Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Ir al canal en Telegram
5 145
Suscriptores
-224 horas
-217 días
-5730 días
Archivo de publicaciones
🎵Audio Daurah 3 Hari📀
📚Laamiyah Ibnu Taimiyah
🎤 Ustadz Abdul Mu'thi
🕌 Masjid Al-Muhajirin Wal Anshar,
📆 4 - 6 Shafar 1438 H / 4 -6 November 2016
⬇️Link Download:
1⃣Sesi 1: http://bit.ly/2eDVzJU
2⃣Sesi 2: http://bit.ly/2eNox7C
3⃣Sesi 3: http://bit.ly/2fSpgIT
4⃣Sesi 4: http://bit.ly/2ftiQ2p
5⃣Sesi 5: http://bit.ly/2fqPWxy
6⃣Sesi 6: http://bit.ly/2fK47kX
7⃣Sesi 7: http://bit.ly/2eNsHML
✋Semoga Bermanfaat
📻Radio Syiar Tauhid AM 675
🌎www.syiartauhid.info
🔥 SAUDARAKU JAGALAH KEAMANAN, MENJAUHLAH DARI JALANAN...!
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
سَتَكُونُ فِتَنٌ ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي ، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي ، وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ ، وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ
🚧 "Akan terjadi fitnah-fitnah (saling membunuh antara sesama muslim), maka orang yang duduk di masa itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Dan siapa yang memasukinya maka akan membinasakannya, dan siapa yang menemukan tempat bernaung atau berlindung hendaklah ia berlindung dengannya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
✅ Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,
اختلف السلف فحمل ذلك بعضهم على العموم وهم من قعد عن الدخول في القتال بين المسلمين مطلقا
🌴 "Salaf berbeda pendapat tentang makna fitnah, maka sebagian mereka berpendapat bahwa maknanya umum, yaitu mereka yang duduk adalah yang tidak ikut serta dalam peperangan antara kaum muslimin secara mutlak." [Fathul Baari, 13/35]
✅ Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi'i rahimahullah berkata,
فمعناه بيان عظيم خطرها ، والحث على تجنبها ، والهرب منها ، وأن شرها وفتنتها يكون على حسب التعلق بها
🌴 "Makna hadits ini adalah penjelasan bahayanya yang besar serta dorongan untuk menjauhinya dan berlari darinya, dan bahwa kejelekannya serta fitnahnya sesuai keterlibatan dengannya." [Syarhu Muslim, 9/237]
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/693154414167377:0
🕌 Audio Khutbah Jum'at: Jagalah Keamanan Wahai Kaum Muslimin
▶ Link Download: http://bit.ly/2fmiSXE
🎙 Khatib: Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Dapatkan Audio dan Video Kajian-kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah di Channel Radio Dakwah Sunnah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/29aOOK6
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
🚧 BEDA JIHAD SYAR’I DAN JIHAD KONSTITUSI YANG BERASAS DEMOKRASI
✅ Dari Sahl bin Mu’adz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu’anhuma, dari bapaknya, beliau berkata:
نَزَلْنَا عَلَى حِصْنِ سِنَانٍ بِأَرْضِ الرُّومِ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ، فَضَيَّقَ النَّاسُ الْمَنَازِلَ، وَقَطَعُوا الطَّرِيقَ، فَقَالَ مُعَاذٌ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّا غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ كَذَا وَكَذَا، فَضَيَّقَ النَّاسُ الطَّرِيقَ، فَبَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنَادِيًا فَنَادَى: مَنْ ضَيَّقَ مَنْزِلًا أَوْ قَطَعَ طَرِيقًا فَلَا جِهَادَ لَهُ
🌴 “Kami pernah menaklukan benteng Sinan di negeri Romawi bersama Abdullah bin Abdul Malik, maka manusia ketika itu menyempitkan perumahan dan memutus jalan, maka Mu’adz berkata: Wahai manusia, sungguh kami pernah berperang bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam peperangan ini dan itu, lalu manusia menyempitkan jalan, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk menyerukan: Barangsiapa yang menyempitkan sebuah rumah atau memutus sebuah jalan maka tidak ada jihad baginya.” [HR. Ahmad dan Abu Daud, Shahih Abi Daud: 2364]
✅ Al-‘Allamah Ali Al-Qori rahimahullah berkata,
(وَقَطَعُوا الطَّرِيقَ) : بِتَضْيِيقِهَا عَلَى الْمَارَّةِ
🌴 “Memutus jalan adalah dengan menyempitkannya sehingga menyulitkan pengguna jalan.” [Al-Mirqoh, 6/2522]
✅ Al-'Allamah Al-'Azhim Al-Abadi rahimahullah berkata,
(وَقَطَعُوا الطَّرِيقَ) أَيْ بِتَضْيِيقِهَا عَلَى الْمَارَّةِ (فَلَا جِهَادَ لَهُ) فِيهِ أَنَّهُ لَا يَجُوزُ لِأَحَدٍ تَضْيِيقُ الطَّرِيقِ الَّتِي يَمُرُّ بِهَا النَّاسُ وَنَفَى جِهَادَ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ عَلَى طَرِيقِ الْمُبَالَغَةِ فِي الزَّجْرِ وَالتَّنْفِيرِ وَكَذَلِكَ لَا يَجُوزُ تَضْيِيقُ الْمَنَازِلِ الَّتِي يَنْزِلُ فِيهَا
🌴 “Memutus jalan artinya menyempitkannya sehingga menyulitkan pengguna jalan, maka tidak ada jihad bagi pelakunya. Dalam hadits ini terdapat pelajaran bahwa tidak boleh menyempitkan jalan yang dilalui manusia. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam meniadakan jihadnya orang yang melakukan itu dengan bersungguh-sungguh dalam mengecam dan memperingatkan. Demikian pula tidak boleh menyempitkan rumah-rumah yang dilalui seorang mujahid.” [‘Aunul Ma’bud, 7/210]
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692960050853480:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info
🌐 Web: www.sofyanruray.info
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
🛡 MEMBABAT HABIS ALASAN-ALASAN MELAKUKAN DEMONSTRASI
🔥 DEMONSTRASI (bagian kedua): BANTAHAN ATAS PEMBOLEHAN DEMONSTRASI
🚧 SYUBHAT-SYUBHAT DAN BANTAHANNYA
1. BAGAIMANA ISLAM BISA DIBELA KALAU CUMA TA’LIM (PENYEBARAN ILMU) DAN IBADAH DI MASJID ATAU DIRUMAH?
Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
العبادةُ فِي الْهَرَجِ كَهِجْرةٍ إِليَّ
“Ibadah dimasa fitnah/ujian: (pahalanya) seperti Hijrah kepadaku.” HR. Muslim (no. 7588).
Hadits ini sebagai arahan dari Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- yang mulia; bahwa: justru dalam masa fitnah ini kita diharuskan banyak beribadah, dan itulah yang menolong kaum muslimin. Bukan berkata dan berbuat gegabah yang jelas dilarang oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Bahkan Allah -Ta’aalaa- berfirman:
...وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
“…Jika kamu bersabar dan bertakwa; niscaya tipu daya mereka tidak akan membahayakanmu sedikitpun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran: 120)
Dalam ayat ini pun Allah menerangkan dan menegaskan kepada kita bahwa: Dia mengetahui makar orang kafir dan akan menolong orang beriman; dengan syarat SABAR dan TAKWA (melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya).
2. ANDA DAN ORANG SEMISAL ANDA YANG TIDAK BERDEMO; TIDAK JUGA MENASEHATI PEMERINTAH DAN MENDATANGINYA. CUMA OMONG DOANG!
Kita katakan bahwa: kita serahkan pada Ustadz Kibar tentang permasalahan ini; yang bisa langsung menasehati pemerintah. Dan siapa bilang kita diam saja?! Apakah apabila kami dan Ustadz kami menasehati pemerintah; kemudian harus bilang ke wartawan untuk direkam, difoto, disebarkan, bawa bendera partai, bawa spanduk buat promosi, dan lain-lain. Manhaj macam apa ini?!
Kita hanya meneladani para Shahabat dan para Salaf, oleh karena itulah kita disebut SALAFI!
Dari Syaqiq, dari Usamah bin Zaid, ada yang berkata kepadanya: Kenapa anda tidak masuk menemui ‘Utsman dan engkau menasehatinya?” Maka dia berkata: “Apakah kalian menganggap bahwa jika aku berbicara padanya (‘Utsman) lantas aku harus memperdengarkannya kepada kalian?! Demi Allah! Aku telah berbicara empat mata dengannya; tanpa perlu saya membuka satu perkara yang saya tidak suka menjadi orang pertama yang membukanya (yaitu menasehati pemimpin terang-terangan), dan tidakklah aku mengatakan kepada seorang: saya memiliki pemmpin yang dia adalah manusia terbaik.” HR. Muslim (no. 7674).
3. BUKANKAH AHOK KAFIR, SEHINGGA KITA BOLEH UNTUK MEN-DEMO DIA? BUKANKAH YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN ADALAH MEN-DEMO PEMERINTAHAN MUSLIM!
Kita katakan: Anda dan orang semisal anda; pada hakikatnya berdemo kepada pemerintah yang di atas Ahok -yaitu: Presiden- agar Ahok diadili. Bukankah ini demo terhadap pemerintahan muslim??!!
Kalaupun pemerintah anda adalah kafir -di Cina, Rusia, Amerika, dan lainnya- tidak lantas menjadi halal mendemo mereka karena mudharat yang ditimbulkan akan besar, dan hukum asal demo adalah perbuatan haram.
Lihat kepada Suriah sekarang ini!
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692488774233941:0
💻 Artikel Terkait:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692461127570039
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691193887696763:0
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/686719724810846:0
🔹 http://sofyanruray.info/demonstrasi-dan-mencela-pemerintah-di-media-massa-bukan-ajaran-islam/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Kajian_Sunnah
⛔ MEWASPADAI DAMPAK BURUK DEMONSTRASI
1. Memprovokasi masyarakat untuk memberontak kepada penguasa, terlebih jika nasihat dalam demo tersebut tidak diindahkan oleh penguasa, maka akibatnya akan semakin memprovokasi massa dan menceraiberaikan kesatuan kaum muslimin (lihat Fathul Bari, 13/51-52)
2. Cara mengingkari kemungkaran penguasa dengan terang-terangan mengandung penentangan terhadapnya (lihat Umdatul Qaari, 22/33, Al-Mufhim, 6/619)
3. Pencemaran nama baik dan ghibah kepada penguasa yang dapat mengantarkan kepada perpecahan masyarakat dan pemerintah muslim (lihat Umdatul Qaari, 22/33)
4. Mengakibatkan masyarakat tidak mau menaati penguasa dalam hal yang baik (lihat Haqqur Ro’i, hal. 27)
5. Menyebabkan permusuhan antara pemimpin dan rakyatnya (lihat Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 99)
6. Menjadi sebab ditolaknya nasihat oleh penguasa (lihat Fathul Bari, 13/52)
7. Menyebabkan tertumpahnya darah seorang muslim, sebagaimana yang terjadi pada sahabat yang mulia Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu akibat demonstrasi kaum khawarij (lihat Syarah Muslim, 18/118)
8. Menghinakan sulthan Allah, yang telah Allah takdirkan sebagai penguasa muslim (lihat As-Sailul Jarror, 4/556)
9. Munculnya riya’ dalam diri pelakunya (lihat Madarikun Nazhor, hal.211)
10. Mengganggu ketertiban umum.
11. Menimbulkan kemacetan di jalan-jalan.
12. Merusak stabilitas ekonomi.
13. Tidak jarang adanya ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan wanita) ketika demonstrasi, bahkan pada demo yang mereka sebut Islami sekali pun.
14. Menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat.
15. Mengikuti jalan ahlul bid’ah (Khawarij) dan orang-orang kafir. Wallahu A’lam.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692461127570039
💻 Artikel Terkait:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691193887696763:0
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/686719724810846:0
🔹 http://sofyanruray.info/demonstrasi-dan-mencela-pemerintah-di-media-massa-bukan-ajaran-islam/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Fatwa_Ulama
Tingginya Kedudukan Taubat [Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 37].mp312.56 MB
🚧 Mengenang Buah Pahit Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi Tahun 1998 agar Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mereka yang Gemar Berdemonstrasi
✒ (Renungan Bermakna sebelum 4 November 2016 M)
✍ Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc -hafizhahullah-
Yakin banyak diantara kita yang masih mengingat peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1998 M yang silam. Peristiwa itu dikenal dengan "GERAKAN REFORMASI" atau"GERAKAN MAHASISWA INDONESIA 1998" yang melibatkan ribuan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di berbagai daerah. Tak luput dalam aksi dan gerakan demonstrasi tersebut, beberapa elemen dari berbagai ormas dan organisasi yang memiliki kepentingan yang sama dalam melengserkan Bapak Presiden Soeharto -rahimahullah- pada saat itu.
Gerakan Reformasi masa itu diwarnai berbagai macam kerusuhan dan kekacauan dimana-mana, dan muncul berbagai macam kerusakan dan ketimpangan dalam berbagai sektor akibat dan dampak buruk Gerakan Reformasi kala itu.
Di sana-sini terjadi kericuhan, kegaduhan, penjarahan, kezoliman dan pembunuhan akibat aksi berdosa itu. Demonstrasi demi demonstrasi pun terus dilancarkan oleh berbagai pihak baik yang ber-KTP muslim, maupun kafir dengan berbagai warna dan sukunya.
Berbagai dampak negatif dan kerusakan dari Gerakan Reformasi 1998, pun terus dirasakan oleh masyarakat Indonesia, baik pemerintah, maupun rakyat. Walaupun sudah terjadi delapan belas tahun silam, dampak buruk tersebut masih kita rasakan sampai saat ini.
Aksi demonstrasi yang diusung oleh para pejuang reformasi banyak melahirkan kerusakan sehingga iklim politik menjadi semrawut dan amburadul, karena banyak yang menyalah artikan makna kebebasan yang mereka serukan.
Kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Banyak demonstran dalam aksinya menyampaikan aspirasi justru berujung pada kerusuhan, perkelahian dan mencaci maki pemerintah yang semestinya dihormati dan diluruskan dengan dengan cara-cara yang bertetika, bukan dengan cara-cara anarkis.
Di dalam aksi itu banyak perbuatan amoral yang muncul dari para demonstran, mulai dari bakar ban, melempar orang atau fasilitas umum, melawan aparat, menjelek-jelekkan pemerintah yang berkuasa dengan berbagai macam celaan pedas yang menurunkan wibawa mereka, dan lainnya.
Sekarang buah apa yang dipetik oleh masyarakat dan pemerintah dari GERAKAN REFORMASI itu?! Kita semua telah merasakan pahitnya.
Dengan gerakan reformasi itu, banyak pihak yang menungganginya demi kepentingan golongan dan keyakinannya.
Dengan reformasi, mereka menyuarakan kebebasan dengan sebebas-bebasnya, sehingga terbukalah semua pintu keburukan, bagaikan badai tornado yang tak terbendung.
Kini, anda menyaksikan sendiri berbagai badai problema menghantam negeri ini dan merugikan masyarakatnya, dan terkhusus kaum muslimin. Kini terbukalah pintu KOMUNIS, yang memanfaatkan isu kebencian kepada mendiang Presiden Republik Indonesia yang kedua, Bapak Soeharto -rahimahullah- .
Selanjutnya, mereka (kaum komunis) memutarbalikkan fakta bahwa kaum komunislah yang teraniaya pada masa lalu.
Padahal sejarah telah membuktikan melalui tulisan dari para sejarawan yang merupakan saksi hidup dan pengakuan korban kebengisan PKI (Partai Komunis Indonesia) pada masa itu, saat mereka berusaha menguasai negeri Indonesia yang mayoritas muslim ini.
💻 Baca Selengkapnya: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691795030969982:0
💻 Sumber Tulisan: https://abufaizah75.blogspot.co.id/2016/11/mengenang-buah-pahit-peristiwa.html?m=1
💻 Artikel Terkait:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691193887696763:0
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/686719724810846:0
🔹 http://sofyanruray.info/demonstrasi-dan-mencela-pemerintah-di-media-massa-bukan-ajaran-islam/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Fatwa_Ulama
📝 SERUAN DARI MASJID NABAWI TERKAIT DEMO TANGGAL 4 NOVEMBER 2016 DI JAKARTA
✍ Fatwa Ulama Besar Ahlus Sunnah, Ahli Hadits Kota Madinah Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizhahullah:
قَالَ: رَئِيْسُ مَدِيْنَةِ جَاكَارْتَا يَسْتَهْزِئُ بِالْقُرْآنِ وَعُلَمَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَهُوَ نَصْرَانِيٌ، وَفِي رَابِعِ نُوْفِمْبَر: سَتُقَامُ الْمُظَاهَرَةِ لِطَلَبِ الْمَحَاكَمَةِ. هَلْ يَجُوْزُ لَنَا الْخُرُوْجُ؟ عِلَمًا بِأَنَّهُ كَافِرٌ لاَ بَيْعَةَ لَهُ، وَالْمُظَاهَرَةُ يُرَاعَى فِيْهَا الأَدَبُ، وَعَدَمُ إِفْسَادِ الْمَرَافِقِ الْعَامَّةِ.
[قَالَ الشَّيْخُ]: الْمُظَاهَرَاتُ وَالْمُشَارَكَةُ فِيْهَا: غَيْرُ صَحِيْحٍ، وَلٰكِنْ يَعْمَلُوْنَ مَا يُمْكِنُهُمْ مِنْ غيْرِ الْمُظَاهَرَاتِ؛ يُكْسِبُوْنَ وَيَذْهَبُوْنَ يَعْنِيْ يَذْهَبُ أُنَاسٌ لِمُرَاجَعَةِ الْمَسْؤُوْلِ الأَكْبَرِ...
🎙 Penanya berkata: Gubernur Kota Jakarta mengolok-olok Al-Qur’an dan Ulama kaum muslimin, dia seorang Nashrani. Dan pada tanggal 4 November akan diadakan Demonstrasi untuk meminta agar dia dihukum. Bolehkah kita ikut keluar (berdemo)?
Dan untuk diketahui bahwa dia adalah orang kafir, yang tentunya kita tidak wajib untuk membai’atnya. Dan dalam Demonstrasi tersebut akan dijaga adab-adabnya dan tidak ada perusakan terhadap fasilitas-fasilitas umum.
🎙 Syaikh menjawab: “Demonstrasi dan ikut serta di dalamnya: TIDAK DIBENARKAN. Akan tetapi mereka (kaum muslimin) bisa melakukan usaha dengan (mengutus) beberapa orang untuk pergi menasihati pimpinan terbesar (Presiden)…”
📚 Ditanyakan oleh sebagian Mahasiswa Madinah -yang kami cintai karena Allah-, pada waktu Maghrib, 31 Oktober 2016 M (semoga Allah membalas semuanya dengan kebaikan) [Dinukil dari Group WA Ahlus Sunnah]
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691193887696763:0
💻 Artikel Terkait:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/686719724810846:0
🔹 http://sofyanruray.info/demonstrasi-dan-mencela-pemerintah-di-media-massa-bukan-ajaran-islam/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Fatwa_Ulama
¡Ya disponible! Investigación de Telegram 2025 — los principales insights del año 
