es
Feedback

¡No caigas en manos de tramposos! Telemetrio encuentra y marca estos canales 👉 Si quieres ver la etiqueta, suscríbete

Ask The Experts

Ask The Experts

Ir al canal en Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Mostrar más
1 870
Suscriptores
-124 horas
+37 días
+1630 días
Archivo de publicaciones
Tulisan Prof. Zullies Ikawati (Guru Besar UGM) APA ARTINYA EFIKASI VAKSIN 65,3 % ? Saat yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu pengumuman hasil uji klinik (interim report) vaksin Sinovac sekaligus pemberian ijin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization = EUA) kepada PT Bio Farma sebagai pengusung vaksin ini di Indonesia. Paling tidak sebagian besar pertanyaan telah terjawab mengenai efikasi dan keamanannya. Vaksin Sinovac dinyatakan memiliki efikasi 65,3%, dan dari segi keamanan dinyatakan aman. Kekuatiran tentang kejadian antibody-dependent enhancement (ADE) seperti yang banyak disebut di beberapa media sosial dan menjadi ketakutan banyak orang tidak terjadi pada uji klinik Sinovac di Indonesia, maupun di Turki dan Brazil. Tapi kemudian banyak orang bertanya, kok efikasinya lebih rendah daripada yang di Turki atau Brazil ya? Atau lebih rendah dari vaksin Pfizer dan Moderna? BAGAIMANA CARA MENGHITUNGNYA? Vaksin dengan efikasi atau kemanjuran 65,3% dalam uji klinik berarti terjadi penurunan 65,3% kasus penyakit pada kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi (atau plasebo). Dan itu didapatkan dalam suatu uji klinik yang kondisinya terkontrol. Jadi misalnya pada uji klinik Sinovac di Bandung yang melibatkan 1600 orang, terdapat 800 subyek yang menerima vaksin, dan 800 subyek yang mendapatkan placebo (vaksin kosong). Jika dari kelompok yang divaksin ada 26 yang terinfeksi (3.25%), sedangkan dari kelompok placebo ada 75 orang yang kena Covid (9.4%), maka efikasi dari vaksin adalah = (0.094 – 0.0325)/0.094 x 100% = 65.3%. Jadi yang menentukan adalah perbandingan antara kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak. Efikasi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, misal dari tingkat risiko infeksi tempat uji, karakteristik subyek ujinya, pola kesehatan masyarakat, dll. Jika subyek ujinya adalah kelompok risiko tinggi, maka kemungkinan kelompok placebo akan lebih banyak yang terpapar, sehingga perhitungan efikasinya menjadi meningkat. Jadi misalnya pada kelompok vaksin ada 26 yang terinfeksi, sedangkan kelompok placebo bertambah menjadi 120 yg terinfeksi, maka efikasinya menjadi 78.3%. Uji klinik di Brazil menggunakan kelompok berisiko tinggi yaitu tenaga Kesehatan, sehingga efikasinya diperoleh lebih tinggi. Sedangkan di Indonesia menggunakan populasi masyarakat umum yang risikonya lebih kecil. Jika subyek ujinya berisiko rendah, apalagi taat dengan prokes, tidak pernah keluar rumah :) sehingga tidak banyak yg terinfeksi, maka perbandingan antara klompk placebo dengan kelompok vaksin menjadi lebih rendah, dan menghasilkan angka yang lebih rendah. Katakanlah misal pada kelompok vaksin ada 26 yg terinfeksi COVID (3,25%) sedangkan di kelompok placebo cuma 40 orang (5%) karena menjaga prokes dengan ketat, maka efikasi vaksin bisa menjadi hanya 35% :) yaitu dari hitungan (5 - 3,25)/5 x 100% = 35%. Dan mungkin juga ada faktor2 lainnya yang berpengaruh terhadap hasil uji kliniknya. APAKAH EFIKASI SEBESAR ITU DAPAT BERDAMPAK SIGNIFIKAN? Penurunan kejadian infeksi sebesar 65% secara populasi tentu akan sangat bermakna dan memiliki dampak ikutan yang panjang. Katakanlah dari 100 juta penduduk Indonesia, jika tanpa vaksinasi ada 8,6 juta yang bisa terinfeksi, maka jika program vaksinasi berhasil hanya ada 3 juta penduduk yang terinfeksi. Angka 65% diperoleh dari hitungan (0.086 – 0.03)/0.086 x 100% = 65%. Jadi ada 5,6 juta kejadian infeksi yang dapat dicegah. Mencegah 5 juta kejadian infeksi tentu sudah sangat bermakna dalam penyediaan fasilitas perawatan kesehatan. Belum lagi secara tidak langsung bisa mencegah penularan lebih jauh bagi orang-orang yang tidak mendapatkan vaksin, yaitu jika dapat mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ini terlalu optimistik.. yah, hidup harus optimis dan berpikir positif, dengan tetap berupaya dan menyiapkan diri dengan skenario apapun.

Webinar Gratis Terbuka Untuk Masyarakat Umum 😍😍😍 Live streaming on Youtube Ask The Experts BPJS Kesehatan Ask The Experts Edisi Pengembangan Diri #edisi164 Ide adalah sebuah pemikiran atau gagasan yang dimiliki seseorang terhadap suatu benda, kondisi dan hal-hal lain yang dipikirkannya. Sedangkan arti “kreatif” adalah suatu kemampuan yang ada di dalam individu atau suatu kelompok yang mendorong mereka untuk melakukan beberapa pembaharuan atau beberapa pendekatan tertentu untuk memecahkan berbagai masalah dengan cara yang berbeda-beda. Dengan kata lain, ide kreatif adalah gagasan, ide atau pemikiran yang dimiliki individu dalam menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru yang berbeda dengan segala hal yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, inovatif adalah kemampuan individu dalam memaksimalkan kemampuan, keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh dirinya untuk menghasilkan karya-karya baru yang memiliki nilai lebih tinggi dari karya-karya sebelumnya. Kenyataannya, mendorong ide-ide kreatif dan inovatif di dalam tim kerja itu penting karena setiap orang pasti memiliki gagasan dan kreativitas yang sangat berbeda. Jika semua gagasan dan ide kreativitas tersebut digabungkan dalam satu harmoni yang selaras, maka tim kerja akan mencapai kesuksesan mereka dengan mengembangkan hal-hal inovatif yang menakjubkan. Yuk mari kita update ilmu kita terkait "Mengembangkan Ide dan Inovasi dalam Pekerjaan" bersama pakar di bidangnya dalam kegiatan Ask The Experts Edisi ke 164 pada Grup Telegram Ask The Experts (Grup ini gratis dan terbatas Untuk Duta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia). Eittsss tunggu dulu, anda masyarakat umum tapi mau join belajar juga bersama kami? silakan bergabung pada Channel Ask The Experts yang terbuka untuk Masyarakat Umum (silakan cek link di bio kami) Jangan lupa berkunjung ke Instagram (IG) Ask The Experts: https://instagram.com/bpjskesehatan_asktheexperts?igshid=1fp7qpvo1ogsr Berikut link join Channel Telegram Ask The Experts (ATE) (Grup Gratis dan terbuka untuk Masyarakat umum): https://t.me/asktheexpertsmasyarakatumum Berikut link channel Youtube Ask The Experts (ATE): https://m.youtube.com/channel/UCF7DdIDrcN75UCmD3zSTfhA

Malam ini di ATE. Stay Tuned Gaiss 😎
Malam ini di ATE. Stay Tuned Gaiss 😎

photo content

photo content

sedang berlangsung live streaming on YT ATE

Webinar Gratis Terbuka Untuk Masyarakat Umum 😍😍😍 Live streaming on Youtube Ask The Experts BPJS Kesehatan Ask The Experts Edisi Pengembangan Diri #edisi163 Salah mengelola emosi bisa membuat Anda terpuruk, tetapi bila Anda bisa mengelola emosi dengan benar maka sukses pasti dapat diraih dan kualitas hidup Anda pun menjadi lebih baik. Emosi adalah kekuatan terpendam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap orang. Emosi termasuk salah satu fungsi dari pikiran bawah sadar yang memiliki kekuatan sembilan kali lipat. Emosi bisa mempengaruhi pikiran, sebaliknya pikiran juga bisa mempengaruhi emosi. Yang pasti, baik pikiran maupun emosi membentuk sikap. Selanjutnya sikap itu berpotensi menjadi tindakan. Setiap tindakan Anda membuahkan hasil. Jika sekarang Anda tidak puas atas hasil-hasil yang dicapai dalam hidup Anda, maka perbaikilah cara mengelola emosi Anda. Anda boleh percaya atau tidak percaya. Fakta membuktikan banyak orang gagal dalam hidup ini akibat tidak sanggup mengelola emosi dengan baik. Kegagalan dalam bisnis, karir, belajar, keluarga, dan bergaul dengan orang lain, lebih banyak disebabkan oleh emosi yang tidak mendukung. Yuk mari kita update ilmu kita terkait "Mengelola Emosi dengan NLP" bersama pakar di bidangnya dalam kegiatan Ask The Experts Edisi ke 163 pada Grup Telegram Ask The Experts (Grup ini gratis dan terbatas Untuk Duta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia). Eittsss tunggu dulu, anda masyarakat umum tapi mau join belajar juga bersama kami? silakan bergabung pada Channel Ask The Experts yang terbuka untuk Masyarakat Umum (silakan cek link di bio kami) Jangan lupa berkunjung ke Instagram (IG) Ask The Experts: https://instagram.com/bpjskesehatan_asktheexperts?igshid=1fp7qpvo1ogsr Berikut link join Channel Telegram Ask The Experts (ATE) (Grup Gratis dan terbuka untuk Masyarakat umum): https://t.me/asktheexpertsmasyarakatumum Berikut link channel Youtube Ask The Experts (ATE): https://m.youtube.com/channel/UCF7DdIDrcN75UCmD3zSTfhA

Yuk belajar lagi, ajak rekan kita yang suka emosian. 😊😊😊
Yuk belajar lagi, ajak rekan kita yang suka emosian. 😊😊😊

photo content

photo content

Webinar Gratis Terbuka Untuk Masyarakat Umum 😍😍😍 Live streaming on Youtube Ask The Experts BPJS Kesehatan Ask The Experts Edisi Melek Finansial #edisi162 Investasi saham syariah kian berkembang dari masa ke masa. Jumlah saham yang dikategorikan sebagai saham syariah terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Investasi saham syariah memiliki sejumlah perbedaan dengan saham konvensional. Saham syariah adalah saham yang prinsipnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang tidak melakukan sejumlah kegiatan usaha seperti perjudian, perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa, bank berbasis bunga, asuransi konvensional, memproduksi atau menjual barang atau jasa yang haram zatnya dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara memilih saham syariah? Bagaimana membedakannya dengan saham konvensional? Yuk mari kita update ilmu kita terkait "Saham Syariah Kelas Pemula" bersama pakar di bidangnya dalam kegiatan Ask The Experts Edisi ke 162 pada Grup Telegram Ask The Experts (Grup ini gratis dan terbatas Untuk Duta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia). Eittsss tunggu dulu, anda masyarakat umum tapi mau join belajar juga bersama kami? silakan bergabung pada Channel Ask The Experts yang terbuka untuk Masyarakat Umum (silakan cek link di bio kami) Jangan lupa berkunjung ke Instagram (IG) Ask The Experts: https://instagram.com/bpjskesehatan_asktheexperts?igshid=1fp7qpvo1ogsr Berikut link join Channel Telegram Ask The Experts (ATE) (Grup Gratis dan terbuka untuk Masyarakat umum): https://t.me/asktheexpertsmasyarakatumum Berikut link channel Youtube Ask The Experts (ATE): https://m.youtube.com/channel/UCF7DdIDrcN75UCmD3zSTfhA

Malam ini belajar lagi demi masa depan yang lebih cerah. 🤩🤩
Malam ini belajar lagi demi masa depan yang lebih cerah. 🤩🤩

photo content

silakan join di live streaming Youtube ATE

*Asriuni Pradipta (Achi)* Lulusan Ilmu Budaya UGM 2013 Dosen Vokal Pop Jazz ISI Yogyakarta, Founder Colortone Music School, Vocal Coach, Vocal Director, Performer.