Social Media Marketing by Izan Sadida
Open in Telegram
Sharing ilmu social media marketing untuk ngumpulin 10K followers pertama kamu dan mengejar potensi cuan. Info kelas online, e-book, dan endorsement: lynk.id/izansadida
Show more1 825
Subscribers
-124 hours
-97 days
-2930 days
Posts Archive
Dah gitu aja. Biasanya kalian lebih sering cek reach atau impresi dulu?
So kesimpulannya, jumlah Reach menandakan seberapa luas konten menyebar. Sedangkan jumlah Impresi menandakan seberapa sering konten kita muncul ke audiens.
Sedangkan kalo impresi, hitungannya adalah berapa kali konten kita tampil. Misalnya 1 orang lihat konten yang sama 3 kali, maka impresinya dihitung 3. Jadi impresi bisa lebih besar dari reach.
Dalam content marketing, reach itu jumlah orang yang melihat konten kita. Kalo 1 orang melihat konten 1 kali, berarti dihitung 1 reach. Jadi reach lebih fokus ke berapa banyak akun/orang yang berhasil dijangkau.
Ngaku sosmed specialist, tapi belum bisa ngebedain reach dan impresi?
Ini penjelasannya ā¬ļø
Malam ini, sesi perkenalan awal member baru Muslim Creator Class batch Juli 2026
Di MCC, kita menyediakan kelas belajar Canva, Capcut, dan Digital Marketing untuk pemula. Materi dari basic hingga advance, full online, dan cocok untuk yang ingin upgrade skill high value di tahun 2026
Detailnya bisa cek disini ya:
muslimcreatorclass.com/semuakelas
Customer biasanya akan ingat gimana mereka diperlakukan. Dan itu yang bikin mereka inget brand kamu lagi setelah mereka punya respon positif terhadap produk kamu. Semangat temen2 owner FnB š¤
Kontennya meyakinkan, tapi produk aslinya beda jauh. Meskipun makanan yg kamu jual kamu anggap enak, tapi servisnya sangat menentukan. Inilah pentingnya komunikasi, dan kepatuhan terhadap SOP.
Memang banyak yg bilang ya di awal2 mulai bisnis, owner harus terjun langsung untuk controlling. Tujuannya untuk memastikan mereka patuh terhadap SOP, lewat training dan sanksi.
Apa pelajarannya?
Dari sini, gue jadi teringat tentang beberapa hal yg bikin customer gak mau beli produk kita lagi.
Selain kita memastikan produk kita adalah produk market fit (produk yg sudah pasti diterima market dan bermanfaat), salah satu yg sangat penting adalah memastikan ekspektasi konsumen sesuai dengan kenyataan.
1. Pelayan nya gak senyum sama sekali, dan gak komunikatif. Gue ngomong, dia gak ada jawab, cuma ngangguk. Gue jadi ragu dia paham maksudnya apa enggak
2. Gue minta air putih anget, yg dianter malah air biasa. Ya mungkin dia salah denger. Pas gue bilang harusnya air anget, dia cuma ngambil dan pergi tanpa bicara sama sekali. Tanpa senyum juga.
3. Qodarullah, tempatnya banyak lalat. Jadi gue makan juga gak nyaman karena sebentar2 ngusirin lalat
4. Pas mau bayar, orangnya ga ada di kasir. Akhirnya gue panggil dulu ke ruangan dapurnya.
5. Setelah bayar, gak dikasih struk sama sekali. Dan orangnya juga ga senyum sama sekali. Cuma nerima duit aja dan bilang makasih
Kemarin gue mampir makan siang di sebuah warung makan ayam penyet, dan gue mengalami 1 hal yang bikin males untuk balik lagi. Gue tau info kuliner ini dari video TikTok.
Sedikit sharing aja. Mudah2an ini jadi pelajaran buat temen2 pengusaha FnB ya:
Ohya, mana nih yang kemarin nanyain webinar GRATIS? š
Bagi temen2 yang mau belajar GRATIS tentang hasilin income dari affiliate shopee, gabung di webinar nanti malam ya. Gabung grupnya disini:
https://chat.whatsapp.com/B4t7DZVW1go6fUx42wA5Ix?s=cl&p=a&ilr=4
Kamu bisa pake AI buat ngebantu bagian yang paling sering bikin kamu stuck
Nanti proses bikin konten jadi lebih ringan dan terarah, insyaAllah.
Tapi yang harus temen2 ingat, AI itu bukan pengganti kita sebagai kreator. "otak"nya tetap di kita sendiri. AI cuma bantu ngerapihin, nyusun, atau mempercepat kerjaan aja.
Jadi buat yg masih mikir2 mau start ngonten atau enggak, mulai aja dari yang paling gampang.
Bikin konten tuh udah nggak harus seribet dulu.
Sekarang kalau kalian bingung cari ide, nyusun script, atau riset konten, udah bisa dibantu AI. Jadi prosesnya bisa jauh lebih ringan. Beda banget sama duluuu
#Fase 4: Konten banyak yang viral dan perluas marketnya (50k-100k Followers)
Setelah topik jelas dan followers udah 50K lebih, banyak kreator yang malah mentok karena takut ngebahas hal yang lain.
Padahal di tahapan ini, udah mulai bisa eksplor topik yang masih nyambung tanpa keluar jalur.
Strategi di fase ini:
1. Tambah topik yang berbeda tapi masih nyambung.
2. Tetap jaga ciri khas dan karakter supaya brandingnya tetap kuat
#Fase 3: Fokus 1 Niche dan Bangun Identitas (10k-50k Followers)
Setelah banyak melakukan trial-error, kamu mulai tau topik apa yang paling cocok dengan akunmu dan karakter atau ciri khas apa yang ingin ditonjolkan supaya followers selalu ingat.
Strategi di fase ini:
1. Gunakan kontenmu untuk membangun karakter dan kredibilitas.
2. Bikin "pembeda" dari kompetitor lain yang 1 niche dengan kamu.
