497
Subscribers
-124 hours
No data7 days
+1030 days
Posts Archive
497
Indikasi Bulan Punya Cahaya Sendiri:
1. Anaximandros (610 - 545 SM)
Diantara teorinya yang paling penting adalah keyakinannya bahwa matahari dan bulan merupakan dua benda yang bersinar secara mandiri. Artinya, keduanya memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi sendiri.
2. Aristoteles (384 - 322 SM)
Aristoteles berasumsi bahwa bulan memiliki cahaya, selain pantulan sinar matahari...
(Bisa jadi tapi tidak mutlak - komentar al-Biruni)
3. Ibnu Katsir (1301 - 1372 M)
Firman Allah (وَقَمَرًا مُنِيرًا) artinya bercahaya lagi terang dengan cahaya sendiri, bukan pantulan cahaya matahari, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:
(هُوَ ٱلَّذِی جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِیَاۤءࣰ وَٱلۡقَمَرَ نُورࣰا ...)
"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya..." [QS. Yunus: 5].
Dan juga firman Allah yang menceritakan tentang Nuh AS:
(وَجَعَلَ ٱلۡقَمَرَ فِیهِنَّ نُورࣰا وَجَعَلَ ٱلشَّمۡسَ سِرَاجࣰا)
"Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai penerang" [QS. Nuh: 16].
497
Fenomena Alam yang mengindikasikan bahwa bulan punya cahaya sendiri, selain pantulan sinar matahari.
497
Kita ambil data dari buku al-Qânûn al-Mas'ûdî, karya al-Biruni sendiri:
⬇️
Dasar perhitungan al-Biruni:
Tinggi gunung = 652 hasta (±300 m)
Dan sudutnya = <0,58° (±0,5771°)
Hasil pengukuran al-Biruni:
R = 12.851.369 hasta (46 cm)
R = 5.900 km 👈
⬇️
K = 37.000 km
1° = 103 km
497
JARI-JARI BUMI VERSI AL-BIRUNI
*Verifikasi Data
Disebut bahwa jari² bumi hasil pengukuran al-Biruni adalah 6.335,725 km, dan sumber lain menyebutkan 6.339,9 km dengan dasar perhitungan:
Tinggi gunung = 884,37 m
Dan sudutnya = 0,5°
Mari kita verifikasi! 👇
497
PENGUKURAN JARAK MATAHARI
MENGGUNAKAN TRIGONOMETRI
1). ARISTARKUS
h = L ÷ cos (α)
h = 384.400 ÷ cos (87°)
h = 384.400 ÷ 0,0523359562
h = 7.345.000 km
2). SAINS MODERN
h = L ÷ cos (α)
h = 384.400 ÷ cos (89,853°)
h = 384.400 ÷ 0,00256563119
h = 150.000.000 km
Keterangan:
h = jarak matahari
L = jarak bulan
α = Sudut (elevasi)
----------------------------------------------
3). FLAT EARTH
h = L × tan (α)
h = 5.000 × tan (45°)
h = 5.000 × 1
h = 5.000 km
*45° = 5.000 km (±3.000 mil)
Keterangan:
h = jarak matahari
L = jarak dua titik lokasi
α = sudut elevasi
⬇️
α = 90° - β
α = 90° - 45°
α = 45°
*β = Sudut Inklinasi (kemiringan matahari dari titik zenit).
L = β × 111
L = 45° × 111
L = 5.000 km
