BELAJAR MUDAH FIKIH JENAZAH (18)
🕰️ Waktu membaca: 1 menit
—————
✅
Ziarah Kubur
٢٠٧- وَقَالَ: «زُورُوا الْقُبُورَ، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ بِالْآخِرَةِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
207. Beliau ﷺ bersabda,
“Ziarahilah kubur, karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kepada akhirat.”
H.R. Muslim [976].
٢٠٨- وَيَنْبَغِي لِمَنْ زَارَهَا أَنْ يَقُولَ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ دَارِ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ)، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ».
208. Disunnahkan bagi orang yang berziarah kubur untuk mengucapkan:
“Assalaamu ‘alaikum ahlad-daari qawmin mu’miniin, wa innaa in syaa Allahu bikum laahiqun. (Wa yarhamullahu al-mustaqdimiina minkum wal-musta’khiriin, nas’alullaha lanaa wa lakumul-‘aafiyah). Allaahumma la tahrimnaa ajrohum, wa la taftinna ba’dahum, waghfir lanaa wa lahum, nas’alullaha lanaa wa lakumul-‘afiyah.
Semoga keselamatan tercurah atas kalian, wahai penghuni negeri kaum beriman. Dan sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian. (Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu di antara kalian maupun yang belakangan. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian). Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahala mereka, jangan Engkau simpangkan kami setelah mereka, ampunilah kami dan mereka. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.”
————————————————————————
📝
Petikan Pelajaran
1. Doa ini hukumnya sunnah. Dan bisa dibaca seluruhnya atau sebagian saja, misalnya cukup bagian awalnya.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ دَارِ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
“Semoga keselamatan tercurah atas kalian, wahai penghuni negeri kaum beriman. Dan sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.”
نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
“Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.”
Jangan sampai karena alasan belum hafal doa ini lalu tidak berziarah kubur sama sekali.
2. Awalnya Nabi ﷺ melarang ziarah kubur karena umat Islam masih baru masuk Islam dan sebelumnya terbiasa dengan kesyirikan yang terkait kubur.
Namun, kemudian beliau memberikan izin karena pondasi tauhid yang telah kuat.
Tujuan ziarah kubur adalah agar kita mengambil pelajaran, mengingat kematian, dan semakin taat kepada Allah.
Selain itu, ziarah kubur juga menjadi kesempatan untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal.
📜
Salah Satu Adab di Pemakaman
Di antara adab ketika berada di area kubur adalah tidak memakai sandal. Hal ini berdasarkan hadits riwayat
Abu Dawud (3230), an-Nasa’i (2048), dan Ahmad (20784); bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan orang yang memakai sandal di pekuburan agar melepaskannya.
Namun, jika kondisi sangat panas atau banyak batu tajam, maka boleh memakai sandal.
Dan ketentuan ini berlaku ketika sudah berada di area kuburan, bukan di jalan pemisah antarblok kubur. Jadi, jika masih berada di jalanan yang ada di pemakaman, tidak mengapa memakai sandal. Tetapi ketika masuk ke area inti pemakaman, maka saat itulah disunnahkan melepas sandal.
[Lihat: Transkrip Syarah Sunan Abu Dawud; Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad].
📲 Pelajari Islam dengan mudah dari mana saja:
https://kuliahislam.id
✍ -- Hari Ahadi Abu Abdil Aʼla
-- Modul Kelas Fikih Jenazah KII
————————————————————————
▶️
Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah mendapat pahala.
•••
📡
https://t.me/nasehatetam
🖥
www.nasehatetam.net