Rocking both acting and the stage.
Open in Telegram
452
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
+1
Harus?Memangnya, apakah kita ini bertanggung jawab atas jiwa-jiwa yang rapuh dan terluka milik orang lain? Aku bertanya, karena di saat kita sendiri terjerat dalam kekacauan batin, apakah kita masih mampu membawa beban tambahan untuk merawat dan membahagiakan hati-hati yang lain? Bukankah, sepatutnya kita dulu yang merapikan diri, menyusun kembali potongan-potongan diri yang retak? Sebab lihatlah, di dalam lorong pikiran kita, ada gelas-gelas yang pecah dan piring-piring yang terhuyung jatuh, tergeletak begitu saja—berantakan, tak terurus. Lalu, apakah mereka yang kita jaga perasaannya itu tahu tentang derita tersembunyi ini? Apakah mereka akan dengan tangan yang tulus, sigap membantu kita, memungut serpihan-serpihan itu dan menyapunya hingga bersih, tanpa mengharap imbalan? Atau justru kita, dengan luka yang menganga, yang terus memaksa diri untuk berpura-pura utuh, demi memenuhi harapan-harapan mereka?
dan setelah semua kekacauan ini, saya harap kita tidak saling menemukan lagi di masa depan.
