Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Ir al canal en Telegram
5 145
Suscriptores
-224 horas
-217 días
-5730 días
Archivo de publicaciones
01Bab tentang Bejana (Kajian Kitab Bulughul Marom) bag 1.mp310.18 MB
📝 SIFAT-SIFAT ORANG MUNAFIK DALAM AL-MAIDAH AYAT 52
➡ Alllah subhanahu wa ta'ala berfirman,
فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
🌴 "Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana (dari orang-orang kafir itu)". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka." [Al-Maidah: 52]
📖 #Beberapa_Pelajaran:
1. Ayat yang mulia ini menunjukkan sifat orang munafik adalah bersikap loyal terhadap orang-orang kafir.
2. Sifat orang munafik juga takut kepada orang kafir, maka mereka menggunakan cara pendekatan kepada orang kafir agar mendapat perlindungan.
3. Juga sifat orang munafik adalah menyembunyikan kejelekan dan menampakkan kebaikan.
4. Juga sifat orang munafik adalah menggunakan cara yang tidak syar'i dalam menghadapi orang kafir.
5. Orang-orang munafik pasti akan menyesal, karena mereka tidak akan mendapatkan manfaat dari orang kafir, bahkan hanya tertimpa mudarat, dan yang lebih dahsyat tentunya adalah azab di akhirat. Dan Allah 'azza wa jalla pasti memenangkan kaum muslimin, maka tempuhlah cara yang syar'i dalam berjuang di jalan Allah dan membela agama-Nya
📚 [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 3/132]
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/695719943910824:0
💻 Artikel Terkait:
➡ [Audio] Setelah Al-Maidah 51
🔸 http://bit.ly/2fYEtrN
➡ Apa Beda Jihad Syar'i dan Jihad Konstitusi yang Berasas Demokrasi?
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692960050853480:0
➡ Cara Syar'i dalam Menasihati Pemerintah
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/694169637399188:0
➡ Saudaramu yang Menasihatimu Jangan Kau Tuduh Membela Orang Kafir
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/694547880694697:0
➡ Tuntunan Agama Saat Terjadi Huru-hara
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/693154414167377:0
➡ Larangan Memilih Pemimpin Kafir dalam Surat Al-Maidah Ayat 51 Sesuai Terjemahan Resmi Depag RI dan Penjelasan Ahli Tafsir
🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/677211869094965:0
➡ Setelah Menghina Al-Qur'an, Minta Maaf Saja Belum Cukup, Jadi Harus Bagaimana?
🔸 Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/679235522225933:0
➡ Siapa yang Bohong dan Memanipulasi Ayat?
🔸Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/678785838937568:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Faidah_Tafsir
🚧 PENYELEWENGAN TERHADAP AYAT-AYAT JIHAD BEDA DENGAN KASUS AL-MAIDAH AYAT 51
📝 (DAN RENUNGAN DARI AYAT SELANJUTNYA)
➡ Sebagian orang menyamakan penyelewengan ayat-ayat jihad yang dilakukan oleh ISIS dan yang semisal dengan mereka dari kalangan khawarij dengan kasus pendalilan haramnya memilih pemimpin kafir memakai surat Al-Maidah ayat 51. Anggapan ini sangat keliru, karena yang pertama melakukan penyelewengan makna ayat, sedang yang kedua melakukan pendalilan dengan cara yang benar.
➡ Kami katakan bahwa Khawarij menyelewengkan makna ayat-ayat jihad karena beberapa alasan, diantaranya:
1. Mereka memerangi kaum muslimin yang tidak patut diperangi dan memberontak terhadap pemerintah muslim, padahal sudah dimaklumi bahwa jihad untuk memerangi orang-orang kafir.
2. Tidak memenuhi 3 syarat jihad, yaitu: Pertama: Dipimpin oleh kepala negara, Kedua: Memiliki kekuatan, Ketiga: Memiliki wilayah kekuasaan. Yang terjadi malah mereka melawan pemerintah muslim dan ingin merampas kekuasaan dari kaum muslimin.
3. Membunuh orang kafir tanpa pandang bulu, dan meyakini semua orang kafir adalah harbi (harus diperangi), padahal dimaklumi dalam syari'at ada orang-orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin yang tidak boleh diperangi selama mereka menaati perjanjian tersebut.
➡ Adapun pendalilan dengan surat Al-Maidah ayat 51 untuk melarang kaum muslimin memilih pemimpin kafir adalah pendalilan yang benar karena beberapa alasan, diantaranya:
1. Makna “Auliya” (أولياء) “wali-wali” dalam Bahasa Arab juga bermakna “Sulthan” (السلطان) “pemimpin” (lihat kamus Mukhtaarus Shihah, hal. 345, Lisaanul Arab, 15/407, Tajul ‘Arus, 40/242)
2. Terjemahan Al-Qur’an Resmi Departemen Agama Republik Indonesia: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [Al-Maidah: 51]
3. Andai diartikan “teman setia” sekali pun tetap saja tidak bisa menghilangkan makna “pemimpin” karena bisa saja satu ayat memiliki banyak makna, siapa yang memberi hak kepada kita untuk menghilangkan sebagian atau seluruh makna ayat yang sudah jelas…!?
4. Kesepakatan Ulama Islam dari Seluruh Mazhab atas Haramnya Memilih Pemimpin Kafir: “Ulama telah sepakat (ijma’) bahwa kepemimpinan tidak sah bagi seorang kafir, dan jika seorang pemimpin muslim menjadi kafir maka harus diselengserkan.” [Syarhu Muslim, 12/229]
5. Walau sebagian ulama ahli tafsir menyebutkan kisah sebab turunnya ayat ini terkait dengan peperangan di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam namun ayat ini berlaku umum, tidak dibatasi hanya dalam masa perang atau hanya pada kasus khusus, karena lafaz ayat bersifat umum tanpa memberi pengecualian, dan termasuk kaidah penting dalam ilmu tafsir: “Yang menjadi patokannya adalah keumuman lafaz, bukan kekhususan sebab.” [Fushulun fi Ushulit Tafsir, hal. 131]
💻 Baca Selengkapnya: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/695719943910824:0
💻 Artikel Terkait:
➡ [Audio] Setelah Al-Maidah 51
🔸 Link: http://bit.ly/2fYEtrN
➡ Larangan Memilih Pemimpin Kafir dalam Surat Al-Maidah Ayat 51 Sesuai Terjemahan Resmi Depag RI dan Penjelasan Ahli Tafsir
🔸 Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/677211869094965:0
➡ Setelah Menghina Al-Qur'an, Minta Maaf Saja Belum Cukup, Jadi Harus Bagaimana?
🔸 Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/679235522225933:0
➡ Siapa yang Bohong dan Memanipulasi Ayat?
🔸Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/678785838937568:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun D iy yee akwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Faidah_Tafsir
⛔ GENERASI PENGGANTI YANG JELEK
🚫 (Generasi yang Menyia-nyiakan Shalat dan Memperturutkan Hawa Nafsu)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
➡ Allah ta’ala berfirman,
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ شَيْئًا
🚧 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” [Maryam: 59-60]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Ancaman yang keras terhadap orang-orang yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu; bahwa mereka;
⌛ Akan tersesat di dunia,
⌛ Akan diazab pada hari kiamat di dalam lembah yang sangat dalam, baunya sangat busuk dan mengalir padanya nanah dan darah, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat.
(Lihat Tafsir Al-Baghawi, 5/241 dan Tafsir Ibnu Katsir, 5/245).
2) Ulama menyebutkan dua pendapat tentang makna menyia-nyiakan sholat:
⌛ Pertama: Meninggalkan sholat sama sekali.
⌛ Kedua: Menunda-nunda waktu sholat, juga sudah termasuk menyia-nyiakan sholat.
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/243).
3) Dua sifat generasi pengganti yang jelek adalah menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu.
📌 Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata tentang mereka,
هم في هذه الأمة، يتراكبون تراكب الأنعام والحمر في الطرق، لا يخافون الله في السماء، ولا يستحيون الناس في الأرض
⚠ “Mereka hidup dalam umat ini seperti binatang-binatang ternak dan keledai-keledai di jalan-jalan; tidak takut kepada Allah ta’ala yang di langit dan tidak malu kepada manusia di bumi.” [Tafsir Ibnu Katsir, 5/244]
📝 Faidah: Mengimani Allah ta'ala istiwa di langit di atas 'arsy-Nya tanpa membutuhkan 'arsy sedikit pun adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang disepakati oleh generasi terbaik umat Islam; sahabat dan tabi'in. Maka inilah salah satu atsar yang diriwayatkan dari Al-Imam Mujahid rahimahullah, bahwa Allah di langit, namun ilmu dan pengawasan-Nya di mana-mana.
Al-Imam Mujahid rahimahullah adalah imam besar ahli tafsir dari generasi tabi'in. Beliau adalah murid sahabat Ibnu Abbas radhiyallaahu'anhuma, seorang sahabat yang pernah didoakan oleh Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam agar menjadi ahli tafsir.
4) Orang yang menyia-nyiakan sholat maka ia juga akan menyia-nyiakan perkara lain dan mempertututkan hawa nafsu.
📌 Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وإذا أضاعوها فهم لما سواها من الواجبات أضيع؛ لأنها عماد الدين وقوامه، وخير أعمال العباد
⚠ “Apabila mereka telah menyia-nyiakan sholat maka kewajiban-kewajiban lain mereka akan lebih menyia-nyiakan, karena sholat adalah tiang dan penopang agama, serta sebaik-baiknya amalan para hamba.” [Tafsir Ibnu Katsir, 5/243]
5) Keutamaan orang yang bertaubat dari syirik, bid’ah dan maksiat, kemudian beriman dan beramal shalih.
📌 Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata,
🕌 "Kemudian Allah ta’ala memberikan pengecualian, Allah ta’ala berfirman: “Kecuali orang yang bertaubat”, yaitu bertaubat dari syirik, bid’ah dan maksiat, maka ia segera meninggalkan dosa-dosa tersebut, menyesalinya dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya...
📁 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/695541283928690:0
🔹 http://sofyanruray.info/generasi-pengganti-yang-jelek/
🎥 #Video_Khutbah Jum'at Generasi Pengganti yang Jelek: https://youtu.be/bXfPDEl68EM
▶ #Audio_Khutbah Jum'at Generasi Pengganti yang Jelek: http://bit.ly/21pkH5f
🌹 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Faidah_Tafsir
¡Ya disponible! Investigación de Telegram 2025 — los principales insights del año 
