𝐑𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢
Open in Telegram
Ada waktu untuk menepi, meluapkan segala sepi. Butuh ruang ? mari bersua @Selfroom_bot
Show more475
Subscribers
+524 hours
+117 days
+3130 days
Posts Archive
Bahkan setelah sikapmu menjauhiku kau lakukan secara terang-terangan
Aku masih tidak bisa membencimu seperti yang seharusnya, Tuan
Kenapa Tuhan harus mengizinkan hatiku sejatuh itu padamu ?
Hingga ketika kau melukaiku, aku yang meminta maaf karena selama ini tak cukup untukmu.
#Quoterandom
Ini tentang persahabatan antara tiga anak perempuan yang ternyata tidak sesehat yang terlihat. Saya tidak kaget sama sekali ketika tahu bahwa saat saya tak ada, semua tentang saya adalah topik yang menjaga lisan mereka tetap terjaga dan juga bergelak tawa. Hanya saja, sejauh itukah prasangka hingga mampu memfitnah ? Tidak, saya tak marah. Hanya kecewa, pasalnya semua kisah persinggahan yang pernah ditawarkan atau pernah saya lalui, merekalah tempat saya bercerita tanpa bersembunyi. Mereka heran tentang saya yang selalu ada kisah walaupun saya tak mencari, menolak banyak hati namun selalu berdatangan lagi. Hanya tawa yang bisa saya sunggingkan di wajah, bahkan dengan mengetahui semua cerita saya, tak menjadikan mereka paham atas apa yang terjadi pada saya. Justru sebenarnya perasaan terhinalah yang saya pendam, alih-alih menjadi matahari yang menundukkan pandangan sesiapa yang melihat, malah menjadi rembulan yang ingin direngkuh banyak pasang mata. Yah ini hanya sekian episode yang lucu dari hari-hari biasa.
Terlalu kuat penyangkalan untuk rasa yang masih ada
Hingga memaksa diri untuk dendam hanya agar bisa melupa
Sesakit itu ya
#Quoterandom
Salah
Saya sering diam ketika merasa marah dan kecewa
Karena saya tahu dengan pasti, sekejam apa mulut saya ketika tak menahan emosi
Dan ketika melihat versi saya yang lainnya. Tiba-tiba mereka bertanya kenapa saya berubah ?
Saya mengira dengan membiarkan mereka tahu bahwa mereka salah dalam memperlakukan saya, mereka akan paham dan setidaknya mengerti bahwa tidak seharusnya mereka berlaku demikian. Tapi saya salah. Sampai akhir, saya dilihat sebagai seseorang yang harus selalu sesuai dengan neraca pemikiran mereka. Mereka begitu fokus pada perubahan saya, tanpa berkaca apa yang telah mereka lakukan. Ternyata begitu susahnya memanusiakan manusia.
#prosa
Ketika kamu disuruh tanda tangani penerimaan dana yang tidak pernah sama sekali kamu terima oleh pihak dosen. Alasan transportasi dan paket kuota.
Be like : oh ternyata ini cara kerjanya para korup. Penggelapan dana gini yah modelnya 😂
Jatuh cinta di generasi ini begitu menakutkan
Perasaan yang mudah hilang sampai pura-pura dalam penerimaan
Terlalu beresiko untuk bahagia selama bulanan dan diberikan luka seumur hidup
Benar, jatuh cinta itu mengerikan
Setidaknya itulah yang diperlihatkan dunia akhir-akhir ini
#Quoterandom
Kadang, manusia menjadi sangat kejam ketika tahu dirinya amat diperlukan
#Quoterandom
Sekarang itu udah ga kaget lagi kalau disakitin
Malah yang bikin kaget kalau tiba-tiba ada yang tulus dan bener-bener diseriusin
#Quoterandom
Kau memikirkannya hingga menyakiti diri sendiri
Sungguh, sampai kapan kau begini ?
#Quoterandom
Seharusnya
Sepertinya semesta ingin berkata agar aku menutup rapat pintu harap tentang cinta, dan hanya bertahan tuk mengejar mimpi yang tertunda. Berkali-kali aku dititipkan luka, setelah ujian tentang hati terus menggoyahkan rasa yang kupunya. Berkali-kali juga kunikmati kecewa setelah berupaya percaya, dan kudapati ternyata sia-sia. Kalau saja saat itu, aku tak mudah menerima, mungkin saat ini aku kan baik-baik saja. Kalau saja saat itu, alih-alih jatuh cinta aku hanya tertawa, mungkin saat ini akulah yang menjalani hidup dengan bangga. Tapi sebagai manusia yang berhasil bertahan oleh candaan semesta, aku menepuk dada dengan lega. Aku berhasil tetap ada, aku tak kalah pada bayangan kata-kata, aku pun bisa hidup bersama luka. Sungguh, seperti kata mereka aku tidaklah akan merasa sembuh, tapi aku akan terbiasa dengan ini semua sampai tidak lagi merasakan perihnya. Untuk setiap kata 'kalau' yang sempat menggema, hanya senyum yang pantas tersiratkan pada netra. 'Kalau' adalah kata kunci perjalananku di hari-hari selanjutnya, agar aku mampu berjalan tanpa lagi membiarkan sesiapa dengan bangganya memecahkan kaca yang susah payah ku rapikan dengan berkala. Agar aku tidak lagi tenggelam pada khayal asa dan tidak pula hidup tertawa pada cinta yang pura-pura. Dengan ini, aku akan mencintai apa yang sedang ku tatap di cermin tua, menjaganya dengan kata 'kalau' sampai penghujung nafas tiba. Aku akan belajar mencintai saya seutuhnya, seperti yang sudah seharusnya.
#prosa
Lucu banget liat curhatan adek-adek yang lagi salting, mana curhatnya ke bot lagi
Semoga berjodoh ya dek dengan crushmu
Saya tidak merespon apa-apa bukannya ga peduli, tapi lebih ke ga mau kamu makin salting. 😭
Ini tentang beberapa anak perempuan pertama. Tumbuh dengan gagah tapi buta tentang rasa cinta. Tentang dia, yang terbiasa menghadapi verbal abuse dan physical abuse. Tidak pernah mendengar kata "bangga". Dididik dengan silent treatment, sudah tak ingat kapan terakhir kali dipeluk. Dituntut untuk terus jadi yang pertama, dipersiapkan tuk jadi orangtua kedua untuk adik-adiknya, dipaksa keadaan untuk menerima apapun yang terjadi, tidak dibutuhkan suaranya ketika terjadi sesuatu dirumah. Tidak diajari nilai moral dan etika, ketika salah bertindak dicerca mirip siapa ? Mereka terlupa. Tidak pernah dibantu perihal tugas sekolah, tidak juga diterima kalau jadi serba biasa saja, harus bisa membanggakan, tanpa diajari caranya bagaimana.
Sudah lupa kapan terakhir kali diberi sesuatu tanpa diungkit, sudah lupa kapan terakhir kali tertawa riang tanpa pura-pura didepan mereka.
Lalu kau bertanya, kenapa mereka begitu keras dan tak paham tentang cinta ?
Tidak, mereka tak menjadi keras kepala di sini. Hanya saja, aku bingung. Aku harus melakukan apa untukmu dengan dasar cinta ? Ketika aku pula tak tahu bentuk cinta itu seperti apa.
#prosa
Jadi anak yang tidak pernah ditanya keadaannya sama orangtua itu, melelahkan. Ketika tak cepat tanggap, hanya dibombardir dengan pertanyaan menyudutkan atau makian yang dilontarkan dengan alasan kecewa. Sedang diri merasa iba pada diri sendiri. Padahal bukan sengaja, tapi kedua syurga itu tak menerima alasan apa-apa. Sejenak terpikir, bisa saja diri sedang berjuang untuk hidup di sini, melawan keadaan untuk tak bertemu kematian seorang diri, atau sedang teramat kesusahan menyelesaikan masalah yang datang bak hujan di bulan juni. Tapi apakah mereka akan terpikir tentang itu sedikit saja ? Entahlah, anak yang sudah lama mati ini tidak pantas berharap banyak pada dunia.
#Quoterandom #prosa
