Ask The Experts
Ir al canal en Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Mostrar más1 821
Suscriptores
+124 horas
+87 días
+1730 días
Archivo de publicaciones
1 821
hal-hal kayak gini lah yang bikin perusahaan jadi mandek kalo jajaran eksekutifnya gak kompak wkwkwkwkw.
=====
Ya wes deh. gitu aja,
mau nulis panjangan, tapi eh tamu gw dah dateng buat meeting lanjutan siang ini wkwkwk..
semoga bermanfaat eaaa..
1 821
MINDSET & COMMUNICATION SKILL
Penulis : Christina Lie
Jadi.. beberapa bulan terakhir ini gw masih proses hiring-hiring manajerial level
Karena cita-cita gw dalam bisnis itu adalah ketika gw pensiun:
1. Itu bisnis masih jalan DAN
2. bisnis tersebut masih terus bertumbuh tanpa adanya gue
====
Makanya sekarang ini, segala sesuatu yang bisa gw sistemasi secara operasional, sales dan marketing, akan gue sistemin, dan butuh kandidat yang mengeksekusi dan mengembangkan sistem tersebut.
Tentu saja kandidat-kandidat yg gw pertimbangkan adalah kandidat yang gw anggap bisa memenuhi 2 cita-cita gw itu:
1. Apakah elo mampu secara leadership tanpa adanya gue?
2. Apakah kontribusi elo mampu membuat perusahaan tempat elo kerja bisa terus bertumbuh?
=====
Anyway, sekilas Tips aja nih ya buat yang masih pada nyari kerja.
Mindset elo itu kudu diganti
Dari
"duh gue butuh kerja nih karena duitnya gw butuh buat hidup"
Menjadi
"ini perusahaan tuh lagi butuh orang yang kayak gue, karena gue bisa kasih solusi buat masalah yang lagi dihadapi nih perusahaan"
Sehingga,
dengan mindset kayak gini, pembawaan elo juga akan beda ketika elo diinterview.
Elo akan gali masalah dari perusahaan yang mau hire elo.
kenapa sih nih perusahaan buka nih lowongan, emangnya lagi butuh apa? masalah apa yang lagi dihadapi sampe buka lowongan?
Dimana, elo akan jadi lebih aktif bertanya yang tentu saja akan menjadi kesempatan elo untuk
MEMBERIKAN SOLUSI dari segala pengalaman elo sebelumnya.
====
Jadi ketimbang
"whats in it for me?"
--> apa untungnya gue kerja disini yang membuat elo lebih fokus nanya segala benefit dan kompensasi,
elo akan lebih ke
"what can I do for you?"
--> apa yang bisa gue bantu di perusahaan ini.
====
Sangat wajar, kalau rata-rata orang itu hanya peduli pada dirinya sendiri, begitu juga dengan perusahaan yang interview elo.
kalau gak percaya, coba gw tanya neh ya,
ketika elo difoto bareng sama temen-temen lo dan elo pengen liat hasil fotonya, yang elo liat duluan wajahnya siapa? ya wajah lo kan wkwkwkwkwkwkw.
ketika elo lagi zoom video call sama orang laen, gw yakin mayoritas lebih fokus ngeliatin mukanya sendiri di monitor.
====
you only care about your self.
====
Inilah kenapa, ilmu dasar dari gimana elo bisa winning an argument itu adalah ketika elo fokus ke apa yang lawan elo pengen denger, ketimbang kekeuh mempertahankan opini elo yang berujung-ujung debat.
Karena gak ada satupun orang yang suka ketika pendapatnya di-rendahkan, apalagi dihina.
====
Misal anggap lah elo jualan produk merek B, terus pas nawarin temen lo, gak taunya temen lo dah pake produk merek A
terus temen lo bilang
"ih gue sih ogah pake produk B, dari dulu gw mah sukanya pake produk A, lebih murah dan kualitasnya juga okeh"
Bayangin kalo elo malah debat kekeh bilang produk yg elo jual lebih bagus --> malah jadi berantem wkwkwkwkw.
tapi kalau elo mencoba berada di pihak dia dulu, macem:
"oh elo ternyata demen produk A juga ya, gue juga punya loh produk A yang tipe varian ini, sampe sekarang masih gue pake, emang bagus kualitasnya"
nah dari sini temen lo yang tadinya udah mau berada di posisi defensive, jadi mulai lebih open.
minimal dia akan nanya
"lah kalau elo tau produk A bagus, napa elo sekarang malah jual produk B?"
baru deh elo bisa sebutin apa yg bikin elo lebih milih produk B, tanpa menjatuh²kan produk A.
"gw milih produk B karena lebih tahan banting aja kalau di gue, gue kan orangnya gak pinter ngerawat barang kali yah, selain itu secara kualitas juga menurut gw performanya lebih bla bla bla bla"
=====
Gak gampang nyari staff level manajerial yang juga pintar dalam communication skill seperti contoh diatas.
karena biasanya sesama manajer saling kekeh mempertahankan pendapat, terus debat, terus akhirnya ngalah.
nah yang ngalah ini, ketika plan yang dieksekusi bukanlah plan yang dia ajukan, ujung-ujungnya jadi cuek bebek..
kalo gagal ya toh salahnya die, kan itu rencananya die..
1 821
Saya sangat menikmati buku ini (Kreatif sampai mati). Isinya penuh dengan provokasi agar orang-orang mengikuti jalan kreatif, jalan paling orisinil, dan sisi paling menyenangkan dalam diri. Tidak semua orang memilih jalan kreatif sebab berani meninggalkan zona nyaman.
Namun mereka yang memilihnya sama paham kalau zona kreatif ibarat pulau indah yang menjadi tujuan semua orang. Di situ, ada diri yang serupa anak kecil sedang bermain dengan gembira.
1 821
MENCARI JALAN KREATIF
www.timur-angin.com
Di masa sekolah, dia tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Dia hanya mencoret-coret dari bangku belakang. Dia cuma tertarik pada dua pelajaran: kesenian dan jam kosong. Dia tenggelam dalam imajinasinya, lalu menuangkannya menjadi gambar, kartun, dan karikatur.
Bagi Wahyu Aditya, sekolah telah membunuh kreativitas. Sekolah membunuh imajinasinya. Sekolah tidak memberi ruang bagi jalan kreatif. Sekolah tidak menyediakan surga imajinasi bagi seseorang yang suka menggambar. Sekolah ibarat pabrik yang mengubah semua orang jadi satu warna.
Saat lulus sekolah, Wahyu berkelana sejauh-jauhnya demi mengikuti jalan kreatif. Di Jepang, dia tercengang. Di mana-mana, dia melihat karakter kartun dan animasi. Orang Jepang menyebutnya manga. Bahkan orang Jepang menjadikan Osamo Tezuka menjadi pahlawan. Osamu Tezuka adalah sosok yang melahirkan karakter Astro Boy, Buddha, dan Kimba the White Lion.
Di Inggris, dia melihat berbagai bangunan kreatif. Ada bangunan yang bentuknya seperti terong. Dia membayangkan kenapa kita tidak membuat bangunan yang bentuknya seperti petai. Dia sempat terheran-heran ketika melihat pergantian shift jaga di istana dikemas menjadi tontonan wisata.
Wahyu adalah tipe pembelajar yang tak pernah puas. Dia terus-menerus menantang dirinya. Mulanya dia hanya membuat komik tentang teman sekelasnya. Dia lalu menekuni animasi dan berbagai produk kreatif. Coretan- coretannya menjadi animasi untuk video klip lagu Bayangkanlah dari Padi.
Dia berani berpikir dari sisi berbeda. Dia menggambar ulang karakter Gatot Kaca dan laris manis saat dicetak di kaos. Dia membuat brand nasionalisme untuk produk kaos. Di antaranya penari Bali yang digambar seperti kartun ala Jepang, yang matanya besar. Dia memasarkan desain kaos bertemakan nasionalisme hingga ke mancanegara.
Tak berhenti di situ, dia membuat kelas-kelas pelatihan animasi yang menjadi wadah belajar para pembuat animasi. Dia menularkan virus kreativitas yakni melihat sesuatu dari sisi berbeda. Dia ingin orang-orang kembali menjadi anak kecil yang bebas prasangka, penuh imajinasi, serta melahirkan banyak karya.
Dia juga membuat HelloFest, festival yang menghadirkan banyak massa dengan berbagai kostum unik ala kartun atau animasi. HelloFest menjadi festival cosplay terbesar di dunia dan dikunjungi hingga puluhan ribu orang. Berbagai sponsor besar masuk dan mendanai program HelloFest.
Dalam buku berjudul Sila Ke-6 Kreatif Sampai Mati, dia memaparkan banyak kiat untuk menjadi orang kreatif. Di antaranya adalah lakukan hal spontan. Sering-sering melakukan hal spontan, saat imajinasi sedang bersarang.
Dia mencontohkan, saat ramai kasus Prita yang diperlakukan tidak adil oleh RS Omni, dia menggambar karikatur Prita yang langsung viral. Desainnya dipakai di mana-mana. Rumus spontanitas dipakainya saat mengambar desain untuk laptop Lenovo.
Dia lalu iseng membuat Kementerian Desain Republik Indonesia. Dia heran kenapa logo pemerintah selalu padi dan kapas. Dia menggambar ulang banyak logo, lalu membagikannya secara gratis di blog yang dikelolanya. Dia membuat branding dirinya melalui blog.
Dia pun membuat desain jas almamater sebab dilihatnya terlalu formal dan kaku. Saat dia menjadi bapak, dia membuat komik untuk anaknya, yang dicetak besar- besaran oleh satu penerbit besar.
Mantra lain darinya adalah “bagaimana kalau.” Dia membuat banyak angan-angan dan membuat peta jalan. Misalnya, bagaimana jika dia membuat proyek yang susah digapai,misalnya membuat klip album Padi. Dia iseng membuat rancangan desain yang dikirim ke Padi, dan ternyata mendapat respon positif. Klip lagu Bayangkanlah mendapatkan banyak anugerah video musik.
Mantra lainnya adalah berani rangkul keterbatasan. Dia memberi contoh pengalamannya membuat animasi dengan bahan-bahan sederhana, yang kemudian menang festival di tingkat internasional. Dia juga mengutip banyak contoh. Baginya, yang terpenting bukan seberapa canggih satu desain dikemas, tapi seberapa orisinil dan kreatif di tengah keterbatasan.
¡Ya disponible! Investigación de Telegram 2025 — los principales insights del año 
