𝐎𝐅𝐂. 𝐀ESTRELIOUS [bubar]
Open in Telegram
𓏲 @aestshitpost. bot ofc : @aestreliousbot. MP/PS bot : @aestpsbot [ CLOSE ] @aestpartnership.
Show more379
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Repost from 𝗔𝗦𝗧𝗘𝗡𝗢𝗥𝗭𝗘
ㅤ ㅤ ASTENORZE
ㅤ ㅤ HIRING ADMIN!
Let's join to be one of the admins at ASTENORZE. before that you must obey the RULES that we provide!
DIVISION :
- OWNER & CO OWNER
- CORE - MPPS
- SFS - KONTEN
- EDITOR
Take the FORMAT and send it to our OFFICIAL BOT
see you calmin!
#𝗔𝗦𝗧𝗥𝗢𝗡𝗔𝗨𝗧𝗦
Repost from 𝐁𝐚𝐮𝐞𝐫 𝐒𝐡𝐨𝐩𝐩𝐢𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐥𝐥
𐚱 BAUER SHOPPING MALL 𐚱
HIRING STAF!!!
┈:・゜゜・ ✧ ・゜゜・:┈
Hallo warga rpw! Bauer Shopping Mall kini membuka lowongan pekerjaan untuk para human-human yang mau bekerja di rpw ntah karena nolep atau apapun itu. Yuk, daftarkan diri kalian.
We're looking for :
➪ Waiters
➪ Kurir
➪ Editor
➪ Admin MPPS
➪ Admin PFP/SFS
[Sistem Wawancara dan slot terbatas]
Berminat untuk join? Silahkan isi format dan kirim ke @pendaftaranbauerbot
#bauerLeuteeinstellen
okkaay, segitu dulu dari akuu, maaf kalau ada typo atau salah kataa. ayo berjuang lebih keras lagi untuk mengganti jasa jasa pahlawan kita yang sudah berjuang. maaf yaa kalau telat wkwk, see youu next time!
cr gif : @. skynniegif
cr cerita : Google, Wikipedia.
5. PIDATO PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA :
” Saudara-saudara sekalian, Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa mahapenting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun! Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami: 𝙋 𝙍 𝙊 𝙆 𝙇 𝘼 𝙈 𝘼 𝙎 𝙄 𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙨𝙖 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙚𝙧𝙙𝙚𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖. 𝙃𝙖𝙡-𝙝𝙖𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙠𝙪𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙞𝙣-𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙡𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙨𝙖𝙠𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙤 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙨𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩-𝙨𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙅𝘼𝙆𝘼𝙍𝙏𝘼, 17 𝘼𝙜𝙪𝙨𝙩𝙪𝙨 1945 𝘼𝙩𝙖𝙨 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙨𝙖 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖. 𝙎𝙤𝙚𝙠𝙖𝙧𝙣𝙤/𝙃𝙖𝙩𝙩𝙖. Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada suatu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita!Negara merdeka, negara Republik Indonesia! Merdeka, kekal, abadi! Insya Allah Tuhan memberkati kemerdekaan kita ini. ”
Cr : Google, Wikipedia.
4. PEMBACAAN NASKAH PROKLAMASI :
Pada pagi hari, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Mohammad Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Setelah itu, Sang Saka Merah Putih, yang telah dijahit oleh Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil wali kota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera, tetapi ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S. Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, tetapi ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 1945. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan Mohammad Hatta terpilih atas usul dari Otto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
3. PENYUSUNAN NASKAH PROKLAMASI :
Pada malam hari setelah Peristiwa Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno–Hatta yang diantar oleh Maeda dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat "bushido", ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Sukarno–Hatta lantas meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokyo dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
Setelah dari rumah Nishimura, mereka menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No. 1) diiringi oleh Shunkichiro Miyoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno dan Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Teks proklamasi ditulis di ruang makan laksamana Tadashi Maeda. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Soekarno, Hatta, dan Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M. Diah, Sayuti Melik, Soekarni, dan Soediro. Miyoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini, Soekarno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power". Hatta, Subardjo, B.M. Diah, Sukarni, Sudiro dan Sayuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima, tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.
Menurut sejarawan Benedict Anderson, kata-kata dan deklarasi proklamasi tersebut harus menyeimbangkan kepentingan kepentingan internal Indonesia dan Jepang yang saling bertentangan pada saat itu. Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung dari pukul dua hingga empat dini hari. Setelah konsep selesai disepakati, Soekarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia, dan Sayuti menyalin dan mengetik naskah tersebut, menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jalan Proklamasi Nomor 1).
2. RENGASDENGKLOK :
para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana yang terbakar gelora kepahlawanannya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, mereka bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) serta Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Achmad Soebardjo melakukan perundingan. Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang ke rumah masing-masing. Mengingat bahwa Hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10.00 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda Tadashi untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan pada pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI 16 Agustus tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak hadir.
test:
1. LATAR BELAKANG KEMERDEKAAN :
pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom di jatuhkan diatas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara jepang di seluruh dunia. sehari kemudian ( 7 Agustus 1945 ), Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan atau BPUPK berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan diatas Nagasaki yang membuat Jepang menyerah kepada Amerika Serikat. Momen ini di manfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno dan Hatta selaku pimpinan PPKI serta Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Hisaichi Terauchi, pimpinan tertinggi Jepang di Asia Tenggara dan putra mantan Perdana Menteri, Terauchi Masatake. Mereka di kabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan mereka kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar di radio bahwa Jepang telah menyerah. Para pejuang bawah tanah air bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 12 Agustus, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, Mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat di laksanakan dalam beberapa hari, berdasarkan dari tim PPKI, meskipun demikian, Terauchi menginginkan proklamasi di laksanakan pada tanggal 24 Agustus 1945. Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman tiba di tanah air, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang telah menyerah dan demi menghindari perpecahan dalam kubu Nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan pertemuan di Dalat kepada Syahrir. Soekarno belum percaya bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar dan dapat berakibat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan kepada Hatta jika Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu bagian dari PPKI.
pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Misouri. Tentara dan angkatan laut jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Syahrir, Wikana, Darwis dan Chaerul telah mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang akan bertunduk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, namun golongan tua tidak ingin terburu-buru, mereka tidak ingin ada nya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang, mereka ingin kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi kantor militer Jepang untuk memperoleh konfirmasi, di kantornya di Koningsplein, namun, kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersapa Achmad Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat dan menjawab bahwa ia belum mendapat konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari tempat Maeda, Soekarno dan Hatta segera menyiapkan pertemuan PPKI pada pukul 10.00 pagi tanggal 16 Agustus 1945 keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No. 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan proklamasi kemerdekaan.
haloo selamat pagii! perlu kenalan dulu ngga nih? okay, aku Cathrynna, mungkin kalian gakenal soalnya aku lagi tswap, yayaya okay, aku uraa atau kalian sering lihat aku dengan 🐩?? aku mauu bawain #𝗔𝙀𝗦𝗧𝗘𝗡𝗜𝗗o seputar Kemerdekaan INDONESIA. kalian pasti tau dong kalau kemarin tanggal 17? okay, jadi aku akan jelasin seputar Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Repost from Memories, envityonect.
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ 𝐀 𝐄 𝐂 𝐈 𝐓 𝐈 𝐀 𝐍
ㅤ ㅤ ✦ ㅤ• Open Member • ✦
ㅤ Hallo to all @AECITIAN opening the gate for anyone who want to be part of us and tou must read the main rules below after that you can fill the formation.
ㅤ OO1 ; First, please see the main rules that you must obey MAIN RULES, HOW TO JOIN and don't forget to use the ATTRIBUTE candidate member.
ㅤ OO2 ; If you interested in joining us, please send FORMAT and send to BOT ASSISTANT.
ㅤ
ㅤ
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ SEE YOU IN BASE !
Repost from O̸𝐅𝐂 𝐃𝐄𝐌𝐄𝐀𝐍O̸𝐔𝐑
ㅤ ❗️ 𝐓𝐇𝐄 𝐃𝐄𝐌𝐄𝐀𝐍𝐎𝐔𝐑 ❗️
ㅤ𝐓𝐇𝐄 𝐃𝐄𝐌𝐄𝐀𝐍𝐎𝐔𝐑 𝐒𝐐 open member for #1th generation 😱😱⁉️. CPT JOIN CUI, TAP LINK DIBAWAH 😏👆
★_✶ ๋࣭. 𝗗1 [ https://t.me/+Cmfu2lvpHkYyNDc1 ]
★_✶ ๋࣭. 𝗗1 [ https://t.me/+Cmfu2lvpHkYyNDc1 ]
★_✶ ๋࣭. 𝗗1 [ https://t.me/+Cmfu2lvpHkYyNDc1 ]
★_✶ ๋࣭. 𝗗1 [ https://t.me/+Cmfu2lvpHkYyNDc1 ]
Sebelum itu jangan lupa baca dan patuhi RULES yang ada yh deck 😼‼️ See you all calmemb, or if you want to sign up HIRING ADMIN. 😉
