ar
Feedback
Hadits Shahih

Hadits Shahih

الذهاب إلى القناة على Telegram

Menyebarkan hadits-hadits Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam yang shahih Admin @kangaswad

إظهار المزيد
9 495
المشتركون
+124 ساعات
-177 أيام
-5430 أيام
أرشيف المشاركات
Hina dan rendahnya dunia Dari Dhahhak bin Sufyan Al-Kullabi radhiallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: يا ضَحَّاكُ ! ما طعامُك ؟ قال : يا رسولَ اللهِ ! اللحمُ واللبنُ قال : ثم يصيرُ إلى ماذا ؟ قال : إلى ما قد علمتَ قال : فإنَّ اللهَ تعالى ضرب ما يخرجُ من ابنِ آدمَ مَثَلًا للدُّنيا "Wahai Dhahhak, apa yang biasanya kamu makan?". Dhahhak menjawab: "Daging dan susu, wahai Rasulullah". Nabi bersabda: "Daging dan susu itu setelah dimakan menjadi apa?". Dhahhak menjawab: "Menjadi sesuatu yang engkau ketahui". Nabi bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala mempermisalkan dunia seperti sesuatu yang keluar dari manusia itu" (HR. Ahmad no.15747, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib no.3242). @silsilahsahihah

Wajibnya beriman kepada takdir Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: لا يؤمنُ عبدٌ حتى يؤمنَ بالقدَرِ خيرِه و شرِّه ، حتى يعلمَ أنَّ ما أصابه لم يَكن لِيخطِئَه ، و أنَّ ما اخطأه لم يكن لِيُصيبَه “Tidak beriman seorang hamba sampai ia beriman kepada takdir, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Dan sampai ia meyakini bahwa apa yang menimpanya, itu bukan karena kebetulan. Dan apa yang tidak ditakdirkan kepadanya, tidak akan menimpanya” (HR. at-Tirmidzi no.2144, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi). @silsilahsahihah

Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umur dan shalih Dari Abu Bakrah Nafi' bin al-Harits radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: خيرُ الناسِ مَنْ طالَ عُمْرُهُ، و حَسُنَ عَمَلُهُ، و شَرُّ الناسِ، مَنْ طالَ عُمرُهُ و ساءَ عَمَلُهُ "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalannya" (HR. at-Tirmidzi no.2330, Ahmad no.20415, ad-Darimi no.2784, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no.3297). @silsilahsahihah

Orang Yang Berilmu Dan Bertauhid, Selamat Dari Fitnah Dajjal Dari Abu Said radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, يَأْتِى الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ ، فَيَنْزِلُ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِى تَلِى الْمَدِينَةَ ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ وَهْوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ ‏مِنْ خِيَارِ النَّاسِ ، فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِى حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – حَدِيثَهُ ، فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ ‏أَحْيَيْتُهُ ، هَلْ تَشُكُّونَ فِى الأَمْرِ فَيَقُولُونَ لاَ . فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّى الْيَوْمَ . فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلاَ يُسَلَّطُ ‏عَلَيْهِ ‎“Dajjal akan datang dan ia tidak bisa memasuki jalan ke kota Madinah. Lalu ia singgah di lokasi yang tak ada ‎tumbuhan di dekat Madinah. Kemudian ada seseorang yang mendatanginya, dan ia adalah di antara ‎manusia terbaik ketika itu, dia berkata, ‘Saya bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh ‎Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam’. Kemudian Dajjal mengatakan, ‘Apa pendapat kalian jika aku ‎membunuh orang ini lantas aku menghidupkannya, apakah kalian masih ragu terhadap perkara ini?’ ‎ Mereka menjawab: tidak. Dajjal pun membunuh orang ini kemudian menghidupkannya. Orang tersebut ‎mengatakan, ’Demi Allah, pada hari ini aku semakin yakin bahwa kamu dajjal.’ Lantas Dajjal ingin ‎membunuh orang itu lagi, namun ia tak mampu membunuhnya” (HR. al-Bukhari no.7132) @silsilahsahihah

Tidak Boleh Mengacungkan Senjata Kepada Sesama Mukmin Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: لا يُشيرُ أحَدُكُم على أخيه بالسِّلاحِ؛ فإنَّه لا يَدري لَعَلَّ الشَّيطانَ يَنزِعُ في يَدِه، فيَقَعُ في حُفرةٍ مِنَ النَّارِ "Tidak boleh seorang di antara kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya. Karena ia tidak tahu bisa jadi setan akan menarik tangannya sehingga ia jatuh pada lubang api neraka" (HR. al-Bukhari no.7072, Muslim no.2617). @silsilahsahihah

Semua Takdir Yang Allah Tetapkan Itu Baik Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam: عَجِبتُ للمؤمنِ، إنَّ اللهَ لا يَقضي للمؤمنِ قَضاءً إلَّا كان خَيرًا له "Aku kagum dengan seorang Mukmin. Karena sesungguhnya Allah tidaklah menetapkan suatu takdir untuk seorang Mukmin, kecuali itu pasti baik baginya" (HR. Ahmad no.12906, dishahihkan Syu'aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad). @silsilahsahihah

Merasa Bersalah Karena Pikiran-Pikiran Sesat Yang Terbesit, Itu Adalah Tanda Iman Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: جاءَ ناسٌ مِن أصحابِ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فسَألوه: إنَّا نَجِدُ في أنفُسِنا ما يَتَعاظَمُ أحَدُنا أن يَتَكَلَّمَ به، قال: وقد وجَدتُموه؟ قالوا: نَعَم، قال: ذاك صَريحُ الإيمانِ. “Datang beberapa orang dari sahabat Nabi lalu mereka bertanya: sesungguhnya kami merasakan bahwa terbesit dalam diri kami beberapa pikiran yang kami merasa bahwa itu sangat fatal untuk diucapkan”. Nabi bertanya: “benar kalian mendapati itu?”. Mereka menjawab: “Iya”. Nabi berkata: “Itu bukti adanya iman kalian” (HR. Muslim no.132). @silsilahsahihah

Jika pemimpinmu buruk, maka benci perbuataannya, namun jangan lepaskan ketaatan Dari Auf bin Malik dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda, خيار أئمتكم الذين تحبونهم ويحبونكم ويصلون عليكم وتصلون عليهم وشرار أئمتكم الذين تبغضونهم ويبغضونكم وتلعنونهم ويلعنونكم قيل يا رسول الله أفلا ننابذهم بالسيف فقال لا ما الصلاة وإذا رأيتم من ولاتكم شيئا تكرهونه فاكرهوا عمله ولا تنزعوا يدا من طاعة “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian cintai, dan mereka pun mencintai kalian. Kalian mendo’akan mereka, mereka pun mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci, mereka pun benci kepada kalian. Kalian pun melaknat mereka, mereka pun melaknat kalian”. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah apakah kita perangi saja mereka dengan senjata?”. Nabi menjawab, “Jangan, selama mereka masih shalat. Bila kalian melihat sesuatu yang kalian benci dari pemimpin kalian, maka cukup bencilah perbuatannya, namun jangan kalian melepaskan tangan kalian dari ketaatan kepadanya” (HR. Muslim no. 1855). @silsilahsahihah

Tidak boleh memerangi penguasa walaupun ia zalim, selama ia masih Muslim Dari Ummu Salamah Hindun bintu Abi Umayyah radhiallahu’anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ستكونُ أمراءُ . فتعرفونَِ وتُنْكرونَ . فمن عَرِف بَرِئ . ومن نَكِرَ سَلِمَ . ولكن من رَضِي وتابعَ قالوا : أفلا نقاتلهُم ؟ قال : لا . ما صلوا “Akan ada para pemimpin kelak. Kalian mengenal mereka dan mengingkari perbuatan mereka. Siapa yang membenci kekeliruannya, maka ia terlepas dari dosa. Siapa yang mengingkarinya, maka ia selamat. Namun yang ridha dan mengikutinya, itulah yang tidak selamat”. Para sahabat bertanya: “Apakah kita perangi saja pemimpin seperti itu?”. Nabi menjawab: “Jangan, selama mereka masih shalat” (HR. Muslim no. 1854). @silsilahsahihah

Jika engkau tidak suka pada penguasa, bersabarlah! Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: من كَرِه من أميرِهِ شيئا فليصْبِرْ عليهِ . فإنّه ليسَ أحدٌ من الناسِ خرج من السلطانِ شِبْرا ، فماتَ عليهِ ، إلا ماتَ ميتةً جاهليةً “Barang siapa yang tidak suka terhadap suatu hal dari pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar. Karena tidak ada yang memberontak kepada penguasa satu jengkal saja, kemudian ia mati, kecuali ia mati jahiliyah” (HR. Bukhari no. 7054, Muslim no. 1849). @silsilahsahihah

Siapa yang menghinakan penguasa, Allah akan menghinakannya Dari Abu Bakrah Nafi bin Al Harits Ats Tsaqafi, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: مَنْ أَكرم سُلطانَ اللهِ أَكرمَه اللهُ ، ومَنْ أهانَ سُلطانَ اللهِ أهانه اللهُ “Barangsiapa yang memuliakan penguasa, maka Allah akan memuliakan dia. Barangsiapa yang menghinakan penguasa, maka Allah akan menghinakan dia” (HR. Tirmidzi no. 2224, Ahmad no. 20433, dihasankan Al Albani dalam Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah li Abi Ashim no. 1017). @silsilahsahihah

Jangan Meminta Jabatan! Dari Abdurrahman bin Samurah radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: يا عَبدَ الرَّحمَنِ بنَ سَمُرةَ، لا تَسألِ الإمارةَ؛ فإنَّك إن أُعطيتَها عن مَسألةٍ وُكِلتَ إليها، وإن أُعطيتَها عن غيرِ مَسألةٍ أُعِنتَ عليها، وإذا حَلَفتَ على يَمينٍ، فرَأيتَ غَيرَها خَيرًا مِنها، فكَفِّرْ عن يَمينِك، وأْتِ الذي هو خَيرٌ "Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan! Karena sesungguhnya jika engkau diberi jabatan itu karena memintanya, maka urusan-urusan jabatan tersebut akan dibebankan kepada dirimu sendiri. Namun jika engkau diberi jabatan itu tanpa memintanya, maka engkau akan ditolong oleh Allah dalam mengembannya. Dan apabila engkau bersumpah dengan suatu sumpah, lalu engkau melihat pilihan yang lebih baik daripada sumpah itu, maka lakukanlah yang lebih baik tersebut dan bayarlah kafarat untuk membatalkan sumpahmu" (HR. Bukhari no.7146, Muslim no.1652). @silsilahsahihah

Perluasan Masjid Nabawi Pertama Kali Di Zaman Umar bin Khathab Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu, ia berkata: أنَّ المَسجِدَ كان على عَهدِ رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم مَبنيًّا باللَّبِنِ، وسَقفُه الجَريدُ، وعُمُدُه خَشَبُ النَّخلِ، فلَم يَزِدْ فيه أبو بَكرٍ شيئًا، وزادَ فيه عُمَرُ وبَناه على بُنيانِه في عَهدِ رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم باللَّبِنِ والجَريدِ، وأعادَ عُمُدَه خَشَبًا، ثُمَّ غَيَّرَه عُثمانُ فزادَ فيه زيادةً كَثيرةً وبَنى جِدارَه بالحِجارةِ المَنقوشةِ والقَصَّةِ، وجَعَلَ عُمُدَه مِن حِجارةٍ مَنقوشةٍ، وسَقَفَه بالسَّاجِ “Sesungguhnya masjid (Masjid Nabawi) pada masa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam dibangun dengan batu bata tanah liat, atapnya dari pelepah kurma, dan tiang-tiangnya dari batang pohon kurma. Kemudian Abu Bakar tidak menambahkan apa pun padanya. Lalu Umar bin Khattab memperluas masjid tersebut, dan membangunnya sesuai dengan bentuk bangunan pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, yaitu dengan batu bata tanah liat dan pelepah kurma, serta mengembalikan tiang-tiangnya dari kayu. Kemudian Utsman bin Affan merenovasinya dengan penambahan yang besar. Ia membangun dindingnya dengan batu yang diukir dan menggunakan perekat, menjadikan tiang-tiangnya dari batu yang dipahat, dan atapnya dari kayu jati” (HR. Al-Bukhari no.446). @silsilahsahihah

Bacaan Basmalah Dalam Shalat Dibaca Sirr (Lirih) Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, ia berkata: صَلَّيتُ مع رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وأبي بَكرٍ، وعُمَرَ، وعُثمانَ، فلَم أسمَعْ أحَدًا منهم يَقرَأُ {بسمِ اللهِ الرَّحمَنِ الرَّحيمِ} "Aku pernah shalat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman, dan aku tidak pernah mendengar salah seorang dari mereka membaca bismillahirrahmanirrahim" (HR. Muslim no.399). @silsilahsahihah

Hukuman Bagi Peminum Khamr Dalam Islam Dari Abdullah bin 'Amr bin al-Ash radhiallahu'ahu, bahwa Rasulullah Shallahu'alaihi Wasallam bersabda: مَن شَرِبَ الخَمرَ فاجْلِدوه، ومَن شَرِبَ الثَّانيةَ فاجْلِدوه، ثُمَّ إنْ شَرِبَ الثَّالثةَ فاجْلِدوه، ثُمَّ إنْ شَرِبَ الرَّابعةَ فاقْتُلوه "Siapa yang meminum khamr maka cambuklah dia. Jika ia minum khamr lagi kedua kali, maka cambuk lagi dia. Jika ia minum khamr lagi ketiga kali, maka cambuk lagi dia. Jika ia minum khamr lagi keempat kali, maka dia dihukum mati" (HR. Ahmad no.7003, ath-Thabrani [14/16], dishahihkan oleh Syu'aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad). @silsilahsahihah

Syafa’at Dari Anak Yang Meninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, مَا مِنْ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ “Tidaklah seorang muslim pun yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum balig, kecuali akan Allah masukkan dia ke dalam surga karena limpahan rahmat-Nya kepada mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 1171). @silsilahsahihah

Pahala Jariyah Dengan Mendukung Fawaid Kangaswad Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangasw
Pahala Jariyah Dengan Mendukung Fawaid Kangaswad Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter. Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp. Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis. Dukung operasional kami melalui: https://trakteer.id/kangaswad (transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll) Atau melalui: Bank Mandiri 1370023156371 Semoga menjadi pahala jariyah.

Ikuti Tuntunan Nabi, Jangan Ghuluw Dalam Beragama Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia berkata: جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إلى بُيُوتِ أزْوَاجِ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، يَسْأَلُونَ عن عِبَادَةِ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأنَّهُمْ تَقَالُّوهَا، فَقالوا: وأَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم؟! قدْ غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ وما تَأَخَّرَ، قالَ أحَدُهُمْ: أمَّا أنَا فإنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أبَدًا، وقالَ آخَرُ: أنَا أصُومُ الدَّهْرَ ولَا أُفْطِرُ، وقالَ آخَرُ: أنَا أعْتَزِلُ النِّسَاءَ فلا أتَزَوَّجُ أبَدًا، فَجَاءَ رَسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم إليهِم، فَقالَ: أنْتُمُ الَّذِينَ قُلتُمْ كَذَا وكَذَا؟! أَمَا واللَّهِ إنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وأَتْقَاكُمْ له، لَكِنِّي أصُومُ وأُفْطِرُ، وأُصَلِّي وأَرْقُدُ، وأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فمَن رَغِبَ عن سُنَّتي فليسَ مِنِّي "Datang tiga orang kepada rumah-rumah istri Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. Mereka bertanya tentang ibadah Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. Ketika mereka diberitahu, seakan-akan mereka menganggap ibadah beliau itu sedikit. Mereka berkata, “Di mana kedudukan kita dibandingkan Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam? Sungguh beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” Salah seorang dari mereka berkata, “Adapun aku, maka aku akan shalat malam terus-menerus selamanya”. Yang lain berkata, “Aku akan berpuasa sepanjang masa dan tidak akan berbuka". Yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya". Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam datang kepada mereka dan bersabda, “Kaliankah yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan juga tidur, dan aku menikahi wanita. Maka barang siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku” (HR. Bukhari no.5063, Muslim no.1401) @silsilahsahihah

Jika Menguap, Tahan Sebisa Mungkin Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: التَّثاؤُبُ مِنَ الشَّيطانِ، فإذا تَثاءَبَ أحَدُكُم فليَكظِمْ ما استَطاعَ "Menguap itu dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah sebisa mungkin" (HR. al-Bukhari no.3289, Muslim no.2994). @silsilahsahihah

Orang-Orang Yang Ajaran Islam Tidak Sampai Kepada Mereka, Akan Diuji Di Akhirat أربعةٌ يحتجون يومَ القيامةِ : رجلٌ أصمُّ لا يسمعُ شيئًا. ورجلٌ أحمقُ، ورجلٌ هرِمٌ، ورجلٌ مات في فترةٍ. فأمَّا الأصمُّ فيقولُ : ربِّ لقد جاء الإسلامُ وما أسمعُ شيئًا. وأمَّا الأحمقُ فيقولُ : ربِّ جاء الإسلامُ وما أعقلُ شيئًا، والصبيانُ يحْذِفونني بالبَعْرِ. وأمَّا الهَرِمُ فيقولُ : ربِّ لقد جاء الإسلامُ وما أعقلُ شيئًا. وأما الذي مات في الفترةِ فيقولُ : ربِّ ما أتاني لك رسولٌ. فيأخذ مواثيقَهم ليطيعنَه، فيُرْسَلُ إليهم : أنِ ادخلوا النارَ، فمن دخلها كانتْ عليه بردًا و سلامًا، و من لم يدخلْها سُحِبَ إليها "Empat golongan akan menyampaikan alasannya pada hari kiamat: orang yang tuli tidak mendengar apa pun,orang yang idiot (akalnya rusak), orang yang sangat tua renta, dan orang yang meninggal pada masa fatrah (masa terputusnya risalah). Adapun orang yang tuli, ia berkata: “Wahai Rabbku, ajaran Islam telah datang, ketika aku tidak bisa mendengar apa pun”. Adapun orang yang idiot, ia berkata: “Wahai Rabbku, ajaran Islam telah datang, tetapi aku tidak mengerti apa pun; anak-anak kecil pun melempariku dengan kotoran”. Adapun orang yang tua renta, ia berkata: “Wahai Rabbku, ajaran Islam telah datang, tetapi aku tidak mengerti apa pun”. Adapun orang yang meninggal pada masa fatrah, ia berkata: “Wahai Rabbku, tidak ada seorang Rasul pun yang datang kepadaku”. Maka Allah membuat perjanjian dengan mereka bahwa mereka akan taat kepada-Nya. Lalu diutus kepada mereka Malaikat untuk memberi perintah: “Masuklah kalian ke dalam neraka!”. Maka siapa yang memasukinya, neraka itu menjadi dingin dan keselamatan baginya. Dan siapa yang tidak mau memasukinya, ia akan diseret ke dalam neraka" (HR. Abu Nu'aim dalam Tarikh Ashbahan [2/225], al-Baihaqi dalam al-I'tiqad [169], dishahihkan oleh Ibnul Qayyim dalam Ahkam Ahlidz Dzimmah [2/1149] dan Al Albani dalam Shahih al-Jami no.881). @silsilahsahihah