampunan dan anugerah dari Allah adalah sesuatu yang mudah bagi Allah untuk memberikannya kepada mereka.
💻 Sumber:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/664274277055391:0
🔸 http://sofyanruray.info/pembebasan-dari-neraka-di-hari-arafah/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
📚 CARA MUDAH MEMAHAMI FIQH HAJI
📝 Memahami fiqh haji insya Allah ta’ala dalam waktu kurang lebih 1 menit dalam 6 poin berikut:
1) Tanggal 8 Dzulhijjah: Melakukan ihram, pergi ke Mina sebelum Zhuhur. Sholat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh di Mina (dengan mang-qoshor sholat 4 raka’at menjadi dua raka’at tanpa dijama’), mabit (bermalam) di Mina.
2) Tanggal 9 Dzulhijjah: Setelah terbit matahari pergi ke Arafah. Sholat Zhuhur dan Ashar, dijama’ taqdim dan diqoshor dengan satu adzan dan dua iqomah. Berdiam di Arafah sambil berdzikir dan doa sampai terbenam matahari. Jika telah terbenam matahari, pergi ke Muzdalifah untuk bermalam di sana. Lakukan sholat Maghrib dan Isya’ dijama’ dan diqoshor, lalu bermalam di Muzdalifah dan sholat Shubuh di sana.
3) Tanggal 10 Dzulhijjah: Pergi ke Mina sebelum terbit matahari, melempar jamroh ‘aqobah, menyembelih hadyu, memendekkan atau mencukur rambut, thawaf ifadhah dan sa’yu, mabit di Mina.
4) Tanggal 11 Dzulhijjah: Jika matahari telah tergelincir, melempar tiga jamrah, dimulai dari jamroh sughro (yang terletak di samping masjid Al-Khaif), lalu jamroh wustho, lalu jamroh kubro (yang dikenal dengan jamroh ‘aqobah). Kembali mabit di Mina.
5) Tanggal 12 Dzulhijjah: Melakukan amalan yang sama dengan tanggal 11 Dzulhijjah. Kembali mabit di Mina, kecuali bagi yang telah berniat untuk bersegera mengakhiri amalan hajinya (mengambil nafar awwal), hendaklah melakukan thawaf wada’.
6) Tanggal 13 Dzulhijjah: Melakukan amalan yang sama dengan amalan tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah lalu melakukan thawaf wada’.
Dengan melaksanakan 6 poin ini selesai sudah seluruh rangkaian ibadah haji. Adapun rinciannya sebagai berikut...
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/663798667102952:0
🔹 http://sofyanruray.info/cara-mudah-memahami-fiqh-haji/
Alhamdulillaah, selesai ditulis di Kota Buraidah, Propinsi Al-Qoshim, KSA di musim haji tahun 1430 H.
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray -‘afallaahu ‘anhu-.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
🌙 BERTEMUNYA DUA WAKTU MULIA, HARI JUM'AT DAN SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH
✅ Saudaraku rahimakumullah, waktu kita untuk mengumpulkan bekal di dunia ini teramat singkat, sementara perjalanan yang akan kita lalui sangat panjang, namun Allah yang Maha Penyayang telah menjadikan waktu-waktu khusus untuk melipatgandakan pahala amalan kita.
✅ Manfaatkanlah nikmat yang Allah berikan ini untuk memperbanyak amal shalih, diantaranya melakukan sholat shubuh berjama'ah di hari Jum'at, karena hari Jum'at adalah hari yang mulia, dan ditambah lagi kita telah masuk pada hari-hari yang paling mulia dalam setahun yaitu 10 hari awal Dzulhijjah.
➡ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ اللهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةٍ
🌿 "Sesungguhnya sholat yang paling utama di sisi Allah adalah sholat shubuh berjama'ah di hari Jum'at." [HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman dari Ibnu 'Umar radhiyallahu'anhuma, Ash-Shahihah: 1566]
✅ Padahal sholat berjama'ah itu sendiri adalah amalan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَصَلاَتِهِ فِى سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ فَلَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ
🌿 "Sholat seseorang secara berjama'ah dilipatgandakan melebihi sholatnya di rumahnya dan sholatnya di pasarnya (tokonya) sebanyak 25 derajat, yang demikian itu karena seorang dari kalian berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian ia mendatangi masjid, tidak ada yang menyebabkannya melakukan itu kecuali sholat, tidak ada yang ia inginkan kecuali sholat, maka tidaklah ia mengayunkan satu langkah kecuali diangkat untuknya satu derajat dan dihapuskan satu kesalahan (dosa) sampai ia memasuki masjid. Apabila ia telah memasuki masjid maka ia telah dianggap sedang sholat, selama sholat itu yang menahannya (di masjid) dan para malaikat terus mendoakan untuk seorang dari kalian selama ia berada di tempat duduk yang ia gunakan untuk sholat padanya dan selama ia tidak menyakiti dan belum berhadats padanya, mereka (para malaikat) berkata: "Ya Allah curahkanlah kasih sayang kepadanya, ya Allah ampunilah dia, ya Allah anugerahkanlah taubat kepadanya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan ini lafaz milik Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu]
➡ Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وعلى هَذَا؛ فَقَدْ تضاعف الصلاة فِي جماعة أكثر من ذَلِكَ إما بحسب شرف الزمان، كشهر رمضان وعشر ذي الحجة ويوم الجمعة
🌿 "Oleh karena itu, bisa jadi pahala sholat berjama'ah dilipatgandakan lebih dari itu, apakah karena kemuliaan waktu seperti bulan Ramadhan, 10 hari awal Dzulhijjah dan hari Jum'at." [Fathul Baari libni Rajab rahimahullah, 4/32]
➡ Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,
لأن يوم الجمعة أفضل أيام الأسبوع والصبح أفضل الخمس على ما اقتضاه هذا الحديث ونص عليه الشافعي
🌿 "Karena Jum'at adalah hari yang paling mulia dalam sepekan, dan shubuh adalah sholat yang paling afdhal dari seluruh sholat lima waktu, sesuai konsekuensi hadits ini dan ini adalah pendapat yang dinyatakan oleh Imam Syafi'i." [Faidhul Qodir, 2/53]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/663261467156672:0
🔸 http://www.taawundakwah.com/fiqih/bertemunya-dua-waktu-mulia-hari-jumat-dan-sepuluh-hari-awal-dzulhijjah/
══════ ❁✿❁ ══════
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
🏝 HIKMAH IBADAH KURBAN YANG TERBESAR ADALAH TAUHID
🚧 RENUNGAN BAGI ORANG YANG MASIH MENYEMBELIH UNTUK SELAIN ALLAH 'AZZA WA JALLA
✅ Allah ta’ala berfirman,
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
🌴 "Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb alam semesta, tiada sekutu bagi-Nya. Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (kepada-Nya).” [Al-An’am: 162-163]
📝 Penjelasan Makna Ayat Secara Global:
Allah 'azza wa jalla memerintahkan kepada Nabi-Nya shallallahu’alaihi wa sallam untuk mengatakan kepada orang-orang musyrikin yang menyembah selain Allah dan menyembelih untuk selain-Nya:
Sesungguhnya aku memurnikan untuk Allah: shalatku, sembelihanku, dan segala hal berupa keimanan dan amal shalih yang aku hidup dan mati di atasnya.
Semua hal itu kutujukan kepada Allah semata, dan aku tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, bertolak belakang dengan kesyirikan yang kalian kerjakan.
📝 #Beberapa_Pelajaran dari Ayat:
1. Bahwa menyembelih untuk selain Allah adalah syirik besar karena Allah menyebutkan ibadah penyembelihan bersama dengan ibadah shalat. Sebagaimana, seseorang yang mengerjakan shalat untuk selain Allah berarti dia telah berbuat kesyirikan, demikian pula orang yang menyembelih untuk selain Allah berarti dia telah berbuat kesyirikan.
2. Bahwa shalat dan menyembelih termasuk ibadah yang paling agung.
3. Kewajiban untuk ikhlas kepada Allah dalam semua peribadahan (memurnikan ibadah hanya kepada-Nya).
4. Bahwa semua ibadah bersifat tauqifiyyah -yaitu harus sesuai perintah syari’at, tidak boleh mengada-ada dalam agama- berdasarkan firman Allah ta’ala: “Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.”
📚 [Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullahu ta’ala]
📝 #Renungan_Bermakna:
Sejumlah ayat dan hadits telah menegaskan bahwa menyembelih adalah ibadah, dan setiap tahun umat islam berhari raya kurban, harusnya sudah dapat dipahami bahwa menyembelih adalah ibadah yang sangat agung, maka tidak sepatutnya dipersembahkan kepada selain Allah tabaraka wa ta’ala.
Namun sangat disayangkan masih ada orang yang mengaku muslim yang menyembelih untuk persembahan atau sesajen kepada selain Allah 'azza wa jalla, seperti kepada para jin yang menghuni lautan atau gunung tertentu, para wali yang telah wafat dan lain-lain.
✅ Padahal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan,
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ
🌴 "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk persembahan kepada selain Allah." [HR. Muslim dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu]
⛔ Bahkan mereka juga melakukan kesyirikan yang lain, diantaranya:
➡ Berdoa kepada para jin atau wali tersebut,
➡ Meyakini bahwa para jin atau wali itu bisa melindungi mereka dari berbagai musibah,
➡ Meyakini bahwa para jin atau wali bisa menimpakan berbagai malapetaka bagi mereka,
➡ Meyakini bahwa para jin atau wali itu adalah penguasa di tempat-tempat tersebut,
➡ Takut, harap dan tawakkal kepada para jin atau wali tersebut.
Inilah yang mereka lakukan, ironisnya mereka meyakini itu sebagai suatu kebaikan, bahkan tidak jarang mereka menganggap hal itu dapat mendekatkan diri kepada Allah, padahal kesyirikan adalah dosa yang paling Allah murkai, yang menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam dan mengekalkannya di neraka.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/662970787185740:0
🔸 http://sofyanruray.info/tauhid-memurnikan-ibadah-hanya-kepada-allah-taala-pelajaran-terbesar-dari-syariat-berkurban/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info
🌐 Web: www.sofyanruray.info
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Faidah_Tafsir
🕋 ZIARAH KUBUR NABI SHALLALLAHU'ALAIHI WA SALLAM BUKAN BAGIAN DARI AMALAN HAJI DAN UMROH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Asy-Syaikhul 'Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,
ليست زيارة قبر النبي صلى الله عليه وسلم واجبة ولا شرطا في الحج كما يظنه بعض العامة وأشباههم ، بل هي مستحبة في حق من زار مسجد الرسول صلى الله عليه وسلم أو كان قريبا منه
أما البعيد عن المدينة فليس له شد الرحل لقصد زيارة القبر، ولكن يسن له شد الرحل لقصد المسجد الشريف، فإذا وصله زار القبر الشريف وقبر الصاحبين ، ودخلت الزيارة لقبرهعليه الصلاة والسلام وقبري صاحبيه تبعا لزيارة مسجده صلى الله عليه وسلم، وذلك لما ثبت في الصحيحين، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد : المسجد الحرام، ومسجدي هذا، والمسجد الأقصى
🌴 Ziarah kubur Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bukan kewajiban atau syarat dalam ibadah haji seperti yang disangka oleh sebagian orang awam dan yang semisal dengan mereka, akan tetapi ziarah ke kubur Nabi shallallahu’alaihi wa sallam itu DISUNNAHKAN BAGI ORANG YANG MENDATANGI MASJID BELIAU SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM ATAU SUDAH DEKAT DENGANNYA.
Adapun orang yang jauh dari kota Madinah, maka tidak disyari’atkan baginya untuk bersusah payah melakukan perjalanan dengan maksud berziarah kubur, tetapi disunnahkan baginya melakukan itu dengan maksud mengunjungi masjid Nabawi, jika dia telah sampai di masjid Nabawi barulah disunnahkan baginya berziarah ke kuburan beliau dan dua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar radhiyallahu'anhuma), maka ketika itu ziarah ke kuburan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam masuk dalam ziarah ke masjid beliau.
Dan dilarangnya bersusah payah melakukan perjalanan untuk ziarah ke kuburan beliau karena adanya sebuah hadits dalam As-Shahihain, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الأَقْصَى
“Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (karena kemulian suatu tempat) kecuali ke tiga masjid; masjidil Haram, masjid Nabawi dan masjid Al-Aqsho” [HR. Al-Bukhari dalam Kitab Haji, Bab Hajinya Wanita, no. 1864 dan Muslim dalam Bab Larangan Bersusah Payah Melakukan Perjalanan (Ibadah) Kecuali ke Tiga Masjid, no. 1397]
[Lihat Kitab At-Tahqiq wal Idhah li Katsirin min Masaailil Haj wal ‘Umroh, Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, dengan tahqiq Syaikh Dr. Shalih bin Muqbil Al-‘Ushaimi hafizhahullah, hal. 250-252]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Tidak disyari'atkan untuk melakukan perjalanan ibadah karena kemuliaan suatu tempat, seperti untuk melakukan sholat di masjid tertentu atau untuk berziarah kubur, selain perjalanan untuk sholat ke tiga masjid tersebut.
2) Tidak disyari'atkan meniatkan perjalanan untuk berziarah ke makam Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, tetapi hendaklah diniatkan untuk mengunjungi masjid beliau, setelah tiba di masjid beliau atau di kota Madinah maka disunnahkan untuk berziarah ke makam beliau.
3) Ziarah ke Masjid Nabawi maupun ke makam Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bukan bagian dari amalan haji, baik sunnahnya, wajibnya, syaratnya maupun rukunnya.
4) Perjalanan untuk ziarah ke Masjid Nabawi adalah sunnah tersendiri untuk melakukan sholat dan ibadah-ibadah lainnya yang disyari'atkan.
5) Kewajiban beribadah kepada Allah ta'ala sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, tidak boleh mengada-ada dalam agama tanpa ada petunjuk beliau.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/661254650690687:0
🔹 http://sofyanruray.info/ziarah-kubur-nabi-shallallahualaihi-wa-sallam-bukan-bagian-dari-amalan-haji-dan-umroh/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
Вже доступно! Дослідження Telegram за 2025 — головні інсайти року 
