fa
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

رفتن به کانال در Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

نمایش بیشتر
1 856
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
اطلاعاتی وجود ندارد7 روز
+2730 روز
آرشیو پست ها
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VII 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/D
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VII 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==

Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VI 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DP
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VI 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==

Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil IV 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DP
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil IV 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==

Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil II 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DP
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil II 🇮🇩🏆 Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==

Empat tim terbaik BPJS Kesehatan siap melangkah menuju Grand Final OCCUR 2025, ajang yang menantang kemampuan analisis, ketel
Empat tim terbaik BPJS Kesehatan siap melangkah menuju Grand Final OCCUR 2025, ajang yang menantang kemampuan analisis, ketelitian, dan kolaborasi terbaik para coder dan reviewer unggulan. Mereka telah melewati proses panjang, seleksi ketat hingga bisa sampai ke tahap ini, membuktikan diri sebagai yang terbaik di bidangnya. Kini, panggung final menanti untuk jadi saksi karya dan prestasi mereka. 🏆 Yuk kenalan dengan para finalis dan jangan lupa beri dukungan untuk para finalis jagoanmu di OCCUR 2025 🇮🇩 https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ== #LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN #OCCUR2025

Tren Evolusi Kepribadian Manusia 🚀 Oleh: Dedi Priadi Membaca tren kepribadian ini seperti membaca raut kecemasan manusia. Pe
Tren Evolusi Kepribadian Manusia 🚀 Oleh: Dedi Priadi Membaca tren kepribadian ini seperti membaca raut kecemasan manusia. Pergeseran nilai dan perilaku dasar manusia telah berevolusi menuju titik yang mengkhawatirkan. Generasi tua kita cenderung mewariskan tanggung jawab dan ketekunan (conscientiousness), generasi sekarang cenderung meremehkan komitmen dan disiplin kerja. Generasi tua kita cenderung lebih toleran terhadap tekanan, merespon masalah lebih sabar dan tabah, generasi sekarang cenderung merespon masalah secara konfrontatif, frustatif, meledak-ledak, dan depresif (neurotics). Generasi tua kita cenderung lebih ramah dan memaknai dalam hubungan sosial mereka (agreeable), generasi sekarang terlihat lebih sinis, kurang peduli, dan kurang mau berkompromi. Tren evolusioner kepribadian manusia sekarang menjadi lonceng perhatian kita bersama. Tren evolusioner kepribadian ini bukan sekadar deretan angka, melainkan cermin yang menakutkan tentang jiwa generasi yang sedang kita asuh. Ia adalah sebuah jeritan senyap yang menuntut kita, para orang tua, untuk bangkit. Lebih dari sekadar memberi makan dan papan, tugas kita kini adalah menanamkan kembali kompas moral yang bergeser: mengajarkan ketekunan bukan hanya sebagai etos kerja, melainkan sebagai fondasi martabat diri; menumbuhkan empati bukan hanya sebagai sopan santun, melainkan sebagai perekat kemanusiaan yang terancam retak; dan membimbing mereka melewati badai kecemasan bukan dengan solusi instan, melainkan dengan ketahanan batin yang kokoh. Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh ketangguhan karakter yang kita wariskan—sebuah warisan yang jauh lebih berharga dari harta apapun. #INISIATIF

Oleh: Suluksalik Seringkali manusia mudah melupakan penopang yang pernah menolongnya di masa sulit. Kutipan ini menyindir rea
Oleh: Suluksalik Seringkali manusia mudah melupakan penopang yang pernah menolongnya di masa sulit. Kutipan ini menyindir realitas itu: “Pada hari seorang buta bisa melihat, hal pertama yang ia buang adalah tongkat yang telah membantunya seumur hidup.” Ia menggambarkan sifat manusia yang kerap meninggalkan orang, alat, atau keadaan yang dulu sangat berjasa, begitu mereka merasa sudah “cukup kuat” dan tak lagi membutuhkannya. Tongkat dalam kutipan ini adalah simbol dari segala bentuk pertolongan: sahabat yang menemani di masa kelam, orang tua yang berkorban tanpa pamrih, bahkan pengalaman pahit yang membentuk keteguhan hati. Namun saat keadaan membaik, sering kali semua itu dianggap tidak penting lagi. Di sinilah letak kelemahan manusia: mudah terjebak pada lupa, bahkan kadang berubah menjadi sombong. Pesan moralnya jelas: jangan pernah menyepelekan hal-hal atau orang-orang yang dulu menopang langkah kita. Rasa syukur sejati adalah ketika kita tidak melupakan akar yang pernah memberi kita kekuatan, meski kini kita merasa sudah bisa “melihat” atau berjalan sendiri. Ingatlah, tanpa tongkat itu, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada titik ini. #INISIATIF

NYALAKAN SEMANGAT INISIATIF DI PALEMBANG 🔥 Walau belum meraih medali, semangat dan dedikasi kalian udah cukup jadi inspirasi
NYALAKAN SEMANGAT INISIATIF DI PALEMBANG 🔥 Walau belum meraih medali, semangat dan dedikasi kalian udah cukup jadi inspirasi buat seluruh pegawai. Karena sejatinya, kebanggaan nggak selalu berbentuk piala, tapi dalam usaha tanpa henti untuk membawa nama baik organisasi tercinta 🇮🇩🔥 Saksikan full videonya https://www.instagram.com/reel/DPvrxyGCeaG/?igsh=cHdkNGwwdDZwc2oy #LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN

photo content
+1

photo content
+1

photo content

photo content

SI PALING JITU 👑 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Irak di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Terdapat 3
SI PALING JITU 👑 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Irak di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Terdapat 3 orang Sobat ATE TERBAIK yang berhasil nebak 2 opsi polling dengan tepat! Selamat kepada: 1. Kk Anggrawati Yulita Nugraheni @anggrawati_yn (Kabag PKP KC Mojokerto) 2. Kk Hafid Mahesa Romulo @Snelll (Staf SDM dan Umum KC Sampit) 3. Kk Sucipto Asika @suciptoasika (Staf Administrasi Kepesertaan KC Parepare) Terima kasih atas support dan kebersamaan seluruh Sobat ATE, sampai bertemu di TTS selanjutnya 🇲🇨 #TebakTebakSeru

KITA TIDAK SEDANG BERLOMBA DENGAN SIAPA-SIAPA 💯 Oleh: Budiman Hakim Seorang teman lama baru saja membuka cabang usaha baru.
KITA TIDAK SEDANG BERLOMBA DENGAN SIAPA-SIAPA 💯 Oleh: Budiman Hakim Seorang teman lama baru saja membuka cabang usaha baru. Kantornya gede, timnya banyak, senyumnya lebar. Ia memposting kantor barunya di daerah elite, Sudirman dengan caption singkat, “Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil.” Saya tersenyum. Turut berbahagia untuknya. Tapi di dalam diri, ada sesuatu yang bergerak pelan. Entah apa, rasanya seperti kalah. Di hari lainnya, saya melihat berita tentang seorang teman SMA. Dulu ia anak yg pendiam. Culun. Bahkan sering dibully karena tubuhnya pendek. Sekarang ia bergaya lincah di panggung. Sinar lampu menyorot ke arahnya yang sedang memainkan gitar melodi. Di bawah panggung, ratusan fans histeris melihat penampilannya. Saya bangga, tapi lagi-lagi ada rasa aneh yang sulit dijelaskan. Malamnya, saya membuka TikTok. Muncul wajah yg saya kenal. Teman kuliah yang dulu cemen. Jarang bicara. Bahkan sering salah tingkah kalau disuruh presentasi. Kini videonya di Youtube selalu viral. Setiap kontennya di TikTok selalu FYP. Disukai jutaan orang, dan jadi talk of the town. Dan di tengah kekaguman itu, saya kembali mendengar suara kecil di kepala saya sendiri, “Kenapa bukan saya yang berada di sana?” Seperti biasa, otak saya traveling. Berpikir dan menganalisis. Sampai akhirnya memahami, mungkin saya terlalu sering melihat ke ke kanan dan ke kiri. Terlalu sibuk menilai seberapa jauh orang lain berlari, sampai lupa memperhatikan langkah saya sendiri. Hidup bukan lintasan lomba dengan satu garis finish. Hidup adalah perjalanan panjang yang setiap orang jalani dengan ritme berbeda. Ada yang start lebih awal, ada yang belok ke jalur lain, ada juga yang harus berhenti sejenak untuk memperbaiki napasnya. Dan itu sah. Semuanya valid. Secara neurosains, rasa iri itu wajar. Otak manusia dirancang dengan sistem penghargaan yang disebut reward system. Di pusatnya, ada bagian kecil bernama nucleus accumbens yang bereaksi setiap kali kita merasa menang atau kalah. Saat melihat orang lain sukses, bagian itu aktif, lalu otak melepaskan kortisol, hormon stres yang membuat kita merasa tertinggal. Masalahnya, otak tidak tahu bahwa kita tidak sedang bertanding. Ia hanya mengenali dua sinyal: menang atau kalah. Kita juga punya mirror neuron, sel saraf yang membuat kita mudah meniru dan berempati. Fungsinya luar biasa untuk belajar, tapi ada sisi lain yang sering menjebak. Saat kita melihat orang lain berhasil, neuron ini ikut menyalakan rasa seolah kita sedang dibandingkan, padahal tidak ada yang membandingkan kita, kecuali diri sendiri. Saya mulai memahami bahwa perasaan iri bukan tanda bahwa saya buruk. Itu hanya alarm dari otak yang bilang saya sedang kehilangan fokus. Bahwa saya sedang menatap keluar, padahal seharusnya melihat ke dalam. Sejak itu, setiap kali melihat keberhasilan orang lain, saya belajar untuk mengubah arah pertanyaan. Dulu saya selalu bertanya, “Kenapa bukan saya?” Sekarang saya bertanya, “Apa yang bisa saya pelajari dari dia?” Dan setiap kali pertanyaan itu muncul, hati saya jadi lebih tenang. Saya mulai bisa menghargai perjalanan sendiri, sekecil apa pun kemajuannya. Kalau hari ini saya bisa sedikit lebih sabar daripada kemarin, sedikit lebih bijak menghadapi masalah, atau sedikit lebih berani mencoba hal baru, berarti saya sedang menang. Mungkin kemenangan itu tidak terlihat di mata siapa pun, tapi saya tahu betul rasanya. Rasa tenang yang muncul tanpa alasan. Rasa cukup yang tidak bergantung pada perbandingan. Saya akhirnya mengerti bahwa hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat, paling kaya, atau paling terkenal. Hidup adalah tentang siapa yang paling sadar akan langkahnya sendiri. Dan di titik itu saya berhenti berlari mengejar orang lain. Saya berlari bersama diri saya, versi yang dulu takut, canggung, dan sering merasa kalah. Saya menepuk bahu pelan dan berkata, “Kita sudah lebih baik hari ini.” Kalimat itu sederhana, tapi setiap kali saya mengucapkannya, saya tahu saya sudah menang. Bukan di panggung dunia, tapi di panggung yang paling jujur, di dalam diri saya sendiri. #INISIATIF

Data Statistik Pertandingan
Data Statistik Pertandingan

SI PALING JITU 👑 Perjalanan panjang dan penuh kebanggaan tim nasional Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 secara
SI PALING JITU 👑
Perjalanan panjang dan penuh kebanggaan tim nasional Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 secara resmi harus berakhir. Mimpi seluruh bangsa untuk bisa melihat Skuad Garuda berlaga di panggung termegah di Amerika Utara tahun depan harus terkubur. Pukulan telak yang mengakhiri mimpi tersebut datang dalam pertandingan terakhir putaran keempat kualifikasi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Dalam sebuah laga yang sangat menentukan, tim asuhan Patrick Kluivert harus menelan kekalahan tipis yang sangat menyakitkan dengan skor 1-0 dari rival kuat mereka, Irak. Pertandingan yang berstatus "menang atau pulang" ini menjadi perhentian terakhir bagi Indonesia. Dengan kekalahan ini, mereka gagal mengamankan satu-satunya tiket play-off yang diperebutkan di Grup B, mengakhiri sebuah kampanye kualifikasi yang sebenarnya sangat mengesankan.
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Irak menang dengan skor 1-0 dan - Timnas Indonesia Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Minggu, 12 Okt 2025 (hari ini) maks pukul 17.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas

Panggilan Terakhir untuk Pendaftar COC BPJS Kesehatan 2025, terpantau sudah ada 375 partisipan dari Sabang sd Merauke 🇲🇨
Panggilan Terakhir untuk Pendaftar COC BPJS Kesehatan 2025, terpantau sudah ada 375 partisipan dari Sabang sd Merauke 🇲🇨

izin
izin

THE ONE AND ONLY 🎯 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Arab saudi di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Lag
THE ONE AND ONLY 🎯 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Arab saudi di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Lagi-lagi mencengangkan! Hanya ada 1 orang TERBAIK yang berhasil nebak 2 opsi polling dengan tepat! Lagi-lagi, ini sih bukan sekadar faktor hoki saja, tapi instingnya memang terbukti luar biasa. Selamat kepada Kk Abdul Hakim @shortrips (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Muara Teweh) 😎 Terima kasih atas support dan kebersamaan seluruh Sobat ATE, sampai bertemu di TTS selanjutnya 🇲🇨 #TebakTebakSeru

Pernah kebayang gak kalau kamu jadi petugas telekolekting BPJS Kesehatan? 🎧 Respect buat kalian, para pahlawan di balik head
Pernah kebayang gak kalau kamu jadi petugas telekolekting BPJS Kesehatan? 🎧 Respect buat kalian, para pahlawan di balik headset! 🙌 Cek cerita lengkapnya di sini https://www.instagram.com/p/DPnQlUsiTFn/?igsh=enpsZHZmazJvZWNp #LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN