en
Feedback
𝟮𝟱.𝟏𝟐

𝟮𝟱.𝟏𝟐

Open in Telegram
5 579
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
aku juga manusia, tapi kenapa ketika aku melakukan kesalahan seakan-akan aku adalah orang paling buruk yang pernah ada.

Rumah berisik, hidup berantakan, dan aku hanyalah seorang sampah yang diberi nyawa

Selamat tanggal satu, selamat bulan baru. lagi-lagi doa dan semoganya masih sama seperti bulan-bulan yang sebelumnya. memilih untuk tidak berharap terlalu tinggi dan menikmati apa yang sedang di jalani. memilih untuk tidak menaruh ekspektasi yang ketinggian dan lagi tidak mau memaksa diri untuk berusaha di luar batas kemampuan. apa pun pencapaiannya, semoga diri ini diberi mampu untuk bersyukur atas semuanya. apa pun kabarnya, baik atau buruk, semoga diri ini diberi mampu untuk ikhlas dan bisa menerima. dan dari sekian banyak semoga, sehat selalu masih menjadi yang nomor satu.

Karena sama kamu, aku ngerasa jadi manusia seutuhnya. Sama kamu, aku ngga harus selalu jadi sempurna. Sama kamu, aku ngerasa kalau aku layak buat dicintai. Sama kamu, aku bisa jadi diri aku sendiri. Sama kamu, aku bisa nemuin kebahagiaan yang aku dari dulu cari. Sama kamu, aku selalu ngerasa diperlakukan layaknya pasangan. Sama kamu, aku bisa nemuin lagi senyumku dulu hilang entah kemana.

Rumahku tetap hancur, dan hidupku masih sama buruknya.

Saking seringnya disepelein, kadang suka kaget kalo ada yang tibatiba perduli

Jangan letakkan kebahagiaanmu ditangan orang lain, sebab jika dia hilang, kamu berantakan.

Takut berakhir ditangan sendiri

Saya cuma takut kalo tiba-tiba saya nekad untuk mengakhiri semuanya. Bukannya saya tidak tau kalau itu dosa besar, tapi ada satu waktu ketika saya hanya merenung, berbisik satu kalimat seperti ini "apa saya loncat aja kali ya?". Saya tidak menyerah tapi hanya lelah dan untuk mengakhiri rasa lelah adalah dengan mencari ketenangan. Saya tidak ingin tenang dengan cara seperti itu tapi saya takut jikalau tekad sudah muncul, jalan yang saya ambil akan berbeda.

1.86 KB

berdamailah dengan takdir, walaupun kadang kenyataan tidak adil.

1.24 KB

pandanglah langit sebagai langit, jangan pernah berpikir untuk memilikinya, karena ia hanya pantas di kagumi, bukan untuk dimiliki.

Selalu terobsesi pengen punya rumah sendiri, tapi ternyata rumah yang aku maksud bukan rumah yang berbentuk bangunan.

Kamu ga akan pernah nemuin kebahagiaan yang sama di sosok yang berbeda. Setiap orang punya cara mencintai masing-masing, punya pundak yang nyaman masing-masing. Itu sebabnya satu yang hilang, ga bisa di gantiin sama seribu yang datang.

Hari-hariku terlihat baik baik saja bagi orang-orang. Padahal kenyataannya aku seorang anak introvert yang kesepian. Seorang anak yang membutuhkan sandaran bahu untuk ia bercerita dan menangis bahwa ia sudah tidak kuat lagi dengan semua ini.

Tuhan, aku terima semua kesedihan di tahun ini, tapi izinkan aku bahagia di tahun depan

Buatlah dirimu bahagia, daripada harus menunggu orang lain membahagiakanmu.