es
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Ir al canal en Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Mostrar más
1 854
Suscriptores
Sin datos24 horas
-17 días
+330 días
Archivo de publicaciones
Oleh: Suluksalik Seringkali manusia mudah melupakan penopang yang pernah menolongnya di masa sulit. Kutipan ini menyindir rea
Oleh: Suluksalik Seringkali manusia mudah melupakan penopang yang pernah menolongnya di masa sulit. Kutipan ini menyindir realitas itu: “Pada hari seorang buta bisa melihat, hal pertama yang ia buang adalah tongkat yang telah membantunya seumur hidup.” Ia menggambarkan sifat manusia yang kerap meninggalkan orang, alat, atau keadaan yang dulu sangat berjasa, begitu mereka merasa sudah “cukup kuat” dan tak lagi membutuhkannya. Tongkat dalam kutipan ini adalah simbol dari segala bentuk pertolongan: sahabat yang menemani di masa kelam, orang tua yang berkorban tanpa pamrih, bahkan pengalaman pahit yang membentuk keteguhan hati. Namun saat keadaan membaik, sering kali semua itu dianggap tidak penting lagi. Di sinilah letak kelemahan manusia: mudah terjebak pada lupa, bahkan kadang berubah menjadi sombong. Pesan moralnya jelas: jangan pernah menyepelekan hal-hal atau orang-orang yang dulu menopang langkah kita. Rasa syukur sejati adalah ketika kita tidak melupakan akar yang pernah memberi kita kekuatan, meski kini kita merasa sudah bisa “melihat” atau berjalan sendiri. Ingatlah, tanpa tongkat itu, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada titik ini. #INISIATIF

NYALAKAN SEMANGAT INISIATIF DI PALEMBANG 🔥 Walau belum meraih medali, semangat dan dedikasi kalian udah cukup jadi inspirasi
NYALAKAN SEMANGAT INISIATIF DI PALEMBANG 🔥 Walau belum meraih medali, semangat dan dedikasi kalian udah cukup jadi inspirasi buat seluruh pegawai. Karena sejatinya, kebanggaan nggak selalu berbentuk piala, tapi dalam usaha tanpa henti untuk membawa nama baik organisasi tercinta 🇮🇩🔥 Saksikan full videonya https://www.instagram.com/reel/DPvrxyGCeaG/?igsh=cHdkNGwwdDZwc2oy #LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN

photo content
+1

photo content
+1

photo content

photo content

SI PALING JITU 👑 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Irak di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Terdapat 3
SI PALING JITU 👑 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Irak di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Terdapat 3 orang Sobat ATE TERBAIK yang berhasil nebak 2 opsi polling dengan tepat! Selamat kepada: 1. Kk Anggrawati Yulita Nugraheni @anggrawati_yn (Kabag PKP KC Mojokerto) 2. Kk Hafid Mahesa Romulo @Snelll (Staf SDM dan Umum KC Sampit) 3. Kk Sucipto Asika @suciptoasika (Staf Administrasi Kepesertaan KC Parepare) Terima kasih atas support dan kebersamaan seluruh Sobat ATE, sampai bertemu di TTS selanjutnya 🇲🇨 #TebakTebakSeru

KITA TIDAK SEDANG BERLOMBA DENGAN SIAPA-SIAPA 💯 Oleh: Budiman Hakim Seorang teman lama baru saja membuka cabang usaha baru.
KITA TIDAK SEDANG BERLOMBA DENGAN SIAPA-SIAPA 💯 Oleh: Budiman Hakim Seorang teman lama baru saja membuka cabang usaha baru. Kantornya gede, timnya banyak, senyumnya lebar. Ia memposting kantor barunya di daerah elite, Sudirman dengan caption singkat, “Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil.” Saya tersenyum. Turut berbahagia untuknya. Tapi di dalam diri, ada sesuatu yang bergerak pelan. Entah apa, rasanya seperti kalah. Di hari lainnya, saya melihat berita tentang seorang teman SMA. Dulu ia anak yg pendiam. Culun. Bahkan sering dibully karena tubuhnya pendek. Sekarang ia bergaya lincah di panggung. Sinar lampu menyorot ke arahnya yang sedang memainkan gitar melodi. Di bawah panggung, ratusan fans histeris melihat penampilannya. Saya bangga, tapi lagi-lagi ada rasa aneh yang sulit dijelaskan. Malamnya, saya membuka TikTok. Muncul wajah yg saya kenal. Teman kuliah yang dulu cemen. Jarang bicara. Bahkan sering salah tingkah kalau disuruh presentasi. Kini videonya di Youtube selalu viral. Setiap kontennya di TikTok selalu FYP. Disukai jutaan orang, dan jadi talk of the town. Dan di tengah kekaguman itu, saya kembali mendengar suara kecil di kepala saya sendiri, “Kenapa bukan saya yang berada di sana?” Seperti biasa, otak saya traveling. Berpikir dan menganalisis. Sampai akhirnya memahami, mungkin saya terlalu sering melihat ke ke kanan dan ke kiri. Terlalu sibuk menilai seberapa jauh orang lain berlari, sampai lupa memperhatikan langkah saya sendiri. Hidup bukan lintasan lomba dengan satu garis finish. Hidup adalah perjalanan panjang yang setiap orang jalani dengan ritme berbeda. Ada yang start lebih awal, ada yang belok ke jalur lain, ada juga yang harus berhenti sejenak untuk memperbaiki napasnya. Dan itu sah. Semuanya valid. Secara neurosains, rasa iri itu wajar. Otak manusia dirancang dengan sistem penghargaan yang disebut reward system. Di pusatnya, ada bagian kecil bernama nucleus accumbens yang bereaksi setiap kali kita merasa menang atau kalah. Saat melihat orang lain sukses, bagian itu aktif, lalu otak melepaskan kortisol, hormon stres yang membuat kita merasa tertinggal. Masalahnya, otak tidak tahu bahwa kita tidak sedang bertanding. Ia hanya mengenali dua sinyal: menang atau kalah. Kita juga punya mirror neuron, sel saraf yang membuat kita mudah meniru dan berempati. Fungsinya luar biasa untuk belajar, tapi ada sisi lain yang sering menjebak. Saat kita melihat orang lain berhasil, neuron ini ikut menyalakan rasa seolah kita sedang dibandingkan, padahal tidak ada yang membandingkan kita, kecuali diri sendiri. Saya mulai memahami bahwa perasaan iri bukan tanda bahwa saya buruk. Itu hanya alarm dari otak yang bilang saya sedang kehilangan fokus. Bahwa saya sedang menatap keluar, padahal seharusnya melihat ke dalam. Sejak itu, setiap kali melihat keberhasilan orang lain, saya belajar untuk mengubah arah pertanyaan. Dulu saya selalu bertanya, “Kenapa bukan saya?” Sekarang saya bertanya, “Apa yang bisa saya pelajari dari dia?” Dan setiap kali pertanyaan itu muncul, hati saya jadi lebih tenang. Saya mulai bisa menghargai perjalanan sendiri, sekecil apa pun kemajuannya. Kalau hari ini saya bisa sedikit lebih sabar daripada kemarin, sedikit lebih bijak menghadapi masalah, atau sedikit lebih berani mencoba hal baru, berarti saya sedang menang. Mungkin kemenangan itu tidak terlihat di mata siapa pun, tapi saya tahu betul rasanya. Rasa tenang yang muncul tanpa alasan. Rasa cukup yang tidak bergantung pada perbandingan. Saya akhirnya mengerti bahwa hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat, paling kaya, atau paling terkenal. Hidup adalah tentang siapa yang paling sadar akan langkahnya sendiri. Dan di titik itu saya berhenti berlari mengejar orang lain. Saya berlari bersama diri saya, versi yang dulu takut, canggung, dan sering merasa kalah. Saya menepuk bahu pelan dan berkata, “Kita sudah lebih baik hari ini.” Kalimat itu sederhana, tapi setiap kali saya mengucapkannya, saya tahu saya sudah menang. Bukan di panggung dunia, tapi di panggung yang paling jujur, di dalam diri saya sendiri. #INISIATIF

Data Statistik Pertandingan
Data Statistik Pertandingan

SI PALING JITU 👑 Perjalanan panjang dan penuh kebanggaan tim nasional Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 secara
SI PALING JITU 👑
Perjalanan panjang dan penuh kebanggaan tim nasional Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 secara resmi harus berakhir. Mimpi seluruh bangsa untuk bisa melihat Skuad Garuda berlaga di panggung termegah di Amerika Utara tahun depan harus terkubur. Pukulan telak yang mengakhiri mimpi tersebut datang dalam pertandingan terakhir putaran keempat kualifikasi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Dalam sebuah laga yang sangat menentukan, tim asuhan Patrick Kluivert harus menelan kekalahan tipis yang sangat menyakitkan dengan skor 1-0 dari rival kuat mereka, Irak. Pertandingan yang berstatus "menang atau pulang" ini menjadi perhentian terakhir bagi Indonesia. Dengan kekalahan ini, mereka gagal mengamankan satu-satunya tiket play-off yang diperebutkan di Grup B, mengakhiri sebuah kampanye kualifikasi yang sebenarnya sangat mengesankan.
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Irak menang dengan skor 1-0 dan - Timnas Indonesia Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Minggu, 12 Okt 2025 (hari ini) maks pukul 17.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas

Panggilan Terakhir untuk Pendaftar COC BPJS Kesehatan 2025, terpantau sudah ada 375 partisipan dari Sabang sd Merauke 🇲🇨
Panggilan Terakhir untuk Pendaftar COC BPJS Kesehatan 2025, terpantau sudah ada 375 partisipan dari Sabang sd Merauke 🇲🇨

izin
izin

THE ONE AND ONLY 🎯 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Arab saudi di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Lag
THE ONE AND ONLY 🎯 Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Arab saudi di grup Telegram ATE udah ketok palu. Dan… hasilnya? Lagi-lagi mencengangkan! Hanya ada 1 orang TERBAIK yang berhasil nebak 2 opsi polling dengan tepat! Lagi-lagi, ini sih bukan sekadar faktor hoki saja, tapi instingnya memang terbukti luar biasa. Selamat kepada Kk Abdul Hakim @shortrips (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Muara Teweh) 😎 Terima kasih atas support dan kebersamaan seluruh Sobat ATE, sampai bertemu di TTS selanjutnya 🇲🇨 #TebakTebakSeru

Pernah kebayang gak kalau kamu jadi petugas telekolekting BPJS Kesehatan? 🎧 Respect buat kalian, para pahlawan di balik head
Pernah kebayang gak kalau kamu jadi petugas telekolekting BPJS Kesehatan? 🎧 Respect buat kalian, para pahlawan di balik headset! 🙌 Cek cerita lengkapnya di sini https://www.instagram.com/p/DPnQlUsiTFn/?igsh=enpsZHZmazJvZWNp #LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN

Oleh: Dedi Priadi Hidup adalah permainan catur yang rumit. Terkadang, kita membuat langkah yang salah, langkah yang buruk, da
Oleh: Dedi Priadi Hidup adalah permainan catur yang rumit. Terkadang, kita membuat langkah yang salah, langkah yang buruk, dan langkah-langkah itu menghantui kita. Kita merasa terjebak dalam penyesalan atas kesalahan masa lalu. Namun, pesan dari gambar ini sangat jelas: langkah kita berikutnya jauh lebih penting. Masa lalu adalah bidak yang sudah dimainkan, tidak dapat diubah lagi. Yang bisa kita kendalikan hanyalah langkah selanjutnya. Mungkin kita pernah gagal dalam pekerjaan, membuat keputusan yang buruk, atau menyakiti orang terdekat. Fokus pada kesalahan-kesalahan itu hanya akan melumpuhkan kita, membuat kita tidak bisa bergerak maju. Seperti bidak yang membeku, kita kehilangan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Fokus pada masa depan bukan berarti mengabaikan masa lalu. Sebaliknya, kita belajar darinya. Gunakan kesalahanmu sebagai informasi, bukan sebagai beban yang berat. Ambil hikmahnya, lalu alihkan perhatian kita untuk membuat keputusan yang lebih bijak, lebih berani, dan lebih baik. Setiap langkah kecil yang kita ambil adalah perbaikan untuk hari esok. Prosesnya adalah tentang keberanian untuk bangkit, membuat pergerakan baru, dan membangun kembali posisimu di "papan kehidupan" ini. Perlahan ubah kekalahan itu menjadi kemenangan. Karena hidup bukan tentang seberapa sering kita jatuh, melainkan seberapa cepat kita bangkit dan bermain lagi. Kita selalu punya kesempatan untuk melakukan langkah terbaik kita. #INISIATIF #TGIF

🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩 Apakah Timnas Indonesia masih bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 usai kalah 2-3 dari Arab Sau
🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩
Apakah Timnas Indonesia masih bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 usai kalah 2-3 dari Arab Saudi? Garuda masih memiliki peluang menjadi juara Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, meski kalah 2-3 pada matchday 1 Kamis (9/10/2025), dini hari. Timnas Indonesia masih bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 tanpa melalui play off. Namun, syarat yang harus dipenuhi cukup berat. Jay Idzes dan kawan-kawan harus menang dengan selisih lebih dari 1 gol melawan Irak, sementara di laga pemungkas Irak mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis. Target realistis bagi Timnas Indonesia di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia adalah finis di peringkat 2 klasemen Grup B. Jika berada di peringkat 2, Garuda bakal melaju ke babak play off dan menghadapi runner up Grup A pada bulan November 2025. Apa pun target yang dikejar Timnas Indonesia saat ini, mereka harus menang atas Irak di matchday 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Duel Indonesia vs Irak akan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 02.00 WIB.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 20.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFDukungTimnas

SI PALING JITU 👑 Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Arab Saudi dengan skor 2-3 pada Laga pekan pertama Grup B pu
SI PALING JITU 👑
Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Arab Saudi dengan skor 2-3 pada Laga pekan pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang tersaji di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia menjadi juru kunci klasemen sementara Grup B dengan 0 poin, sedangkan Arab Saudi di posisi teratas dengan tiga poin. Pada pekan selanjutnya, Timnas Indonesia menghadapi Irak pada Minggu (12/10/2025). Terus berjuang Garuda 🇮🇩
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Arab Saudi menang selain opsi skor di atas dan - Titik Putih (Penalti) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis, 9 Okt 2025 (hari ini) maks pukul 14.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas

THE SNOWBALL SYSTEM 🔥 Oleh: Dedi Priadi Kita sering terjebak dalam mitos bahwa kesuksesan besar hanya datang dari lompatan r
THE SNOWBALL SYSTEM 🔥 Oleh: Dedi Priadi Kita sering terjebak dalam mitos bahwa kesuksesan besar hanya datang dari lompatan raksasa atau bakat luar biasa. Namun, rasionalitas mengajarkan kita prinsip kebergandaan (𝘱𝘳𝘪𝘯𝘤𝘪𝘱𝘭𝘦 𝘰𝘧 𝘮𝘶𝘭𝘵𝘪𝘱𝘭𝘪𝘤𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯): bahwa dampak terbesar justru lahir dari akumulasi tindakan kecil yang diulang secara konsisten. Inilah pelajaran tentang 𝘮𝘰𝘮𝘦𝘯𝘵𝘶𝘮—bahwa setiap langkah kecil, meskipun terasa tidak signifikan saat ini, sebenarnya adalah investasi yang mengubah 𝘪𝘯𝘦𝘳𝘴𝘪𝘢 menjadi kekuatan yang tak terhentikan di masa depan. Kita harus mulai menghargai ketekunan harian (𝘥𝘢𝘪𝘭𝘺 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘵𝘦𝘯𝘤𝘦) di atas letupan semangat sesekali. Semuanya dimulai dengan Tahap 1: Dorongan (Memulai Dari Hal Kecil). Pikirkan: satu halaman buku yang dibaca, sepuluh menit jalan pagi, atau membereskan satu sudut meja. Mulailah dengan tindakan yang begitu kecil sehingga terasa mustahil untuk gagal. Dorongan awal ini adalah tentang mengatasi inersia dan menciptakan gerakan pertama yang sangat kecil. Selanjutnya, Anda memasuki Tahap 2: Mulai Menggelinding (Membangun Konsistensi). Perkembangan diri adalah kebiasaan, dan setiap pencapaian kecil berturut-turut membuat yang berikutnya lebih mudah. Kepercayaan diri Anda tumbuh, disiplin Anda terasah, dan bola salju keterampilan Anda mulai mengumpulkan 𝘮𝘢𝘴𝘴𝘢 awalnya. Konsistensi adalah mesin senyap dari semua perubahan besar. Kemudian datang Tahap 3: Mengumpulkan Massa (Pertumbuhan Berlipat Ganda). Tindakan kecil mulai menumpuk. Pengetahuan mulai terserap mendalam. Kemampuan Anda semakin terasah, dan apa yang Anda kerjakan dengan tenang mulai menghasilkan hasil yang nyata. Ini adalah tahap ajaib di mana upaya Anda diperkuat, berkat kekuatan pertumbuhan majemuk (𝘤𝘰𝘮𝘱𝘰𝘶𝘯𝘥 𝘨𝘳𝘰𝘸𝘵𝘩). Akhirnya, Anda mencapai Tahap 4: Kekuatan Tak Terhentikan (Dampak Eksponensial). Keahlian Anda mulai diakui. Peluang baru menemukan Anda. Kemenangan masa lalu menciptakan kemampuan masa depan, dan kesuksesan menjadi tak terhindarkan. Bola salju (𝘴𝘯𝘰𝘸𝘣𝘢𝘭𝘭) diri Anda sekarang menjadi longsoran pencapaian, sebuah bukti dari kekuatan tindakan terfokus yang gigih. Ilmu pengetahuan mengkonfirmasi hal ini: kemenangan kecil memicu pelepasan dopamin, mendorong lebih banyak tindakan. Kemajuan, bukan tuntutan kesempurnaan, adalah apa yang benar-benar membuat kita terus maju. Setiap kemenangan kecil memperkuat keyakinan bahwa Anda mampu melakukan pekerjaan itu. Sistem ini sangat mudah untuk dimulai: Pilih satu kebiasaan baru (misalnya, belajar bahasa asing). Lakukan setiap hari selama lima hari berturut-turut. Rayakan penyelesaian Anda, dan lacak upaya mingguan Anda. Jangan ukur keberhasilan dengan hasil akhir yang besar; ukur tindakan harian Anda, karena tindakan Anda adalah benih nyata kesuksesan diri. Jangan pernah meremehkan kekuatan satu dorongan kecil yang terarah dengan baik. Kesuksesan masa depan Anda tidak menunggu keajaiban atau bakat tiba-tiba; ia menunggu tindakan kecil Anda berikutnya yang disengaja. Pergilah ciptakan gulungan pertama itu, karena momentum akan membuat kemauan menjadi usang, dan kesuksesan Anda tak terhindarkan! "𝘈𝘮𝘢𝘭 (𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯) 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘰𝘯𝘴𝘪𝘴𝘵𝘦𝘯 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵.” #INISIATIF

Live report Tim Ganda Eksekutif Tenis Meja BPJS Kesehatan berhasil menang 🇮🇩🏆 Update terus di sini: https://www.instagram.
Live report Tim Ganda Eksekutif Tenis Meja BPJS Kesehatan berhasil menang 🇮🇩🏆 Update terus di sini: https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=MWtwYWo4NXA3YjY1

SATU NEGARA, BERJUTA DOA 🇮🇩 286.693.693 jiwa. Enam agama. Satu tekad. Berbeda keyakinan, bersatu dalam harapan yang sama. D
SATU NEGARA, BERJUTA DOA 🇮🇩 286.693.693 jiwa. Enam agama. Satu tekad. Berbeda keyakinan, bersatu dalam harapan yang sama. Doa mengalir dari segala penjuru negeri dan dunia, untuk satu mimpi besar : 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐤𝐞 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟔. Kami satu, karena kami Indonesia 🔥 #INISIATIFDukungTimnas