fa
Feedback
Nasehat Etam

Nasehat Etam

رفتن به کانال در Telegram

✅ Menebar Nasihat Bahagia Akhirat Kanal Resmi Situs nasehatetam.net 📩 Kritik/Masukan : 0812 5422 8165 📍 Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

نمایش بیشتر

📈 تحلیل کانال تلگرام Nasehat Etam

کانال Nasehat Etam (@nasehatetam) در بخش زبانی اندونزیایی بازیگری فعال است. در حال حاضر جامعه شامل 13 098 مشترک است و جایگاه 6 868 را در دسته دین و مذهبی و رتبه 5 596 را در منطقه اندونيسيا دارد.

📊 شاخص‌های مخاطب و پویایی

از زمان ایجاد در невідомо، پروژه رشد سریعی داشته و 13 098 مشترک جذب کرده است.

بر اساس آخرین داده‌ها در تاریخ 17 ژوئن, 2026، کانال فعالیت پایداری دارد. در ۳۰ روز گذشته تغییر اعضا برابر -162 و در ۲۴ ساعت گذشته برابر -4 بوده و همچنان دسترسی گسترده‌ای حفظ شده است.

  • وضعیت تأیید: تأیید نشده
  • نرخ تعامل (ER): میانگین تعامل مخاطب 11.89% است و در ۲۴ ساعت نخست پس از انتشار، محتوا معمولاً 4.00% واکنش نسبت به کل مشترکان کسب می‌کند.
  • دسترسی پست‌ها: هر پست به طور میانگین 1 558 بازدید دریافت می‌کند. در اولین روز معمولاً 524 بازدید جمع‌آوری می‌شود.
  • واکنش‌ها و تعامل: مخاطبان به‌طور فعال حمایت می‌کنند؛ میانگین واکنش به هر پست 4 است.
  • علایق موضوعی: محتوا بر موضوعات کلیدی مانند jenazah, www.nasehatetam.net, kalender, abu, shalat تمرکز دارد.

📝 توضیح و سیاست محتوایی

نویسنده این فضا را محل بیان دیدگاه‌های شخصی توصیف می‌کند:
✅ Menebar Nasihat Bahagia Akhirat Kanal Resmi Situs nasehatetam.net 📩 Kritik/Masukan : 0812 5422 8165 📍 Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

به لطف به‌روزرسانی‌های پرتکرار (آخرین داده در تاریخ 18 ژوئن, 2026)، کانال همواره به‌روز و دارای دسترسی بالاست. تحلیل‌ها نشان می‌دهد مخاطبان به‌طور فعال با محتوا تعامل دارند و آن را به نقطه اثرگذاری مهم در دسته دین و مذهبی تبدیل کرده‌اند.

13 098
مشترکین
-424 ساعت
-387 روز
-16230 روز
آرشیو پست ها
✅ Bismillah, sedang berlangsung kajian bersama Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 📖 Ibrah Sirah Nabawiyah (Peristiwa Tahun Ke
✅ Bismillah, sedang berlangsung kajian bersama Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 📖 Ibrah Sirah Nabawiyah (Peristiwa Tahun Ke-7 H) Live Streaming bisa disimak melalui : ✓ https://t.me/nasehatetam?livestream 🕌 Masjid Abu Hurairah, Ma'had Imam Nawawi, Tenggarong, Kutai Kartanegara Baarakallahufiikum

BELAJAR MUDAH FIKIH JENAZAH (16) 🕰️ Waktu membaca: 2 menit ————— ✅ Setelah Selesai Penguburan ٢٠٣- وَكَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ، وَقَالَ: «اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ» رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ. 203. Apabila selesai menguburkan jenazah, Nabi ﷺ berdiri di sisi kubur lalu bersabda, “Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mintakanlah keteguhan untuknya, karena sekarang ia sedang ditanya.” H.R. Abu Dawud [3221]; dishahihkan oleh al-Hakim [1/520]. ———————————————————————— 📝 Petikan Pelajaran 1. Hadits ini menunjukkan kepada kita apa yang semestinya dilakukan setelah proses penguburan selesai, yaitu berdiri di sisi kubur lalu berdoa kepada Allah agar si mayit diberi kekuatan ketika ditanya oleh malaikat. Doa ini bisa dengan bahasa apa pun. Misalnya dalam bahasa Indonesia, kita bisa berdoa, “Ya Allah, jadikanlah ia mampu menjawab pertanyaan dua malaikat. Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya dan kesalahan-kesalahannya.” Atau doa-doa lain yang semisal. Inilah amalan yang dilakukan sesuai perintah Rasulullah ﷺ, sekaligus praktik nyata beliau ﷺ sendiri. 2. Tidak ada syariat talqin kepada mayit setelah ia dimasukkan ke dalam kubur. Talqin berupa ucapan (لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ) hanya berlaku sebelum seseorang meninggal dunia, bukan setelah meninggal. Mengapa? Karena tidak ada satu pun riwayat hadits shahih yang menjelaskan hal tersebut. [Ghayah al-Muqtashidin (1/461)]. Sedangkan dalam urusan agama, prinsip kita adalah tidak menambah atau mengurangi tanpa dalil. Segala sesuatu harus didasarkan pada petunjuk Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ. Jika tidak ada dalil yang menjelaskannya, maka kita tidak melakukannya. Inilah konsep yang benar dalam beragama. ✅ Anjuran Bertakziyah ٢٠٤- وَيُسْتَحَبُّ تَعْزِيَةُ الْمُصَابِ بِالْمَيِّتِ. 204. Disunnahkan untuk bertakziyah kepada orang yang ditimpa musibah karena kematian. ———————————————————————— 📝 Petikan Pelajaran 1. Bertakziyah artinya menghibur pihak yang sedang berduka karena kematian keluarga atau sahabat. Cara menghiburnya bebas, selama menggunakan kata-kata yang baik dan mubah. Tujuannya adalah menenangkan hati mereka, membangkitkan semangat, dan agar mereka tidak larut dalam kesedihan. [Ibhaj al-Muʼminin (1/270)]. Contohnya, kita bisa mengucapkan: “Semoga Allah memberi kekuatan untuk melewati ujian ini.” “Semoga Allah membantu kita dalam menghadapi keadaan berat ini. Insyaallah, dengan berjalannya waktu Allah akan memberikan kekuatan untuk semuanya.” Kita juga bisa mendoakan almarhum: “Semoga almarhum diampuni Allah.” “Semoga Allah merahmatinya.” --» Faedah Ucapan “almarhum” adalah bentuk doa dan harapan. Maknanya: Semoga mayit tersebut dirahmati oleh Allah. Dan hukumnya boleh bagi mayit yang muslim. [Majmuʼ Fatawa wa Rasaʼil; al-‘Utsaimin (3/85)]. Adapun untuk orang yang bukan muslim, kita tidak diperbolehkan mendoakan dan menyebutnya dengan “almarhum”. 2. Selain itu, bentuk takziyah juga bisa diwujudkan dengan membuatkan atau membelikan makanan untuk keluarga yang sedang berduka. [Lihat: H.R. Abu Dawud (3132), at-Tirmidzi (998), Ibnu Majah (1610), Ahmad (1751)]. Sebab mereka biasanya masih disibukkan oleh keadaan tersebut, sehingga sangat terbantu jika ada yang menyediakan makanan untuk mereka. 📲 Pelajari Islam dengan mudah dari mana saja: https://kuliahislam.id ✍ -- Hari Ahadi Abu Abdil Aʼla -- Modul Kelas Fikih Jenazah KII ———————————————————————— ▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah mendapat pahala. ••• 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net

Kajian-Ukhuah.MP35.96 MB

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 💡 Tema : Kajian Ukhuah 🗓 Hari/Tanggal Ahad, 28 Dzulhijjah 1447 || 14 Juni 2026

Kajian-Fikih-Imam-dan-Makmum-mp3.MP39.43 MB

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 💡 Tema : Kajian Fikih Imam dan Makmum 🗓 Hari/Tanggal Sabtu, 28 Dzulhijjah 1447 || 13 Juni 2026

Hikmah dan Pelajaran Dari Surah An Nas.MP37.88 MB

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 💡 Tema : Hikmah dan Pelajaran Dari Surah An Nas 🗓 Hari/Tanggal Selasa, 24 Dzulhijjah 1447 || 9 Juni 2026

Al Adabul Mufrad .mp35.23 MB

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 💡 Tema : Adabul Mufrod 🗓 Hari/Tanggal Senin, 23 Dzulhijjah 1447 || 8 Juni 2026

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 💡 Tema : Kajian Fikih Imam dan Makmum 🗓 Hari/Tanggal Sabtu, 28 Dzulhijjah 1447 || 13 Juni 2026

Ibrah Sirah Nabawiyah.mp35.51 MB

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Hary Ahadi, S.Pd حفظه الله 💡 Tema : Ibrah Sirah Nabawiyah 🗓 Hari/Tanggal Selasa, 17 Dzulhijjah 1447 || 02 Juni 2026

Bulughul Marom.mp312.14 MB

📼 REKAMAN AUDIO KAJIAN ISLAM 🎙 Pemateri Al-Ustadz Abu Syu'bah Ubaidullah حفظه الله 💡 Tema : Bulughul Marom 🗓 Hari/Tanggal Kamis, 05 Dzulhijjah 1447 || 21 Mei 2026

sticker.webp0.07 KB

Adapun menulis hal-hal lain di atas kuburan, seperti ayat Al-Qur’an, doa-doa, atau berbagai tambahan lainnya, maka hal itu menyelisihi hukum asal yang ditetapkan oleh Nabi ﷺ. Maka, yang dibolehkan oleh para ulama hanyalah sekadar untuk tanda atau identitas. Semua itu bersifat rukhsah (keringanan), bukan untuk menghias kubur, melainkan sekadar penanda. 📲 Pelajari Islam dengan mudah dari mana saja: https://kuliahislam.id ✍ -- Hari Ahadi Abu Abdil Aʼla -- Modul Kelas Fikih Jenazah KII ———————————————————————— ▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah mendapat pahala. ••• 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net

BELAJAR MUDAH FIKIH JENAZAH (15) 🕰️ Waktu membaca: 2 menit ————— ✅ Larangan yang Berkaitan dengan Kuburan ٢٠٢- وَنَهَى النَّبِيُّ ﷺ أَنْ: ١- يُجَصَّصَ الْقَبْرُ. ٢- وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ. ٣- وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ. 202. Dan Nabi ﷺ melarang: 1 - Mengapuri kuburan; 2 - duduk di atasnya; 3 - membuat bangunan di atasnya. H.R. Muslim [970]. ———————————————————————— 📝 Petikan Pelajaran Beberapa hal yang terlarang terkait dengan kuburan: 1. Mengapur kuburan. Maksudnya, mewarnai kuburan dengan kapur putih sehingga terlihat mencolok. Hal ini dilarang, karena kuburan yang dikapur akan tampak berbeda dengan kuburan lain, sehingga dapat menarik perhatian. Akibatnya, orang-orang bisa menganggap kuburan tersebut istimewa atau memiliki kelebihan tertentu. Orang yang tidak paham bisa saja menyimpulkan bahwa kuburan itu memiliki khasiat atau menjadi tempat doa yang mustajab. Inilah yang dikhawatirkan: kuburan dijadikan tempat pengagungan yang berlebihan, hingga jatuh pada perbuatan yang melanggar syariat. Karena itu, Rasulullah ﷺ melarang perbuatan tersebut, agar umat Islam tidak terjerumus pada pengkultusan terhadap kuburan. Maka, kuburan hendaknya dibiarkan sederhana sebagaimana mestinya. Apabila sebatas mengapur dilarang, apalagi jika kuburan sampai dihias atau dibentuk sedemikian rupa hingga tampak mewah, tentu hal ini lebih besar lagi larangan dan keharamannya. 2. Duduk di atas kuburan Hal ini termasuk bentuk penghinaan terhadap saudara kita yang telah meninggal. Walaupun ia sudah wafat dan tidak merasakan lagi, kehormatannya tetap wajib dijaga, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal. Oleh karena itu, menduduki kuburan dilarang dalam syariat. 3. Mendirikan bangunan di atas kuburan. Sehingga akhirnya orang yang berziarah menganggap bahwa bahwa kuburan itu sebagai tempat beribadah yang begitu sakral. Bahkan sampai ada yang beranggapan bahwa berdoa di kuburan semacam itu lebih mustajab daripada di tempat lain. Hal ini bisa berujung pada sesuatu yang lebih buruk lagi: yaitu berdoa dan meminta kepada penghuni kubur. Berdoa adalah ibadah, sebagaimana shalat adalah ibadah. Maka berdoa kepada selain Allah adalah perbuatan syirik. Karena itulah, Rasulullah ﷺ dengan tegas melarang perbuatan membangun bangunan di atas kuburan. Kita harus memahami, hukum yang muncul dari larangan Nabi ﷺ adalah hukum haram. Maka, janganlah kita meremehkan masalah ini, sekalipun di sebagian tempat ada kebiasaan mendirikan bangunan di atas kuburan. Itu bukanlah alasan pembenar, karena tetap bertentangan dengan sabda Rasulullah ﷺ. Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda, لَعنةُ اللَّهِ على اليَهودِ والنَّصارى؛ اتَّخَذوا قُبورَ أنبِيائِهم مَساجِدَ. “Laknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nasrani; karena mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat beribadah.” [H.R. Al-Bukhari (3453) dan Muslim (531)]. --» Renungan.. Tatkala kita diberi kesempatan berumrah, kita bisa melihat kuburan-kuburan di Makkah maupun di Madinah. Ambil contoh pekuburan Baqiʼ. Di sana, kuburan-kuburan dibiarkan sederhana. Tidak ada yang dikapur, tidak ada yang dihiasi dengan bangunan mewah, tidak ada pula yang diwarnai hingga mencolok. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah ﷺ. 4. Menulis di atas kuburan. Dalam hadits lain, tambahan larangan juga disebutkan. نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ... وَأَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهَا. “Rasulullah ﷺ melarang..., dan melarang dari menulis di atas kuburan.” [H.R. At-Tirmidzi (1052)]. Hadits ini menegaskan bahwa hukum asal menulis di atas kuburan adalah terlarang. Sebagian ulama memberikan keringanan (rukhsah) jika sekadar menuliskan nama si mayit. Hal ini bertujuan agar keluarga mudah mengenali kuburan tersebut ketika berziarah, untuk mengucapkan salam dan mendoakan. Walaupun doa untuk mayit sebenarnya bisa dilakukan di mana saja. Jadi, sebatas menulis nama diperbolehkan dengan tujuan sebagai penanda kubur mayit. [Syarah Riyadhus Shalihin; al-‘Utsaimin (4/743)].

📅 Kalender Hari Ini 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net
📅 Kalender Hari Ini 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net

📅 Kalender Hari Ini 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net
📅 Kalender Hari Ini 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net