Social Media Marketing by Izan Sadida
Open in Telegram
Sharing ilmu social media marketing untuk ngumpulin 10K followers pertama kamu dan mengejar potensi cuan. Info kelas online, e-book, dan endorsement: lynk.id/izansadida
Show more1 825
Subscribers
-124 hours
-97 days
-2930 days
Posts Archive
2. Bangun Personal Brand yang Kuat
Dari awal dikenal banyak orang, Bang Radit memang dikenal dengan karakternya yang humoris, introvert, observatif, dan cerita hidupnya selalu jujur.
Artinya, dia gak pernah menjadi orang lain. Natural, apa adanya. Inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk terus ngikutin Bang Radit.
1. Ceritanya Selalu Relate
Salah satu kekuatan terbesar Raditya Dika adalah Storytelling yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Misalnya: cerita masa sekolah, pengalaman nge-date, kehidupan rumah tangga, kegagalan, dll.
Semua output dan storytelling tersebut dituangkan dalam banyak karya-karya beliau, berupa buku, mockumentary, dan film.
Siapa yang ga kenal Raditya Dika?
Dulu muncul sebagai penulis blog, kemudian aktor, Youtuber, sampai Film Maker.
Satu hal konsisten yang bisa kita pelajari dari beliau, adalah KONSISTENSI. Bang Radit menghadirkan konten-konten yang selalu relevan dan relate sama audience-nya.
Ini beberapa strategi kontennya yang bisa kita pelajari ⬇️
Kali ini saya mau sharing sedikit, belajar ngonten dari seorang Raditya Dika
Nah diluar ketiga kategori tersebut, saya ga bisa memastikan niche yang profitable atau tidak.
Misalnya niche saya adalah social media marketing. Ini masuk ke kategori wealth karena berkaitan dengan karir. Karir adalah tools manusia untuk mendapatkan harta
Contoh lain, misalnya niche kamu adalah edukasi fitness. Ini masuk kategori health karena berkaitan dengan kesehatan.
Kalau nichenya public speaking? masuk ke kategori relation
Kalau niche nya parenting? masuk ke kategori relation juga.
Tips milih niche konten yang profitable
Pastikan niche yang kamu pilih adalah salah satu turunan dari 3 kategori ini:
pertama, Wealth (kekayaan / harta)
kedua, Health (kesehatan)
ketiga, Relation (hubungan antar sesama manusia)
Ini namanya EVERGREEN NICHE. Alias niche yang gak akan pernah mati selamanya.
harus expert dulu baru ngonten❌
mulai ngonten, trial error sampai jadi expert✅
nunggu tools mahal dulu baru mulai ngonten ❌
mulai dari HP seadanya, upgrade bisa sambil jalan ✅
overthinking kontennya jelek, jadi nggak posting ❌
posting dulu, kualitas naik karena konsisten ✅
Fokus gimana supaya viral di satu konten ❌
fokus konsisten di 100 konten pertama ✅
maunya langsung kelihatan pro ❌
berani kelihatan pemula dulu ✅
hapus konten karena sepi viewers ❌
analisa konten biar next bisa lebih bagus ✅
bandingin diri sama kreator besar ❌
bandingin diri sama versi kemarin ✅
selalu mikir “algoritma nggak adil” ❌
selalu mikir “konten gue bisa diperbaiki di mana?” ✅
Pengen cepat dikenal banyak orang❌
Fokus jadi bermanfaat dulu ✅
Mindset penting buat temen2 yang baru mulai ngonten di bulan Maret 2026 ini ⬇️
Ada yang udah nyoba terjun di Tiktok Affiliate?
Gue salut bgt dengan para affiliator tiktok yang mampu bikin 50+ konten dalam sehari secara konsisten, dan hasilin komisi 2 digit sebulan.
Ternyata, masing2 platform ada treatmentnya. Strategi ngonten di IG sangat berbeda dengan Tiktok. Di Tiktok, brutal konten itu jadi salah satu faktor penting untuk bisa hasilin komisi yg besar.
Di tahun 2026 ternyata yang dibutuhin banyak orang bukan cuma editor yang punya skill ngedit video aja (paham teknis). Tapi juga yang paham algoritma sosmed, basic ngonten, storytelling dan psikologi audiens. Setuju?
Panggilan buat yang mau serius terjun di TikTok Affiliate. Yang beneran niat aja ya.
InsyaAllah ahad besok kita belajar bareng mas Fariz Ubaidillah (Affiliator & Content Creator) secara online via Zoom. Tersedia rekamannya juga.
Khusus member Komunitas Muslim Affiliate Network ada harga khusus yaa
Daftar disini:
https://lynk.id/muslimcreatorclass/dv1zr36jzqyz
Yaa algoritma memang penting, tapi retention datang dari rasa nyaman dan kesan natural-nya. Semangat ya🔥
Selain VO, ada satu opsi backsound lagi: ambience.
Suara hujan, langkah kaki, suara keyboard, suara kafe yang pelan, atau bahkan keheningan (natural). Ambience ini bikin konten beneran terasa hidup tanpa harus maksain pake musik.
Bahkan beberapa bulan terakhir, banyak konten yang performa-nya bagus justru karena terasa natural dan apa adanya aja
Apalagi kalau topiknya edukatif, insipratif, atau promosi. Terlalu banyak musik malah bikin capek sendiri dengarnya. Yakan?
