Ask The Experts
Открыть в Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Больше1 870
Подписчики
-124 часа
+37 дней
+1630 дней
Архив постов
1 870
Ada hadiah spesial buat yang gabung di zoom dan live streaming Youtube malam nnti. 🏅🏅🏅
1 870
Webinar Gratis Terbuka Untuk Masyarakat Umum 😍😍😍
Live streaming on Youtube Ask The Experts BPJS Kesehatan
Ask The Experts Edisi Pengembangan Diri #edisi167
Kita ketahui bahwa covid 19 memiliki dampak sistemik. Bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga mempengaruhi tatanan ekonomi dan sosial secara luas. The next normal, adalah fase dimana situasi mulai beranjak normal pasca terjadinya krisis. Adanya perubahan-perubahan baru atau kebiasaan baru yang kita mulai ketika pandemi dan akan terus dipertahankan sampai dengan pandemi ini berakhir.
Industry fashion merupakan salah satu sektor yang juga mengalami perubahan pada banyak hal. Seperti mencoba pakaian sebelum dibeli (fitting) dan bilik ganti (fitiing room) di butik atau mal, hingga pergelaran busana (fashion show) akan menjadi berbeda dari sebelum pandemi. Misalnya seperti di department store, kita biasanya fitting (sebelum beli pakaian). Sekarang new normal-nya adalah tidak ada lagi fitting room. Customer tidak boleh mencoba baju karena bisa saja menjadi sarana (penularan) virus.
Bagaimanakah trend fashion yang terjadi dan sesuai di era next normal? Lalu seperti apa upaya membangkitkan kembali industry fashion melalui kekuatan lokal dan digital dapat dilakukan?
Yuk mari kita update ilmu kita terkait "The Next Normal Fashion Challenge" bersama pakar di bidangnya dalam kegiatan Ask The Experts Edisi ke 167 pada Grup Telegram Ask The Experts (Grup ini gratis dan terbatas Untuk Duta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia).
Eittsss tunggu dulu, anda masyarakat umum tapi mau join belajar juga bersama kami? silakan bergabung pada Channel Ask The Experts yang terbuka untuk Masyarakat Umum (silakan cek link di bio kami)
Jangan lupa berkunjung ke Instagram (IG) Ask The Experts:
https://instagram.com/bpjskesehatan_asktheexperts?igshid=1fp7qpvo1ogsr
Berikut link join Channel Telegram Ask The Experts (ATE) (Grup Gratis dan terbuka untuk Masyarakat umum):
https://t.me/asktheexpertsmasyarakatumum
Berikut link channel Youtube Ask The Experts (ATE):
https://m.youtube.com/channel/UCF7DdIDrcN75UCmD3zSTfhA
1 870
HIMBAUAN AGAR TIDAK DIMASUKKAN AUTO KE GRUP "ANEH-ANEH"
Mengingat semakin maraknya penipuan dengan modus memasukkan Anda ke group tak dikenal maka dihimbau kepada semua member group ini AGAR MELAKUKAN TINDAKAN PENGAMANAN DIRI dengan 4 langkah aktivasi fitur keamanan di Telegram.
SETTING KEAMANAN AKUN TELEGRAM
1. Sembunyikan nomor telpon/HP
Telegram > Setting > Privacy and Security > Phone Number
Untuk menyeleksi siapa yang bisa melihat nomor teleponmu.
Pilihannya :
- Everybody (semua orang)
- My contacts (hanya yang ada di kontak saya)
- Nobody (tidak ada)
PILIH: Nobody
2. Proteksi panggilan masuk
Telegram > Setting > Privacy and Security > Calls
Untuk menyeleksi siapa yang bisa meneleponmu via Telegram.
Pilihannya :
- Everybody (semua orang)
- My contacts (hanya yang ada di kontak saya)
- Nobody (tidak ada)
PILIH : Nobody/ My Contacts
3. Proteksi undangan/invitasi untuk dimasukkan ke Group Chat
Telegram > Setting > Privacy and Security > Groups
Untuk menyeleksi siapa yang bisa memasukkanmu dalam suatu Group di Telegram.
Pilihannya :
- Everybody (semua orang)
- My contacts (hanya yang ada di kontak saya)
PILIH: My Contacts
4. Proteksi ganda pengamanan akses masuk ke Akun
Telegram > Setting > Privacy and Security > Two-Step Verification > Set Password > Create A Hint for Your Password > Set Recovery Email
Untuk mengamankan akses masuk ke akun telegram dengan 'Verifikasi Dua Tahap' agar tidak diambil alih orang lain (dibajak/hijack). Pengamanan tahap pertama dengan Login Code, tahap kedua dengan Password.
Silahkan cek pengaturan keamanan akun telegramnya, disesuaikan dengan standar kenyamanan masing-masing 🙏
1 870
Webinar Gratis Terbuka Untuk Masyarakat Umum 😍😍😍
Live streaming on Youtube Ask The Experts BPJS Kesehatan
Ask The Experts Edisi Stay Fit & Healthy #edisi166
Berolahraga rutin pada masa pandemi seperti ini sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun saat ini di masa pandemi banyak lokasi kegiatan untuk berolahraga ditutup atau dibatasi jumlah pengunjungnya.
Suatu kesyukuran dengan keberadaan teknologi saat ini dapat menjadi sebuah solusi untuk tetap aktif berolahraga. Terlebih olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh dalam melawan Virus Corona.
Imbauan tetap di rumah selama masa pandemi seharusnya tidak menjadi penghalang untuk melakukan aktivitas olahraga individu ataupun kelompok. Sebab, ada banyak platform fitness online yang saat ini bisa kita pilih sesuai preferensi pribadi.
Yuk mari kita update ilmu kita terkait "Tetap Aktif dan Fit Selama Pandemi" bersama pakar di bidangnya dalam kegiatan Ask The Experts Edisi ke 166 pada Grup Telegram Ask The Experts (Grup ini gratis dan terbatas Untuk Duta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia).
Eittsss tunggu dulu, anda masyarakat umum tapi mau join belajar juga bersama kami? silakan bergabung pada Channel Ask The Experts yang terbuka untuk Masyarakat Umum (silakan cek link di bio kami)
Jangan lupa berkunjung ke Instagram (IG) Ask The Experts:
https://instagram.com/bpjskesehatan_asktheexperts?igshid=1fp7qpvo1ogsr
Berikut link join Channel Telegram Ask The Experts (ATE) (Grup Gratis dan terbuka untuk Masyarakat umum):
https://t.me/asktheexpertsmasyarakatumum
Berikut link channel Youtube Ask The Experts (ATE):
https://m.youtube.com/channel/UCF7DdIDrcN75UCmD3zSTfhA
1 870
Webinar Gratis Terbuka Untuk Masyarakat Umum 😍😍😍
Live streaming on Youtube Ask The Experts BPJS Kesehatan
Ask The Experts Edisi Pengembangan Diri #edisi165
Kuliah keluar negeri, selain menimbulkan prestise tersendiri, ternyata juga memiliki jalur karir yang berbeda dibandingkan lulusan dalam negeri. Entah karena faktor kemampuan bahasa inggris atau memang perusahaan besar umumnya dari luar negeri, faktanya hampir semua Top Manajemen perusahaan besar adalah mereka yang punya latar belakang pendidikan di luar negeri.
Tantangan karir yang besar tersebut membuat kuliah di luar negeri adalah impian bagi banyak orang. Bisa jadi kamu juga memimpikannya cuma masih terkendala dengan masalah biaya/ dananya.
Nah, bagi kamu yang memiliki impian berkuliah di luar negeri namun tak memiliki cukup dana, beasiswa adalah salah satu solusi yang bisa dipilih.
Lalu, apa saja sih yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa itu? Dan berapa lama persiapan yg harus dilakukan?
Yuk mari kita update ilmu kita terkait "Kupas Tuntas Mendapat Beasiswa Kuliah S2 dan S3 Ke Luar Negeri" bersama pakar di bidangnya dalam kegiatan Ask The Experts Edisi ke 165 pada Grup Telegram Ask The Experts (Grup ini gratis dan terbatas Untuk Duta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia).
Eittsss tunggu dulu, anda masyarakat umum tapi mau join belajar juga bersama kami? silakan bergabung pada Channel Ask The Experts yang terbuka untuk Masyarakat Umum (silakan cek link di bio kami)
Jangan lupa berkunjung ke Instagram (IG) Ask The Experts:
https://instagram.com/bpjskesehatan_asktheexperts?igshid=1fp7qpvo1ogsr
Berikut link join Channel Telegram Ask The Experts (ATE) (Grup Gratis dan terbuka untuk Masyarakat umum):
https://t.me/asktheexpertsmasyarakatumum
Berikut link channel Youtube Ask The Experts (ATE):
https://m.youtube.com/channel/UCF7DdIDrcN75UCmD3zSTfhA
1 870
Jadi, saya pribadi masih menaruh harapan kepada vaksinasi, semoga bisa mengurangi angka kejadian infeksi COVID di negara kita. Apalagi jika didukung dengan pemenuhan protokol kesehatan yang baik, semoga dapat menuju pada pengakhiran pandemi COVID di Indonesia.
A GOOD START
Ketika tadi diumumkan hasil efikasi vaksin Sinovac sebesar 65.3%, mungkin ada yang kecewa.. kenapa kok rendah... Tapi menurut saya it is a good start… apalagi batasan minimal FDA, WHO dan EMA pun utk persetujuan suatu vaksin adalah 50%. Artinya, secara epidemiologi, menurunkan kejadian infeksi sebesar 50% itu sudah sangat berarti dan menyelamatkan hidup banyak orang. Apalagi disampaikan juga tadi bahwa vaksin memiliki imunogenisitas yang tinggi mencapai 99-an % yang berarti dapat memicu antibody pada subyek yang mendapat vaksin.
Kita akan menunggu efektivitas vaksin setelah dipakai di masyarakat. Dan perlu diingat bahwa karena ini baru EUA yg berasal dari interim report, pengamatan terhadap efikasi dan safety masih tetap dilakukan sampai 6 bulan ke depan untuk mendapatkan full approval.
Sekali lagi, bismillah… manusia berusaha, Allah yang menentukan. KepadaNya kita pasrahkan.
Saya siap divaksinasi.
