ch
Feedback
Steptrader

Steptrader

前往频道在 Telegram

Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!) SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI (DO YOUR OWN RESEARCH) Join Grup Priority : +628123543925

显示更多
2 857
订阅者
无数据24 小时
-47
-2030
帖子存档
*Brent Oil Kembali ke Level Pra-Perang Hormuz*
*Brent Oil Kembali ke Level Pra-Perang Hormuz*

*KEPUTUSAN MSCI: Indonesia Mempertahankan Status Emerging Market — Tetapi Tetap dalam Batas Waktu* Hasilnya berada tepat pada skenario "tidak ada kejadian dengan batas waktu" — Indonesia mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market, tetapi penangguhan ini bersyarat. *Hasil Inti: Status Pasar Berkembang Dipertahankan, Tidak Ada Penurunan Peringkat* - Indonesia tidak diturunkan peringkatnya menjadi Pasar Perbatasan. - MSCI mengakui reformasi transparansi baru-baru ini yang diumumkan oleh OJK, IDX, dan KSEI — termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, kerangka kerja Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan untuk meningkatkan minimum free float menjadi 15%. - Ini merupakan pengakuan bahwa Indonesia bergerak ke arah yang benar. *November 2026 Adalah Batas Waktu Sebenarnya* MSCI menyatakan bahwa yang terpenting adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini — dan jika kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, mereka akan mempertimbangkan berbagai opsi, berpotensi termasuk konsultasi tentang pengklasifikasian ulang Indonesia dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan. *Secara sederhana:* ancaman penurunan peringkat perbatasan belum dihilangkan — *hanya ditunda hingga November*. Indonesia memiliki waktu sekitar lima bulan untuk membuktikan bahwa reformasinya berhasil dalam praktik, bukan hanya di atas kertas https://www.msci.com/indexes/index-resources/index-announcements Disclaimer ON

*MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market* * MSCI resmi mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada MSC
*MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market* * MSCI resmi mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada MSCI 2026 Market Classification Review. * MSCI menyoroti tantangan terkait transparansi kepemilikan saham, perhitungan free float, dan indikasi perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia. * MSCI mengapresiasi langkah reformasi yang dilakukan regulator, termasuk peningkatan transparansi pemegang saham, pengawasan High Shareholding Concentration (HSC), dan rencana kenaikan minimum free float menjadi 15%. * MSCI akan terus memantau implementasi reformasi tersebut dan menjadikan November 2026 sebagai periode evaluasi berikutnya. *Disclaimer On*

🔹ASSA akan menguji area resistance level 680 🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, ASSA berpeluang membentuk pola i
🔹ASSA akan menguji area resistance level 680 🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, ASSA berpeluang membentuk pola inverted head & shoulder pattern, sehingga berpotensi rally menuju arah 855. 🔹Namun jika gagal breakout 680 dan kembali turun di bawah 625, maka ASSA akan membatalkan terbentuknya pola inverted head & shoulder tersebut dan akan kembali berkonsolidasi. Disclaimer ON‼️ #BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️   Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat Follow Me ✔️ for more content

✅ Saham dengan struktur kepemilikan yang masih menjadi perhatian MSCI (Highly Concentrated Shareholding/HCS) tetap perlu dipantau karena berpotensi menghadapi evaluasi lanjutan pada review berikutnya. --- Disclaimer On

‼️ REMINDER: Pengumuman MSCI Annual Market Classification Review – 24 Juni 2026 Timeline Perkembangan MSCI Indonesia 🔹 Januari 2026 MSCI membekukan implementasi perubahan indeks untuk sejumlah saham Indonesia setelah muncul perhatian terkait transparansi free float, konsentrasi kepemilikan, dan kualitas informasi pasar. 🔹 April 2026 MSCI memperpanjang status pembekuan (freeze) hingga Juni 2026. Pasca pengumuman tersebut, sejumlah saham yang terdampak seperti BREN dan DSSA mengalami tekanan harga yang signifikan. 🔹 12 Mei 2026 MSCI mengumumkan hasil Semi-Annual Index Review (SAIR). Saham AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index akibat perubahan metodologi dan penilaian terkait ukuran, likuiditas, serta faktor aksesibilitas pasar. 🔹 1 Juni 2026 Perubahan indeks mulai berlaku efektif. Berdasarkan estimasi berbagai broker dan penyedia data indeks, terjadi arus keluar dana pasif yang signifikan pada saham-saham yang terdampak rebalancing. 🔹 19 Juni 2026 MSCI merilis Global Market Accessibility Review 2026. Indonesia tetap berada pada kategori Emerging Market dengan 17 dari 18 indikator aksesibilitas pasar berada pada status positif. Satu indikator, yaitu Information Flow, mengalami penurunan penilaian. 🔹 24 Juni 2026 (03.30 WIB) MSCI akan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review 2026, termasuk evaluasi status Emerging Market Indonesia dan perkembangan terkait pembekuan (freeze) yang masih berlangsung. --- Apa yang Ditunggu Pasar? Terdapat dua aspek utama yang menjadi perhatian investor: 1. Apakah Indonesia tetap dipertahankan sebagai Emerging Market (EM). 2. Apakah MSCI mencabut status freeze yang saat ini masih berlaku terhadap implementasi perubahan indeks Indonesia. Berdasarkan metodologi MSCI, risiko Indonesia turun langsung menjadi Frontier Market dinilai rendah karena Indonesia masih memiliki jumlah saham yang memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas jauh di atas ambang minimum yang ditetapkan MSCI. Selain itu, hasil Global Market Accessibility Review yang dirilis 19 Juni 2026 menunjukkan mayoritas indikator aksesibilitas pasar Indonesia masih berada dalam kategori positif. --- Tiga Skenario MSCI 24 Juni 2026 1️⃣ Skenario Positif Probabilitas: Moderat - Indonesia tetap berstatus Emerging Market. - MSCI mencabut status freeze. - Kepastian regulasi dan metodologi indeks meningkat. - Berpotensi mendorong peningkatan minat investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid. Implikasi Pasar - Sentimen pasar berpotensi membaik. - Saham perbankan besar, consumer, dan saham-saham berlikuiditas tinggi berpotensi menjadi penerima manfaat utama. --- 2️⃣ Skenario Dasar (Base Case) Probabilitas: Tinggi - Indonesia tetap berstatus Emerging Market. - Freeze tetap berlanjut atau MSCI masih memberikan sejumlah persyaratan tambahan. - Ketidakpastian berkurang, namun belum sepenuhnya hilang. Implikasi Pasar - Pemulihan sentimen berpotensi berlangsung lebih bertahap. - Fokus investor tetap pada emiten dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan valuasi yang menarik. --- 3️⃣ Skenario Negatif Probabilitas: Rendah - Indonesia masuk daftar pemantauan untuk potensi penurunan klasifikasi di masa depan. - Muncul kekhawatiran terhadap potensi arus keluar dana pasif global. Implikasi Pasar - Berpotensi memicu volatilitas jangka pendek. - Namun hingga saat ini belum terdapat indikasi kuat yang mengarah pada perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. --- Key Takeaways ✅ Penghapusan sejumlah emiten dari indeks MSCI pada Mei 2026 lebih berkaitan dengan penyesuaian metodologi indeks, faktor likuiditas, free float, dan aksesibilitas pasar dibandingkan perubahan fundamental bisnis. ✅ Beberapa emiten yang terdampak rebalancing masih mencatatkan kinerja operasional dan prospek bisnis yang relatif solid. ✅ Sektor yang secara historis menjadi fokus investor asing ketika terjadi perbaikan sentimen pasar Indonesia meliputi perbankan, consumer, komoditas, dan emiten dengan likuiditas tinggi.

🔹INDY akan menguji area resistance level 2520 🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, INDY berpeluang membentuk pola
🔹INDY akan menguji area resistance level 2520 🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, INDY berpeluang membentuk pola inverted head & shoulder pattern, sehingga berpotensi rally menuju arah 3300. 🔹Namun jika gagal breakout 2520 dan kembali turun di bawah 2200, maka INDY akan membatalkan terbentuknya pola inverted head & shoulder tersebut dan akan melanjutkan konsolidasinya. Disclaimer ON‼️ #BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️   Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat Follow Me ✔️ for more content

Valuasi IHSG murah, tapi market masih menunggu trigger besar yaitu pengumuman Annual Market Classification Review dari MSCI pada tanggal 24 Juni 20206 subuh waktu Indonesia.

The JCI has rebounded 16.4% in the past week — but only after dropping 38.2% year-to-date at its lowest, which exceeded even the Covid selloff of -37%. This was the worst Indonesian market crash since the 2008 GFC (-55% at its trough) It was a perfect storm, driven by four forces: 1. MSCI's January frontier downgrade warning, 2. Fitch and Moody's negative sovereign outlook cuts, 3. The Middle East oil spike (Brent peaked at $118 vs. the budget assumption of $70), and 4. Policy concerns around DSI and the miner gross-split. The result is steep derating: *JCI now trades at 9.8x P/E and 1.6x P/B* — versus its 10-year averages of 16.7x and 2.2x. It also trails regional peers: India 19.6x, Thailand 16.1x, Malaysia 14.9x, China 14.6x. Despite everything, JCI earnings are *projected to grow 10% (IPS) / 8% (consensus) for FY26* — with Q1 already at +9% year-on-year. Compare that to regional peers: India -1%, Thailand +2%, Malaysia +3%, China +8%. *Indonesia is simultaneously the cheapest and among the fastest-growing in earnings terms*. That combination is rare and, historically, powerful for reversals. *Disclaimer On* IPOT

IPOT
IPOT

*PROYEKSI IHSG : TUNTASKAN TANTANGAN PASAR SAHAM*
*PROYEKSI IHSG : TUNTASKAN TANTANGAN PASAR SAHAM*

BEI Tanggapi MSCI 2026, Siap Perkuat Transparansi dan Reformasi Pasar Modal https://amp.kontan.co.id/news/bei-tanggapi-msci-2026-siap-perkuat-transparansi-dan-reformasi-pasar-modal

BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI Pekan Depan, Bahas Apa? PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melakukan komunikasi dan klarifikasi dengan MSCI menyusul sejumlah catatan yang disampaikan lembaga penyedia indeks global tersebut dalam MSCI Global Market Accessibility Review 2026. Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan pertemuan lanjutan akan dimanfaatkan untuk mengklarifikasi sejumlah poin yang masih menjadi perhatian MSCI, termasuk terkait ketersediaan informasi dalam Bahasa Inggris. https://stockwatch.id/bei-gelar-pertemuan-dengan-msci-pekan-depan-bahas-apa/

MSCI's accessibility review confirmed the single Information Flow downgrade — citing shareholding opacity and coordinated tra
MSCI's accessibility review confirmed the single Information Flow downgrade — citing shareholding opacity and coordinated trading concerns. But context matters: this is a single-criterion downgrade shared with Turkey, *which nobody expects to be demoted*. > The most likely outcome remains EM status maintained, with Indonesia staying on watch over transparency — *closer to the "watchlist" scenario* than a clean pass or a demotion. The country reclassification decision lands June 23 (June 24 Jakarta time). Disclaimer ON IPOT

H
H

MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Bursa RI Lolos dari Risiko Turun Kelas https://money.kompas.com/read/2026/06/19/042653226/msci-pertahankan-status-emerging-market-indonesia-bursa-ri-lolos-dari-risiko

H
H

MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia* MSCI dalam Global Market Accessibility Review 2026 menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow. MSCI menyoroti masih adanya ketidakjelasan struktur kepemilikan saham (shareholding structure) serta indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai mengganggu proses pembentukan harga dan transparansi free float. Indonesia menjadi salah satu dari dua negara Emerging Market yang mengalami penurunan penilaian tahun ini. Key Takeaways: - MSCI menilai transparansi kepemilikan saham di Indonesia masih menjadi perhatian. - Indikasi perdagangan terkoordinasi dinilai dapat mengurangi kualitas price discovery pasar. * Status Indonesia tetap Emerging Market, namun isu tata kelola dan transparansi masih menjadi sorotan investor global. *Disclaimer On*

BREAKING NEWS
BREAKING NEWS

🔹MBMA telah breakout dan maintain diatas 510 🔸Selama bertahan diatas 510, MBMA telah membentuk pola double bottom, sehingga
🔹MBMA telah breakout dan maintain diatas 510 🔸Selama bertahan diatas 510, MBMA telah membentuk pola double bottom, sehingga berpotensi rally menuju arah 625. 🔹Namun jika kembali bergerak melemah dan turun di bawah 500, maka ada peluang MBMA membatalkan terbentuknya pola double bottom tersebut dan akan kembali berkonsolidasi. Disclaimer ON‼️ #BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️