Nelayan Asal Sulawesi Selatan Ditemukan Meninggal di Pantai Tangairi-Sumba Tengah
SUMBA TENGAH β Seorang nelayan asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia di sekitar Pantai Tangairi, Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026) petang.
Korban diketahui bernama Nur Jama'ah (49), warga Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Nur Jama'ah sebelumnya berlayar bersama sembilan orang lainnya menggunakan kapal Gurita Pelita Jaya dari Pangkep menuju perairan Sumba untuk melaut dan mencari gurita. Kapal tersebut dinakhodai Isfar (32).
Rombongan tiba di perairan Pantai Tangairi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.
Pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wita, korban bersama sejumlah ABK mulai mencari gurita menggunakan pelampung berbahan gabus.
Korban sempat dua kali naik ke kapal. Namun, sekitar pukul 11.30 Wita, korban kembali turun untuk melaut. Saat itu, gelombang besar datang dan menyebabkan tali pelampung yang digunakan korban putus.
Korban kemudian terlepas dari pelampung. Tubuhnya diduga dihantam gelombang hingga terbentur batu karang dan akhirnya terperangkap di sela-sela karang.
Setelah korban tidak kunjung muncul ke permukaan, nakhoda bersama ABK lainnya melakukan pencarian dari siang hingga sore hari.
Sekitar pukul 17.00 Wita, tiga warga setempat, yakni Joni Soki Sairo, Adi Tiba Reku Nanga, dan Siwa Jurumana, datang ke Pantai Tangairi saat air laut surut untuk melaut.
Mereka kemudian melihat sesosok tubuh manusia tersangkut di batu karang.
Adi Tiba Reku Nanga selanjutnya menghubungi Sekretaris Desa Waimanu, Jefri Umbu Dina Sama Badju, untuk melaporkan penemuan tersebut. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Waimanu Obet Lapu Pagegi, Bhabinkamtibmas Polsek Katikutana, dan Camat Katikutana Selatan Yulius Umbu Piga.
Di waktu yang hampir bersamaan, nakhoda dan ABK kapal melihat tanda dari warga berupa lambaian baju. Tiga ABK kemudian merapat ke pantai dan memastikan bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Warga setempat kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah warga, Okta Pagalu Leba Ratu, yang berada di pinggir Pantai Tangairi agar jenazah tidak kembali terbawa arus.
Petugas kepolisian bersama aparat pemerintah setempat kemudian mendatangi lokasi. Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan oleh tim medis Puskesmas Malinjak yang dipimpin dr. Jeani Anggraini R. Sedu bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Sumba Barat.
Dari hasil pemeriksaan luar, tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat tanda-tanda yang mengarah pada korban tenggelam. Korban juga mengalami luka pada bagian wajah yang diduga akibat benturan dengan batu karang.
Jenazah diperkirakan telah meninggal lebih dari empat jam karena sudah mengalami kekakuan dan ditemukan lebam mayat.
Atas permintaan keluarga yang diwakili anak korban, Zultan (21), jenazah kemudian dibawa kembali ke kapal untuk dipulangkan ke Sulawesi Selatan.
Pihak keluarga juga membuat surat penolakan autopsi. Dengan bantuan warga sekitar, nakhoda dan ABK kemudian membawa jenazah menuju kapal menggunakan speedboat milik Villa Lamaloku untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halaman korban.
πππππππππ
HIBURAN MALAM π π¦
https://t.me/kaum8765
DAFTAR :
BATMAN TOTO
http://beres.in/batmantotoofficial