Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Ir al canal en Telegram
5 142
Suscriptores
-324 horas
-167 días
-5530 días
Archivo de publicaciones
⛔ LARANGAN MENYENTUH DAN BERJABAT TANGAN ANTARA LAWAN JENIS
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَأنْ يُطعَنَ في رأسِ أحدِكم بمِخيَطٍ من حديدٍ خيرٌ لهُ مِنْ أن يَمَسَّ امرأةً لا تَحِلُّ لهُ
“Sungguh, ditusuknya kepala seorang dari kalian dengan jarum besi, lebih baik baginya dibanding menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 5045]
#Beberapa_Pelajaran:
1) Haramnya bersentuhan antara laki-laki dan wanita yang bukan suami istri atau tidak memiliki hubungan mahram, apakah dengan berjabat tangan maupun menyentuh anggota tubuh yang lainnya, apalagi berciuman, berpelukan dan berzina…!
2) Tentunya diperkecualikan apabila dalam kondisi darurat dan hanya dilakukan sesuai kebutuhan, seperti seorang laki-laki menolong wanita yang sedang kecelakaan dan lain-lain.
3) Kewajiban menjauhi sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada zina, baik dengan menyentuh, memandang, bercampur baur hingga berdua-duaan.
4) Celaan yang keras dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh wanita yang bukan mahram adalah termasuk dosa besar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah dalam tanya jawab pelajaran Syarhu Sunan Abi Daud rahimahullah.
5) Keindahan, keistimewaan dan kelengkapan syari’at Islam yang mengatur segala urusan manusia termasuk adab-adab pergaulan antara lawan jenis, menetapkan syari’at yang mendatangkan kemaslahatan dan menutup pintu-pintu kejelekan.
💾 Sumber:
🎈 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/631310013685151
🎈 http://sofyanruray.info/larangan-menyentuh-dan-berjabat-tangan-antara-lawan-jenis/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🎈 TENTANG UCAPAN SELAMAT IDUL FITRI
Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,
لا حرج أن يقول المسلم لأخيه في يوم العيد أو غيره تقبل الله منا ومنك أعمالنا الصالحة، ولا أعلم في هذا شيئا منصوصا، وإنما يدعو المؤمن لأخيه بالدعوات الطيبة؛ لأدلة كثيرة وردت في ذلك
“Tidak mengapa seorang muslim berkata kepada saudaranya di hari raya atau selainnya,
تقبل الله منا ومنك أعمالنا الصالحة
‘Semoga Allah menerima amal-amal shalih dari kami dan darimu’.
Dan aku tidak mengetahui ucapan khusus yang berdasar dalil, akan tetapi boleh bagi seorang mukmin mendoakan saudaranya dengan doa-doa yang baik, berdasarkan banyak dalil umum tentang itu.” [Majmu Fatawa Ibni Baz, 13/25]
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
التهنئة بالعيد جائزة، وليس لها تهنئة مخصوصة، بل ما اعتاده الناس فهو جائز ما لم يكن إثماً
“Mengucapkan selamat hari raya dibolehkan, dan tidak ada lafaz khusus yang disyari’atkan, maka ucapan selamat yang sudah biasa dilakukan manusia adalah boleh selama tidak mengandung dosa.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail Ibnil ‘Utsaimin, 16/210]
Dan termasuk dosa yang harus dijauhi adalah berjabat tangan atau bersentuhan dan ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram ketika saling mengucapkan selamat hari raya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَأنْ يُطعَنَ في رأسِ أحدِكم بمِخيَطٍ من حديدٍ خيرٌ لهُ مِنْ أن يَمَسَّ امرأةً لا تَحِلُّ لهُ
“Sungguh, ditusuknya kepala seorang dari kalian dengan jarum besi, lebih baik baginya dibanding menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 5045]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💾 Sumber:
✅ https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629939573822195:0
✅ http://sofyanruray.info/meraih-berkah-bersama-sunnah-sunnah-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🚧 BEBERAPA KESALAHAN DALAM BERTAKBIR HARI RAYA
➡ Takbir berjama’ah dengan cara dipimpin oleh seseorang dan diikuti oleh jama’ah secara serentak satu suara tidak disyari’atkan, maka termasuk kategori mengada-ada dalam agama, dan seluruh dalil yang digunakan untuk mendukungnya adalah pendalilan yang bukan pada tempatnya.
Disebutkan dalam fatwa Ulama Ahlus Sunnah yang tergabung dalam Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa:
“Akan tetapi takbir berjama’ah dengan satu suara tidak disyari’atkan, bahkan itu adalah bid’ah, karena telah shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, ‘Barangsiapa mengada-ada dalam agama kami ini yang tidak berasal darinya maka itu tertolak’. Dan tidak pernah dilakukan oleh As-Salafus Shaalih, tidak diriwayatkan dari sahabat, tidak pula tabi’in dan tabi’ut tabi’in, padahal mereka adalah teladan dalam beragama, maka yang wajib adalah meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan tidak berbuat bid’ah dalam agama.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/311 no. 9887]
Asy-Syaikh Ibnul ‘utsaimin rahimahullah berkata,
“Cara bertakbir yang disebutkan penanya (yaitu takbir secara berjama’ah) tidak ada dalilnya dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat beliau, yang sunnah adalah setiap orang bertakbir sendiri.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/267]
➡ Apalagi sampai mengadakan konvoi di jalanan yang dapat mengganggu ketertiban umum, kemacetan dan berbagai macam kemaksiatan seperti ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan wanita),
➡ Meneriakkan takbir diiringi alat-alat musik (padahal musik itu sendiri diharamkan dalam Islam) dan berbagai kemungkaran lainnya yang biasa dilakukan oleh sebagian orang pada malam dan siang hari raya.
📝 BEBERAPA KETENTUAN DALAM BERTAKBIR
1. Anjuran Memperbanyak Takbir Saat Berakhir Ramadhan untuk Mengagungkan Allah Atas Nikmat Hidayah-Nya, sebagaimana firman-Nya,
وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ الله عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqoroh: 185]
2. Waktu mulai bertakbir adalah sejak terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai selesai khutbah Idul Fitri. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Takbir di hari Idul fitri dimulai sejak melihat hilal dan berakhir setelah selesainya ‘ied, yaitu selesainya imam dari khutbah, menurut pendapat yang paling shahih.” [Majmu’ Al-Fatawa, 24/221]
3. Takbir Idul Adha ada dua bentuk, yaitu muthlaq (1-13 Dzulhijjah) dan muqoyyad (9-13 Dzulhijjah). Adapun takbir Idul Fitri hanya muthlaq saja. Asy-Syaikh Ibnul ‘utsaimin rahimahullah berkata, “Perbedaan antara muthlaq dan muqoyyad, bahwa muthlaq dilakukan di setiap waktu, sedang muqoyyad dilakukan setelah sholat lima waktu pada Idul Adha saja.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/265]
4. Disunnahkan mengeraskan takbir bagi laki-laki dan dipelankan bagi wanita, dan disunnahkan bertakbir di perjalanan ketika menuju sholat ‘Ied.
5. Lafaz takbir diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu,
الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.” [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf, Al-Irwa: 654]
Dan beberapa lafaz lain yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in, namun tidak ada dalil adanya lafaz khusus dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sehingga dalam perkara ini terdapat keluasan (Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 5/169-17).
💾 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/631081400374679
💾 Baca Selengkapnya:
🌐 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629939573822195:0
🌐 http://sofyanruray.info/meraih-berkah-bersama-sunnah-sunnah-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🔥 PERINGATAN UNTUK KAUM KHAWARIJ & SYI'AH: LAKNAT ALLAH, PARA MALAIKAT DAN SELURUH MANUSIA TERHADAP ORANG YANG MENZALIMI PENDUDUK MADINAH
➡ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berdoa,
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻣَﻦْ ﻇَﻠَﻢَ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﻭَﺃَﺧَﺎﻓَﻬُﻢْ ﻓَﺄَﺧِﻔْﻪُ، ﻭَﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻟَﻌْﻨَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻼﺋِﻜَﺔِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦَ، ﻻ ﻳُﻘْﺒَﻞُ ﻣِﻨْﻪُ ﺻَﺮْﻑٌ ﻭَﻻ ﻋَﺪْﻝ
🚧 "Ya Allah, siapa saja yang menzalimi penduduk Madinah dan menakut-nakuti mereka, maka buatlah dia ketakutan, dia ditimpa oleh laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Tidak akan diterima amalan wajib dan sunnah darinya." [HR. Ath-Thabarani dari Ubadah bin Ash-Shomit radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 351]
➡ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda,
لاَ يَكِيدُ أَهْلَ المَدِينَةِ أَحَدٌ، إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ المِلْحُ فِي المَاءِ
⛔ "Tidak seorang pun yang berbuat makar kepada penduduk Madinah, kecuali dia akan binasa seperti leburnya garam di dalam air." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sa'ad radhiyallahu'anhu]
#FATWA_ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH KOTA MADINAH NABAWIYYAH KERAJAAN SAUDI ARABIA:
💣 BUANG BOM DI SEMBARANG TEMPAT BUKAN JIHAD
➡ Ahli Hadits Kota Madinah Asy-Syaikh Al-'Allaamah Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizhahullah berkata,
وهذا الذي حصل من أقبح ما يكون في الإجرام والإفساد في الأرض، وأقبح منه أن يزيِّن الشيطان لِمَن قام به أنَّه من الجهاد، وبأيِّ عقل ودين يكون جهاداً قتل النفس وتقتيل المسلمين والمعاهدين وترويع الآمنين وترميل النساء وتيتيم الأطفال وتدمير المباني على من فيها؟!
⛔ "Pengeboman ini adalah sejelek-jeleknya perbuatan kriminal dan perusakan di bumi, dan lebih jelek lagi adalah ketika setan menghiasi pelakunya hingga ia mengira itu termasuk jihad. Dengan akal dan agama manakah hingga membunuh jiwa, membantai kaum muslimin dan orang-orang kafir yang terikat perjanjian, menakut-nakuti orang, membuat wanita menjanda dan anak-anak menjadi yatim serta merusak bangunan-bangunan dan orang yang ada di dalamnya; menjadi jihad...?!"
📝 [Risalah Bi Ayyi 'Aqlin wa Diinin yakuunu Hadzat Tafjir wat Tadmir Jihaadan]
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/630875820395237:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
📚 RINGKASAN TATA CARA SHOLAT HARI RAYA
1) Berniat dalam hati tanpa melafazkannya.
2) Takbiratul Ihram seraya mengangkat tangan.
3) Membaca doa istiftah.
4) Bertakbir 7 kali, disebut takbir tambahan.
5) Membaca Al-Fatihah dan surat lain, disunnahkan membaca pada raka’at pertama surat Qof dan raka’at kedua surat Al-Qomar, atau raka’at pertama surat Al-A’la dan raka’at kedua surat Al-Ghaasyiah.
6) Kemudian rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud dan sujud yang kedua, sama seperti sholat yang lainnya.
7) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir.
8) Bertakbir 5 kali, selain takbir perpindahan dari sujud ke posisi berdiri.
9) Membaca Al-Fatihah dan surat lain.
10) Kemudian rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua dan duduk tasyahhud akhir sampai salam, sama seperti sholat yang lainnya.
📝 Ringkasan Beberapa Hukum Terkait Sholat Hari Raya
1) Sholat hari raya dua raka’at dan dilakukan sebelum khutbah.
2) Tidak ada adzan dan iqomah, tidak pula ucapan “Ash-Sholaatu jaami’ah” sebelum sholat.
3) Tidak ada tahiyyatul masjid di lapangan dan tidak ada sholat sebelum dan sesudah sholat ‘ied di lapangan menurut pendapat sebagian ulama dan dikuatkan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumallaah. Dan sebagian ulama membolehkan bagi makmum untuk sholat tahiyyatul masjid, tidak bagi imam, pendapat ini dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah, namun yang lebih kuat insya Allah adalah pendapat pertama.
4) Dianjurkan bagi wanita dan anak-anak untuk ikut hadir walau tidak ikut sholat karena haid atau karena belum baligh.
5) Dzikir atau takbir berjama’ah dengan komando dan satu suara termasuk mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat.
6) Dianjurkan bagi makmum untuk datang lebih awal ke tempat sholat dan bertakbir sampai imam datang.
7) Hendaklah imam datang tepat di awal waktu sholat dan langsung memulai sholat.
8) Hendaklah imam berkhutbah setelah sholat.
9) Sholat ‘ied hanyalah disyari’atkan bagi orang-orang yang mukim, tidak bagi musafir, kecuali apabila musafir tinggal sementara di satu negeri yang diadakan padanya sholat ‘Ied hendaklah ikut sholat.
10) Apabila tidak memungkinkan untuk sholat ‘Ied di lapangan seperti karena hujan maka boleh sholat di masjid.
11) Apabila makmum masbuq dan mendapati imam masih di raka’at pertama namun telah selesai membaca takbir tambahan di raka’at pertama 7 kali, maka hendaklah makmum langsung mengikuti imam tanpa membaca takbir tambahan tersebut, karena hukumnya sunnah dan tempat membacanya sudah lewat, sama saja apakah terlewat keseluruhan takbir atau sebagiannya. Tetapi apabila makmum masbuq satu raka’at penuh maka hendaklah ia membaca takbir tambahan seluruhnya ketika meng-qodho’ satu raka’at tersebut.
12) Hukum takbir tambahan adalah sunnah, siapa yang meninggalkannya karena lupa atau sengaja maka sholatnya sah, namun tidaklah patut ditinggalkan dengan sengaja.
13) Mendengar khutbah setelah sholat tidak wajib, boleh ditinggalkan apabila ada keperluan, namun bagi yang tetap mendengarkan wajib untuk diam dan mendengarkan khutbah.
14) Apabila hari ‘Ied di hari Jum’at maka hendaklah imam melaksanakan sholat ‘Ied dan sholat Jum’at, dan boleh bagi makmum yang sudah sholat ‘Ied untuk memilih apakah sholat Jum’at atau Zhuhur.
15) Tidak ada bacaan khusus dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di antara takbir-takbir tambahan, dan dibolehkan insya Allah membaca dzikir-dzikir yang umum seperti pujian dan sanjungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana diriwayatkan dari sebagian sahabat.
💾 Sumber:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/630603053755847:0
🌐 http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-sholat-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🌙 JANGAN LALAIKAN MALAM INI, LAILATUL QODR BISA SAJA DI MALAM 30 RAMADHAN
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qodr pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari dari Aisyah radhiyallahu’anha]
Akan tetapi penghitungan malam ganjil bisa dihitung dari depan, yaitu malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Bisa pula dihitung dari belakang (malam-malam yang tersisa), yaitu 9, 7, 5, 3 dan 1 hari yang tersisa, maka apabila dihitung dari belakang malam ganjil adalah malam-malam genap apabila dihitung dari depan, yaitu malam 22, 24, 26, 28 dan 30. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى
“Carilah lailatul qodr di sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa dan lima malam yang tersisa.” [HR. Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
فَالْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ الْتَمِسُوهَا فِى التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ
“Maka carilah lailatul qodr di sepuluh malam terakhir Ramadhan, carilah di malam ke 9, 7 dan 5 (yang tersisa).” [HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu]
Hadits yang mulia ini dijelaskan maknanya oleh Sahabat yang Mulia Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu,
“Apabila telah berlalu malam 21 maka yang berikutnya adalah malam 22, itulah malam 9 (yang tersisa), apabila berlalu malam 23 maka yang berikutnya (malam 24) adalah malam 7 (yang tersisa), apabila telah berlalu malam 25 maka yang berikutnya (malam 26) adalah malam 5 (yang tersisa).” [Riwayat Muslim]
Dan itu berlaku sampai akhir Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
الْتَمِسُوهَا فِى تِسْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِى سَبْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِى خَمْسٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِى ثَلاَثٍ أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ
“Carilah lailatul qodr pada 9 hari yang tersisa, atau 7 hari yang tersisa, atau 5 hari yang tersisa, atau 3 hari yang tersisa, atau malam yang terakhir.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 1243]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Akan tetapi malam ganjil itu bisa dilihat kepada hari yang telah berlalu, maka ia dicari pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Dan bisa dilihat kepada hari yang tersisa, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى
“Pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, lima malam yang tersisa, tiga malam yang tersisa.”
Atas dasar perhitungan dengan melihat kepada hari-hari yang tersisa tersebut, apabila bulan mencapai 30 hari maka lailatul qadr terdapat pada malam-malam genap, dan jadilah malam ke-22 sebagai sembilan hari yang tersisa dan malam ke-24 sebagai tujuh hari yang tersisa, demikianlah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih. Dan demikianlah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengamalkannya di bulan itu.
Adapun jika bulan hanya 29 hari maka hitungan malam ganjil dengan penanggalan sisa hari sama dengan penanggalan hari yang telah berlalu.
Jadi, apabila kenyataannya seperti ini maka hendaklah seorang mukmin itu berusaha mendapati lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir seluruhnya (bukan hanya pada tanggal-tanggal ganjil saja, pen), sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam: Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir.” [Majmu’ Fatawa, 25/284]
💾 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/630725110410308
💾 Baca Selengkapnya:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625491947600291:0
🌐 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/
📮 Join Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah: http://bit.ly/1TwCsBr
🇲🇨🌙🔭 Alhamdulillaah malam ini masih tarwih dan sahur, besok terakhir puasa Ramadhan 1437 H. Sidang Isbat Pemerintah RI menetapkan 1 Syawal 1437 H jatuh pada hari Rabu 06-07-2016 M. Semoga Allah memberkahi Pemerintah dan kaum muslimin semuanya. Simak artikel berikut:
🚧 KEWAJIBAN BERPUASA DAN BERHARI RAYA BERSAMA PEMERINTAH
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
🌴 “Berpuasa adalah hari kalian berpuasa, berbuka (berhari raya idul fitri) adalah hari kalian berbuka dan berkurban (berhari raya idul adha) adalah hari kalian berkurban.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 224]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
✅ Pertama: Perintah Berpuasa dan Berhari Raya bersama Pemerintah
Para ulama menjelaskan bahwa makna hadits yang mulia ini adalah perintah berpuasa Ramadhan dan berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha bersama Pemerintah, dan bahwa Pemerintah yang berhak menentukan waktu dimulainya puasa dan hari raya. Al-‘Allaamah As-Sindi rahimahullah berkata,
وَالظَّاهِر أَنَّ مَعْنَاهُ أَنَّ هَذِهِ الْأُمُور لَيْسَ لِلْآحَادِ فِيهَا دَخْل وَلَيْسَ لَهُمْ التَّفَرُّد فِيهَا بَلْ الْأَمْر فِيهَا إِلَى الْإِمَام وَالْجَمَاعَة وَيَجِب عَلَى الْآحَاد اِتِّبَاعهمْ لِلْإِمَامِ وَالْجَمَاعَة
“Dan nampak jelas bahwa makna hadits ini adalah, perkara-perkara ini (menentukan waktu puasa dan hari raya) tidak boleh ada campur tangan individu-individu dan tidak boleh bagi mereka untuk menetapkan keputusan sendiri, akan tetapi keputusannya diserahkan kepada pemimpin dan pemerintah, dan wajib bagi individu-individu untuk mengikuti keputusan pemimpin dan pemerintah.” [Haasyiatus Sindi ‘ala Ibni Majah, 1/509]
✅ Kedua: Renungan untuk Ormas yang Menggunakan Metode Hisab dan Menyelisihi Pemerintah
Hadits yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang yang menentukan puasa dan hari raya dengan cara hisab dan tidak diakui pemerintah adalah tertolak. Al-Imam Al-Mundziri rahimahullah berkata,
وَقِيلَ فِيهِ الرَّدُّ عَلَى مَنْ يَقُولُ إِنَّ مَنْ عَرَفَ طُلُوعَ الْقَمَرِ بِتَقْدِيرِ حِسَابِ الْمَنَازِلِ جَازَ لَهُ أَنْ يَصُومَ بِهِ وَيُفْطِرَ دُونَ مَنْ لَمْ يَعْلَمْ
“Dan dikatakan bahwa dalam hadits ini ada bantahan terhadap orang yang berpendapat bahwa siapa yang mengetahui kemunculan bulan dengan perkiraan hisab (perhitungan) tempat-tempat (posisi) bulan maka boleh baginya untuk berpuasa dan berbuka tanpa diketahui orang lain.” [Tuhfatul Ahwadzi, 3/313]
Terlebih lagi jika Pemerintah di suatu negeri diberikan taufiq oleh Allah ta’ala untuk menetapkan awal Ramadhan dengan cara yang sesuai syari’at, yaitu dengan cara melihat hilal, apabila hilal tidak terlihat maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari, sebagaimana dalam pembahasan sebelumnya.
➡ Maka orang atau ormas yang menyelisihi keputusan pemerintah karena mengikuti metode hisab, mereka telah melakukan beberapa kesalahan:
1) Menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk mengikuti Pemerintah, maka tidak dibenarkan mengikuti keputusan ormas-ormas atau kelompok-kelompok tertentu dalam penetapan puasa dan hari raya.
2) Menetapkan awal Ramadhan dengan cara mengada-ada dalama agama, tanpa ada contoh dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, yaitu dengan cara hisab, padahal seharusnya dengan ru’yah hilal...
📝 Pembahasan Berikutnya:
✅ Ketiga: Apabila Kesaksian Melihat Bulan Tidak Diakui Pemerintah
✅ Keempat: Bagaimana Apabila Ijtihad Pemerintah Salah dalam Menetapkan Awal atau Akhir Ramadhan?
✅ Kelima: Hikmah Menaati Pemerintah dalam Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan
💻 Baca Selengkapnya:
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/617635035052649:0
🔹 http://sofyanruray.info/kewajiban-berpuasa-dan-berhari-raya-bersama-pemerintah/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
#Madrasah_Ramadhan:
🌙 AIR MATA PERPISAHAN
✅ Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
كيف لا تجرى للمؤمن على فراقه دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع
🌴 “Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan, Sedang ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa lagi.” [Lathaaiful Ma’aarif, hal. 217]
💾 Sumber:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/630619093754243:0
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/626949760787843:0
🌐 http://sofyanruray.info/ramadhan-yang-akan-kurindukan/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
#Madrasah_Ramadhan:
📚 RINGKASAN PEMBAHASAN SHOLAT HARI RAYA
✅ Pertama: Hukum Sholat Hari Raya
Sholat hari raya disyari’atkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’. Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى يَوْمَ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا
“Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sholat Idul Fitri dua raka’at, beliau tidak sholat apa pun sebelumnya dan setelahnya.” [Muttafaqun 'alaih]
Ulama sepakat bahwa sholat ‘Ied disyari’atkan, akan tetapi ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Pendapat yang kuat insya Allah adalah fardhu ‘ain. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim, Asy-Syaikh As-Sa’di, Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-Albani dan Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahumullah (Lihat Ash-Shiyaamu fil Islam: 620).
Karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan sholat ‘Ied dan beliau memerintahkan untuk melakukannya, hingga para wanita pun diperintahkan hadir, sebagaimana hadits Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu’anha, beliau berkata,
أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى، الْعَوَاتِقَ، وَالْحُيَّضَ، وَذَوَاتِ الْخُدُورِ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلَاةَ، وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ، وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لَا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ، قَالَ: لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan para wanita di hari Idul Fitri dan Idul Adha, yaitu wanita-wanita yang masih perawan, yang haid dan yang dipingit. Adapun wanita haid hendaklah menjauhi tempat sholat dan hendaklah tetap menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata: Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab. Beliau bersabda: Hendaklah saudaranya memakaikan jilbab kepadanya.” [Muttafaqun 'alaih]
✅ Kedua: Waktu Sholat Hari Raya
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Waktu sholat ‘Ied dimulai dari naiknya matahari seukuran satu tombak sampai matahari tergelincir, hanya saja disunnahkan untuk menyegerekan sholat Idul Adha dan mengakhirkan sholat Idul Fitri.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/229]
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah juga berkata, “Apabila mereka tidak mengetahui telah masuknya waktu ‘Ied kecuali setelah matahari tergelincir, maka hendaklah mereka berbuka pada Idul Fitri dan keluar untuk melakukan sholat besok hari. Adapun pada Idul Adha, maka hendaklah mereka keluar untuk melakukan sholat besok hari dan tidak menyembelih kecuali setelah sholat ‘Ied, karena penyembelihan mengikuti sholat.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/229]
✅ Ketiga: Tempat Sholat Hari Raya
Disunnahkan untuk sholat di lapangan, sebagaimana hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam keluar di hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan tempat sholat, maka yang pertama beliau lakukan adalah sholat, kemudian beliau bangkit lalu menghadap manusia dan mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka, maka beliau menasihati, memberi wasiat dan memerintahkan mereka. Apabila beliau ingin memutuskan pengutusan sekelompok sahabat maka beliau memutuskannya, atau apabila beliau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau memerintahkannya, kemudian beliau pergi.” [Muttafaqun 'alaih]
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil bagi ulama yang berpendapat disunnahkan keluar untuk sholat hari raya di lapangan, dan bahwa itu lebih afdhal dilakukan daripada di masjid, dan inilah yang diamalkan manusia di kebanyakan negeri, adapun penduduk Makkah tidaklah mereka sholat keduali di masjid sejak zaman yang pertama.” [Syarhu Muslim, 6/177]
💾 Baca Selengkapnya:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/630603053755847:0
🌐 http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-sholat-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
📮 Join Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah: http://bit.ly/1TwCsBr
#Madrasah_Ramadhan:
📝 BEBERAPA KETENTUAN DALAMDALAM BERTAKBIR
1. Anjuran Memperbanyak Takbir Saat Berakhir Ramadhan untuk Mengagungkan Allah Atas Nikmat Hidayah-Nya, sebagaimana firman-Nya,
وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ الله عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqoroh: 185]
2. Waktu mulai bertakbir adalah sejak terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai selesai khutbah Idul Fitri.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Takbir di hari Idul fitri dimulai sejak melihat hilal dan berakhir setelah selesainya ‘ied, yaitu selesainya imam dari khutbah, menurut pendapat yang paling shahih.” [Majmu’ Al-Fatawa, 24/221]
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Menyempurnakan bulan Ramadhan terjadi ketika terbenam matahari di hari terakhir Ramadhan, apakah dengan menyempurnakan 30 hari atau melihat hilal (di hari ke-29), maka apabila telah terbenam matahari di hari terakhir Ramadhan, disunnahkan untuk bertakbir secara muthlaq (umum, tidak terkait waktu sholat), mulai dari terbenam matahari sampai selesai khutbah Idul fitri, akan tetapi apabila masuk waktu sholat Idul fitri hendaklah sholat dan mendengar khutbah setelah sholat, oleh karena itu sebagian ulama berkata: Waktu bertakbir mulai dari terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai imam bertakbir untuk sholat Idul fitri.” [Asy-Syarhul Mumti’, 5/157]
3. Takbir hari raya Idul Adha ada dua bentuk, yaitu muthlaq dan muqoyyad, adapun takbir Idul Fitri hanya muthlaq saja.
➡ Muthlaq artinya umum tanpa terkait waktu, hendaklah memperbanyak takbir kapan dan di mana saja, kecuali di tempat-tempat yang terlarang melafazkan dzikir, yaitu di WC dan yang semisalnya. Takbir muthlaq Idul Adha dimulai sejak awal Dzulhijjah sampai akhir hari Tasyriq, adapun Idul Fitri dimulai sejak terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai selesai khutbah Idul Fitri.
➡ Muqoyyad artinya terkait dengan sholat lima waktu, yaitu bertakbir setiap selesai sholat lima waktu, dimulai sejak ba’da Shubuh hari Arafah sampai ba’da Ashar di akhir hari Tasyriq. Adapun takbir Idul Fitri tidak disyari’atkan takbir muqoyyad setiap selesai sholat lima waktu.
Asy-Syaikh Ibnul ‘utsaimin rahimahullah berkata, “Perbedaan antara muthlaq dan muqoyyad, bahwa muthlaq dilakukan di setiap waktu, sedang muqoyyad dilakukan setelah sholat lima waktu pada Idul Adha saja.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/265]
4. Disunnahkan mengeraskan takbir bagi laki-laki dan dipelankan bagi wanita, dan disunnahkan bertakbir di perjalanan ketika menuju sholat ‘Ied, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma,
أَنَّهُ كَانَ إِذَا غَدَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ يَجْهَرُ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى ثُمَّ يُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ الْإِمَامُ
“Bahwa Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma apabila berangkat pagi hari Idul Adha dan Idul Fitri, beliau mengeraskan takbir sampai tiba di tempat sholat, kemudian beliau terus bertakbir sampai imam datang.” [HR. Adh-Daruquthni, Al-Irwa: 650]
5. Lafaz takbir diantaranya adalah yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu,
الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd”
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.” [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf, Al-Irwa: 654]
Dan beberapa lafaz lain yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in, namun tidak ada dalil adanya lafaz khusus dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sehingga dalam perkara ini terdapat keluasan (Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 5/169-17).
💾 Sumber:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629939573822195:0
🌐 http://sofyanruray.info/meraih-berkah-bersama-sunnah-sunnah-di-hari-raya/
📮 Join Telegram Ta’awun Dakwah: http://goo.gl/6bYB1k
#Madrasah_Ramadhan:
🕌 MERAIH BERKAH BERSAMA SUNNAH-SUNNAH DI HARI RAYA
Pembahasan Mencakup 17 Adab Sunnah di Hari Raya:
✅ Pertama: Mengeluarkan Zakat Fitri
✅ Kedua: Memperbanyak Takbir
✅ Ketiga: Melakukan Sholat ‘Ied
✅ Keempat: Disunnahkan Mandi Sebelum Menuju Sholat ‘Ied
✅ Kelima: Mengenakan Parfum bagi Laki-laki dan Bersiwak
✅ Keenam: Berhias bagi Laki-laki dan Mengenakan Pakaian yang Paling bagus
✅ Ketujuh: Sunnah Terkait Makan Pagi di Hari Raya (Sunnah Makan Kurma dalam Jumlah Ganjil Minimal 3 Butir di Idul Fitri Sebelum Menuju Tempat Sholat dan Sunnah Tidak Makan di Idul Adha Sampai Menyembelih dan Memakan Daging Hewan Kurban)
✅ Kedelapan: Keluar Menuju Sholat Idul Fitri dengan Berjalan Kaki
✅ Kesembilan: Sunnah Terkait Rute Perjalanan Menuju Sholat Hari Raya (Hendaklah Berbeda Antara Rute Berangkat dan Pulang dari Tempat Sholat Hari Raya)
✅ Kesepuluh: Sholat Hari Raya di Lapangan
✅ Kesebelas: Bersegera Menuju Tempat Sholat bagi Makmum Sebelum Datangnya Imam
✅ Keduabelas: Adakah Sholat Sunnah Sebelum ‘Ied?
✅ Ketigabelas: Tidak Boleh Membawa Senjata Kecuali Darurat
✅ Keempatbelas: Permainan yang Dibolehkan di Hari Raya
✅ Kelimabelas: Anjuran bagi Wanita untuk Keluar Menuju Sholat ‘Ied dengan Syarat Tidak Tabarruj
✅ Keenambelas: Anjuran Mengajak Anak-anak Menuju Sholat ‘Ied
✅ Ketujuhbelas: Apa Hukum Ucapan Selamat Idul Fitri?
💾 Baca Selengkapnya:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629939573822195:0
🌐 http://sofyanruray.info/meraih-berkah-bersama-sunnah-sunnah-di-hari-raya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
#Tanya_Jawab:
💰 HUKUM MEMBAYAR ZAKAT FITRI DENGAN UANG?
📥 Tanya: Assalamu'alaikum Ustadz, bagaimana jika memberi zakat fitri dengan uang?
📤 Jawab: Bismillaah walhamdulillaah, wa'alaykumussalaam.
✅ Zakat fitri yang diperintahkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah dengan makanan bukan dengan uang, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma,
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ، أَوْ عَبْدٍ، أَوْ رَجُلٍ، أَوِ امْرَأَةٍ، صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ
🌱 “Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan, atas setiap jiwa kaum muslimin, orang merdeka atau budak, laki-laki atau wanita, kecil atau besar, sebanyak satu sho’ kurma atau satusho’ gandum.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
✅ Demikian pula hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu,
كُنَّا نُخْرِجُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ
🌱 “Dahulu kami mengeluarkan zakat firi di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pada hari Idul fitri sebesar satu sho’ makanan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
✅ Beliau radhiyallahu’anhu juga berkata,
وَكَانَ طَعَامَنَا الشَّعِيرُ وَالزَّبِيبُ وَالأَقِطُ وَالتَّمْرُ
🌱 “Dan makanan kami ketika itu adalah gandum, kismis, keju dan kurma.” [Diriwayatkan Al-Bukhari]
➡ Maka zakat fitri adalah makanan pokok suatu negeri. Ukurannya adalah 1 sho’, dan 1 sho’ adalah 4 mud, dan 1 mud adalah memenuhi dua telapak tangan orang dewasa yang sedang (orangnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Adapun perkiraan ukurannya dalam kilo gram adalah 3 kg (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 9/371).
🚧 Dan disebutkan dalam fatwa ulama-ulama besar Ahlus Sunnah yang tergabung dalam Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa,
ولا يجوز إخراج زكاة الفطر نقودا؛ لأن الأدلة الشرعية قد دلت على وجوب إخراجها طعاما، ولا يجوز العدول عن الأدلة الشرعية لقول أحد من الناس، وإذا دفع أهل الزكاة إلى الجمعية نقودا لتشتري بها طعاما للفقراء وجب عليها تنفيذ ذلك قبل صلاة العيد، ولم يجز لها إخراج النقود
🌱 “Tidak boleh mengeluarkan zakat fitri dalam bentuk uang, karena dalil-dalil syar’i telah menunjukkan atas wajibnya mengeluarkan zakat fitri dalam bentuk makanan, dan tidak boleh berpaling dari dalil-dalil syar’i karena pendapat seorang manusia, dan apabila orang yang berzakat menyerahkan uang kepada Panitia untuk dibelikan makanan bagi orang-orang fakir maka wajib bagi Panitia untuk melakukannya sebelum sholat Idul fitri, dan tidak boleh bagi Panitia untuk menyerahkan uang (tanpa dibelikan makanan terlebih dahulu).” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/379 no. 13231]
✅ Hal itu karena zakat adalah ibadah, dan ibadah harus meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
🌱 “Barangsiapa mengada-ngada dalam agama kami ini suatu ajaran yang bukan daripadanya maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]
✅ Dalam riwayat Muslim,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهْوَ رَد
🌱 “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]
💾 Baca Selengkapnya "Hukum-hukum Terkait Zakat Fitri"
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/628406180642201:0
🌐 http://sofyanruray.info/hukum-hukum-terkait-zakat-fitri/
📂 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/627630754053077:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta'awun Dakwah
#Madrasah_Ramadhan:
✅ SAYANGNYA, TANDA LAILATUL QODR YANG PALING MASYHUR NAMPAK KETIKA MALAM TELAH BERLALU
➡ Berbahagialah dan bersyukurlah kepada Allah bagi siapa yang telah diberikan anugerah hidayah untuk memperbanyak ibadah di malam lailatul qodr yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.
Dan sayang sekali bagi yang lebih banyak tidur atau melakukan kesia-siaan bahkan kemaksiatan di malam yang penuh berkah tersebut, tatkala ia bangun di pagi hari ia baru menyadari lailatul qodr, dan malam sudah berlalu.
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
فَقِيلَ لَهُ: بِأَيِّ شَيْءٍ عَلِمْت ذَلِكَ ؟ فَقَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ. {أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا}. فَهَذِهِ الْعَلَامَةُ الَّتِي رَوَاهَا أبي بْنُ كَعْبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْهَرِ الْعَلَامَاتِ فِي الْحَدِيثِ وَقَدْ رُوِيَ فِي عَلَامَاتِهَا”{أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ} وَهِيَ سَاكِنَةٌ لَا قَوِيَّةُ الْحَرِّ وَلَا قَوِيَّةُ الْبَرْدِ وَقَدْ يَكْشِفُهَا اللَّهُ لِبَعْضِ النَّاسِ فِي الْمَنَامِ أَوْ الْيَقَظَةِ. فَيَرَى أَنْوَارَهَا أَوْ يَرَى مَنْ يَقُولُ لَهُ هَذِهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ وَقَدْ يُفْتَحُ عَلَى قَلْبِهِ مِنْ الْمُشَاهَدَةِ مَا يَتَبَيَّنُ بِهِ الْأَمْرُ. وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.
"Dikatakan kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu: Dengan apa engkau mengetahui malam lailatul qadr? Beliau berkata:
✅ Dengan tanda yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا
“Beliau mengabarkan kepada kami, bahwa matahari terbit di pagi harinya seperti baskom, tidak memiliki cahaya yang menyilaukan.”
Inilah tanda yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang termasuk tanda yang paling masyhur dalam hadits.
✅ Dan juga diriwayatkan tentang tanda-tandanya,
أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ
“Bahwasannya lailatul qodr adalah malam yang jernih (bulannya) lagi bercahaya.”
✅ Malam itu dalam keadaan tenang,
✅ Tidak terlalu panas,
✅ Tidak pula terlalu dingin.
Dan bisa jadi Allah ta’ala menampakkan malam itu bagi sebagian orang ketika tidur maupun terjaga, maka mereka dapat melihat cahaya-cahayanya, atau melihat orang yang mengatakan kepadanya inilah lailatul qadr, dan bisa jadi pula dibuka hati seseorang untuk dapat menyaksikan lailatul qadr. Wallahu ta’ala A’lam.” [Majmu’ Fatawa, 25/284-286]
✅ Saudaraku rahimakallaah, andai lailatul qodr telah berlalu sekali pun, masih ada sedikit hari-hari Ramadhan yang tersisa, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih, sungguh rahmat Allah sangat luas, tidak terbatas di malam lailatul qodr saja, akhiri Ramadhan dengan yang lebih baik, semoga bisa menjadi penutup atas kekurangan-kekurangan sebelumnya.
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وَالِاعْتِبَارُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِنَقْصِ الْبِدَايَةِ
"Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan." [Majmu' Al-Fatawa, 15/55]
💾 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629672487182237:0
💾 Baca Selengkapnya:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625491947600291:0
🌐 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
#Madrasah_Ramadhan:
🌙 Malam 27 Ramadhan adalah Malam yang Paling Sering Terjadi Lailatul Qodr
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
فَيَنْبَغِي أَنْ يَتَحَرَّاهَا الْمُؤْمِنُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ جَمِيعِهِ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {تَحَرَّوْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ} وَتَكُونُ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ أَكْثَرَ. وَأَكْثَرُ مَا تَكُونُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ كَمَا كَانَ أبي بْنُ كَعْبٍ يَحْلِفُ أَنَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ.
🌴 "Sepatutnya seorang mukmin itu berusaha mendapati lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir seluruhnya (bukan hanya pada malam-malam ganjil saja), sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ
🌴 “Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]
🌱 Dan kebanyakannya terdapat pada tujuh malam terakhir, dan lebih banyak lagi terjadi pada malam 27 sebagaimana Ubay bin Ka’ab pernah bersumpah bahwa lailatul qadr itu pada malam 27." [Majmu' Al-Fatawa, 25/285]
💾 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629480653868087:0
💾 Baca Selengkapnya:
🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625491947600291:0
🌐 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
¡Ya disponible! Investigación de Telegram 2025 — los principales insights del año 
