en
Feedback
𝑴𝒓𝒔. 𝗩𝗢𝗗𝗞𝗔.

𝑴𝒓𝒔. 𝗩𝗢𝗗𝗞𝗔.

Open in Telegram

ᴛʜɪs ɪs ᴛʜᴇ ʀᴏʟᴇᴘʟᴀʏᴇʀ ᴄʜᴀɴɴᴇʟ ᴏғ 𝗘𝗟 𝗝𝗩𝗢𝗗𝗞𝗔 𝗤𝗨𝗜𝗡𝗡 𝗗𝗜 𝗖𝗔𝗥𝗖𝗜𝗢.

Show more
653
Subscribers
No data24 hours
-77 days
-4330 days
Posts Archive
sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

. 𝐋𝐀𝐌𝐀𝐍 𝐈𝐈𝐈. 𝐏𝐑𝐎𝐋𝐎𝐆 Dari kejauhan, melintas Bugatti Verron warna hitam dengan kecepatan tinggi lalu terhenti tepat didepan sebuah gedung bertingkat yang didepannya telah dipenuhi sekelompok wartawan dan paparazzi dengan sorot lampu kamera yang dapat membutakan mata siapa saja. Penjaga gedung itu pun dengan sigap membukakan pintu mobilnya. Seorang wanita muda berparas cantik dengan style seksinya melangkahkan heelsnya keluar dari dalam mobil. Sontak seluruh sorotan kamera tertuju padanya, beberapa wartawan pun mendekatinya dan mendesaknya untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Wanita muda itu pun berusaha menepis para wartawan dan paparazzi itu namun kemudian langkahnya terhenti saat seorang wartawan berteriak kepadanya, "Nyonya!! tolong katakan bagaimana Fall Hall Company bisa jatuh kembali ke tangan keluarga Schweinsteiger?!!". Saat langkah wanita itu terhenti, ia melihat ke asal suara tersebut. Dan berjalan kearahnya. Suara keramaian wartawan dan paparazzi pun berubah menjadi hening. "oh dear.. terimakasih sudah bertanya.. tapi sayangnya.. ceritanya tidak akan pernah terceritakan", ujarnya seraya tersenyum penuh arti. . [ 𝗙 𝗟 𝗔 𝗦 𝗛 𝗕 𝗔 𝗖 𝗞 ] ༆ 𝗞𝗨𝗕𝗔, 𝗞𝗔𝗥𝗜𝗕𝗜𝗔 𝗦𝗘𝗟𝗔𝗧𝗔𝗡, 2𝟬𝟮𝟭 Lembab, senyap.. Tercium aroma darah yang begitu pekat dan menyengat hidung.. Seorang lelaki paruh baya yang tak berdaya menundukkan kepalanya ke lantai memandangi bercak bercak darah yang tersisa di lantai dengan tatapan kosong. Kaki dan tangannya terikat kuat dalam kondisi terlentang, badan badan jasad yang tergeletak di hadapannya hanya bisa disaksikannya tanpa bisa melakukan apa-apa. "hmm... h.. hmhhhmmhm.. h-hm.. h-hm.. hhhhmhhm...", terdengar senandung nada lagu swan lake tchaikovsky yang didendangkan dengan humming. Nada itu terdengar dari kejauhan namun semakin lama semakin mendekat ditemani oleh suara decitan sepatu ballet yang berdentum-dentum diatas ubin dari satu ubin ke ubin lainnya. Leher lelaki itu pun tak lagi memiliki daya untuk terangkat dan hanya dapat melihat saat sepasang kaki berhenti di hadapannya dengan menggunakan sepatu balet yang sudah usang dan penuh bercak darah. " El Fonso..Di..Car..cio! ahaha.. how hillaric.. such toxicating.. but quite addicting", terdengar suara wanita muda yang sangat lembut dengan aksen latino nya. "apa kamu mengingatnya ayah? dulu.. kita juga berada disini... hanya saja.. perbedaannya adalah saat itu... akulah yang terpasung olehmu disitu.." Wanita muda itu adalah Jvoltdka Schweinsteiger. Putri kandung semata wayangnya sendiri yang sudah ia tinggalkan sejak putrinya itu terlahir ke dunia. Walau pernah suatu kala mereka saling bertemu untuk pertama kalinya, tapi sepertinya yang melekat dalam memorinya tentang pertemuan pertama mereka hanyalah luka luka bakar dan sayatan yang masih membekas di punggung dan sekujur tubuhnya. "saat itu aku pikir, aku akhirnya bertemu denganmu.. kupikir saat itu aku menemukan cahaya lain.. tapi ternyata aku salah sangka... seharusnya memang aku memahami saat bunda begitu membenci untuk membahasnya saat aku begitu penasaran akan dirimu, my daddy dear.. but no... this innocent baby girl losing bunda kesayangannya hanya untuk meet the evil daddy yang selalu membayangi hidup bunda.. how pity" . "Akhh! " , cambuk besi itu menyayat kulit punggungnya dengan begitu kasar meninggalkan bekas luka dalam yang masih berlumuran darah. "jadi ayah.. apa kau masih belum mau menandatanganinya? baiklah.. aku tidak memerlukannya", V berjalan kearahnya dengan gergaji besi di tangannya, lalu memotong ibu jari ayahnya. " AAAKHH!!" , ayahnya menjerit kesakitan, namun V hanya berjongkok melihat kearah ibu jarinya yang sudah terpotong di bawah lantai. "uuh.. how cutie isn't it? lemme?", ia tersenyum mengambil jari itu dan mengoleskannya tinta lalu menekannya tepat di atas surat perjanjian pemindahan hak milik. V pun mengambil 2 girigen oli itu ke hadapannya dan menyiramkannya keseluruh badannya. " so long evil daddy..", api pun ia sulut menggunakan korek api milik ayahnya lalu membiarkan api itu melahap seluruh badannya. end.

sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

Keesokan pagi harinya, V yang masih dipengaruhi oleh efek alkohol terbangun dari tidurnya di ruang ganti. Dengan kepala yang begitu berat, ia melihat kearah jam dan kepanikan pun terjadi. Dengan sekuat tenaga, ia berlarian menuju jalan pulang. Namun setibanya ia didepan dormitory, melintang kesana kemari garis polisi kuning mengitari dormitory nya. Betapa terkejutnya V melihat jasad ibundanya yang tergeletak didepan pintu dormitory dengan bersimbah darah. Pandangannya kemudian teralihkan pada sebuah pisau belati berukir motif unik disamping ibundanya. Ia kemudian teringat akan sebuah tattoo yang ada dibadan seorang pria tua yang selalu menemani Mr Arthur disampingnya. Dari sanalah, misteri kematian ibunda angkatnya ini mengarahkan V kepada masa lalu dan latar belakangnya juga keluarga Schweinsteiger dan hal hal di masa lalu yang begitu kelam yang selama ini sengaja disembunyikan darinya oleh Alena.

Tahun demi tahun berlalu, hingga Ulang Tahun Jvoltdka yang ke 17 tahun. Jvoltdka yang sudah menginjak usia remaja menuju dewasa itu menjadi seorang gadis yang cantik, bertalenta, sangat pintar, serta memiliki tutur kata dan tata krama yang sangat baik. Namun, suatu ketika itu, ada sebuah pertengkaran hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya diantara V dengan Ibunda Angkatnya. Sejak dulu, V seringkali menanyakan tentang ayahnya kepada Ibundanya, namun Ibundanya selalu mengelak dan enggan membicarakannya dengannya. Ibundanya pernah mengatakan bahwa ia akan mengatakan kepadanya saat ia sudah memasuki usia 17 tahun. Maka karna itulah, pada ulang tahunnya, V berniat menagih janji Ibundanya. Namun bukannya mendapatkan jawaban atau cerita, keduanya malah memecah perkelahian yang membuat V pada saat itu menangis sejadi-jadinya dan berlari kabur keluar dari dormitory. Pada saat itu, saat kabur dari dormitory, V berlarian sambil menangis dengan disambut hujan yang begitu deras, ia pun berteduh di pelataran gedung yang tidak jauh dari tempatnya berlari. V sangat takut dengan hujan apalagi badai dan petir, sejak kecil saat turun hujan hingga terdengar suara petir, ia akan tertunduk memeluk kedua kaki dan tubuhnya meringkuk di bawah sambil menutupi kedua telinganya ketakutan. Dan saat itu, ketika ia melakukannya didepan sebuah gedung, ada seseorang lelaki yang menyentuh pundaknya dan mencoba menenangkannya. Lelaki itu pun menawarkan untuk membawanya memasuki gedung. Awalnya V ragu, namun setelah menyetujuinya, V menemukan sebuah tempat asing yang belum pernah dilihatnya. Sebuah Klub Malam yang sangat Berkelas dan Elit. Ia langsung terpana kearah para penari penari pole dancer yang meliuk liuk di tiang dengan fantasi liar mereka didalam Klub Malam itu. Matanya yang terpukau akan hal itu, disadari oleh salah satu dancernya yang kemudian menariknya keatas panggung untuk melakukan pole dance. V yang awalnya malu malu, akhirnya mencoba melakukannya dan tanpa disadari telah menemukan sebuah adiksi baru, ia sangat menyukainya dan ia pun jatuh cinta pada pole dance. Penampilannya semakin memukau ketika atap atap panggungnya mulai terbuka dan membiarkan secara natural hujan deras itu mengguyur seisi panggung termasuk V. V untuk pertama kalinya berhasil melawan rasa takutnya dan menari dengan sangat memukau. Master Club itu, Mr Arthur yang saat itu melihat potensinya, mendekatinya untuk berdiskusi dan mengajaknya bekerja sebagai pole dancer di klubnya. Semenjak itulah, Kehidupan Malam V yang dirahasiakan dari Ibunda angkatnya telah merubah kepribadian dan kelihaiannya dalam menari. V menjadi lebih memiliki emosi dan rasa yang tepat yang diberikannya pada setiap gerakannya. Tariannya yang semulanya hanya bagus secara teknik, menjadi luar biasa bagus dengan penjiwaan yang begitu dalam. Awalnya, melihat kemajuan V membuat ibundanya merasa senang, namun lama kelamaan disamping kemajuan yang dilakukannya, Ibundanya mulai merasakan bahwa V yang sebelumnya selalu disiplin datang tepat waktu untuk latihan, menjadi selalu terlambat dan bahkan terkadang ia kedapatan tertidur di kelas saat bahkan sebelum kelas menari dimulai. Oleh sebab itulah, Ibundanya sengaja diam diam menyelidikinya. Pada suatu malam, saat Alena terjaga dari tidurnya dan sengaja terbangun menatap ke arah jendela kamarnya sembari merapikan rambutnya. Tiba tiba ia mendapati V yang tengah loncat dari jendela kamarnya dan berlarian menuju jalan raya. Melihat itu dari jendela kamarnya, ia langsung bergegas untuk menyusulnya secara diam diam. Singkat cerita, malam itu pun menjadi malam dimana Alena akhirnya mengetahui kehidupan malam Jvoltdka, anak angkatnya itu. Alena pun terisak melihat V yang tengah melakukan aksi pole dance nya diatas sana, Alena teringat akan ibunda kandung V, Helen Schweinsteiger yang dulunya bekerja sebagai pekerja seksual dan pole dancer di sebuah club yang sering dikunjungi oleh suaminya. Hal itu pun membuat semua kenangan masa lalu yang pahit itu kembali ke benak Alena, membuatnya sesak nafas dan jarak pandangnya menjadi kabur.

. 𝐏𝐀𝐆𝐄 𝐈𝐈. 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐉𝐕𝐎𝐋𝐓𝐃𝐊𝐀 𝗝𝗩𝗢𝗟𝗧𝗗𝗞𝗔 𝗦𝗖𝗛𝗪𝗘𝗜𝗡𝗦𝗧𝗘𝗜𝗚𝗘𝗥, seorang wanita kelahiran 19 September 1999, saat ini bertempat tinggal di Chinatown, Los Angeles, Sebagai CEO Fall Hall Company yang merupakan Perusahaan milik Keluarga Schweinsteiger. Dibesarkan di Puerto Rico, sebuah pulau kecil di US. Dari mata dan parasnya, tergambar jelas garis keturunan ras Italian-Spanyol dari bapaknya, yang bercampur dengan darah British-Japan dari ibunda kandungnya. Dengan latar belakang dibesarkan di sebuah club dormitory ballet peninggalan ibunda angkatnya yang baru ia ketahui statusnya sebagai "BUKAN IBU KANDUNGNYA" saat ibundanya itu sudah tiada dan meninggalkan club dormitory itu kepadanya yang baru menginjak 17 tahun. Alkisah tentang Masa Lalu Jvoltdka sebagai seorang Ballerina muda yang tinggal berdua bersama Ibunda Angkat (yang selama ini disangkanya sebagai Ibu Kandungnya) sembari membangun bersama Dormitory Ballet. Pada masa itu, di Usianya yang ke-17 tahun Jvoltdka yang kerap disapa V itu tanpa sengaja terperosok ke dalam sebuah kehidupan malam yang membimbingnya kepada kebenaran tentang Orangtua Kandungnya. Kehidupan Malam yang dijanjikan kepadanya, meliuk liukkan badannya pada tiang memukau para pengunjung club. Kebenaran yang selama ini ditutupi oleh Ibu Angkat yang mengaku sebagai ibu kandungnya dengan menutupi fakta tentang ibu kandungnya, bahkan sejarah keluarganya. Alena Scweinsteiger merahasiakan hal ini dari anak angkat yang sangat dicintainya itu karena ia tidak ingin kehilangan V dan juga tidak ingin membuka luka luka lama yang pernah menggores hatinya dan menghancurkannya. Walaupun V adalah buah kebejatan dari tindak perselingkuhan antara Suaminya, El Fonso De Carcio dengan Adik Kandungnya sendiri, Helen Schweinsteiger, namun kehadiran V justru menjadi lembaran baru dalam hidup Alena sejak hari kelahirannya. Helen, adiknya yang kala itu tengah sekarat pasca melahirkan Jvoltdka, mengakui semua dosanya kepada kakaknya, Alena dan meminta maaf hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum itu, Helen meminta Alena untuk menjaga Jvoltdka. Alena yang saat itu terisak tangis mendengar pengakuan adeknya sekaligus melihat kematiannya tepat didepan matanya, memutuskan untuk merawat V dan meninggalkan suaminya dengan pergi ke sebuah Pulau yang jauh dari Roma (tempat Alena dan keluarganya tinggal), yaitu Puerto Rico, membangun sebuah dormitory Ballet dan membesarkan Jvoltdka bersamanya.

sticker.webp0.00 KB

sticker.webp0.00 KB

. 𝐏𝐀𝐆𝐄 𝐈. 𝐑𝐎𝐎𝐓 𝒐𝒇 𝐈𝐍𝐓𝐑𝐎𝐃𝐔𝐂𝐓𝐈𝐎𝐍 ``𝓗𝓮𝓻 𝓷𝓪𝓶𝓮 𝓲𝓼 𝓙𝓿𝓸𝓵𝓽𝓭𝓴𝓪 𝓢𝓬𝓱𝔀𝓮𝓲𝓷𝓼𝓽𝓮𝓲𝓰𝓮𝓻, 𝓲𝓽 '𝓼 𝓥 𝓽𝓸 𝓫𝓮 𝓼𝓱𝓸𝓻𝓽'' V is a typical girl who prefers to have fun with her own world, she really likes party, but in every party, she prefers to sit at the corner and stay away from the crowd. Not because she don't like to be on that party its just how she really likes to see all the crowds from her far-sight while sipping her tequilas. She also likes to do naked dancing, but not because she's such a slut, she just so in love and addicted to her body and she really love to express her feelings, her passions through her dance in every inches for her body's moves. .
𝓐 𝔀𝓸𝓻𝓵𝓭 𝔀𝓱𝓮𝓻𝓮 𝓮𝓵𝓮𝓰𝓪𝓷𝓬𝓮 𝓶𝓮𝓮𝓽𝓼 𝓽𝓱𝓮 𝓭𝓪𝓻𝓴, 𝓐 𝓫𝓪𝓵𝓵𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪 𝓭𝓪𝓷𝓬𝓮𝓻 𝓵𝓮𝓪𝓿𝓮𝓼 𝓱𝓮𝓻 𝓶𝓪𝓻𝓴. 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓰𝓻𝓪𝓬𝓮 𝓪𝓷𝓭 𝓹𝓸𝓲𝓼𝓮, 𝓼𝓱𝓮 𝓽𝓪𝓴𝓮𝓼 𝓽𝓱𝓮 𝓼𝓽𝓪𝓰𝓮, 𝓤𝓷𝓵𝓮𝓪𝓼𝓱𝓲𝓷𝓰 𝓪 𝓹𝓸𝔀𝓮𝓻 𝓽𝓱𝓪𝓽 𝓴𝓷𝓸𝔀𝓼 𝓷𝓸 𝓬𝓪𝓰𝓮. 𝓗𝓮𝓻 𝓭𝓮𝓵𝓲𝓬𝓪𝓽𝓮 𝓼𝓽𝓮𝓹𝓼, 𝓵𝓲𝓴𝓮 𝔀𝓱𝓲𝓼𝓹𝓮𝓻𝓼 𝓸𝓷 𝓪𝓲𝓻, 𝓣𝓮𝓵𝓵 𝓪 𝓼𝓽𝓸𝓻𝔂 𝓸𝓯 𝓼𝓽𝓻𝓮𝓷𝓰𝓽𝓱, 𝓫𝓮𝔂𝓸𝓷𝓭 𝓬𝓸𝓶𝓹𝓪𝓻𝓮. 𝓑𝓾𝓽 𝓪𝓼 𝓽𝓱𝓮 𝓶𝓾𝓼𝓲𝓬 𝓲𝓷𝓽𝓮𝓷𝓼𝓲𝓯𝓲𝓮𝓼 𝓲𝓽𝓼 𝓼𝓸𝓾𝓷𝓭, 𝓐 𝓱𝓲𝓭𝓭𝓮𝓷 𝓼𝓮𝓬𝓻𝓮𝓽 𝓲𝓷 𝓱𝓮𝓻 𝓼𝓸𝓾𝓵 𝓲𝓼 𝓯𝓸𝓾𝓷𝓭. 𝓗𝓮𝓻 𝓶𝓸𝓿𝓮𝓶𝓮𝓷𝓽𝓼 𝓫𝓮𝓬𝓸𝓶𝓮 𝓼𝓱𝓪𝓻𝓹𝓮𝓻, 𝓶𝓸𝓻𝓮 𝓹𝓻𝓮𝓬𝓲𝓼𝓮, 𝓐𝓼 𝓼𝓱𝓮 𝓽𝓪𝓹𝓼 𝓲𝓷𝓽𝓸 𝓪 𝓱𝓲𝓭𝓭𝓮𝓷, 𝓵𝓮𝓽𝓱𝓪𝓵 𝓿𝓲𝓬𝓮. 𝓗𝓮𝓻 𝓫𝓸𝓭𝔂 𝓽𝓻𝓪𝓷𝓼𝓯𝓸𝓻𝓶𝓼, 𝓱𝓮𝓻 𝓼𝓹𝓲𝓻𝓲𝓽 𝓽𝓪𝓴𝓮𝓼 𝓯𝓵𝓲𝓰𝓱𝓽, 𝓐 𝓭𝓪𝓷𝓬𝓲𝓷𝓰 𝓴𝓲𝓵𝓵𝓮𝓻 𝓺𝓾𝓮𝓮𝓷, 𝓫𝓸𝓵𝓭 𝓪𝓷𝓭 𝓫𝓻𝓲𝓰𝓱𝓽. 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓮𝓿𝓮𝓻𝔂 𝓼𝓹𝓲𝓷, 𝓪 𝓫𝓵𝓪𝓭𝓮 𝓯𝓵𝓪𝓼𝓱𝓮𝓼 𝓫𝔂, 𝓗𝓮𝓻 𝓪𝓾𝓭𝓲𝓮𝓷𝓬𝓮 𝓶𝓮𝓼𝓶𝓮𝓻𝓲𝔃𝓮𝓭, 𝓽𝓱𝓮𝔂 𝓬𝓪𝓷𝓷𝓸𝓽 𝓭𝓮𝓷𝔂. 𝓣𝓱𝓮 𝓫𝓮𝓪𝓾𝓽𝔂 𝓪𝓷𝓭 𝓭𝓪𝓷𝓰𝓮𝓻 𝓶𝓮𝓵𝓭 𝓲𝓷𝓽𝓸 𝓸𝓷𝓮, 𝓐 𝓫𝓪𝓵𝓵𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪 𝓪𝓼𝓼𝓪𝓼𝓼𝓲𝓷, 𝓼𝓮𝓬𝓸𝓷𝓭 𝓽𝓸 𝓷𝓸𝓷𝓮. 𝓢𝓱𝓮 𝓰𝓵𝓲𝓭𝓮𝓼 𝓪𝓬𝓻𝓸𝓼𝓼 𝓽𝓱𝓮 𝓼𝓽𝓪𝓰𝓮, 𝓪 𝓿𝓲𝓼𝓲𝓸𝓷 𝓲𝓷 𝓫𝓵𝓪𝓬𝓴, 𝓛𝓮𝓪𝓿𝓲𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓱𝓲𝓷𝓭 𝓪 𝓽𝓻𝓪𝓲𝓵, 𝓪 𝓶𝓮𝓻𝓬𝓲𝓵𝓮𝓼𝓼 𝓽𝓻𝓪𝓬𝓴. 𝓗𝓮𝓻 𝓭𝓮𝓪𝓭𝓵𝔂 𝓹𝓲𝓻𝓸𝓾𝓮𝓽𝓽𝓮𝓼, 𝓪 𝓭𝓮𝓪𝓭𝓵𝔂 𝓭𝓮𝓵𝓲𝓰𝓱𝓽, 𝓐 𝓽𝓪𝓷𝓽𝓪𝓵𝓲𝔃𝓲𝓷𝓰 𝓭𝓪𝓷𝓬𝓮 𝓸𝓯 𝓭𝓪𝓻𝓴𝓷𝓮𝓼𝓼, 𝓲𝓷 𝓽𝓱𝓮 𝓷𝓲𝓰𝓱𝓽. 𝓗𝓮𝓻 𝓵𝓮𝓽𝓱𝓪𝓵 𝓮𝓵𝓮𝓰𝓪𝓷𝓬𝓮, 𝓪 𝓹𝓪𝓻𝓪𝓭𝓸𝔁 𝓻𝓮𝓿𝓮𝓪𝓵𝓮𝓭, 𝓐 𝓫𝓪𝓵𝓵𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪 𝓭𝓪𝓷𝓬𝓮𝓻, 𝔀𝓲𝓽𝓱 𝓪 𝓱𝓮𝓪𝓻𝓽 𝓯𝓾𝓵𝓵𝔂 𝓱𝓮𝓪𝓵𝓮𝓭. 𝓕𝓻𝓸𝓶 𝓭𝓮𝓵𝓲𝓬𝓪𝓽𝓮 𝓼𝔀𝓪𝓷 𝓽𝓸 𝓼𝓮𝓭𝓾𝓬𝓽𝓲𝓿𝓮 𝓺𝓾𝓮𝓮𝓷, 𝓗𝓮𝓻 𝓽𝓻𝓪𝓷𝓼𝓯𝓸𝓻𝓶𝓪𝓽𝓲𝓸𝓷, 𝓪 𝓼𝓲𝓰𝓱𝓽 𝓽𝓸 𝓫𝓮 𝓼𝓮𝓮𝓷. 𝓘𝓷 𝓽𝓱𝓲𝓼 𝓽𝓪𝓵𝓮 𝓸𝓯 𝓼𝓱𝓪𝓭𝓸𝔀𝓼 𝓪𝓷𝓭 𝓭𝓻𝓮𝓪𝓶𝓼, 𝓣𝓱𝓮 𝓫𝓪𝓵𝓵𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪'𝓼 𝓹𝓸𝔀𝓮𝓻 𝓯𝓸𝓻𝓮𝓿𝓮𝓻 𝓰𝓵𝓮𝓪𝓶𝓼. 𝓐 𝓭𝓪𝓷𝓬𝓮 𝓸𝓯 𝓭𝓮𝓪𝓽𝓱, 𝓪 𝓹𝓸𝓮𝓽𝓲𝓬 𝓼𝓹𝓻𝓮𝓮, 𝓐𝓼 𝓼𝓱𝓮 𝓮𝓶𝓫𝓻𝓪𝓬𝓮𝓼 𝓱𝓮𝓻 𝓭𝓮𝓪𝓭𝓵𝔂 𝓭𝓮𝓼𝓽𝓲𝓷𝔂. - 𝓥
. .

sticker.webp0.00 KB