497
Subscribers
-124 hours
No data7 days
+1030 days
Posts Archive
497
Perbedaan AM & PM
AM (Ante Meridiem): Sebelum tengah hari
PM (Post Meridiem): Setelah tengah hari
AM = 00:00 - 12:00 (12 jam pertama)
PM = 12:00 - 24:00 (12 jam kedua)
497
Mekanisme Penentuan Zona Waktu
Berdasarkan GMT (Jam Dunia)
Contoh:
Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB):
👉GMT +7 (jam)
Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA):
👉GMT +8 (jam)
Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT):
👉GMT +9 (jam)
497
Kombinasi Waktu Universal & Lokal
Universal: Angka yang berputar
Lokal: Angka statis yg sejajar dgn matahari
*Patokan: Meridian Makassar
497
Penentuan Waktu Lokal (Jam Matahari)
Matahari sebagai jarum jam yang menunjukkan waktu lokal (sampel: WITA, Makassar).
497
Pembagian dan Perputaran Waktu
berdasarkan GMT/UTC (Jam Dunia)
Posisi matahari pada saat melewati meridian primer (garis bujur 0°) menjadi pertanda awal pergantian waktu untuk kalender syamsiah.
Titik matahari menunjukkan jam 12 siang untuk lokasi di bawahnya secara universal.
Titik merah sebagai tanda lokasi yang mengalami pergantian waktu.
497
MERIDIAN PRIMER (Bujur 0°)
(versi Astronom Klasik)
Jadi, sebelum ditetapkan di Greenwich, Meridian Primer (Bujur 0°) itu dulunya ada di beberapa titik lokasi, di antaranya yg paling terkenal adalah:
1. Pesisir Barat Afrika (versi al-Khawarizmi)
2. Kepulauan Khâlidât (versi Ptolemy).
Di mana letak kepulauan tersebut?
Dari berbagai sumber disebutkan bahwa kepulauan tersebut letaknya 10° ke arah Barat dari pesisir Barat Afrika. Jadi, jarak antara kedua lokasi tersebut adalah 10° Bujur.
Jika kita melihat peta modern, setidaknya ada 3 kepulauan di sebelah Barat benua Afrika yang kemungkinan adalah kepulauan khalidat tersebut, yaitu:
1. Canaria
2. Madeira
3. Cape Verde
Sebagian besar penulis memilih kepulauan Canaria. Tapi jika kita mengacu pada data astronomi klasik, yaitu jarak 10° Bujur, maka yg paling mendekati adalah Tanjung Verde.
--------------------------
Letak Geografis Mekah versi Astronom Klasik:
1. 67° BT dihitung dari pesisir barat Afrika.
2. 77° BT dihitung dari kepulauan khalidat.
497
Indikator Kiblat pada Skema Geografi
(Bayram ibn Ilyas - Istanbul 1582 M)
Sebuah skema geografi yang menunjukkan 72 sektor arah di mana masing-masing mengarah ke ka’bah sebagai titik pusat lingkaran.
Konon, skema tersebut bukan hasil perhitungan matematis, namun hasil perkembangan dari folk astronomy.
Folk astronomy atau Astronomi rakyat adalah fenomena alam yang diamati oleh seseorang seperti terbit dan terbenamnya bintang, peredaran matahari, peredaran dan fase bulan untuk keperluan memperkirakan musim tanam, mengetahui arah untuk melakukan perjalanan jauh dan lain sebagainya.
*Azimut Kiblat Istanbul = 140° - 145°.
497
Ka'bah sebagai Titik Pusat Lingkaran Saf Umat Islam
"Ketahuilah bahwa menunaikan salat pada awal waktu dan membayangkan Ka'bah merupakan dua hal yang dianjurkan. Hal itu agar orang yang menunaikan salat dapat "melihat" saf-saf yang mengitari Ka'bah seperti lingkaran konsentris di mana saf pertama mengelilingi Ka'bah, sedangkan saf yang paling jauh mengelilingi dunia Islam. Kondisi ini membuatnya ingin bergabung ke dalam saf mereka. Setelah bergabung, kebersamaannya dengan jamaah yang besar itu menjadi dukungan kuat atas setiap pernyataan di dalam salat."
(Badiuzzaman Said Nursi)
497
FENOMENA SOLSTIS UTARA (21 JUNI)
Observasi Elevasi Matahari
Soltis Utara & Selatan (Jakarta):
https://t.me/flat_ardh/116
497
PERALIHAN MUSIM (GE vs FE)
(Bumi Oleng vs Matahari bergeser)
Mana yang lebih logis & realistis?
497
MANA YANG LEBIH LOGIS & REALISTIS?
"The demonstration has reference to either considerations: the earth a globe or plane—take your choice!"
يشير العرض التوضيحي إلى أي من الاعتبارات: الأرض كرة أو مسطحة—قم بالاختيار!
Demonstrasi itu mengacu pada salah satu pertimbangan: bumi adalah sebuah bola atau sebuah bidang datar—tentukan pilihan Anda!
(Alexander Gleason)
497
JANGKAUAN PANDANGAN
"Seorang pengamat di manapun ia berdiri di bumi, arah depannya 90°, arah belakangnya 90°, serta sisi kanan dan kirinya juga 90°. Semua sisi tersebut adalah jangkauan pandangannya dan ruang lingkup siang-malamnya." (Ibnu Rustah)
497
MITOLOGI HINDU
Bumi di atas Kura-kura
Orang Hindu (India) menyebut daratan bumi, dalam bahasa mereka, dengan "kura-kura" lantaran daratan tersebut dikelilingi air (lautan) dan permukaannya tampak cembung. Khususnya ketika mereka meyakini bahwa daratan cembung tersebut adalah setengah bola yang dipuncaki oleh gunung Meru di bawah (bintang) kutub Utara. (Al-Biruni)
497
Dasar "Ilmiah" Penentuan Suhu Matahari
Sinar yang memancar dari suatu benda (logam panas) bergantung pada suhunya...
Jika suhunya 6.000° C, maka warnanya kuning...
Karena permukaan matahari tampak berwarna kuning, maka dapat dikatakan bahwa suhunya mencapai 6.000° C.
---------------------
Logam panas yg berwarna kuning = 6.000° C
Matahari = berwarna kuning
Matahari = 6.000° C
Semoga bermanfaat!
497
Salah satu referensi untuk menambah wawasan keislaman agar lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat (di masa sekarang dan masa mendatang), khususnya terkait dengan penentuan hilal (awal bulan qamariah).
497
Ilustrasi Bintang² Terbenam
Jadi, sebenarnya bintang² juga terbenam akibat "kubah perspektif", tapi tetap terlihat di malam hari karena jumlahnya banyak.
497
LINTANG MEKAH & LINTANG JAKARTA
LINTANG MEKAH:
Deklinasi: 7,7° (Kulminasi 20 Aries / ±10 Apr)
Emanasi: 13,8°
Elevasi: 76,2°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi + Deklinasi
13,8° + 7,7° = 21,5° LU
Deklinasi: 6° (Kulminasi 15 Libra / ±08 Okt)
Emanasi: 27,5°
Elevasi: 62,5°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi - Deklinasi
27,5° + 6° = 21,5° LU
------------------------
LINTANG JAKARTA:
Deklinasi: 23,5° (Kulminasi TBU)
Emanasi: 30°
Elevasi: 60°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi - Deklinasi
30° - 23,5° = 6,5° LS
Deklinasi: 23,5° (Kulminasi TBS)
Emanasi: 17°
Elevasi: 73°
⬇️
Lintang lokasi:
Deklinasi - Emanasi
23,5° - 17° = 6,5° LS
497
RUMUS PENENTUAN LINTANG LOKASI
(Sampel: ar-Raqqah & Jakarta)
PENENTUAN LINTANG AR-RAQQAH:
Deklinasi: 23,5° (Kulminasi TBU)
Emanasi: 12,5°
Elevasi: 77,5°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi + Deklinasi
12,5° + 23,5° = 36° LU
Deklinasi: 23,5° (Kulminasi TBS)
Emanasi: 59,5°
Elevasi: 30,5°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi - Deklinasi
59,5° - 23,5° = 36° LU
------------------------
PENENTUAN LINTANG JAKARTA:
Deklinasi: 23,5° (Kulminasi TBU)
Emanasi: 30°
Elevasi: 60°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi - Deklinasi
30° - 23,5° = 6,5° LS
Deklinasi: 23,5° (Kulminasi TBS)
Emanasi: 17°
Elevasi: 73°
⬇️
Lintang lokasi:
Emanasi - Deklinasi
23,5° - 17° = 6,5° LS
