Ask The Experts
Ir al canal en Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Mostrar más1 810
Suscriptores
-124 horas
+37 días
+1830 días
Archivo de publicaciones
1 811
KETAHANAN FINANSIAL, WASPADA PINJOL DAN JUDOL 🙏
Dua anggota polisi dari Ditsamapta Polda Sumatera Barat, Briptu MPP dan Bripda MSAD, terlibat dalam perampokan mobil pengangkut uang senilai Rp 5,1 miliar untuk pengisian mesin ATM. Mereka bekerja sama dengan seorang warga sipil bernama HS, yang mengaku sebagai perwira polisi.
Perampokan terjadi di Flyover Bandara Internasional Minangkabau pada Selasa (27/8). Saat kejadian, uang Rp 2,5 miliar dipindahkan ke mobil lain oleh pelaku.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, mengungkap motif perampokan ini. Menurut Erdi aksi perampokan ini dilatarbelakangi utang.
"Motif dari ketiga tersangka melakukan perbuatan pencurian dengan kekerasan karena ketiganya terlilit utang," kata Erdi dalam keterangannya, Rabu (28/8).
Kedua polisi tersebut, yang sedang mengawal mobil berisi uang, memanfaatkan situasi untuk melancarkan perampokan dengan ancaman senjata api. Pelaku HS ditangkap di rumah orang tuanya pada Selasa (27/8), sementara kedua polisi menyerahkan...
Sumber: Kumparan
#antijudol #antipinjol #ketahananfinansial
1 811
Dalam data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, angka pernikahan di Indonesia terus menurun dalam enam tahun terakhir. Penurunan paling drastis terjadi dalam tiga tahun terakhir. Sejak 2021 hingga 2023, angka pernikahan di Indonesia menyusut sebanyak dua juta.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) dari Kementerian Agama (Kemenag), tercatat 1,5 juta pasangan muslim menikah pada 2023. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan 2022 yang mencapai 1,71 juta pasangan. "Yang menikah tidak 1,5 juta, tetapi bisa jadi 1,7 juta kalau dihitung dengan yang nonmuslim, jadi kalau diperkirakan, sejak tahun 2020 angka pernikahan itu sekitar 1,7 juta sekian, baik muslim dan nonmuslim, tetapi di tahun 2023 ini memang turun," katanya.
Sementara hal terbalik terjadi di angka perceraian dalam 3 tahun terakhir. Angka perceraian justru meningkat drastis. Pada tahun 2021 ada lebih dari 447.000 kasus perceraian. Meningkat di 2022 melampaui 500.000, sedikit menurun di 2023 tetapi lebih tinggi dibandingkan 2021 yaitu 463.000 kasus.
Tekanan orang-orang sekitar juga menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat tidak ingin melangsungkan pernikahan. Kalau menikah di Indonesia pasti ada tekanan untuk mempunyai anak, karena kalau di Indonesia sudah menikah itu, saat Idulfitri misalnya, pasti ditanya sudah punya anak atau belum. Kalau sudah punya anak masih ditanya kapan bikin anak lagi, dst. Pokoknya usil banget deh… 😁Tren Child Free 🤔 Dugaan alasan lain yang menyebabkan penurunan jumlah angka pernikahan di Indonesia juga karena munculnya tren child free atau hidup tanpa anak pada generasi muda atau Gen Z. Selain itu ada pula perubahan pola pikir modern di masyarakat. Demikian menurut Psikolog Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim. Berbeda dengan beberapa puluh tahun lalu, generasi muda kala itu menganggap pernikahan adalah tujuan utama kehidupan. Saat ini, sebagian anak muda menganggap kebiasaan lama tersebut sudah tidak selalu relevan. Rose juga mengatakan dampak dari perubahan pola pikir modern pada masyarakat dipengaruhi tingkat status ekonomi yang masih rendah. Faktor itu juga turut berkontribusi menurunkan jumlah angka pernikahan di Indonesia. Dari berbagai pertimbangan, sebagian anak muda lebih memilih mengejar karier atau ekonomi terlebih dahulu. Setelah mapan, barulah memikirkan pernikahan dan kehidupan setelahnya. Jadi sebetulnya sama saja dengan di negara-negara maju lainnya di mana masalah ekonomi menjadi penyebab turunnya keinginan untuk punya anak. Pergeseran demografis ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi para ekonom, serta politisi dan tokoh masyarakat tertentu yang menganggap penurunan ini sebagai indikasi kerusakan moral. Tidak menginginkan anak adalah “suatu bentuk keegoisan,” kata Paus Fransiskus pada tahun 2022. Dalam audiensi umum di Vatikan, beliau berkata: “Saat ini… kita melihat suatu bentuk keegoisan. Kita melihat ada sebagian orang yang tidak ingin mempunyai anak. Terkadang mereka punya satu, itu saja, tapi mereka punya anjing dan kucing yang menggantikan anak-anak. Ini mungkin membuat orang tertawa tetapi ini adalah kenyataan. Memelihara hewan peliharaan adalah “penolakan terhadap peran sebagai ayah dan ibu dan meremehkan kita, menghilangkan rasa kemanusiaan kita”, katanya. Konsekuensinya adalah “peradaban menjadi tua tanpa kemanusiaan karena kita kehilangan kekayaan peran sebagai ayah dan ibu, dan negaralah yang menderita”. Meskipun pasangan yang tidak dapat memiliki anak karena alasan biologis dapat mempertimbangkan untuk mengadopsi anak (dan bukannya malah memilih memelihara anjing atau kucing), ia juga mendesak calon orang tua “tidak perlu takut” untuk menjadi orang tua. “Memiliki anak selalu ada risikonya, tapi risikonya lebih besar jika tidak memiliki anak,” ujarnya. Bagaimana menurut Anda? 🥰 Satria Dharma #INISIATIF #ketahanankeluarga
1 811
Sebagai contoh di Amerika Serikat. Membesarkan anak di AS sangatlah mahal, dan banyak keluarga tidak dapat mengandalkan banyak bantuan dari pemerintah. “Sistem kesejahteraan di Amerika cukup baik untuk orang lanjut usia, namun relatif pelit untuk anak-anak. Dibandingkan Amerika Serikat dengan hampir 40 negara lain di OECD, hanya Turki yang membelanjakan lebih sedikit persentase PDB per anak dari PDB mereka,” podcast NPR, Planet Money, baru-baru ini melaporkan.
Menjadi orang tua di AS menjadi semakin mahal dalam beberapa dekade terakhir. Biaya penitipan anak dan prasekolah melonjak sekitar 263% antara tahun 1991 dan 2024, menurut analisis KPMG terhadap data Biro Statistik Tenaga Kerja. Perkiraan total biaya untuk membesarkan seorang anak pada tahun 2023 sejak lahir hingga usia 18 tahun adalah lebih dari $330.000, menurut analisis Northwestern Mutual.
Tapi uang juga bukanlah alasan nomor satu mengapa orang Amerika tidak punya anak. Dari mereka yang berusia di bawah 50 tahun yang mengatakan bahwa mereka tidak mungkin memiliki anak, 57% mengatakan mereka tidak ingin memiliki anak adalah keinginan untuk fokus pada hal lain (44%) dan kekhawatiran terhadap keadaan dunia atau masa depan. (38%). Dan semakin banyak orang dewasa di bawah usia 50 tahun yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah berniat memiliki anak, demikian temuan studi Pew secara terpisah. Kelompok tersebut tumbuh dari 37% orang dewasa pada tahun 2018 menjadi 47% orang dewasa pada tahun 2023.
Jika biaya bukanlah faktor penentu, mengapa generasi muda Amerika tidak begitu menginginkan anak seperti orang tua mereka sendiri? Bagi banyak orang, hal ini terjadi karena tuntutan dan persyaratan menjadi orang tua itu sendiri telah berubah.
Menjadi orang tua tampak menakutkan: Kami ‘memilih untuk tidak selalu mengawasi anak-anak 24/7’. Callie Freitag, 33, tinggal di Madison, Wisconsin, tempat dia bekerja sebagai peneliti kebijakan publik, ahli demografi dan asisten profesor di Universitas Wisconsin. Dia dan pasangannya “sampai pada keputusan untuk tidak memiliki anak karena tidak satupun dari kami merasa tertarik untuk bertanggung jawab merawat dan memberi makan anak-anak kecil,” katanya kepada CNBC Make It. “Kami lebih suka menghabiskan waktu, energi, dan sumber daya kami dengan cara lain. Kami senang menjadi bibi dan paman, tapi memilih untuk tidak selalu mengawasi anak-anak 24/7,” katanya. Intinya mereka tidak mau terikat dengan tanggung jawab besar membesarkan anak.
Nggak ada lagi yang berani punya anak dengan modal tawakal. Kecuali... 😎
Visi yang dikejar oleh generasi muda kini adalah membangun kariernya, bepergian, dan terlibat dengan komunitasnya. Dan memiliki anak menambah kerumitan saja. Mereka lebih suka menghabiskan waktu, energi, dan sumber daya mereka dengan cara lain.
Penurunan angka kelahiran bukan hanya terjadi di AS. Negara-negara di seluruh dunia juga mengalami penurunan angka kelahiran mulai atau terus menurun, seperti yang terjadi di Korea Selatan, yang memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia.
Banyak pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencoba mendorong warganya untuk menambah jumlah keluarga mereka. Korea Selatan meningkatkan tunjangan bulanan bagi keluarga yang memiliki bayi baru lahir hingga tahun pertama mereka. Taiwan telah memperkenalkan tunjangan tunai dan keringanan pajak bagi orang tua serta memperluas kompensasi cuti keluarga yang dibayar.
Hanya sedikit dari solusi kebijakan ini yang membawa perubahan signifikan. Bahkan negara-negara seperti Norwegia, yang dikenal memiliki kebijakan dukungan keluarga yang kuat, sudah mulai mengalami penurunan angka kelahiran.
Bagaimana dengan di Indonesia? Apakah kita perlu mendorong keluarga untuk memilih lebih banyak anak? 🥰
1 811
MENIKAH YES, PUNYA ANAK NO 🫣
oleh: Satria Dharma
Semakin banyak pasangan yang tidak mau punya anak sekarang ini. Alasannya macam-macam, yang paling umum adalah bahwa punya anak itu mahal.
Menjadi orang tua di zaman sekarang itu memang tidak murah. Ada banyak keperluan anak yang harus dipenuhi. Kita tidak bisa lagi bersikap seperti orang tua zaman lalu yang cuma bermodalkan ‘tawakal’ dan berani punya anak 10. Orang tua saya sendiri anaknya 11 dan modalnya juga tawakal (dan harus jibaku jungkir balik menghidupi 11 anak). Untungnya kok ya jadi semua dan tidak ada yang hidupnya terlunta-lunta. Tapi tidak semua keluarga besar seperti keluarga kami bisa selamat. Banyak keluarga besar yang akhirnya anak-anaknya berantakan. So sad... 🥺
Sekarang hampir tidak ada lagi pasangan yang berani hanya bermodalkan ‘tawakal’ dan produksi anak sampai 10 atau 11 orang. Kalau sekarang masih ada yang punya anak 10 mungkin akan menjadi viral dan jadi bahan pergunjingan nasional. Sekarang orang paling banter pingin punya anak kurang dari 5 orang. Lebih dari itu sudah termasuk langka. Trendnya justru mulai banyak pasangan yang tidak ingin punya anak.
Punya anak itu memang mahal biayanya. Tapi uang bukanlah alasan nomor satu yang diberikan oleh pasangan untuk ingin bebas anak. Dalam banyak kasus, generasi muda sekarang mempunyai lebih banyak pilihan hidup. Sekarang mereka menyadari bahwa mereka dapat mengejar kebahagiaan dengan cara lain. Selain itu, semakin tinggi pendidikan suatu populasi, semakin besar kecenderungan laki-laki dan perempuan untuk menunda menjadi orang tua dan juga kecenderungan memiliki lebih sedikit anak.
1 811
Ijin share hasil update Kontes Kumis (Kategori Pegawai & TAD) per Rabu 12.00 WIB, terpantau sudah ada 880-an suara nasional yang masuk sd siang ini 🇮🇩
FYI. Form pemberian dukungan akan ditutup pada Hari Jum'at, 30 Agustus 2024 (maks pukul 17.00 WIB) 📱 https://forms.office.com/r/kCuVP6WmtN
Jangan lupa pastikan para pendukung telah join di Grup Telegram ATE (Grup ini khusus Internal pegawai aja yah)
📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
1 811
Hidup ini seperti perjalanan di atas perahu ⛵️
Sebagai umat beragama, kita tentunya selalu percaya bahwa Tuhan akan membimbing kita ke arah yang benar, tetapi perahu itu tidak akan bergerak kecuali kita mengambil dayung dan mulai mendayung perahu tersebut 🇮🇩
Bimbingan Tuhan ada untuk membantu kita, tetapi kemajuan kita itu tetap bergantung pada bagaimana kemauan kita untuk mengusahakannya. Jadi, jangan hanya menunggu, ambil kendali, dan dayunglah dengan tekad yang kuat 🔥
#INISIATIF
1 811
Ijin share hasil update Kontes Kumis (Kategori Pegawai & TAD) per Selasa 17.00 WIB, terpantau sudah ada 660-an suara nasional yang masuk sd sore ini 🇮🇩
FYI. Form pemberian dukungan akan ditutup pada Hari Jum'at, 30 Agustus 2024 (maks pukul 17.00 WIB) 📱 https://forms.office.com/r/kCuVP6WmtN
Jangan lupa pastikan para pendukung telah join di Grup Telegram ATE (Grup ini khusus Internal pegawai aja yah)
📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
1 811
Ijin share hasil update Kontes Kumis (Kategori TAD) per Selasa 11.30 WIB, terpantau sudah ada 310 suara yang masuk sd siang ini 🇮🇩
FYI. Form pemberian dukungan akan ditutup pada Hari Jum'at, 30 Agustus 2024 (maks pukul 17.00 WIB) 📱 https://forms.office.com/r/kCuVP6WmtN
Jangan lupa pastikan para pendukung telah join di Grup Telegram ATE (Grup ini khusus Internal pegawai aja yah)
📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
1 811
Ijin share hasil update Kontes Kumis (Kategori Pegawai) per Selasa 11.30 WIB, terpantau sudah ada 310 suara yang masuk sd siang ini 🇮🇩
FYI. Form pemberian dukungan akan ditutup pada Hari Jum'at, 30 Agustus 2024 (maks pukul 17.00 WIB) 📱 https://forms.office.com/r/kCuVP6WmtN
Jangan lupa pastikan para pendukung telah join di Grup Telegram ATE (Grup ini khusus Internal pegawai aja yah)
📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
1 811
Ada laci namanya “pekerjaan”, ada laci namanya “keuangan”, ada laci namanya “keluarga”, ada laci namanya “persahabatan” … dan lain-lain. Simpan semua masalah dalam laci yang tepat.
Pada saat anda sedang bekerja berarti anda menggunakan laci “pekerjaan”, do your best at work, dan jangan mengijinkan otak anda membuka laci-laci yang lain (masalah keluarga, masalah keuangan atau apapun!). Your job need to see you at your best!
**
Sebaliknya pada saat anda pulang, dan bertemu dengan keluarga, your family have to see you at your best. Berarti kita harus meletakkan masalah pekerjaan pada lacinya, menutup erat-erat, dan tidak membuka lagi, saat kita bersama keluarga.
“Kalau baru pulang dan masih memikirkan pekerjaan gimana Om?”
Jangan ketemu keluarga dulu selama 15-30 menit. Berolahraga, berdoa, mandi, lihat TV, lihat komedi, renang atau lakukan apapun agar otak anda “shut-down” dulu dari masalah pekerjaan, dan kemudian anda akan siap bertemu keluarga, “and be at your best when meeting your family”.
**
Jadi ingat ya, semua orang suatu saat akan melakukan kesalahan (including the best ones). Don’t worry, learn from mistake, improve yourself and move on.
Yang harus diperhatikan adalah: • CHARACTER: integrity adalah paling penting, berusaha lah yang terbaik, jangan pernah “sengaja” melakukan kesalahan • COACHING: cari coach yang bisa membantu anda secara pengembangan karakter dan kompetensi • COMPETENCE: selalu update diri kita dengan kompetensi apa saja yang diperlukan dalam karier kita • DEVELOPMENT: Kembangkan diri kita, terus-menerus, setiap hari, upgrade kompetensi kita • FOCUS: Be at your best in your job. Gunakan teknik “laci” di atas, untuk memisahkan masalah-masalah kita agar bisa fokus, dimanapun kita beradaSalam Hangat Pambudi Sunarsihanto #INISIATIF
1 811
BECAUSE MISTAKE IS HUMAN
(And what to do when you make a mistake?) 🔠
oleh: Pambudi Sunarsihanto
**
Sabtu pagi itu tiba-tiba HP saya berbunyi. Sebut saja namanya Arya, seorang mentee saya yang bekerja di sebuat perusahaan multinasional.
“Pagi Om Pam, apa kabar?”
"Baik-baik Arya, how about you?
“Well, not great. I just made a big mistake in my job …,“
That’s ok Arya, everyone made mistakes, even the best still make mistakes.
“Iya, tapi kesalahan saya ini menimbulkan kerugian finansial pada perusahaan di mana saja bekerja.”
Ok, tell me more …
**
Ternyata Arya, bertanggung jawab untuk me-manage system IT di perusahaannya.
Minggu yang lalu, Arya dan beberapa team membernya melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal, berakibat kerugian finansial.
“Apa yang akan terjadi Om? Apakah saya akan dipecat? Apakah saya harus membayar ganti rugi? Atau bagaimana?”
Off course not! Perusahaan sudah spend banyak uang untuk mencari talent sebagus Arya, merekrut dan mendidik Arya, masak baru salah sekali dipecat? Ya nggak lah.
Memangnya kalau ada orang beli mobil, dipakai 3 bulan, terus mobilnya ada gangguan atau rusak dikit, mobilnya dibuang? Ya nggak lah, sayang kan?
“Tapi kesalahannya cukup besar.”
Mistakes still happen to the best. Don’t worry.
“Terus apa yang akan terjadi?”
**
Ok pertama kali, yang penting adalah karakter. 🔠
Akan dilihat apakah kesalahan itu intentional (disengaja atau tidak). Kalau kesalahannya disengaja, you are in big trouble. Mungkin bisa sampai dipecat. Makanya integrity itu penting, character itu penting. Jangan main-main dan ambil risiko apapun dengan integrity!
**
“Tapi kalau tidak sengaja, tetap masih melakukan kesalahan, bagaimana Om?”
Nah, itu nanti tugas bossnya untuk melakukan coaching. Agar ke depannya lebih berhati-hati dan tidak salah lagi!
Jadi ingat setalah karakter, topik kedua adalah coaching. 🔠
“Terus … terus , apa lagi Om?”
**
Berikutnya adalah masalah Competency. 🔠
Kalau kesalahan sering terjadi, berarti kompetensi-nya kurang, berarti tugas leader untuk mentraining dan mengembangkan anak buahnya. Bisa dengan training, baca buku lagi, baca SOP lagi, search di Internet, dilatih oleh seniornya …dll
**
“Om , jadi sebagian besar adalah tanggung jawab leadernya?
Tanggung jawab saya apa dong Om?”
Bukan begitu juga. Tetapi memang harus balance antara tugas leader dan tugas talentnya. Ingat leader yang baik, mampu lead your business, lead your team and lead yourself.
Berarti kalau mau mengembangkan bisnis, dia juga harus mampu mengembangkan timnya dan mengembangkan dirinya sendiri. Talent harus fokus, bring the best of you. Kalau lagi kerja, harus full konsentrasi, do your best for your business.
**
Zinedine Zidan adalah pemain sepakbola terbaik dunia. Pernah menjadi juara liga Italy, liga Spanyol, Juara Champions League, Juara Eropa dan Juara Dunia!
Suatu saat dia menanduk kepala pemain lawan. Dia kena kartu merah. Seluruh dunia menangis. Dalam waktu beberapa menit, dia turun drastis, “from hero to zero”. Seluruh dunia ikut menyesali.
But then again, mistake is human. Everybody can make mistake, even the world champion. Zidane istirahat berapa lama, kemudian dia tampil lagi menjadi pelatih sepakbola. Akhirnya berhasil menjadi salah satu pelatih sepakbola terhebat di dunia, membawa Real Madrid menjadi Juara Spanyol dan bahkan beberapa kali menjadi Juara Champions League.
So, it's ok, everyone can make the mistake and recover again.
**
Albert Einstein pernah berkata, "The only person who has never made a mistake, is the person who never tried anything new”. Padahal kalau kita mau belajar, kita pasti harus mencoba sesuatu yang baru kan?
**
Tetapi, kita tetap punya tanggung jawab untuk “Do our best” in our professional life.
Bagaimana untuk do our best? Kalau di tempat kerja ya harus fokus pada pekerjaan. Lupakan semua masalah personal, family atau financial.
“Susah ya Om?”
Iya, susah, tapi bisa dilaksanakan.
Ada teknik namanya “Drawer technique”, teknik “laci”. Bayangkan otak kita seperti laci-laci yang terpisah.
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤 5️⃣ 🥸
Memasuki 1 jam terakhir pemberian suara dalam Final Kontes Kumis 2024 terpantau sudah ada 1.439 dukungan suara yang masuk. Kira-kira siapakah yang akan keluar sebagai sang juara di kategori Pegawai dan Kategori TAD? Stay tuned
#INISIATIF
#PelayananPrima
#Profesional
1 811
Tradisi Lompat Batu di Nias Selatan 🔥
Yuk kita simak bagaimana Pak Dirum memaknai tradisi tersebut 📱
https://www.instagram.com/reel/C-9W4nmvoJz/?igsh=MTdpMXhkYzZpb3F4aQ==
1 811
INTENTIONS, NOT EXPECTATIONS 😇
"intentions, not expectations..." Mengubah mindset ini saja, kita akan mendapati kehidupan yang jauh lebih baik.
Suatu hari salah satu team saya bertanya, "Mas Aris, untuk program yang akan kita jalankan ini targetnya seperti apa?"
Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya ganti bertanya kepada team saya, "Apa tujuan kamu terlibat disini? Ingin berperan menjadi apa kamu di program ini?".
"Waduh ..mas, paham-paham..." Sambil tertawa kecil akhirnya team saya paham bahwa intentions itu jauh lebih berharga daripada goal-goal yang menciptakan ekspektasi.
Kelihatannya mirip, tetapi intention menunjukkan apa "why" dari sebuah aktivitas, dan itu punya daya dorong yg kuat untuk membangun suatu karya.
Contoh dari ekspektasi:
"aku pingin menulis buku best seller dan terjual 1 juta copy..."
Sedangkan contoh dari intention:
"aku ingin menulis sebuah buku yang menginspirasi banyak orang, aku akan mencurahkan tenaga dan waktu untuk mempersembahkan itu kepada dunia"
Ketika seseorang berfokus kepada ekspektasi, kemungkinan besar akan mengalami kegagalan, karena kita terhubung dengan banyak variabel yang tidak sepenuhnya bisa kita kontrol. Sebaliknya ketika seseorang berfokus kepada intentions, kemungkinan besar dia tidak akan merasa kecewa. Karena dia fokus kepada diri (internal) dan itu sesuatu yang bisa dia kontrol. Dan itu akan jadi sebuah energi yang kuat.Orang yang terlalu perhatian dengan ekspektasi, kemungkinan di masa datang dia akan kecewa. Dan bahkan ekspektasi itulah makhluk yang membunuh kreatifitas. Kita terus berkarya, dengan intentions yang tinggi dan mulia. Oleh: Arisdiansah #INISIATIF
1 811
HARUSKAH MEMAKSAKAN DIRI? 😇
oleh: Muhammad Farid Maricar
Saya ingin memulai tulisan ini dengan pertanyaan dan contoh. Misalnya, anda ingin bisa bahasa Inggris, apakah harus kursus bahasa Inggris? Jawabannya adalah 'tidak'. Nggak sedikit kita temukan orang-orang yang bisa berbahasa Inggris di zaman sekarang bukan karena ikut kursus.
Terkadang mereka bisa berbahasa Inggris justru karena didorong oleh minat pada sesuatu, dan itu hanya tersedia dalam bahasa Inggris, misalnya video game. Karena video game mendorong kita untuk 'mencari tahu', dibanding 'memaksa diri belajar'.
Adapun kursus-kursus bahasa Inggris hanya mampu untuk memberikan pembelajaran terstruktur, tetapi untuk eksplorasi lebih jauh membutuhkan motivasi, yang motivasi ini akan menjadi lebih besar jika dilakukan dengan menyenangkan, menikmati, dan santai.
Memaksa diri belajar secara terus menerus hanya akan menciptakan kondisi yang namanya 'boreout', karenanya kita memerlukan metode yang lebih baik dibanding terlalu fokus pada target.
Dalam satu podcast, Dr. Andrew Huberman, seorang profesor neurobiologi dan oftalmologi di Fakultas Kedokteran dari Stanford University, menjelaskan bahwa salah satu faktor kesuksesan seseorang dalam bidang apapun adalah kemampuan untuk menyeimbangkan waktu untuk fokus dan relax, kapan harus 'engage' dan 'disengage'. ✍️Lalu, beliau melanjutkan, bahwa melakukan sesuatu secara terus menerus, apakah itu belajar maupun bekerja itu benar akan membuat kita semakin baik dalam melakukan sesuatu, tetapi mencegah kita dari belajar bagaimana melakukannya dengan baik lebih optimal. Dengan melakukan belajar atau bekerja secara seimbang, maka kita akan menemukan 'flow', sehingga dibanding melakukan sesuatu karena merasa 'harus', kita akan melakukannya karena 'menyenangkan', dan tentunya akan membuat progress kita lebih baik. #INISIATIF
1 811
Finalis Top 10 Kontes Kumis ATE 2024 (Kategori Pegawai) 🥸
Kalian jagoin kumis yang mana nih? Langsung beri dukungan pada vote telegram di Grup ATE Internal (FYI. Vote di Babak Top 10 ini bisa lebih dari 1) ✅
1 811
Finalis Top 10 Kontes Kumis ATE 2024 (Kategori TAD) 🥸
Kalian jagoin kumis yang mana nih? Langsung beri dukungan pada vote telegram di Grup ATE Internal (FYI. Vote di Babak Top 10 ini bisa lebih dari 1) ✅
¡Ya disponible! Investigación de Telegram 2025 — los principales insights del año 
