198
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
198
Aku pikir dengan memperjuangin semuanya bisa bikin kita selamanya, tapi pas kamu nunjukin sikap kamu yang semena-mena, aku jadi mikir kenapa harus kamu ya orangnya, harusnya dari awal aku ngga usah percaya sama semua tutur kata kamu, harusnya juga dari awal aku sadar kalau semua ini cuma akan sia sia, kita yang dulu pernah berusaha buat saling ada, tapi akhirnya cuma jadi penonton instastory aja.
198
Hai, izinin aku nulis tentang kamu yaa, Maaf tapi aku janji ini yang terakhir kalinya, aku nggak pernah nyesel dengan kamu sampai punya perasaan yang dalam ini, meskipun akhirnya kita nggak bisa bersama, tapi kamu harus tahu perasaan ini masih sama, aku bahagia banget waktu bareng kamu, perhatian kamu, sikap kamu dan semua tentang kamu, kamu tahu nggak Baru kali ini aku ketemu sama seseorang yang bisa membuat aku percaya sama diri aku sendiri, jadi gimana aku bisa lupa begitu aja, Kangen bisa ngobrol sama kamu bisa cerita semuanya lagi sama kamu, itu yang paling kerasa ketika kita udah selesai, itu bagian kehilangan yang paling dalam, ternyata people come and go itu bener ya, pas kamu yang nggak ada, kehilangannya juga terasa tapi nggak apa-apa mungkin kamu ditakdirkan untuk mengajarkanku sebuah proses pendewasaan dan menjadikan aku jauh lebih kuat lagi aku bisa kok sekarang, terlepas dari kesalahanku aku minta maaf ya, terima kasih semoga kebaikan dan sebagainya untuk memberikan aku masih sayang, tapi aku juga tahu keadaan ini nggak lagi bisa dipaksakan, aku udah pergi seperti apa yang kamu inginkan, Awas aja kalau kamu nggak bahagia, baik baik yaa, Sehat terus sampai ketemu di versi terbaik dari aku dan kamu
198
Pembuka Jiwa
Pada jenggala ke eja setia
Dalam namamu, ku sapa duka
Ku susun huruf yang terbaca
Untuk tafsirkan sepinya manusia
Demi menyekap ribuan kata
Untuk hidupkan jiwa
Dalam jelaga.
198
Maaf yaa, maaf kalau, kalau kamu harus ketemu sama aku, kalau kamu harus kenal sama aku, ternyata kalau sama aku kamu banyak sakitnya yaa, mungkin sekarang, tuhan pengen kamu bahagia lagi, mungkin juga tuhan lagi nunjukin ke kamu, kalau ternyata aku emang ga sebaik itu, kalau ternyata, emang seharusnya aku ga pernah hadir dihidup kamu
198
Kamu tau gak?, sekarang aku udah biasa pelan pelan buat nerima semua hal yang bikin sakit, pelan pelan aku coba damai sama diri aku sendiri buat nerima semua kenyataan yang ga sesuai sama yang aku mau, bahwa tentang aku dan kamu sekarang bukan lagi kita, tentang semua hari hari bahagia yang pernah kita lewatin sama sama, aku cuma buat biasain semuanya tanpa kamu, tanpa suara kamu, tanpa kabar kamu, pelan pelan aku coba buat ga bergantung lagi sama kamu, tapi aku juga ga bisa boong kalau aku masih suka sedih diwaktu aku lagi sendiri, yang tiba tiba aku ingat sama kamu, pundak dan bahu kamu yang pernah jadi tempat sandar paling nyaman udah hilang, dan sekarang aku bingung harus bersandar ke siapa, semua rasa senang dan sedih aku rasaain sendiri, kamu baik, dan layak dapat orang yang lebih baik dari pada aku, semoga kelak kebahagiaan masih terus menyertai perjalananmu
