† 𝑮𝑹𝑶𝑾 𝑰𝑵 𝑪𝑯𝑹𝑰𝑺𝑻 †
Open in Telegram
"𝙏𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣" 📱 Contact : @asistenGIC_bot
Show more1 089
Subscribers
No data24 hours
-87 days
-2130 days
Posts Archive
1 089
Jangan terlalu fokus pada seberapa jauh perjalananmu sampai kamu lupa melihat bahwa kamu sudah berhasil melewati banyak hal. Teruslah melangkah, meski pelan, karena Tuhan tidak pernah meninggalkanmu di tengah proses.
#𝑮𝑰𝑪MOTIVATION
1 089
Jangan menyerah hanya karena prosesnya belum selesai. Istirahat boleh, menyerah jangan. Tuhan masih menuntun perjalananmu 🍃
#𝑮𝑰𝑪REMINDER
1 089
Apa yang sedang kamu perjuangkan hari ini, suatu hari akan kamu syukuri.
#𝑮𝑰𝑪REMINDER
1 089
Yakobus 1 : 12 (TSI)
Bersukacitalah saat kamu bergumul melewati ujian atas keyakinanmu, karena sesudah kamu lulus dari semua ujian di dunia ini, kamu akan diberi mahkota kemenangan sesuai dengan janji TUHAN kepada kita semua yang mengasihi-Nya.
#𝑮𝑰𝑪AYAT
1 089
PACARAN BEDA AGAMA
Bacaan: 2 Korintus 6:14
Pacaran beda agama selalu menjadi pembahasan di kalangan anak muda. Sobat Revive mungkin berpikir itu bukan sesuatu hal yang berbahaya, bahkan mungkin terlintas di pikiran kamu, "Toh baru pacaran", "Aku sudah terlanjur cinta", "Ya, kan cuma coba-coba". Hari ini kita akan belajar dari kehidupan Simson. Menarik untuk memperhatikan bahwa Alkitab mengisahkan hidupnya dari sebelum lahir sampai meninggal, termasuk kisah asmaranya.
Simson adalah salah satu hakim Israel terbesar. Ia lahir ketika bangsa Israel ada di bawah kuasa orang Filistin selama 40 tahun. Karena keadaan inilah, maka sebelumnya Tuhan menyatakan diri secara langsung kepada ibu Simson yang mandul, dan memberitahu bahwa ia akan melahirkan seorang anak, yang kelak menyelamatkan bangsa Israel. Simson merupakan anak yang dikhususkan bagi Tuhan. Dari sini kita mendapati bahwa begitu besar dan mulia rencana Tuhan bagi hidup Simson. Ia terlahir dengan kekuatan yang menjadi keistimewaannya. Namun, amat disayangkan bahwa kehancuran total dari rancangan Tuhan bagi Simson diprakarsai oleh rasa cintanya.
Ketika Simson pergi ke Timna, di sana ia melihat gadis Filistin. "Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai." (Hakim-hakim 14:4). Kita melihat bahwa semua berawal dari rasa suka. Simson yang tidak berkuasa menahan rasa sukanya terhadap gadis tersebut, lantas ingin menikahinya.
Kisah ini menjadi pelajaran penting bagi Sobat Revive yang sedang kasmaran, khususnya kepada orang yang tidak seiman. Seberapa besar pun rasa suka yang kamu miliki, ingatlah bahwa prinsip dasar pernikahan adalah sepadan. Hal ini tampak dari rancangan awal pernikahan, di mana Tuhan sendiri yang berfirman bahwa Ia akan menjadikan penolong yang sepadan bagi Adam (Kejadian 2:18). Hal mendasar dari sepadan tentunya berbicara mengenai keseimbangan iman. Bukan tanpa alasan Tuhan melarang agar umat-Nya jangan bergaul apalagi menikah dengan orang di luar bangsa Israel. Tujuannya adalah agar umat-Nya tidak terpengaruh, dan pada akhirnya menyimpang dari Tuhan (Ulangan 7:3-4). Hal ini pun berlaku bagi kita, bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? [RS]
Sumber: https://www.ndcministry.org/revive/9x2/pacaran-beda-agama
#𝑮𝑰𝑪RENUNGAN
1 089
2 Korintus 6 : 14 (FAYH)
Janganlah terikat kepada orang yang tidak mengasihi Tuhan, sebab apakah persamaan umat Allah dengan orang yang hidup dalam dosa? Bagaimana terang dan gelap dapat hidup bersama?
#𝑮𝑰𝑪AYAT
1 089
Galatia 4 : 7 (TB)
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
#𝑮𝑰𝑪AYAT
1 089
Jawaban Tuhan mungkin bukan seperti yang kamu bayangkan, tapi Dia tetap tahu yang terbaik.
#𝑮𝑰𝑪REMINDER
1 089
Setelah berdoa, jangan terus ambil kembali semua kekhawatiran yang sudah kamu serahkan.
#𝑮𝑰𝑪REMINDER
1 089
Mazmur 37 : 5 (BIMK)
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, berharaplah kepada-Nya, Ia akan menolongmu.
#𝑮𝑰𝑪AYAT
1 089
SELAMAT HARI MINGGU SEMUANYA 🌟
Apa kabarnya hari ini? Sudah siap belum besok menghadapi hari Senin? Hehehe. Jangan lupa ke gereja dulu yaa supaya Tuhan selalu memberkati kamu di setiap rencanamu kedepan. Tuhan memberkati 😇
1 089
MENGUTARAKAN PERMINTAAN KEPADA TUHAN
Bacaan: 1 Raja-raja 3:4-9
Kisah tokoh Alladin mungkin layak untuk dikategorikan sebagai salah satu cerita rakyat paling terkenal di dunia. Cerita yang berasal dari konteks dataran Arab ini semakin dikenal oleh masyarakat dunia pasca salah seorang penulis asal Perancis mengutip kisah tersebut yang membuat masyarakat di Eropa ikut mengenal kisah Alladin. Sejak saat itu, banyak produk hiburan yang mengadopsi kisah dan tokoh Alladin. Garis besar yang muncul dari kisah ini adalah adanya kesempatan untuk mengabulkan sejumlah permintaan yang diberikan oleh sosok imajiner kepada Alladin. Intinya, segala permintaan dapat terpenuhi di dalam kisah Alladin.
Alhasil, banyak orang yang mengenal kisah Alladin ini pun menjadikan kondisi demikian sebagai sebuah kondisi utopis atau angan-angan yang terlalu indah, yaitu ‘seandainya saya bisa mendapatkan segala hal yang saya inginkan’. Namun, ada hal lain yang juga lebih mendasar dan sangat penting untuk digumuli oleh manusia terkait harapan, permintaan dan keinginan yaitu: Bagaimana kita membuat sebuah permintaan yang tepat? Setiap orang tentu memiliki caranya masing-masing yang dianggap benar sesuai dengan tujuan dan kondisi hidup mereka itu sendiri. Namun, sebagai umat Tuhan kita juga perlu mengetahui hal ini dengan belajar dari sosok Salomo.
Pada perikop ini, kita melihat Salomo sedang berusaha menyampaikan permintaan kepada Tuhan. Namun langkah yang paling menarik adalah Salomo memulainya dengan mengingat segala hal yang telah Tuhan lakukan kepada ayahnya dan kepada keluarganya. Kemudian, ia mengulas segala situasi dan kondisi hidup yang sedang ia hadapi hingga akhirnya Salomo mengutarakan satu permintaannya kepada Tuhan, yakni: hati yang penuh pengertian yang berasal dari Tuhan.
Sahabat Alkitab, kita perlu mengakui terlebih dahulu bahwa sebagai manusia kita tentu memiliki sejuta hal untuk didapatkan. Ada permintaan yang berdasarkan kebutuhan riil, namun ada banyak pula permintaan yang dilandasi keinginan sementara belaka. Artinya, ada permintaan-permintaan yang tidak tepat, bukan hanya dalam pertimbangan manusia tetapi juga tidak tepat di hadapan Tuhan.
Oleh sebab itu, kita pun dapat mengadopsi tindakan Salomo sebagai cara untuk melatih diri dalam melakukan permintaan untuk Tuhan, yaitu: Pertama, mulai dengan mengingat kasih dan karya Tuhan dalam kehidupan kita. Hal ini sangatlah penting karena pada saat kita hanya mengikuti keinginan diri sendiri, kita sangat mudah menilai Tuhan tidak bertindak cukup, bahkan lebih untuk kita.
Kedua, ulaslah situasi dan kondisi hidup dengna pikiran jernih, bukan asal dipengaruhi kondisi perasaan yang sementara.
Ketiga, utarakanlah permintaan dengan mengacu pada kehendak Tuhan, bukan pada tuntutan nafsu diri sendiri.
Sumber: https://www.alkitab.or.id/renungan/2495-mengutarakan-permintaan-kepada-tuhan
#𝑮𝑰𝑪RENUNGAN
1 089
Tuhan ingin kita datang kepada-Nya, bukan hanya saat kita kehabisan cara.
#𝑮𝑰𝑪REMINDER
1 089
Gak semua yang kamu pikirkan harus kamu selesaikan hari ini. Serahkan yang gak bisa kamu kontrol, dan percaya Tuhan tetap bekerja.
#𝑮𝑰𝑪REMINDER
