`One7s!x
Open in Telegram
ᴇʀᴏᴛᴏᴍᴀɴɪᴀ𐦝 𝗱𝗼𝗻'𝘁 𝗵𝗮𝘃𝗲 𝘁𝗼𝗼 𝗵𝗶𝗴𝗵 𝗲𝘅𝗽𝗲𝗰𝘁𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻𝘀 𝗼𝗳 𝗺𝗲🥀
Show more372
Subscribers
No data24 hours
-27 days
-2430 days
Posts Archive
372
Terlepas dari keputusanmu kemarin, aku akan tetap memandangmu sebagai wanita yang baik, matamu akan tetap teduh didalam ingatanku, senyummu akan menjadi memori yang paling ku ingat ketika aku rindu, walaupun setelah ini aku tidak tau cara untuk menyembuhkannya, tetapi aku senang pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu
_
372
Entah di suatu hari nanti,
Akan ada waktu dimana kamu mulai berhenti mencintai dan mempertahan seseorang dalam hidupmu.
Bukan,
Bukan karena kamu sudah tidak mencintainya lagi, bukan juga karena kamu telah berputus asa dalam mempertahankannya.
Melainkan karena disaat itu kamu mulai menyadari bahwa kamu dan orang yang kamu cintai itu akan lebih bahagia apabila bisa saling melepaskan.
-
372
CELOTEH HATI
Sejauh mana lagi menyusuri jejak-jejak sepi
Langit masih rapi menyembunyikan nur nilam sari
Yang tidak lagi mampu memahami tingkah laku mahluk ciptaan
Hingga waktu terasa sinis beranjak pergi meninggalkan
Aku menghampiri penat jasatku di antara hitam awan-awan
Di balik samar cahaya bulan memberi pesan pada aku penghuni bumi
Ketika cangkang yang terbungkus rasa berani dalam kekuatiran
Menunggu mati seperti rembulan berlahan hilang kala hadirnya pagi
Di buntuti jejak bayang beselendang dosa
Tanpa muka yang tertutup hitamnya jiwa-jiwa
Di saat sepi bersepakat membiarkan insinuasi
Hingga kekerabatan nurani dan hati terkontaminasi
Tidak lelahkah fitnah menghampiri mimbar prasangka
Membungkam mulut-mulut benar dalam kata-kata
Membiasakan logika meraja saat nurani berasumsi
Hingga lathi menari dalam melodi-melodi esensi
Apa aku harus membelah awan menghadirkan cahaya
Agar reda semu prasangka menyelimuti jiwa-jiwa
Sementara masih menyuburkan andai dalam benak kepala
372
TULISAN
Ketika hujan mereda
Kapan pelangi itu akan datang?
Bukankah aku pernah berkata
Tentang hal yang menarik ku dari kegelapan?
Aku tak mungkin jatuh cinta lagi
Bila bukan kepadamu
Aku tak mungkin bisa kembali
Bila bukan kamu yang merangkul ku
Ikhlas dan melupakan
Dua hal yang sulit dilakukan
Seperti masih ada setengah mu yang tertinggal
Atau seperti separuh ku yang ikut terbawa
372
Di sudut ruang ini, aku kembali duduk termangu. Aku berusaha beradaptasi dengan keramaian. Aku menduduki tempat di mana yang pernah kaududuki. Aku mencoba untuk memejamkan mata; membayangkan kehadiranmu—yang duduk tepat di hadapanku.
Namun saat aku mencoba membuka mata, aku malah dimakan kenyataan. Aku dipaksa sadar, bahwa kehadiranmu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku yakinkan. Bahwa kepulangmu adalah kemustahilan yang selalu aku perjuangkan.
Menunggumu datang adalah sesuatu hal yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Aku akan tetap menunggumu—di sini. Bahkan sampai seribu tahun lamanya.
372
Sekalipun nanti kulitku mengering diterpa gersangnya penantian. Jari-jariku keriting sebab sering menuliskan kerinduan. Mataku memerah memandang kepulangan. Dengan ihklas setia itu kugantungkan meski tanpa imbalan.
Dan andai memang kau kehilangan jalan pulang itu nantinya, jangan memberiku kabar berita apapun. Karena menunggumu selamanya lebih baik untuk akalku lakukan. Ketimbang, mengetahui bahwa kau telah hidup berbahagia di pelukan seseorang.
Cintaku hanya ada satu, dan itu kuperuntukkan untukmu selalu. Menunggumu, tak mengapa walau habis seluruh hidupku. Meski hilang pula akalku.
NZy_
372
[Menunggumu Walau Habis Hidupku]
Tak lagi kupedulikan semua perasaan sesak itu, meski akhirnya diri terhujam pukulan bagai samsak oleh rindu. Namamu terlukis tebal di hatiku, dan kau tau aku dan diriku selalu mencintaimu.
Tanpamu memang semua menjadi lebih sulit, namun tetap menunggumu adalah hal yang akan senantiasa tabah kulakukan. Meskipun matahari tak lagi secerah kemarin, saat kau masih terpaku rapat, erat di pelukan.
Setidaknya diriku masih memiliki sesuatu yang dengan kuat kugeganggam, dan cinta darimu adalah yang akan selalu menyinariku. Siang dan malamku, menghibur sedih dan piluku.
Aku tau, kita bukanlah satu-satunya orang yang tak pernah siap dipisahkan. Dan perihal berjarak pun tak selalu tentang ujian kesetiaan. Namun untuk semua yang telah dirimu tanamkan, tak masalah, sekalipun menunggumu adalah hal yang akan menyita kewarasan. Akan kulakukan!
372
“Percayalah, aku masih sanggup untuk menunggumu. Hanya saja, aku tidak tahu pasti apakah takdir akan berpihak padaku untuk memilikimu seutuhnya atau tidak.”
-
372
Aku sakit. Aku terjangkit. Dan semuanya terasa sangat pahit.
Dan aku lelah. Terengah. Dan apa yang aku lakukan selalu terasa salah.
Aku ingin hidup semestinya. Aku ingin bernafas semaunya. Bahagia tanpa perlu berdusta. Tersenyum tanpa harus pura-pura.
Ajari aku melepas. Ajari aku ikhlas. Ajari aku untuk berhati luas ketika derita mengguyur ku deras.
Ajari tanganku mengepal. Ajari imanku berbekal. Ajari aku mengucap selamat tinggal ketika semua luka terasa masuk akal.
- Rundu
372
[ xxx ]
Apa kau tau rasanya patah? Apa kau tau rasanya kehilangan arah? Atau kau tau rasanya melangkah dengan hati yang penuh darah? Percayalah.. itu tidak mudah.
Apa kau pernah sendiri meratap didalam gelap? Apa kau pernah kecewa tapi masih saja terus berharap? Atau kau pernah menjerit tapi yang terdengar hanya senyap?
Percayalah.. kau akan kalap
Jangan suruh aku untuk tumbuh. Jangan suruh aku untuk sekejap utuh. Menata tidaklah mudah ketika runtuh. Ajari aku bernyawa untuk sesuatu yang telah terbunuh.
Maka, katakan padaku bagaimana untuk pulih. Katakan padaku bagaimana cara bernafas tanpa perlu merasakan perih. Apa harus kembali mencintai kemudian dipatahkan lagi? Atau kembali memberi genggam kemudian aku dibuang lagi?
Katakan padaku kemana harus ku langkahkan kaki. Katakan padaku kemana harus ku labuhkan hati. Apakah harus maju ke depan kemudian dihempas lagi? Atau mundur kebelakang lalu aku di sayat lagi?
