en
Feedback
✶ DISTOPIA: REHAT

✶ DISTOPIA: REHAT

Open in Telegram

ㅤ “MENGERUHLAH!” ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𝒦. @maangu@aqkad ─── ݃🩸 Kala cahaya pergi, tak ada satupun butir debu yang selamat. / Tewaslah engkau dalam jutaan belasah, yang dilempar-lempar oleh dirimu sendiri, kepada dirimu sendiri. ⁷⁷ SADRAH: @DLISTOPIABOT (&.) ㅤ

Show more
231
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
sticker.webp0.38 KB

⠀ “AKU REMUK DIBALUT LEBAM.” Tepat. Persis. Selayak dalam nubuatku malam itu. Rintihku di tepi danau yang kau abaikan. (&. Se
“AKU REMUK DIBALUT LEBAM.” Tepat. Persis. Selayak dalam nubuatku malam itu. Rintihku di tepi danau yang kau abaikan. (&. Sengaja kau abaikan.) ⠀⠀⠀KAUTAHU BAHWA ITU AKU! ⠀⠀ ⠀⠀JELAS-JELAS, ITU AKU! ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀⠀  ITU AKU! ITU AKU! 🫀⡱ Tamatlah serta kelanaku ini. Dari satu semesta ke semesta lainnya. Bui dunia memantik ujung syaraf mataku, yang sempat dibutakan sorot bintang besar yang terlalu terang. Aku pulang bukan karena rindu yang mengerang. Aku pulang karena muak. Memahami bahwa konsep atas waktu juga ruang itu abstrak menyobek lelahku. Paham bahwa mereka sebatas khayal, hanya menyuntikkan jengah dalam hidupku. Mengapa? Mengapa? MENGAPA???? Nihil sesal aku membalas dendamku. Jauh jarakmu menyembuhkanku. Ada beberapa keping bulan purnama yang masih aku bawa s’lama kelana. Moga benda bulat yang aku damba itu tiada rontok buat yang kedua kalinya akibat patah hati. Air mataku habis. Peranku s’bagai kawannya sudah tamat, miris. ⠀

sticker.webp0.00 KB

⠀ Apa-apa yang kaucetak ini cuma fana. Perihal menenggelamkannya kelewat mudah. Akan kuseret balik engkau ke tempat di mana t
Apa-apa yang kaucetak ini cuma fana. Perihal menenggelamkannya kelewat mudah. Akan kuseret balik engkau ke tempat di mana tanganku leluasa ‘tuk mencekikmu persis bak dalam mimpi yang kujemput semalam, yang penuh dengan pemaksaan, menghentak aku agar sadar. Selekasnya. Misalkan aku diperbolehkan berkata jujur, sungguh, aku sudah sangat-sangatlah tak kuat. Aku berani bersumpah, bahwa nyawa pula batinku tidak sebuas ujung lidah apinya yang mencumbui udara penuh nafsu. Aku tak ‘kan dendam kalaupun aku akan kaumaki-maki esok Minggu, di bibir sumur yang makin buram itu. ⠀

⠀ Teruslah menghuyung jiwaku dengan waktu. Hingga batas belas kasihanku sudah tak ‘kan dapat lagi aku pangku. Congkak, kau! Selalu berlagak paling sangar, namun kabur paling kencang kalau mendengar kata ajal! ─── ݃♱🩸
Tapi, kau tak lupa, ‘kan, kalau aku ini kauseret dari semesta lain—di mana sepatutnya aku tak keluar dari sana?

sticker.webp0.24 KB

⠀ Sumpahku, atas batang-batang lilin yang terbengkalai, lepas membawa tubuhnya terbang ke kusen jendela—lalu dengan tololnya
+1
⠀ Sumpahku, atas batang-batang lilin yang terbengkalai, lepas membawa tubuhnya terbang ke kusen jendela—lalu dengan tololnya menabrakkan diri hingga padam. Tewas, serentak. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀( ☥.. ) ⠀