en
Feedback
ᴋʟᴀɪʀᴏ ᴜɴɪᴠᴇʀsᴇ

ᴋʟᴀɪʀᴏ ᴜɴɪᴠᴇʀsᴇ

Open in Telegram
264
Subscribers
-124 hours
-37 days
-630 days
Attracting Subscribers
September '26
September '260
in 0 channels
August '26
+10
in 0 channels
Get PRO
July '26
+4
in 0 channels
Get PRO
June '26
+2
in 0 channels
Get PRO
May '26
+7
in 0 channels
Get PRO
April '26
+2
in 0 channels
Get PRO
March '26
+4
in 0 channels
Get PRO
February '26
+7
in 0 channels
Get PRO
January '26
+3
in 0 channels
Get PRO
December '25
+6
in 0 channels
Get PRO
November '25
+4
in 0 channels
Get PRO
October '250
in 0 channels
Get PRO
September '25
+1
in 0 channels
Get PRO
August '25
+6
in 0 channels
Get PRO
July '25
+4
in 0 channels
Get PRO
June '25
+6
in 0 channels
Get PRO
May '25
+3
in 0 channels
Get PRO
April '25
+8
in 0 channels
Get PRO
March '25
+12
in 0 channels
Get PRO
February '25
+14
in 0 channels
Get PRO
January '25
+13
in 0 channels
Get PRO
December '24
+14
in 0 channels
Get PRO
November '24
+19
in 0 channels
Get PRO
October '24
+19
in 0 channels
Get PRO
September '24
+20
in 0 channels
Get PRO
August '24
+50
in 0 channels
Get PRO
July '24
+37
in 0 channels
Get PRO
June '24
+49
in 0 channels
Get PRO
May '24
+48
in 0 channels
Get PRO
April '24
+69
in 0 channels
Get PRO
March '24
+64
in 0 channels
Get PRO
February '24
+71
in 0 channels
Get PRO
January '24
+238
in 0 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
06 September0
05 September0
04 September0
03 September0
02 September0
01 September0
Channel Posts
2
Jebakan Stereotip Tulisan ini berisi tentang bagaimana stereotip sosial mempengaruhi pola pikir hingga tindakan individu di lingkungan sosialnya. Cukup lama saya sadar tentang hal ini, bedanya mungkin kali ini saya tulis untuk sewaktu-waktu bisa saya baca lagi atau bagikan kepada orang yang sedang merasakan hal yang sama. Di dalam kehidupan ini, kita semua mempunyai peran yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, mungkin diantara kita ada yang menjadi pekerja kantoran, pekerja lapangan, pelajar, mahasiswa, seniman, musisi, pebisnis, ibu rumah tangga dan masih banyak lagi. Saat kita sedang berada pada peran tersebut, sebagian dari kita sesekali berpikir ingin menjadi yang terbaik di dalam bidangnya, atau setidaknya menjalankan peran dengan baik dan benar untuk mendapatkan pencapaian baik dalam skala sosial ataupun kepuasan pribadi. Namun diantara itu semua ada stereotip sosial yang seringkali mempengaruhi pola pikir dan tindakan kita dan pada akhirnya menjadikan kita berusaha keras untuk menjadi "sesuatu" yang telah dijadikan standar bagi lingkungan sosialnya, dan mengorbankan eksistensi kita sebagai individu yang punya ciri khas dan karakter yang berbeda dari individu yang lain. Sebagai contoh: Menjadi "sukses" di usia tertentu Ada juga anggapan bahwa usia 25 harus sudah punya pekerjaan bagus, usia 30 harus sudah menikah, punya rumah, kendaraan, dan sebagainya. Seseorang yang sebenarnya sedang menjalani hidup sesuai kemampuannya mulai merasa tertinggal. Dia melihat teman-temannya membeli rumah, menikah, mendapatkan promosi, lalu berpikir, "Kenapa saya belum seperti mereka?" Padahal sebelumnya dia tidak pernah menganggap hal-hal tersebut sebagai ukuran kebahagiaannya. Akhirnya dia mulai mengejar kehidupan yang terlihat sukses, bukan kehidupan yang benar-benar ia inginkan. Stereotip menjadi berbahaya ketika pandangan masyarakat terhadap diri kita perlahan berubah menjadi pandangan kita terhadap diri sendiri. Dan pada tahap paling jauh, kita bahkan tidak lagi mempertanyakan apakah standar tersebut benar-benar kita inginkan. Di situlah seseorang bisa menjalani hidup yang secara sosial terlihat "benar", tetapi secara personal justru terasa asing bagi dirinya sendiri.
80
3
Belajar dari google maps kalo seandainya kita melenceng dari jalur perjalanan, dia ngga pernah bilang "kamu salah jalan", tapi "mengubah rute" untuk sampai ke tujuan.
53
4
No text...
60
5
Terlalu banyak peran dalam satu tubuh.
87
6
https://youtu.be/6WlMwI0l_js?si=In4gzpDxTDcgS2vC
38
7
Kesalahan yang terus diulang membuat rasa penyesalan perlahan menghilang. Terkadang, beberapa tindakan muncul berdasarkan ego dan nafsu belaka. Di tengah perjalanan kita diberi jeda untuk berpikir jika semua ini adalah sebuah kesalahan, harusnya kita berputar arah bukan menjalani sesuatu yang bahkan sebenarnya kita sadar itu bukan yang benar-benar kita pilih. Biarkan kita terbentuk atas pilihan pilihan yang kita buat dengan sadar, bukan mengalir seperti ikan yang telah mati, terbawa arus kemanapun sungai membawa tubuh ini. Jika pada akhirnya kita semua tetap akan mati, setidaknya kita terbunuh dengan pilihan yang telah kita pertimbangkan dengan sangat matang. Jika harapan hidup kita masih panjang, bangkitlah dari kematian sekarang dan mari benar-benar hidup kali ini. Cukup jasad yang membusuk sebagai tanda kita telah mati, bukan mimpi menjadi diri sendiri yang sengaja kita kubur untuk diterima orang lain.
113
8
https://youtu.be/5J6o5eIKqOY?si=n73PYVuTzEjYpFae
15
9
No text...
79
10
No text...
63
11
No text...
62
12
No text...
60
13
Kata orang, siapapun bisa memenuhi tangki kasih sayang kita. Tapi inget, orang tersebut bisa pecahin tangki kasih sayang kita kapanpun dia mau.
125
14
No text...
39
15
No text...
49
16
Oleh: @justklairo Sejenak Aku jatuh ke dalam tatapmu Kakiku lemas tak mampu berdiri kembali jika sendirian Sejak saat itu... Aku melihat kita saling takut kehilangan Dan jika itu harus dan pasti terjadi Kita memutuskan untuk menunggu di semesta terakhir Aku memberitahumu jika perahu tak selamanya kokoh membawa kita sampai ke seberang Ada kalanya retak menabrak karang Ada kalanya terbelah melawan ombak lautan Itu bukan sekadar ketidakhati-hatian Itu adalah bagian dari perjalanan Jika kau ragu pada setiap kemungkinan Ada kalanya hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berpisah di persimpangan Mungkin akan sepi Mungkin akan menyesal pada akhirnya Namum ingatan tentang kita masih ada sebelum aku benar-benar tenggelam
240
17
No text...
50
18
No text...
46
19
No text...
10
20
No text...
15