es
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Ir al canal en Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Mostrar más
1 855
Suscriptores
-124 horas
Sin datos7 días
+530 días
Atraer Suscriptores
septiembre '26
septiembre '26
+15
en 0 canales
agosto '26
+8
en 0 canales
Get PRO
julio '26
+40
en 0 canales
Get PRO
junio '26
+44
en 0 canales
Get PRO
mayo '26
+52
en 0 canales
Get PRO
abril '26
+57
en 0 canales
Get PRO
marzo '26
+24
en 0 canales
Get PRO
febrero '26
+36
en 0 canales
Get PRO
enero '26
+42
en 0 canales
Get PRO
diciembre '25
+9
en 0 canales
Get PRO
noviembre '25
+17
en 0 canales
Get PRO
octubre '25
+32
en 0 canales
Get PRO
septiembre '25
+17
en 0 canales
Get PRO
agosto '25
+14
en 0 canales
Get PRO
julio '25
+32
en 0 canales
Get PRO
junio '25
+64
en 0 canales
Get PRO
mayo '25
+12
en 0 canales
Get PRO
abril '25
+47
en 0 canales
Get PRO
marzo '25
+44
en 0 canales
Get PRO
febrero '25
+41
en 0 canales
Get PRO
enero '25
+153
en 0 canales
Get PRO
diciembre '24
+38
en 0 canales
Get PRO
noviembre '24
+50
en 0 canales
Get PRO
octubre '24
+65
en 0 canales
Get PRO
septiembre '24
+38
en 0 canales
Get PRO
agosto '24
+93
en 0 canales
Get PRO
julio '24
+142
en 0 canales
Get PRO
junio '24
+66
en 0 canales
Get PRO
mayo '24
+21
en 0 canales
Get PRO
abril '24
+19
en 0 canales
Get PRO
marzo '24
+19
en 0 canales
Get PRO
febrero '24
+13
en 0 canales
Get PRO
enero '24
+25
en 0 canales
Get PRO
diciembre '23
+17
en 0 canales
Get PRO
noviembre '23
+23
en 0 canales
Get PRO
octubre '23
+35
en 0 canales
Get PRO
septiembre '23
+14
en 0 canales
Get PRO
agosto '23
+30
en 0 canales
Get PRO
julio '23
+35
en 0 canales
Get PRO
junio '23
+48
en 0 canales
Get PRO
mayo '23
+26
en 0 canales
Get PRO
abril '23
+19
en 0 canales
Get PRO
marzo '23
+19
en 0 canales
Get PRO
febrero '23
+15
en 0 canales
Get PRO
enero '23
+12
en 0 canales
Get PRO
diciembre '22
+20
en 0 canales
Get PRO
noviembre '22
+22
en 0 canales
Get PRO
octubre '22
+18
en 0 canales
Get PRO
septiembre '22
+85
en 0 canales
Get PRO
agosto '22
+28
en 0 canales
Get PRO
julio '22
+43
en 0 canales
Get PRO
junio '22
+28
en 0 canales
Get PRO
mayo '22
+40
en 0 canales
Get PRO
abril '22
+49
en 0 canales
Get PRO
marzo '22
+13
en 0 canales
Get PRO
febrero '22
+13
en 0 canales
Get PRO
enero '22
+19
en 0 canales
Get PRO
diciembre '21
+14
en 0 canales
Get PRO
noviembre '21
+19
en 0 canales
Get PRO
octubre '21
+42
en 0 canales
Get PRO
septiembre '21
+26
en 0 canales
Get PRO
agosto '21
+58
en 0 canales
Get PRO
julio '21
+49
en 0 canales
Get PRO
junio '21
+54
en 0 canales
Get PRO
mayo '21
+47
en 0 canales
Get PRO
abril '21
+45
en 0 canales
Get PRO
marzo '21
+122
en 0 canales
Get PRO
febrero '21
+380
en 0 canales
Fecha
Crecimiento de Suscriptores
Menciones
Canales
17 septiembre0
16 septiembre+3
15 septiembre0
14 septiembre+1
13 septiembre0
12 septiembre0
11 septiembre+1
10 septiembre+3
09 septiembre+1
08 septiembre+3
07 septiembre0
06 septiembre0
05 septiembre0
04 septiembre0
03 septiembre+1
02 septiembre+2
01 septiembre0
Publicaciones del Canal
ILMU DAPAT, 2 JP DAPAT, GIVEAWAY JUGA DAPAT 🥰🎁 Kata siapa datang ke kelas ATE cuma bawa pulang ilmu? seperti biasa, pasti a
ILMU DAPAT, 2 JP DAPAT, GIVEAWAY JUGA DAPAT 🥰🎁 Kata siapa datang ke kelas ATE cuma bawa pulang ilmu? seperti biasa, pasti akan ada yang pulang bawa bonus giveaway juga 🔥 Congratulations untuk dua Sobat ATE yang terpilih sebagai pemenang: 1. Kk Indah Sriwardani Purba @Indahpurba_21 (PATT RO KC Pematangsiantar) 2. Kk Annike Alfi Saputri @siiapa_akuu (Staf Admin Kepesertaan KC Tegal) Selamat untuk para pemenang dan terima kasih untuk seluruh sobat ATE selindo yang terus hadir, berpartisipasi, dan meramaikan. Sampai bertemu kembali di event fun and meaningful ATE lainnya 🇮🇩 Jangan lupa stay humble and stay competitive 🏆 #INISIATIF

2
Bayangkan sebuah perahu kecil di tengah lautan luas. Di atasnya duduk seekor gajah, tenang menghadapi perjalanan yang entah a
Bayangkan sebuah perahu kecil di tengah lautan luas. Di atasnya duduk seekor gajah, tenang menghadapi perjalanan yang entah akan membawanya ke mana. Tidak ada daratan yang terlihat dekat. Tidak ada petunjuk arah yang pasti. Hanya laut, langit, dan keheningan yang menemani. Bukankah hidup terkadang terasa seperti itu? Kita berjalan dari satu hari ke hari berikutnya tanpa selalu tahu apa yang akan terjadi. Kita membuat rencana, menetapkan tujuan, lalu menyadari bahwa tidak semuanya berjalan seperti yang kita harapkan. Namun, mungkin hidup tidak selalu meminta kita untuk mengetahui seluruh perjalanan. Kadang kita hanya perlu cukup berani untuk menjalani satu langkah berikutnya. Dan ketika dunia terasa terlalu ramai dengan berbagai suara, mungkin sudah waktunya kita mengingat satu pesan sederhana: “Listen to silence. It has so much to say.” Artinya, dengarkanlah keheningan karena di dalamnya ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Keheningan memberi kesempatan untuk mengenali apa yang benar-benar kita rasakan, memahami apa yang penting, dan melihat perjalanan dari sudut pandang yang lebih jernih. Karena pada akhirnya, tidak semua perjalanan membutuhkan peta yang sempurna. Ada perjalanan yang justru mengajarkan kita untuk percaya, bersabar, dan menikmati setiap gelombang yang datang. Mungkin kita belum tahu ke mana perahu ini akan berlabuh. Tetapi selama kita terus mendengarkan, mungkin hati kita akan tahu kapan waktunya melanjutkan dan kapan waktunya berhenti. #INISIATIF #TGIF
1 554
3
🔥🔥3️⃣⭐️ Update persaingan Duta Style Battle 2026🇲🇨🏆 Kontes Kumis = 15 peserta Kontes Gaya Rambut = 31 peserta KP: - KW 1
🔥🔥3️⃣⭐️ Update persaingan Duta Style Battle 2026🇲🇨🏆 Kontes Kumis = 15 peserta Kontes Gaya Rambut = 31 peserta KP: - KW 1: 4 peserta KW 2: 10 peserta KW 3: 2 peserta KW 4: 1 peserta KW 5: 2 peserta KW 6: 4 peserta KW 7: 4 peserta KW 8: 2 peserta KW 9: 4 peserta KW 10: 6 peserta KW 11: 6 peserta KW 12: 1 peserta Gassssss, daftarkan dirimu atau rekanmu sekarang (Deadline: Minggu, 20 September 2026) https://forms.gle/vvcZGhYemYgBGMWv9 Kira-kira siapakah yang bakal jadi style icon tahun 2026 ini? Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1 More info: 👉 https://t.me/c/1287712664/220868 #DutaStyleBattle2026 #KontesGayaRambut #KontesKumis
2 249
4
Ijin share link #rekaman kegiatan ATE Edisi 425 "Typing, Thinking, Posting: Kapan Harus Speak Up dan Kapan Harus Shut Up?" bersama Handri Ayu Diah. Semoga ilmunya bermanfaat ❤️ https://youtu.be/b2HomQkkt9U?si=fLQ1Ie3rQN4B55RG
2 403
5
Oleh: Teguh Arifiyadi Mantan pejabat tinggi kantor secara mendadak meminta waktu bertemu empat mata di kantor. Tentu saya persilahkan dan mengatur jadwal bertemu. Di hari H, sesampai di lantai 2 kantor saya beliau menanyakan "mana ruanganmu sebagai pejabat direktur?" Sambil berjalan saya jawab, "saya tidak punya ruangan khusus pak, ini saya duduk di meja panjang bareng rekan-rekan lain". Kata saya sambil menunjuk sederet bangku hitam kecil dan meja kerja saya. Beliau geleng-geleng kepala 'kecewa' tidak menemukan deretan rapi kursi besar empuk atau kamar mandi dalam ruangan kerja direktur. Saya cuek dan mesem saja sambil mengajaknya diskusi di ruang rapat kantor. Sebetulnya, bukan saya tidak mau punya ruangan khusus, tapi jumlah ruangan di kantor kami sangat terbatas. Jadi ya harus mengutamakan efisiensi. Mungkin kalau kantor saya seluas monas, saya minta di ruangan kerja saya ada lapangan futsal dan badminton di dalamnya. Ha ha ha... Tentu hanya joke. Entah kenapa saya tidak pernah mempersoalkan itu. Bagi saya, dengan tunjangan dan fasilitas sebagai pelaksana tugas direktur, apa yang saya dapat dari negara sudah mewah. Bagaimana tidak mewah, semenjak saya menjabat tahun lalu, saya diberikan fasilitas supir dan dipinjami mobil baru nan sangat nyaman dengan AC nya yang dingin pol, diberikan tunjangan tambahan hampir 10 juta per bulan, dibekali gadget yang mumpuni untuk bekerja, dibantu sekretaris dan asisten untuk urusan administrasi dan penjadwalan, dibelikan makan siang dan cemilan-cemilan, serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Mungkin tidak istimewa bagi sebagian orang, tapi untuk ASN seperti saya yang kerjanya biasa-biasa saja itu seperti mendapatkan pohon keberuntungan. Nah, belakangan istri saya sering menegur halus, dia bilang jangan sampai apa yang saya dapatkan itu membuat saya terlalu nyaman, akibatnya standard kenyamanan saya semakin tinggi dan tidak bisa lagi menerima kondisi yang biasa saja setelah menjabat. Saya manggut sepakat dengan itu. Makanya sehari-hari, meski diberi banyak kemudahan dari kantor, kebiasaan saya hampir sama dengan kebiasaan rekan-rekan kantor saya pada umumnya. Saya masih rutin sarapan di warteg sekitar kantor, jajan somay di pasar kaget jumatan, naik motor ke kantor di hari-hari macet, nyomot gorengan di kantin, beli milo sachet di starbak keliling, atau aktifitas ASN kantor kami pada umumnya. Ini bukan perkara saya memilih hidup sederhana atau tidak, ini perkara menikmati kesenangan untuk hidup secara wajar dan normal. Saya bukan penganut aliran anti kemapanan atau sejenisnya. Buktinya, jujur saya sangat menikmati fasilitas hotel bintang jika mengikuti kegiatan kantor, menikmati penerbangan mewah dengan kursi bisnis ke eropa, amerika, atau afrika ketika menghadiri undangan negara lain, 'mengunjungi' puluhan negara atas nama dinas, termasuk makan mewah di restoran yang harga dan rasanya ala bintang lima. Enak wis pokoknya. Tapi ya itu, sebelum tubuh dan pikiran menganggap apa yang saya dapatkan itu sebagai sebuah standard hidup, lebih baik tubuh dan pikiran sering saya ajak kembali ke cara hidup yang apa adanya. Toh jabatan ini kan hanya tugas singkat, setelah tidak menjabat saya juga akan kembali menjadi staf atau pensiun, kembali naik vario dalam panas dan hujan, makan di warung yang harganya terjangkau, duduk di kursi yang bangkunya tidak seempuk bangku direktur, bekerja di meja yang tidak terlalu besar, menyiapkan kebutuhan kerja semuanya secara mandiri, dan lain sebagainya. Enak sih dengan fasilitas nyaman itu semua, tapi saya jadi khawatir muncul "rasa takut" kehilangan. Seperti yang sering saya tulis, hidup yang dikejar-kejar keinginan dan ketakutan itu adalah penderitaan. Saya menolak menderita karena itu. Salah satu obat mencegah penderitaan itu adalah berusaha menikmati hidup sesuai dengan apa yang kita mampu, bukan apa yang kita mau semata. #INISIATIF
1 683
6
Menjadi Verifikator Klaim BPJS Kesehatan berarti memastikan setiap proses dilakukan dengan hati-hati, amanah, dan penuh tangg
Menjadi Verifikator Klaim BPJS Kesehatan berarti memastikan setiap proses dilakukan dengan hati-hati, amanah, dan penuh tanggung jawab. Karena yang diverifikasi bukan sekadar dokumen, tapi bagian dari perjalanan Program JKN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat 🇲🇨 Ada ketelitian dalam setiap proses. Ada kolaborasi dalam setiap langkah. Dan ada integritas yang selalu jadi pegangan 🤝 📸 @BunaaRifkaa Semangat terus rekan-rekan Verifikator klaim 🏆 https://www.instagram.com/reel/DdV1ChApsyt/?stkn=MTkwYnFlMGprcG1raQ==
2 122
7
Menjadi Verifikator Klaim BPJS Kesehatan berarti memastikan setiap proses dilakukan dengan hati-hati, amanah, dan penuh tangg
Menjadi Verifikator Klaim BPJS Kesehatan berarti memastikan setiap proses dilakukan dengan hati-hati, amanah, dan penuh tanggung jawab. Karena yang diverifikasi bukan sekadar dokumen, tapi bagian dari perjalanan Program JKN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat 🇲🇨 Ada ketelitian dalam setiap proses. Ada kolaborasi dalam setiap langkah. Dan ada integritas yang selalu jadi pegangan 🤝 Semangat terus rekan-rekan Verifikator klaim 🏆 https://www.instagram.com/reel/DdV1ChApsyt/?stkn=MTkwYnFlMGprcG1raQ==
1
8
BMKG resmi merilis peta simulasi dampak dan mitigasi megathrust untuk wilayah Jawa. Perlu digarisbawahi, ini adalah hasil pem+5
BMKG resmi merilis peta simulasi dampak dan mitigasi megathrust untuk wilayah Jawa. Perlu digarisbawahi, ini adalah hasil pemodelan ilmiah untuk kesiapsiagaan, bukan prediksi bahwa gempa akan terjadi dalam waktu dekat. Tapi kesiapan tetap harus dimulai dari sekarang. Bencana tidak bisa kita prediksi kapan datangnya, tapi dampaknya bisa kita tekan dengan persiapan yang matang. Tetap tenang, rasional, dan terus tingkatkan literasi kebencanaan kita. Mari saling jaga dan saling mengingatkan sumber: relawan nusantara #MitigasiBencana
2 352
9
🔥🔥4️⃣ ⭐️ Update persaingan Duta Style Battle 2026 🇲🇨🏆 Kontes Kumis = 12 peserta Kontes Gaya Rambut = 25 peserta KP: - KW
🔥🔥4️⃣ ⭐️ Update persaingan Duta Style Battle 2026 🇲🇨🏆 Kontes Kumis = 12 peserta Kontes Gaya Rambut = 25 peserta KP: - KW 1: 3 peserta KW 2: 8 peserta KW 3: 2 peserta KW 4: 1 peserta KW 5: 2 peserta KW 6: 4 peserta KW 7: 2 peserta KW 8: 2 peserta KW 9: 2 peserta KW 10: 6 peserta KW 11: 5 peserta KW 12: - Gassssss, daftarkan dirimu atau rekanmu sekarang (Deadline: Minggu, 20 September 2026) https://forms.gle/vvcZGhYemYgBGMWv9 Kira-kira siapakah yang bakal jadi style icon tahun 2026 ini? Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1 More info: 👉 https://t.me/c/1287712664/220868 #DutaStyleBattle2026 #KontesGayaRambut #KontesKumis
1 810
10
PENTINGNYA MENJAGA ETIKA DI MEDIA SOSIAL oleh: Bapak Milenial Di medsos, jari kita jalan duluan sebelum otak mikir. Padahal s
PENTINGNYA MENJAGA ETIKA DI MEDIA SOSIAL oleh: Bapak Milenial Di medsos, jari kita jalan duluan sebelum otak mikir. Padahal sekali kirim, kata-kata itu nggak bisa ditarik lagi. Yuk mulai lebih sadar sama apa yang kita ketik. Adab di dunia maya itu sama pentingnya kayak adab di dunia nyata. Bedanya cuma satu: di medsos, jejaknya kebaca ribuan orang dan bisa disimpan selamanya (screenshot, cache, arsip). Kadang kita berani ngomong kasar di kolom komentar karena merasa "toh nggak ketemu langsung". Padahal di balik akun itu ada manusia dengan perasaan, keluarga, dan hidup yang nggak kita tahu. Kata-kata yang kita anggap "cuma bercanda" bisa jadi luka mendalam buat orang lain. Body shaming, komentar julid, atau nyinyir "receh" tetap punya dampak nyata ke kesehatan mental orang. Sebelum kirim komentar atau caption, coba tanya ke diri sendiri: "Kalau ini dibaca orang tua/anak saya, apakah saya masih pede?" Kalau jawabannya nggak, mending diedit dulu. Jejak digital itu kayak tato susah dihapus total. Ucapan kasar hari ini bisa muncul lagi bertahun-tahun kemudian, saat kita lagi cari kerja, jadi publik figur, atau bahkan dicari calon mertua 😅 Menjaga adab bukan berarti nggak boleh kritis. Kita tetap bisa menyampaikan pendapat tegas, tapi dengan cara yang beradab: fokus ke masalah, bukan menyerang pribadi. Ingat, di balik layar HP kita, ada dunia nyata yang menunggu. Bijak di medsos = investasi buat reputasi, hubungan, dan ketenangan pikiran kita sendiri di masa depan. Yuk sama-sama jadi warganet yang lebih santun. Mulai dari hal kecil: pikir dulu sebelum posting, hormati pendapat beda, dan berhenti nyebar hal yang belum tentu benar. Selesai. Kalau bermanfaat, boleh dibagikan biar makin banyak yang ingat pentingnya jaga adab di medsos 🙏 #INISIATIF
1 879
11
Oleh: Abdul Rohman Padahal, yang lebih memalukan bukan saat merekam di pesawat. Tapi saat mengejek kebahagiaan orang lain :')
Oleh: Abdul Rohman Padahal, yang lebih memalukan bukan saat merekam di pesawat. Tapi saat mengejek kebahagiaan orang lain :') Buat sebagian orang, naik pesawat ya… biasa aja 💺 Tapi buat orang lain? Bisa jadi itu hasil nabung berbulan-bulan. Atau bahkan mimpi yang baru kesampaian setelah sekian lama 🥹 Jadi ya wajar kalau mereka pengen ngerekam momen itu. Biar bisa dikenang. Kita sering lupa kalo... Hal yang udah biasa buat kita, bisa jadi adalah pencapaian besar buat orang lain. Atau bisa juga itu pengalaman pertamanya. Masalahnya bukan soal ngerekam pesawatnya 🤳🏻 Masalahnya ketika kita ngerasa kalo versi hidup kita adalah standar untuk semua orang. Akhirnya tanpa kita sadari... Kita ngecilin kebahagiaan orang lain, dan ngerasa kebahagiaan itu lebay 🤌🏻 Padahal belum tentu. Di psikologi ada istilah namanya "empathy gap" 💡 Sederhananya… Kita susah ngerti perasaan orang lain yang hidupnya berbeda sama kita. Karena kita ngelihat semuanya dari kacamata kita yang mengira semua orang ngalamin hidup seperti yang kita alami. Padahal kenyataannya enggak! 🙅🏻‍♂️ Kalau ada orang bahagia karena hal yang menurutmu sederhana… Coba jangan buru-buru ngetawain, atau ngatain "segitunya amat" 🤐 Karena kita gak pernah tau berapa lama mereka menunggu momen itu terjadi. Kadang satu video di jendela pesawat, tersimpan cerita perjuangan yang gak kita tau dibaliknya 🛫 Jadi, sebelum bilang: “Yaelah lebay" "norak banget" "segitunya amat" ❌ Coba ganti jadi: "Semoga aku juga tetap bisa sebahagia itu, meski suatu hari nanti hal itu jadi sesuatu yang biasa” ✅ Karena yang paling bahaya bukan kehilangan rasa kagum. Tapi kehilangan rasa syukur. Mantranya: Belajar untuk tidak menertawakan kebahagiaan orang lain. Karena yang terlihat biasa di matamu, bisa jadi adalah doa yang bertahun-tahun akhirnya dikabulkan bagi mereka #INISIATIF
1 781
12
Update sementara jumlah peserta sd hari Senin, 14 Sept 2026 • Kontes gaya rambut: 20 orang partisipan • Kontes kumis: 8 orang
Update sementara jumlah peserta sd hari Senin, 14 Sept 2026 • Kontes gaya rambut: 20 orang partisipan • Kontes kumis: 8 orang partisipan Gassssss, daftarkan dirimu atau rekanmu sekarang (Deadline: Minggu, 20 September 2026) https://forms.gle/vvcZGhYemYgBGMWv9
2 911
13
🔍🔍🔍 Pernah gak kamu berada di situasi: 💬 Ini perlu di-share atau cukup gue simpan sendiri? 💬 Boleh nggak sih ngomong beg
🔍🔍🔍 Pernah gak kamu berada di situasi: 💬 Ini perlu di-share atau cukup gue simpan sendiri? 💬 Boleh nggak sih ngomong begini di media sosial? Atau pernah juga nggak sih lihat informasi yang kurang tepat di media sosial, terus bingung… “Perlu diluruskan nggak, ya?” 👀 Misalnya ketika: 💬 Ada informasi yang keliru dan bisa bikin orang salah paham 💬 Ada konteks yang belum lengkap dan perlu dijelaskan Tapi, tentu saja, speak up juga perlu timing, cara, dan pertimbangan. Jangan sampai niatnya meluruskan, malah jadi memperkeruh keadaan 😅 Nah, kapan saatnya speak up dan kapan sebaiknya shut up? Yuk, kita ngobrol bareng 🗣️🧠 📢Panggilan untuk seluruh Sobat ATE para pemburu ilmu, pejuang 2 JP, pemburu doorprize, pengisi waktu LDR-an, atau apa pun motivasi rekan-rekan… 😆 Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 425 "Typing, Thinking, Posting: Kapan Harus Speak Up dan Kapan Harus Shut Up?" 🗓 Rabu, 16 September 2026 ⏰ 19.00 WIB – selesai 📍 Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1 🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize #INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE
3 120
14
Part 2 Padahal, apakah orang yang memiliki tingkat grit yang sama akan memiliki peluang yang sama di Amerika Serikat dan Indonesia? Belum tentu. Karena seseorang tidak hanya berhadapan dengan dirinya sendiri. Ia berhadapan dengan sistem pendidikan, pasar kerja, kondisi ekonomi, kualitas institusi, budaya sosial, akses terhadap kesempatan, jaringan sosial, bahkan tempat di mana ia dilahirkan. Dua orang bisa sama-sama pekerja keras. Sama-sama disiplin. Sama-sama punya ambisi. Sama-sama tidak mudah menyerah. Tetapi kalau situasi yang mereka hadapi berbeda, hasil akhirnya juga bisa sangat berbeda. Dan di sinilah saya merasa Situated berpotensi menjadi jauh lebih relevan untuk konteks seperti Indonesia. Kalau Grit terutama bertanya, “Apa yang ada di dalam diri seseorang yang membuatnya berhasil?” Situated mengajak kita bertanya, “Situasi seperti apa yang memungkinkan seseorang menjadi berhasil?” Pertanyaan ini membawa kita keluar dari kepala individu. Kita mulai melihat lingkungan. Keluarga. Sekolah. Tempat kerja. Komunitas. Budaya. Kota. Institusi. Dan akhirnya, negara. Karena negara juga merupakan sebuah situation. Bayangkan dua anak yang sama-sama rajin belajar. Anak pertama tumbuh dalam sistem pendidikan yang baik, memiliki guru yang berkualitas, akses buku yang mudah, internet yang stabil, lingkungan keluarga yang mendukung, dan kemudian memasuki pasar kerja dengan banyak kesempatan. Anak kedua memiliki grit yang sama. Tetapi sekolahnya kekurangan sumber daya, akses terhadap buku terbatas, keluarganya memiliki tekanan ekonomi yang besar, dan kesempatan kerja yang tersedia jauh lebih sedikit. Apakah kita masih bisa mengatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan keduanya terutama merupakan persoalan seberapa keras mereka berusaha? Saya rasa tidak sesederhana itu. Dan ini juga membuat saya memikirkan ulang cara kita berbicara tentang merit. Kita sering mengatakan, “Kalau mau sukses, jangan mencari alasan. Berusahalah.” Tetapi sebuah masyarakat yang sehat seharusnya tidak hanya bertanya, “Apakah individunya sudah berusaha?” Ia juga perlu bertanya, “Apakah sistemnya memberikan kesempatan yang cukup bagi usaha itu untuk menghasilkan sesuatu?” Ini perbedaan yang sangat penting. Karena mengakui pengaruh situasi bukan berarti menghilangkan personal responsibility. Justru kita bisa membedakan dua hal. Tanggung jawab individu: Apa yang bisa saya lakukan dengan situasi yang saya miliki? Tanggung jawab kolektif: Situasi seperti apa yang sedang kita ciptakan bagi orang lain? Dan pertanyaan kedua inilah yang sering hilang dalam percakapan self-improvement. Kita sibuk mengajarkan anak-anak untuk menjadi lebih resilient. Tetapi apakah kita juga sibuk menciptakan sekolah yang membuat mereka tidak harus terus-menerus resilient? Kita mengajarkan pekerja untuk beradaptasi. Tetapi apakah organisasi juga dituntut menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan manusia berkembang? Kita mengajarkan individu untuk bekerja keras. Tetapi apakah negara juga menciptakan sistem di mana kerja keras memiliki peluang yang masuk akal untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik? Karena itu saya menyambut Situated setelah sebelumnya saya pernah berpikir Grit adalah segalanya. Saya berharap percakapan tentang keberhasilan akhirnya bergerak dari, “Apa yang salah dengan individunya?” menjadi, “Apa yang terjadi pada situasinya?” Dan bahkan lebih jauh, “Siapa yang bertanggung jawab menciptakan situasi tersebut?” Seseorang mungkin memang membutuhkan lebih banyak grit. Tetapi masyarakat juga membutuhkan situasi yang lebih baik. Self-improvement mulai bertemu dengan sesuatu yang lebih besar yaitu social improvement. #INISIATIF
1 731
15
Oleh: Tjandra Ratna Dewi Yaayyy akhirnya dunia self improvement barat mengakui bahwa kesuksesan bukan semata-mata karena usah
Oleh: Tjandra Ratna Dewi Yaayyy akhirnya dunia self improvement barat mengakui bahwa kesuksesan bukan semata-mata karena usaha pribadi tetapi dukungan lingkungan. Saya sedang membicarakan buku terbaru Angela Duckworth, Situated. Dan bagi saya, buku ini menjadi jauh lebih menarik ketika kita membawanya ke konteks Indonesia. Angela Duckworth sebelumnya menulis Grit, buku yang memperkenalkan gagasan bahwa ketekunan dan konsistensi dalam mengejar tujuan jangka panjang merupakan salah satu kunci keberhasilan. Saya tidak mempersoalkan gagasannya. Yang membuat saya berpikir adalah di situasi seperti apa gagasan itu lahir? Grit lahir dari penelitian dan pengalaman dalam konteks Amerika Serikat. Lalu konsep seperti grit, growth mindset, resilience, work ethic, dan berbagai gagasan self-improvement Barat sering dibawa ke negara lain seolah-olah konteksnya universal. Lanjut part 2
1 785
16
Izin meneruskan info A1 dari panitia Lomba BPJS Talk 2026 🇲🇨 Selain para Grand Finalis yang telah ditetapkan, ternyata selu
Izin meneruskan info A1 dari panitia Lomba BPJS Talk 2026 🇲🇨 Selain para Grand Finalis yang telah ditetapkan, ternyata seluruh partisipan masih punya peluang meraih gelar di kategori Best Engagement 🏆 Kurang lebih, teknisnya panitia akan menilai kembali konten peserta yang sebelumnya telah diunggah di Instagram saat babak penyisihan awal, dengan melihat jumlah Like, Comment, dan Share ✅ So, masih ada waktu sebelum Grand Final, jangan lupa masifkan dukungan dari kolega, keluarga, dan para pendukung untuk ikut meramaikan konten video masing-masing peserta 🤝 https://www.instagram.com/p/DdI5soHiZiP/?stkn=azYzazQyemI2NmMy #happyweekend
2 374
17
Boleh banget manfaatkan weekend sabtu atau minggu besok untuk rapihin lagi gaya rambut atau kumisnya sebelum submit di form p
Boleh banget manfaatkan weekend sabtu atau minggu besok untuk rapihin lagi gaya rambut atau kumisnya sebelum submit di form pendaftaran🏆 Info lebih lanjut, cek pinned message Grup ATE 🤝 https://t.me/c/1287712664/220868
2 872
18
Terpantau posisi pendaftar per pagi hari ini 🎁
Terpantau posisi pendaftar per pagi hari ini 🎁
2 653
19
Hai, ketemu lagi di Sudut Meja. Kita terbiasa mengisi daya ponsel ketika baterainya hampir habis. Namun, seberapa sering kita
Hai, ketemu lagi di Sudut Meja. Kita terbiasa mengisi daya ponsel ketika baterainya hampir habis. Namun, seberapa sering kita menyadari bahwa diri kita juga membutuhkan waktu untuk mengisi ulang energi?
2 765
20
Oleh: Arisdiansah Saya "Mentakjubi" KEADILAN Allah dari pengalaman mendampingi banyak bisnis owner secara personal, bagaimana
Oleh: Arisdiansah Saya "Mentakjubi" KEADILAN Allah dari pengalaman mendampingi banyak bisnis owner secara personal, bagaimana mereka mengembangkan bisnis dan kehidupannya. To the point, saya mau sedikit bercerita. Suatu hari saya ngobrol dengan seorang bisnis owner, pengusaha keturunan Chinese yang level bisnisnya sudah ratusan milyar. Beliau bercerita tentang "kesumpekannya" menghadapi pajak dan juga banyaknya fraud di perusahaannya. Ibarat kata, masalah ini yang bikin beliau "sumpek". Makan ga enak, tidur juga ga enak. Di momen yang lain, saya ketemu dengan buruh tani yang mengalami kesulitan ekonomi. anggap saja beliau "sumpek" memikirkan biaya untuk pendidikan anaknya. Rasanya sama persis. Makan mungkin jadi ga enak tidur ga enak, berfikir bagaimana bisa mendapatkan uang sesegera mungkin. Dan saya mendapati disinilah letak keadilan Allah. Apa yang terjadi di kepala seorang milyader dan juga buruh tani tadi itu sama persis. Otak kita itu "BUTA WARNA", otak tidak bisa melihat masalahnya itu apa, respon atas kedua masalah tadi itu mekanismenya sama persis. Sama...Kortisol naik, pencernaan terganggu, otak bagian amigdala "meronta2", saraf vargus mentrigger stimulus dari otak membuat jantung berdetak lebih kencang, lambung memproduksi zat asamnya secara berlebihan otot2 simpatetik menegang, dst dst. Sama persis. Demikian juga dengan hormon kebahagiaan (dhopamine) yang bakal keluar dari yang pengusaha karena deal dapat project milyaran, dengan buruh tani yang kambingnya melahirkan 2 ekor anakan kambing yg sehat. Apa yang ada di otak sama persis. Sensasinya sama persis. Senangnya, sama persis. Itulah yang membuat saya semakin meyakini, bahwa apa yang ada di dunia ini sebenarnya sama persis. entah si miskin atau si kaya,atau yang middle seperti kebanyakan kita, ketiganya punya peluang kebahagiaan dan penderitaan yang sama. Standar dan bentuknya saja yang kita yakini berbeda. Kalau sudah masuk ke otak dan mentrigger aktivitas hormonal, rasanya tetap sama. Kita perlu berhenti sejenak untuk mulai menimbang kembali untuk menemukan bentuk kebahagiaan yang sejati. kebahagiaan yang bisa jadi sebenarnya sudah kita miliki. Berhentilah, dan coba lihat kebelakang #INISIATIF #TGIF
2 410