DEFTWIN SOCIETY.
Open in Telegram
DEFTWIN (Democracy For The Win) was created for BAs across all platforms, as a simple yet meaningful community within. Contact: @Deftwinbot https://msha.ke/deftwinsociety SEPT. 2025
Show moreThe country is not specifiedThe category is not specified
394
Subscribers
No data24 hours
-37 days
-930 days
Posts Archive
Hahaha saya kepikiran buka session khusus temen-temen BA manips pamerin karyanya di sini. Ada yang setuju gak?
Nih Sob, Abang-Abang Timnas kita pun mulai terganggu dengan adanya praktik AI-generated photomontage ini
Hehehe jadi gimana pembahasan kali ini nih Sob? Ada yang mau ditanyain/didiskusikan? Sokin @DeftwinBot ae
AI Edit Foto Bareng Idola: Seru atau Berbahaya?
Dalam era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi kekuatan revolusioner yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satu kemampuan yang berkembang dalam ranah AI adalah pembuatan photomontage atau penggabungan foto. Photomontage sendiri merupakan teknik menggabungkan, memotong, dan/atau menyatukan beberapa foto sehingga menghasilkan sebuah karya foto baru.
Sekarang ini lagi viral banget, ya. Cuma modal foto diri, langsung bisa foto bareng bias. Tapi, tau gak sih? Di balik itu, ternyata ada bahayanya lho. Gini, Deftwin mau ngajak kalian ngobrol santai soal risiko-risiko yang mungkin terjadi.
“Emang Kenapa Kalau Unggah Foto ke AI?”Dari yang udah kami baca-baca di berita, ada beberapa hal yang harus kita waspadai: • Data pribadi kita jadi taruhan. Waktu kita upload foto, ternyata data penting kayak lokasi, waktu foto diambil, dan detail di sekeliling kita itu ikut keunggah juga. Dilansir dari Jabar Ekspres, data ini bisa disalahgunakan buat hal-hal negativ. Bahkan, foto muka kita bisa dipakai buat bikin deepfake, video atau foto palsu yang mirip banget sama kita, dan kemungkinan bisa dipakai buat nipu. • Banyak aplikasi AI gratisan itu tidak punya aturan jelas soal privasi kita. MitraIndonesia.id bilang, begitu foto diunggah, kita bisa kehilangan kendali penuh atas foto itu. Meskipun udah dihapus, bisa saja fotonya masih tersimpan di server mereka. • Menurut Merdeka.com, foto yang kita unggah itu sering dipakai buat "ngelatih" AI-nya biar makin pintar. Sebagian besar aplikasi tidak memberi opsi otomatis untuk menonaktifkan fitur ini. Jadi, kalau kita tidak teliti, foto wajah kita bisa dipakai terus-menerus tanpa izin. So, jangan sampai nyesel di akhir ya, Sob! Foto bareng idol emang seru, tapi jangan sampai kita mengorbankan keamanan diri sendiri. Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati. Lagipula, sekarang sudah banyak kok jasa edit manipulation (manips) yang bisa bikin hasil yang bagus tanpa harus upload foto kita ke AI. Jadi, kita gak perlu ambil risiko, ditambah kita bisa lebih memajukan teman-teman BA manips juga nih! Yuk, lebih waspada dan pintar dalam menggunakan teknologi, Sob. 🤩
Deftwin punya beberapa topik pembahasan lagi. Sobat kepo yang mana dulu nih?
Enih dah kalo Sobat pada mager stalk deskripsi channel: https://msha.ke/deftwinsociety
Repost from INFO JAKARTA #KAWALTUNTUTAN
+1
Aksi damai oleh Aliansi Ibu Indonesia akan diadakan besok, 10 September 2025 pukul 17.30-20.00 di Selasar Planetarium Taman Ismail Marzuki
Sc. teraskamala on Instagram
Wow, semakin banyak yang melemparkan pendapat dan pertanyaan ke bot nih! Don’t be sorry, justru saya sseneng banget karena artinya Sobat gak takut berpendapat. Kita tampung di bot kami dulu ya, boleh bahasa santai tapi tetap sopan
Dari sini kita semua tau ya Sob, kalau QRIS bukan sembarang sistem pembayaran yang sepele. Kalau ada pertanyaan atau pendapat, boleh ke bot kita aja ya Sob!
Jasa Pinjam QRIS di Ranah BA, Apakah Melanggar Etika BI?
Meski prinsip QRIS adalah pembayaran tanpa biaya tambahan kepada konsumen, model pinjam QRIS yang menarik biaya jasa kepada pembeli bukanlah praktik yang diatur secara resmi oleh Bank Indonesia. Jika ada pihak yang memanfaatkan QRIS orang lain lalu mengenakan biaya, praktik ini berpotensi melanggar ketentuan penyelenggaraan jasa pembayaran (PJP) dan sebaiknya dihindari ya Sob.
Sebagai alternatif, Sobat dapat dengan mudah mendaftar QRIS sendiri melalui fitur Dana Bisnis dari DANA, Merchant BCA dari Bank BCA, atau PJP lainnya. Jadi, tanpa perlu meminjam QRIS orang lain, Sobat sudah bisa menerima pembayaran sekaligus mendapatkan keuntungan tanpa harus “berbagi” kepada penyedia jasa pinjam QRIS.
#Rangkum. Gimana menurut Sobat?
QRIS Melarang Pedagang Menarik Biaya Tambahan, Lho!
Seperti kita tahu, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sudah menjadi salah satu alternatif transaksi populer di Indonesia. Diluncurkan pada 17 Agustus 2019 oleh Bank Indonesia (BI), QRIS menjadi standar nasional untuk sistem pembayaran berbasis kode QR.
Belakangan ini ramai dibicarakan banyak pedagang mengenakan biaya tambahan bagi pembeli yang bertransaksi lewat QRIS. Padahal, Bank Indonesia telah mengatur sanksi melalui Peraturan BI Nomor 23 Tahun 2021. Sanksinya bisa berupa penghentian kerja sama merchant dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) hingga masuk daftar hitam (blacklist).
“Cuma dua ratus perak, lima ratus, atau seribu rupiah. Masa iya disanksi? Kan pedagang mau nambah untung!” Untung sih untung, tapi jangan salah. Praktik ini ilegal dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap QRIS sebagai alat pembayaran digital gratis.
Karena itu, BI meminta pembeli berani menolak biaya tambahan (MDR) dan melaporkannya langsung ke PJP.
#Rangkum Siapa nih yang masih bandel nambahin harga untuk transaksi QRIS? Jangan ya Sobat ya.
