fa
Feedback

فریب کلاهبرداران را نخورید! تل‌متریو این کانال‌ها را شناسایی و برچسب‌گذاری می‌کند 👉 برای مشاهده برچسب، اشتراک تهیه کنید

Hadits Shahih

Hadits Shahih

رفتن به کانال در Telegram

Menyebarkan hadits-hadits Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam yang shahih Admin @kangaswad

نمایش بیشتر
9 252
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-227 روز
-3830 روز
آرشیو پست ها
surga mahal

Doa Pembuka Rezeki Di Pagi Hari Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiallahu'anha, ia mengatakan: أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلمَ كان يقولُ إذا صلَّى الصبحَ حين يُسَلِّمُ : اللهم إني أسألُكَ علمًا نافعًا، ورزقًا واسعًا، وعملًا مُتَقَبَّلًا "Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam biasanya setelah salam dalam shalat subuh beliau membaca doa: Allohumma inni as-aluka 'ilman nafi'an wa rizqon wasi'an wa 'amalan mutaqobbalan (Ya Allah, aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan amalan yang diterima)" (HR. Ibnu Majah no.925, Ahmad no. 26602, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah hal.233). @silsilahsahihah

Ditampakkan Surga dan Neraka Di Alam Kubur Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: إذا ماتَ أحَدُكُم فإنَّه يُعرَضُ عليه مَقعَدُه بالغَداةِ والعَشيِّ، فإن كان مِن أهلِ الجَنَّةِ فمِن أهلِ الجَنَّةِ، وإن كان مِن أهلِ النَّارِ فمِن أهلِ النَّارِ "Jika salah seorang di antara kalian mati, maka akan ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya nanti, setiap pagi dan sore hari. Jika ia akan menjadi penghuni surga, maka akan ditampakkan ia menjadi penghuni surga. Jika ia akan menjadi penghuni neraka, maka akan ditampakkan ia menjadi penghuni neraka" (HR. Bukhari no.3240, Muslim no.2866). @silsilahsahihah

Ditampakkan Surga dan Neraka Di Alam Kubur Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: إذا ماتَ أحَدُكُم فإنَّه يُعرَضُ عليه مَقعَدُه بالغَداةِ والعَشيِّ، فإن كان مِن أهلِ الجَنَّةِ فمِن أهلِ الجَنَّةِ، وإن كان مِن أهلِ النَّارِ فمِن أهلِ النَّارِ "Jika salah seorang di antara kalian mati, maka akan ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya nanti, setiap pagi dan sore hari. Jika ia akan menjadi penghuni surga, maka akan ditampakkan ia menjadi penghuni surga. Jika ia akan menjadi penghuni neraka, maka akan ditampakkan ia menjadi penghuni neraka" (HR. Bukhari no.3240, Muslim no.2866). @silsilahsahihah

Nabi Khawatir Kita Bermewah-Mewahan Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: ما أَخْشى عليكم الفقرَ ولكنِّي أَخْشى عليكم التَّكاثُرَ، وما أَخْشى عليكم الخطَأَ، ولكنِّي أَخْشى عليكم التَّعمُّدَ “Tidaklah aku mengkhawatirkan kefakiran atas kalian. Namun yang aku khawatirkan adalah kalian bermewah-mewahan. Tidaklah aku mengkhawatirkan ketidak-sengajaan kalian. Namun yang aku khawatirkan adalah kalian bersengaja (melakukan pelanggaran)” (HR. Ahmad no.8074, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no.2216). @silsilahsahihah

Ketika Kematian Disembelih Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: إِذَا صَارَ أَهْلُ الجَنَّةِ إِلَى الجَنَّةِ، وَأَهْلُ النَّارِ إِلَى النَّارِ، جِيءَ بِالْمَوْتِ حَتَّى يُجْعَلَ بَيْنَ الجَنَّةِ وَالنَّارِ، ثُمَّ يُذْبَحُ، ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ لاَ مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ لاَ مَوْتَ، فَيَزْدَادُ أَهْلُ الجَنَّةِ فَرَحًا إِلَى فَرَحِهِمْ، وَيَزْدَادُ أَهْلُ النَّارِ حُزْنًا إِلَى حُزْنِهِمْ “Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka, maka didatangkanlah al-maut (kematian). Lalu al-maut ditempatkan di antara surga dan neraka. Kemudian ia disembelih. Setelah itu, terdengar seruan: ‘Wahai penghuni surga, sekarang tidak ada lagi kematian! Wahai penghuni neraka, sekarang tidak ada lagi kematian!’ Maka penghuni surga semakin bertambah kegembiraannya di atas kegembiraan mereka, sedangkan penghuni neraka semakin bertambah kesedihannya di atas kesedihan mereka” (HR. Bukhari no.6548, Muslim no.2850). @silsilahsahihah

Ketika Kematian Disembelih Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: إِذَا صَارَ أَهْلُ الجَنَّةِ إِلَى الجَنَّةِ، وَأَهْلُ النَّارِ إِلَى النَّارِ، جِيءَ بِالْمَوْتِ حَتَّى يُجْعَلَ بَيْنَ الجَنَّةِ وَالنَّارِ، ثُمَّ يُذْبَحُ، ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ لاَ مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ لاَ مَوْتَ، فَيَزْدَادُ أَهْلُ الجَنَّةِ فَرَحًا إِلَى فَرَحِهِمْ، وَيَزْدَادُ أَهْلُ النَّارِ حُزْنًا إِلَى حُزْنِهِمْ “Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka, maka didatangkanlah al-maut (kematian). Lalu al-maut ditempatkan di antara surga dan neraka. Kemudian ia disembelih. Setelah itu, terdengar seruan: ‘Wahai penghuni surga, sekarang tidak ada lagi kematian! Wahai penghuni neraka, sekarang tidak ada lagi kematian!’ Maka penghuni surga semakin bertambah kegembiraannya di atas kegembiraan mereka, sedangkan penghuni neraka semakin bertambah kesedihannya di atas kesedihan mereka” (HR. Bukhari no.6548, Muslim no.2850). @silsilahsahihah

Keadaan penduduk surga #2 Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: قال رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إنَّ أوَّلَ زُمرةٍ يَدخُلونَ الجَنَّةَ على صورةِ القَمَرِ لَيلةَ البَدرِ، ثُمَّ الذينَ يَلونَهم على أشَدِّ كَوكَبٍ دُرِّيٍّ في السَّماءِ إضاءةً، لا يَبولونَ ولا يَتَغَوَّطونَ، ولا يَتفِلونَ ولا يَمتَخِطونَ، أمشاطُهمُ الذَّهَبُ، ورَشحُهمُ المِسكُ، ومَجامِرُهمُ الألُوَّةُ -الأنجوجُ عودُ الطِّيبِ-، وأزواجُهمُ الحورُ العينُ، على خَلقِ رَجُلٍ واحِدٍ، على صورةِ أبيهم آدَمَ، سِتُّونَ ذِراعًا في السَّماءِ “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk ke dalam surga, rupa mereka seperti bulan purnama. Kemudian penduduk surga yang menyusul mereka, rupa mereka seperti bintang yang paling terang dan bercahaya di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak meludah, dan tidak mengeluarkan ingus. Sisir-sisir mereka terbuat dari emas. Keringat atau aroma tubuh mereka seperti wangi misik. Tempat pembakaran wewangian mereka adalah al-‘ulwah, yaitu al-anjuj, sejenis kayu yang digunakan sebagai wewangian. Istri-istri mereka adalah para bidadari. Mereka laki-laki penduduk surga memiliki bentuk dan susunan tubuh seperti satu orang laki-laki yang sempurna. Mereka berada dalam rupa bapak mereka, Adam, dengan tinggi 60 hasta” (HR. Bukhari no.3327, Muslim no.2734) @silsilahsahihah

Keadaan penduduk surga #2 Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: قال رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إنَّ أوَّلَ زُمرةٍ يَدخُلونَ الجَنَّةَ على صورةِ القَمَرِ لَيلةَ البَدرِ، ثُمَّ الذينَ يَلونَهم على أشَدِّ كَوكَبٍ دُرِّيٍّ في السَّماءِ إضاءةً، لا يَبولونَ ولا يَتَغَوَّطونَ، ولا يَتفِلونَ ولا يَمتَخِطونَ، أمشاطُهمُ الذَّهَبُ، ورَشحُهمُ المِسكُ، ومَجامِرُهمُ الألُوَّةُ -الأنجوجُ عودُ الطِّيبِ-، وأزواجُهمُ الحورُ العينُ، على خَلقِ رَجُلٍ واحِدٍ، على صورةِ أبيهم آدَمَ، سِتُّونَ ذِراعًا في السَّماءِ “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk ke dalam surga, rupa mereka seperti bulan purnama. Kemudian penduduk surga yang menyusul mereka, rupa mereka seperti bintang yang paling terang dan bercahaya di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak meludah, dan tidak mengeluarkan ingus. Sisir-sisir mereka terbuat dari emas. Keringat atau aroma tubuh mereka seperti wangi misik. Tempat pembakaran wewangian mereka adalah al-‘ulwah, yaitu al-anjuj, sejenis kayu yang digunakan sebagai wewangian. Istri-istri mereka adalah para bidadari. Mereka laki-laki penduduk surga memiliki bentuk dan susunan tubuh seperti satu orang laki-laki yang sempurna. Mereka berada dalam rupa bapak mereka, Adam, dengan tinggi 60 hasta” (HR. Bukhari no.3327, Muslim no.2734) @silsilahsahihah

Keadaan penduduk surga #2 Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: قال رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إنَّ أوَّلَ زُمرةٍ يَدخُلونَ الجَنَّةَ على صورةِ القَمَرِ لَيلةَ البَدرِ، ثُمَّ الذينَ يَلونَهم على أشَدِّ كَوكَبٍ دُرِّيٍّ في السَّماءِ إضاءةً، لا يَبولونَ ولا يَتَغَوَّطونَ، ولا يَتفِلونَ ولا يَمتَخِطونَ، أمشاطُهمُ الذَّهَبُ، ورَشحُهمُ المِسكُ، ومَجامِرُهمُ الألُوَّةُ -الأنجوجُ عودُ الطِّيبِ-، وأزواجُهمُ الحورُ العينُ، على خَلقِ رَجُلٍ واحِدٍ، على صورةِ أبيهم آدَمَ، سِتُّونَ ذِراعًا في السَّماءِ “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk ke dalam surga, rupa mereka seperti bulan purnama. Kemudian penduduk surga yang menyusul mereka, rupa mereka seperti bintang yang paling terang dan bercahaya di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak meludah, dan tidak mengeluarkan ingus. Sisir-sisir mereka terbuat dari emas. Keringat atau aroma tubuh mereka seperti wangi misik. Tempat pembakaran wewangian mereka adalah al-‘ulwah, yaitu al-anjuj, sejenis kayu yang digunakan sebagai wewangian. Istri-istri mereka adalah para bidadari. Mereka laki-laki penduduk surga memiliki bentuk dan susunan tubuh seperti satu orang laki-laki yang sempurna. Mereka berada dalam rupa bapak mereka, Adam, dengan tinggi 60 hasta” (HR. Bukhari no.3327, Muslim no.2734) @silsilahsahihah

Beberapa Tanda Kiamat Dari Tsauban radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: لاَ تقومُ السَّاعةُ حتَّى تَلحقَ قبائلُ من أمَّتي بالمشرِكينَ ، وحتَّى يعبُدوا الأوثانَ ، وإنَّهُ سيَكونُ في أمَّتي ثلاثونَ كذَّابونَ كلُّهم يزعمُ : أنَّهُ نبيٌّ ، وأَنا خاتمُ النَّبيِّينَ لاَ نبيَّ بَعدي "Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga beberapa kabilah dari umatku bergabung dengan kaum musyrikin. Dan tidak akan terjadi Kiamat hingga sebagian umatku kembali menyembah berhala-berhala. Dan sungguh, akan muncul di tengah umatku 30 orang pendusta, masing-masing dari mereka mengaku bahwa dirinya adalah seorang Nabi. Padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi lagi setelahku" (HR. At-Tirmidzi no. 2219, Al-Hakim no. 8384, dishahihkan Al-Albani). @silsilahsahihah

Memilih waktu yang tepat dalam menyampaikan ilmu agar tidak membosankan Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: النَّاسَ كُلَّ جُمُعةٍ مَرَّةً، فإن أبَيتَ فمَرَّتَينِ، فإن أكثَرتَ فثَلاثَ مِرارٍ، ولا تُمِلَّ النَّاسَ هذا القُرآنَ، ولا أُلفيَنَّكَ تَأتي القَومَ وهم في حَديثٍ مِن حَديثِهم، فتَقُصُّ عليهم، فتَقطَعُ عليهم حَديثَهم فتُمِلُّهم، ولَكِن أنصِتْ، فإذا أمَروكَ فحَدِّثْهُم وهم يَشتَهونَه، فانظُرِ السَّجعَ مِنَ الدُّعاءِ فاجتَنِبْه؛ فإنِّي عَهِدتُ رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وأصحابَه لا يَفعَلونَ إلَّا ذلك "Sampaikanlah ilmu kepada manusia sekali dalam satu Jumat. Jika engkau ingin menambah, maka dua kali. Jika masih ingin menambah lagi, maka tiga kali. Janganlah engkau membuat manusia bosan dengan Al-Qur'an ini. Jangan sampai aku mendapati engkau mendatangi suatu kaum ketika mereka sedang asyik berbincang tentang urusan mereka, lalu engkau mulai bercerita atau memberi nasihat kepada mereka sehingga engkau memutus pembicaraan mereka dan akhirnya membuat mereka merasa bosan. Akan tetapi, diamlah terlebih dahulu. Jika mereka memintamu berbicara, maka sampaikanlah kepada mereka sementara mereka memang menginginkannya. Perhatikan pula penggunaan sajak dalam doa, maka jauhilah itu. Karena sesungguhnya aku mendapati Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat beliau tidak melakukan selain menghindari hal tersebut" (HR. Bukhari no. 6337). @silsilahsahihah

Berkahnya umrah bersama Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, طَعَامُ الْوَاحِدِ يَكْفِي الْاِثْنَيْنِ، وَطَعَامُ الْاِثْنَيْنِ يَكْفِي الْأَرْبَعَةَ، وَطَعَامُ الْأَرْبَعَةِ يَكْفِي الثَّمَانِيَةَ “Makanan untuk satu orang bisa mencukupi dua orang, makanan untuk dua orang bisa mencukupi empat orang, dan makanan untuk empat orang bisa mencukupi delapan orang.” (HR. Muslim: 2059). @silsilahsahihah

Sungai Al-Kautsar Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: الكوثرُ نهرٌ في الجنةِ حافَّتاهُ من ذهبٍ مجراهُ على الياقوتِ والدُّرِّ تربتُه أطيبُ من المسكِ وماؤُه أحلى من العسلِ وأشدُّ بياضًا من الثلجِ "Al-Kautsar adalah sebuah sungai di surga. Kedua tepinya terbuat dari emas, aliran sungainya mengalir di atas batu yaqut dan mutiara. Tanahnya lebih harum daripada kasturi, airnya lebih manis daripada madu, dan lebih putih daripada salju" (HR. At-Tirmidzi no. 3361, Ibnu Majah no. 4334, Ahmad no. 5355, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah). @silsilahsahihah

Shalat Malam Dapat Mengusir Penyakit Dari Abu Umamah al-Bahili radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: عليكم بقيامِ الليلِ، فإنه دَأْبُ الصالحين قبلَكم، وإن قيامَ الليلِ قُرْبَةٌ إلى اللهِ، ومَنْهاةٌ عن الإثمِ، وتكفيرٌ للسيئاتِ، ومَطْرَدَةٌ للداءِ عن الجسدِ "Hendaknya kalian shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabb kalian, ia adalah pencegah dari perbuatan dosa, ia adalah penghapus kesalahan-kesalahan, dan pengusir penyakit dari badan" (HR. at-Tirmidzi no.3549, Ibnu Khuzaimah no.1135, dihasankan oleh Al-Iraqi dalam Takhrij al-Ihya [1/466], Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no.4079). @silsilahsahihah

Sedih Itu Wajar, Namun Tidak Boleh Berlebihan Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda ketika putra beliau, Ibrahim, baru saja wafat: إنَّ العَينَ تَدمَعُ، والقَلبَ يَحزَنُ، ولا نَقولُ إلَّا ما يَرضى رَبُّنا، وإنَّا بفِراقِكَ يا إبراهيمُ لَمَحزونونَ “Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Allah. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih” (HR. Al Bukhari no.1241, Muslim no.2315). @silsilahsahihah

Tanda-Tanda Kiamat Dari 'Auf bin Malik al-Asyja'i radhiallahu'anhuma, beliau berkata: أتَيتُ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم في غَزوةِ تَبوكَ وهو في قُبَّةٍ مِن أدَمٍ، فقال: اعدُدْ سِتًّا بينَ يَدَيِ السَّاعةِ: مَوتي، ثُمَّ فتحُ بَيتِ المَقدِسِ، ثُمَّ موتانٌ يَأخُذُ فيكُم كَقُعاصِ الغَنَمِ، ثُمَّ استِفاضةُ المالِ حتَّى يُعطى الرَّجُلُ مِئةَ دينارٍ فيَظَلُّ ساخِطًا، ثُمَّ فِتنةٌ لا يَبقى بَيتٌ مِنَ العَرَبِ إلَّا دَخَلَتْه، ثُمَّ هُدنةٌ تَكونُ بينَكُم وبينَ بَني الأصفَرِ، فيَغدِرونَ فيَأتونَكُم تَحتَ ثَمانينَ غايةً، تَحتَ كُلِّ غايةٍ اثنا عَشَرَ ألفًا Aku mendatangi Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pada Perang Tabuk. Ketika beliau berada di dalam sebuah kemah yang terbuat dari kulit. Beliau bersabda, "Hitunglah enam perkara yang akan terjadi sebelum datang Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) kematian massal yang akan menimpa kalian seperti penyakit qu'as yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta di tangan manusia, hingga ketika seseorang diberi 100 dinar namun ia marah (karena merasa terhina) (5) kemudian muncul suatu fitnah yang tidak akan menyisakan satu rumah pun dari bangsa Arab melainkan akan memasukinya, (6) kemudian akan terjadi gencatan senjata antara kalian dan Bani al-Asfar (bangsa Romawi), lalu mereka mengkhianati perjanjian itu dan mereka datang menyerang kalian di bawah 80 panji; di bawah setiap panji terdapat 12.000 pasukan" (HR. Al-Bukhari no. 3176). @silsilahsahihah

Hina dan rendahnya dunia Dari Dhahhak bin Sufyan Al-Kullabi radhiallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: يا ضَحَّاكُ ! ما طعامُك ؟ قال : يا رسولَ اللهِ ! اللحمُ واللبنُ قال : ثم يصيرُ إلى ماذا ؟ قال : إلى ما قد علمتَ قال : فإنَّ اللهَ تعالى ضرب ما يخرجُ من ابنِ آدمَ مَثَلًا للدُّنيا "Wahai Dhahhak, apa yang biasanya kamu makan?". Dhahhak menjawab: "Daging dan susu, wahai Rasulullah". Nabi bersabda: "Daging dan susu itu setelah dimakan menjadi apa?". Dhahhak menjawab: "Menjadi sesuatu yang engkau ketahui". Nabi bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala mempermisalkan dunia seperti sesuatu yang keluar dari manusia itu" (HR. Ahmad no.15747, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib no.3242). @silsilahsahihah

Wajibnya beriman kepada takdir Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: لا يؤمنُ عبدٌ حتى يؤمنَ بالقدَرِ خيرِه و شرِّه ، حتى يعلمَ أنَّ ما أصابه لم يَكن لِيخطِئَه ، و أنَّ ما اخطأه لم يكن لِيُصيبَه “Tidak beriman seorang hamba sampai ia beriman kepada takdir, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Dan sampai ia meyakini bahwa apa yang menimpanya, itu bukan karena kebetulan. Dan apa yang tidak ditakdirkan kepadanya, tidak akan menimpanya” (HR. at-Tirmidzi no.2144, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi). @silsilahsahihah

Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umur dan shalih Dari Abu Bakrah Nafi' bin al-Harits radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: خيرُ الناسِ مَنْ طالَ عُمْرُهُ، و حَسُنَ عَمَلُهُ، و شَرُّ الناسِ، مَنْ طالَ عُمرُهُ و ساءَ عَمَلُهُ "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalannya" (HR. at-Tirmidzi no.2330, Ahmad no.20415, ad-Darimi no.2784, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no.3297). @silsilahsahihah