Steptrader
Ir al canal en Telegram
Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!) SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI (DO YOUR OWN RESEARCH) Join Grup Priority : +628123543925
Mostrar más2 856
Suscriptores
-324 horas
-67 días
-2430 días
Archivo de publicaciones
2 856
🔹KLBF tes resistance level 780
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, KLBF berpeluang membentuk pola cup with handle, sehingga berpotensi rally menuju arah 935, dengan arah minor 850.
🔹Namun jika gagal breakout 780 dan kembali bergerak turun, maka KLBF akan kembali melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
2 856
*🇮🇩 CGS Flash: MBG Budget Cut*
The reduction for free meal program to Rp228tr is not new, but *49mn beneficiaries vs current 62.5mn is.*
We have been expecting stalling number of beneficiary with potential reduction going fwd.
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesia-weighs-2-billion-cut-prabowos-signature-free-meals-programme-2026-06-25/
2 856
*EVALUASI INDEKS INFOBANK15, PEFINDO I-GRADE, PRIMBANK10, IHSG, DAN SEKTOR*
(Periode Efektif 1 Juli 2026 - 30 Desember 2026)
*INDEKS INFOBANK15*
*Baru :* BBYB
*Keluar :* AGRO
*INDEKS PEFINDO I-GRADE*
*Baru :* BBTN, ENRG, RATU
*Keluar :* DSSA, SGRO, TOBA
*INDEKS PRIMBANK10*
*Baru :* BJBR
*Keluar :* BTPN
*INDEKS ENERGI (IDXENERGY)*
(Periode Efektif 1 Juli 2026 - 30 Juni 2027)
*Baru :* -
*Keluar :* HRUM
*INDEKS BASIC (IDXBASIC)*
(Periode Efektif 1 Juli 2026 - 30 Juni 2027)
*Baru :* HRUM
*Keluar :* -
*INDEKS CYCLIC (IDXCYCLIC)*
(Periode Efektif 1 Juli 2026 - 30 Juni 2027)
*Baru :* -
*Keluar :* ARGO
*INDEKS PROPERTI (IDXPROPERT)*
(Periode Efektif 1 Juli 2026 - 30 Juni 2027)
*Baru :* ARGO
*Keluar :* -
*(Listri, Source : IDX)*
2 856
*Saham Asia Melesat, Optimisme AI dan Pelemahan Harga Minyak Jadi Katalis*
Pasar saham Asia menguat tajam Kamis (25/6) usai proyeksi pendapatan Micron Technology melampaui ekspektasi, membangkitkan optimisme tema investasi AI. Kontrak berjangka Nasdaq 100 melonjak hampir 2%, Kospi Korea Selatan melesat ~5%.
Saham Micron naik ~15% berkat kinerja dan proyeksi penjualan jauh di atas perkiraan pasar, memperkuat keyakinan investor atas tren belanja pusat data dan permintaan chip AI. SK Hynix ikut melonjak hingga 11% menyusul rencana pencatatan saham di AS dengan valuasi hingga ~US$29 miliar.
Harga minyak Brent turun di bawah US$74/barel di tengah tanda pemulihan pasokan global pasca-kemajuan perdamaian AS-Iran, meredakan kekhawatiran inflasi. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun tajam, tenor 30 tahun menyentuh level terendah sejak April—investor kini menanti data inflasi PCE.
Persaingan talenta AI juga menghangat: dua peneliti senior Google dilaporkan bergabung dengan Anthropic, sementara OpenAI memperkenalkan chip AI perdananya hasil kolaborasi dengan Broadcom.
Sumber: Bloomberg
2 856
*Brent Oil Kembali ke Level Pra-Perang Hormuz*
Harga minyak Brent menghapus seluruh kenaikan yang terjadi selama perang Iran setelah arus pasokan melalui Selat Hormuz kembali normal menyusul kemajuan dalam perundingan damai AS–Iran. Patokan global itu turun di bawah US$72,48 per barel, level penutupan sebelum konflik, sementara West Texas Intermediate mendekati US$69.
Pasar kini dibanjiri penawaran dari produsen Timur Tengah dan Afrika, mendorong harga fisik turun dan mengubah struktur *prompt spread* Brent menjadi contango untuk pertama kalinya sejak perang dimulai. Dated Brent, yang sempat menembus rekor US$140 per barel, kini juga terkoreksi tajam.
Optimisme atas kesepakatan damai mendorong kapal tanker kembali melintas dengan sinyal satelit aktif, menandai berakhirnya blokade. Presiden Donald Trump menyebut Iran “membuat konsesi besar” dalam perundingan. Namun, isu nuklir dan konflik Lebanon masih menjadi hambatan.
Ketersediaan pasokan tambahan juga diperkuat oleh pemberian izin sementara AS untuk pembelian minyak Iran yang sudah dimuat, meski kendala pembiayaan dan asuransi tetap membatasi penjualan. Di sisi lain, penurunan harga terjadi dengan mengorbankan persediaan global: stok di Cushing, Oklahoma, jatuh ke sekitar 19 juta barel, di bawah ambang operasional.
**Sumber: Bloomberg, 25 Juni 2026*
2 856
*KEPUTUSAN MSCI: Indonesia Mempertahankan Status Emerging Market — Tetapi Tetap dalam Batas Waktu*
Hasilnya berada tepat pada skenario "tidak ada kejadian dengan batas waktu" — Indonesia mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market, tetapi penangguhan ini bersyarat.
*Hasil Inti: Status Pasar Berkembang Dipertahankan, Tidak Ada Penurunan Peringkat*
- Indonesia tidak diturunkan peringkatnya menjadi Pasar Perbatasan.
- MSCI mengakui reformasi transparansi baru-baru ini yang diumumkan oleh OJK, IDX, dan KSEI — termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, kerangka kerja Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan untuk meningkatkan minimum free float menjadi 15%.
- Ini merupakan pengakuan bahwa Indonesia bergerak ke arah yang benar.
*November 2026 Adalah Batas Waktu Sebenarnya*
MSCI menyatakan bahwa yang terpenting adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini — dan jika kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, mereka akan mempertimbangkan berbagai opsi, berpotensi termasuk konsultasi tentang pengklasifikasian ulang Indonesia dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan.
*Secara sederhana:* ancaman penurunan peringkat perbatasan belum dihilangkan — *hanya ditunda hingga November*. Indonesia memiliki waktu sekitar lima bulan untuk membuktikan bahwa reformasinya berhasil dalam praktik, bukan hanya di atas kertas
https://www.msci.com/indexes/index-resources/index-announcements
Disclaimer ON
2 856
*MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market*
* MSCI resmi mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada MSCI 2026 Market Classification Review.
* MSCI menyoroti tantangan terkait transparansi kepemilikan saham, perhitungan free float, dan indikasi perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.
* MSCI mengapresiasi langkah reformasi yang dilakukan regulator, termasuk peningkatan transparansi pemegang saham, pengawasan High Shareholding Concentration (HSC), dan rencana kenaikan minimum free float menjadi 15%.
* MSCI akan terus memantau implementasi reformasi tersebut dan menjadikan November 2026 sebagai periode evaluasi berikutnya.
*Disclaimer On*
2 856
🔹ASSA akan menguji area resistance level 680
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, ASSA berpeluang membentuk pola inverted head & shoulder pattern, sehingga berpotensi rally menuju arah 855.
🔹Namun jika gagal breakout 680 dan kembali turun di bawah 625, maka ASSA akan membatalkan terbentuknya pola inverted head & shoulder tersebut dan akan kembali berkonsolidasi.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
2 856
✅ Saham dengan struktur kepemilikan yang masih menjadi perhatian MSCI (Highly Concentrated Shareholding/HCS) tetap perlu dipantau karena berpotensi menghadapi evaluasi lanjutan pada review berikutnya.
---
Disclaimer On
2 856
‼️ REMINDER: Pengumuman MSCI Annual Market Classification Review – 24 Juni 2026
Timeline Perkembangan MSCI Indonesia
🔹 Januari 2026
MSCI membekukan implementasi perubahan indeks untuk sejumlah saham Indonesia setelah muncul perhatian terkait transparansi free float, konsentrasi kepemilikan, dan kualitas informasi pasar.
🔹 April 2026
MSCI memperpanjang status pembekuan (freeze) hingga Juni 2026. Pasca pengumuman tersebut, sejumlah saham yang terdampak seperti BREN dan DSSA mengalami tekanan harga yang signifikan.
🔹 12 Mei 2026
MSCI mengumumkan hasil Semi-Annual Index Review (SAIR). Saham AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index akibat perubahan metodologi dan penilaian terkait ukuran, likuiditas, serta faktor aksesibilitas pasar.
🔹 1 Juni 2026
Perubahan indeks mulai berlaku efektif. Berdasarkan estimasi berbagai broker dan penyedia data indeks, terjadi arus keluar dana pasif yang signifikan pada saham-saham yang terdampak rebalancing.
🔹 19 Juni 2026
MSCI merilis Global Market Accessibility Review 2026. Indonesia tetap berada pada kategori Emerging Market dengan 17 dari 18 indikator aksesibilitas pasar berada pada status positif. Satu indikator, yaitu Information Flow, mengalami penurunan penilaian.
🔹 24 Juni 2026 (03.30 WIB)
MSCI akan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review 2026, termasuk evaluasi status Emerging Market Indonesia dan perkembangan terkait pembekuan (freeze) yang masih berlangsung.
---
Apa yang Ditunggu Pasar?
Terdapat dua aspek utama yang menjadi perhatian investor:
1. Apakah Indonesia tetap dipertahankan sebagai Emerging Market (EM).
2. Apakah MSCI mencabut status freeze yang saat ini masih berlaku terhadap implementasi perubahan indeks Indonesia.
Berdasarkan metodologi MSCI, risiko Indonesia turun langsung menjadi Frontier Market dinilai rendah karena Indonesia masih memiliki jumlah saham yang memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas jauh di atas ambang minimum yang ditetapkan MSCI.
Selain itu, hasil Global Market Accessibility Review yang dirilis 19 Juni 2026 menunjukkan mayoritas indikator aksesibilitas pasar Indonesia masih berada dalam kategori positif.
---
Tiga Skenario MSCI 24 Juni 2026
1️⃣ Skenario Positif
Probabilitas: Moderat
- Indonesia tetap berstatus Emerging Market.
- MSCI mencabut status freeze.
- Kepastian regulasi dan metodologi indeks meningkat.
- Berpotensi mendorong peningkatan minat investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.
Implikasi Pasar
- Sentimen pasar berpotensi membaik.
- Saham perbankan besar, consumer, dan saham-saham berlikuiditas tinggi berpotensi menjadi penerima manfaat utama.
---
2️⃣ Skenario Dasar (Base Case)
Probabilitas: Tinggi
- Indonesia tetap berstatus Emerging Market.
- Freeze tetap berlanjut atau MSCI masih memberikan sejumlah persyaratan tambahan.
- Ketidakpastian berkurang, namun belum sepenuhnya hilang.
Implikasi Pasar
- Pemulihan sentimen berpotensi berlangsung lebih bertahap.
- Fokus investor tetap pada emiten dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan valuasi yang menarik.
---
3️⃣ Skenario Negatif
Probabilitas: Rendah
- Indonesia masuk daftar pemantauan untuk potensi penurunan klasifikasi di masa depan.
- Muncul kekhawatiran terhadap potensi arus keluar dana pasif global.
Implikasi Pasar
- Berpotensi memicu volatilitas jangka pendek.
- Namun hingga saat ini belum terdapat indikasi kuat yang mengarah pada perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
---
Key Takeaways
✅ Penghapusan sejumlah emiten dari indeks MSCI pada Mei 2026 lebih berkaitan dengan penyesuaian metodologi indeks, faktor likuiditas, free float, dan aksesibilitas pasar dibandingkan perubahan fundamental bisnis.
✅ Beberapa emiten yang terdampak rebalancing masih mencatatkan kinerja operasional dan prospek bisnis yang relatif solid.
✅ Sektor yang secara historis menjadi fokus investor asing ketika terjadi perbaikan sentimen pasar Indonesia meliputi perbankan, consumer, komoditas, dan emiten dengan likuiditas tinggi.
2 856
🔹INDY akan menguji area resistance level 2520
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, INDY berpeluang membentuk pola inverted head & shoulder pattern, sehingga berpotensi rally menuju arah 3300.
🔹Namun jika gagal breakout 2520 dan kembali turun di bawah 2200, maka INDY akan membatalkan terbentuknya pola inverted head & shoulder tersebut dan akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
2 856
Valuasi IHSG murah, tapi market masih menunggu trigger besar yaitu pengumuman Annual Market Classification Review dari MSCI pada tanggal 24 Juni 20206 subuh waktu Indonesia.
2 856
The JCI has rebounded 16.4% in the past week — but only after dropping 38.2% year-to-date at its lowest, which exceeded even the Covid selloff of -37%. This was the worst Indonesian market crash since the 2008 GFC (-55% at its trough)
It was a perfect storm, driven by four forces:
1. MSCI's January frontier downgrade warning,
2. Fitch and Moody's negative sovereign outlook cuts,
3. The Middle East oil spike (Brent peaked at $118 vs. the budget assumption of $70), and
4. Policy concerns around DSI and the miner gross-split.
The result is steep derating: *JCI now trades at 9.8x P/E and 1.6x P/B* — versus its 10-year averages of 16.7x and 2.2x. It also trails regional peers: India 19.6x, Thailand 16.1x, Malaysia 14.9x, China 14.6x. Despite everything, JCI earnings are *projected to grow 10% (IPS) / 8% (consensus) for FY26* — with Q1 already at +9% year-on-year. Compare that to regional peers: India -1%, Thailand +2%, Malaysia +3%, China +8%. *Indonesia is simultaneously the cheapest and among the fastest-growing in earnings terms*. That combination is rare and, historically, powerful for reversals.
*Disclaimer On*
IPOT
2 856
BEI Tanggapi MSCI 2026, Siap Perkuat Transparansi dan Reformasi Pasar Modal
https://amp.kontan.co.id/news/bei-tanggapi-msci-2026-siap-perkuat-transparansi-dan-reformasi-pasar-modal
2 856
BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI Pekan Depan, Bahas Apa?
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melakukan komunikasi dan klarifikasi dengan MSCI menyusul sejumlah catatan yang disampaikan lembaga penyedia indeks global tersebut dalam MSCI Global Market Accessibility Review 2026.
Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan pertemuan lanjutan akan dimanfaatkan untuk mengklarifikasi sejumlah poin yang masih menjadi perhatian MSCI, termasuk terkait ketersediaan informasi dalam Bahasa Inggris.
https://stockwatch.id/bei-gelar-pertemuan-dengan-msci-pekan-depan-bahas-apa/
