fa
Feedback
MEDIA MUTIARA FAEDAH

MEDIA MUTIARA FAEDAH

رفتن به کانال در Telegram

𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗠𝘂𝘁𝗶𝗮𝗿𝗮 𝗙𝗮𝗲𝗱𝗮𝗵 ➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah

نمایش بیشتر
5 413
مشترکین
-324 ساعت
-237 روز
-6530 روز
آرشیو پست ها

JANGAN ASAL MENUDUH ZALIM, DAN JANGAN REMEHKAN DOA YANG TERZALIMIhttps://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc Pernah merasa seseorang telah menzalimi kita? Atau melihat suatu kejadian lalu langsung menyimpulkan bahwa seseorang pasti zalim? Hati-hati. Jangan terburu-buru menilai sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. Bisa jadi apa yang kita pahami ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Namun, jika seseorang benar-benar dizalimi dan haknya dirampas, Islam memberikan jalan untuk mengadukan kezalimannya kepada Allah ﷻ. Salah satunya dengan berdoa. 💠 Rasulullah ﷺ bersabda: اتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فإنَّهَا ليسَ بيْنَهَا وبيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ. “Waspadalah terhadap doa orang yang terzalimi, karena doanya langsung sampai kepada Allah tanpa ada penghalang.” (HR Bukhari: 2448, 1496 dan Muslim:19). Hadits ini menjadi peringatan agar kita tidak meremehkan doa orang yang terzalimi. Jangan sampai kita mengambil hak orang lain, menyakiti, atau berbuat zalim, lalu merasa aman karena menganggap perkara tersebut kecil. Di sisi lain, orang yang merasa dizalimi juga hendaknya tetap berhati-hati. Jangan menuduh seseorang zalim hanya berdasarkan prasangka atau informasi yang belum jelas. Pastikan kebenarannya sebelum menilai. Jika benar dizalimi, mintalah pertolongan kepada Allah ﷻ. Dan jika kita berada di posisi yang memiliki kuasa, jangan pernah menyalahgunakannya untuk menzalimi orang lain. Semoga Allah ﷻ menjauhkan kita dari kezaliman dan menjadikan kita orang yang adil dalam menilai setiap perkara. Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. 📝 Ustadz Khalid Basalamah 📡 Simak kajian selengkapnya: https://youtu.be/pLlqrEeuhiQ 📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛 🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp 📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570

photo content

🇳 🇦 🇸 🇪 🇭 🇦 🇹 ❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc Kita dipandang baik kadangkala bukan karena kita benar² baik, Namun karena Allah yang menutupi Aib kita. Karena itu jika kita menyadari, maka kita tidak akan merasa ujub dan merasa lebih baik dari orang lain. Sebab jika bukan karena Allah yang menutupi Aib dan dosa² kita maka siapalah diri ini ? Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Ibnu ‘Umar radhiyalllahu ‘anhuma, إِنَّ اللهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُوْلُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ، أَيْ رَبِّ. حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ “Sesungguhnya Allah Ta’ala mendekatkan seorang mukmin kepada-Nya, lalu Allah menutupkan untuk hamba tersebut penutup-Nya. Allah bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu juga mengetahui dosa ini?’ Hamba itu pun mengatakan, ‘Ya, wahai Rabbku.’ Sampai kemudian ketika Allah Ta’ala meminta dia agar mengakui dosanya dan dia pun menyangka dirinya akan celaka, maka Allah Ta’ala mengatakan kepadanya, ‘Aku telah tutup dosa itu padamu di dunia, dan pada hari ini Aku ampuni dosamu.'” (HR. Bukhari) Allah telah menutup aib hambanya di dunia dan di akhirat, Maka seharusnya kita malu dan merasa takut jika terus berbuat dosa dan maksiat. Sebab tak terbanyang jika Aib dan dosa kita itu memiliki bau dan Allah tampakkan kepada orang² terdekat kita, pasti mereka tidak akan mau duduk bersama kita. Muhammad bin Wasi’ rahimahullah berkata: “لو كان يوجد للذنوب ريح، ما قدرتم أن تدنوا مني من نتن ريحي .” Seandainya dosa itu memiliki bau, niscaya kalian tidak mampu mendekat kepadaku karena busuknya bauku.” (Shifatush-Shafwah 3/192) Semoga hal ini menjadi renungan bagi kita semua dan agar kita senantiasa beristighfar, karena sejatinya kita ini semua pendosa, Mari terus berusaha menjadi lebih baik dari kemarin, namun jangan pernah merasa diri lebik baik dari orang lain. Barakallahu fiikum ✍ Habibiequotes, 07/07/23 Ig - www.instagram.com/habibiequotes 📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛 🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp 📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570

sticker.webp0.34 KB

•┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈• ◎❅◎  بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 🗓  KAMIS        ۞ 28 RABIUL AWAL 1448 H        ۞ 10 SEPTEMBER 2026 M 📕 نفعنا الله وإياكم بالعلم النافع والعمل الصالح 📕 اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪𝙢𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙣𝙞 𝙖𝙨-𝙖𝙡𝙪𝙠𝙖 ‘𝙞𝙡𝙢𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙖𝙛𝙞’𝙖 𝙬𝙖 𝙧𝙞𝙯𝙦𝙤𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙮𝙮𝙞𝙗𝙖𝙖 𝙬𝙖 ‘𝙖𝙢𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙩𝙖𝙦𝙤𝙗𝙗𝙖𝙡𝙖𝙖 “Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima”[HR. Ibnu Majah no. 925, shahih]             🌐 www.AsySyamil.com •┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈•

🇲 🇺 🇭 🇦 🇸 🇦 🇧 🇦 🇭  BUKAN TENTANG SEBERAPA LAMA, MELAINKAN SEBERAPA BERMAKNAhttps://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc 🎙️ Al-’Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: لأن عمر الإنسان ليس ما بقي في الدنيا، بل عمر الإنسان حقيقة ما يخلده بعد موته، ويكون ذكراه في قلوب الناس وعلى ألسنتهم "Sesungguhnya usia manusia bukanlah sekadar dihitung dari lamanya ia hidup di dunia. Akan tetapi, hakikat usia seseorang adalah apa yang ia tinggalkan setelah wafatnya; berupa amal kebaikan yang terus dikenang, serta jejak dan namanya yang tetap hidup dalam hati manusia dan disebutkan melalui lisan mereka." 📚 Liqā’ al-Bāb al-Maftūh, 100/5 📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛 🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp 📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570

sticker.webp0.41 KB

•┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈• ◎❅◎  بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 🗓  RABU        ۞ 27 RABIUL AWAL 1448 H        ۞ 09 SEPTEMBER 2026 M 📕 نفعنا الله وإياكم بالعلم النافع والعمل الصالح 📕 اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪𝙢𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙣𝙞 𝙖𝙨-𝙖𝙡𝙪𝙠𝙖 ‘𝙞𝙡𝙢𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙖𝙛𝙞’𝙖 𝙬𝙖 𝙧𝙞𝙯𝙦𝙤𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙮𝙮𝙞𝙗𝙖𝙖 𝙬𝙖 ‘𝙖𝙢𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙩𝙖𝙦𝙤𝙗𝙗𝙖𝙡𝙖𝙖 “Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima”[HR. Ibnu Majah no. 925, shahih]             🌐 www.AsySyamil.com •┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈•

photo content

JANGAN PERNAH MERASA AMAN!https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc 📝 [Sikap yang Tepat dalam Mengantisipasi dan Menghadapi Musibah dan Ujian] Allah Ta’ala berfirman: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ ﴿٩٦﴾ أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتاً وَهُمْ نَآئِمُونَ ﴿٩٧﴾ أَوَ أَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ ﴿٩٨﴾ أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ ﴿٩٩﴾ 096. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. 097. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? 098. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? 099. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (Q.S. Al-A’raaf: 96 – 100) 🎙️ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy –rahimahullah—berkata : “Ayat yang mulia ini terkandung padanya _at-takhwif_ (peringatan menakut-nakuti) yang amat sangat atas seorang hamba agar tidak sepantasnya untuk merasa aman dengan apa yang ia miliki berupa iman. Bahkan sepatutnya: ✅ Ia senantiasa merasa takut dan bergetar akan tertimpa suatu bala yang akan menghapus iman yang ada padanya. ✅ Dan hendaknya ia selalu berdoa dengan menghaturkan: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agamamu." ✅ Dan semestinya ia beramal dan berusaha untuk mengambil segala sebab yang menyelamatkannya dari kejelekan ketika terjadi berbagai ujian. Karena sungguh seorang hamba, bagaimanapun derajat keadaan yang ia capai(dalam keimanan), ia tidak diatas kepastian dari selamat (atas musibah dan melewati ujian, pent.).” 📕 Taisirul Kariimir Rahman, As-Sa’di, hal. 326. 📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛 🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp 📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570

photo content

🇷‌🇪‌🇲  🇮 ‌🇳‌ 🇩 🇪‌ 🇷‌ ❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc MENYIKAPI MUSIBAH Ada empat tingkatan dalam menghadapi musibah: 1. Lemah; dengan banyak mengeluh pada manusia 2. Bersabar; dan ini wajib hukumnya 3. Ridha; merupakan tingkatan yang lebih tinggi dari sabar 4. Bersyukur; tatkala seorang hamba menganggap musibah yang menyapa sebagai nikmat. (‘Uddatush Shabirin: 81 Ibnul Qayyim) Bagaimana mungkin seseorang ridha apalagi bersyukur ketika musibah menyapa? Sangat bisa. Kala meyakini dengan baik sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, ما يزال البلاء بالمؤمن والمؤمنة في نفسه وولده وماله حتى يلقى الله تعالى وما عليه خطيئة Tiada henti (bala) ujian menimpa seorang mukmin dan mukminah pada diri, anak dan hartanya sampai ia menjumpai Allah dalam keadaan tanpa satu pun dosa. (Shahih, HR. at-Tirmidzi 2399) •sahabatilmu• 📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛 🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah 🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi 🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp 📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570

sticker.webp0.19 KB

•┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈• ◎❅◎  بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 🗓  SELASA        ۞ 26 RABIUL AWAL 1448 H        ۞ 08 SEPTEMBER 2026 M 📕 نفعنا الله وإياكم بالعلم النافع والعمل الصالح 📕 اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪𝙢𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙣𝙞 𝙖𝙨-𝙖𝙡𝙪𝙠𝙖 ‘𝙞𝙡𝙢𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙖𝙛𝙞’𝙖 𝙬𝙖 𝙧𝙞𝙯𝙦𝙤𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙮𝙮𝙞𝙗𝙖𝙖 𝙬𝙖 ‘𝙖𝙢𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙩𝙖𝙦𝙤𝙗𝙗𝙖𝙡𝙖𝙖
“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima”[HR. Ibnu Majah no. 925, shahih]             🌐 www.AsySyamil.com •┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈•

sticker.webp0.37 KB

photo content