en
Feedback
Renjana

Renjana

Open in Telegram

Entah sampai pada lembar ke-berapa tulisanku masih bermuara tentangnya, namun kupastikan dirinya akan abadi dalam kisah yang kutulis ulang, sebagai aksara roman picisan yang tak dapat menjadi utuh...

Show more
322
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Pada akhirnya perpisahan lebih baik

Selamat pagi untuk kamu

Kamu tau? Menyakitkan rasanya jika tanda onlinemu bukan untukku.

Tidak ada yang menarik.

Aku terlalu banyak kekurangan untuk menjadi prioritasmu

Maaf, aku selalu merindukanmu.

Hai, gimana kabarmu? Apakah dirimu merindukanku?

Aku mencari-cari alasan kenapa aku bertahan untukmu. Dan semakin aku mencari, Semakin aku tidak menemukan apa-apa. Lalu kusadari satu hal, Kau memang layak untuk dilepaskan.

sial, sial, dan sial. saya hanya belajar mencintai, mengagumi, memperlakukan dengan baik, dan menghargai. saya pikir itu sudah semuanya, ternyata saya lupa mempelajari point penting dalam hidup. mengikhlaskan.

Aku salah aku yang minta maaf, kamu yang salah aku yang harus intropeksi diri, gpp

tak perlu pamit. karna sedari awal kita memang tidak pernah saling memiliki, tidak pernah memulai, dan tidak pernah benar-benar terikat -King

tak perlu pamit. karna sedari awal kita memang tidak pernah saling memiliki, tidak pernah memulai, dan tidak pernah benar-benar terikat -v.a

aku "berhasil" memahaminya, tapi dia "gagal" dalam memahamiku. -v.a

Kamu yang memintaku untuk bertahan,tapi kamu yang justru menjauh

Semangat pagi ini,ingat ada orang tua yang harus diukir senyumnya

hari ini ga asik banget.

pertemuan kita mungkin terbilang sederhana, namun proses untuk melupakan kenangan indah itu sungguh luar biasa perjalanannya.

saya siap memaafkan mu, tetapi melupakan adalah pertarungan yang sulit. saya tidak tahu, intinya saya membutuhkan lebih banyak waktu.

dari sekian banyak perpisahan, kenapa harus maut yang mengambil tindakan atas hubungan kita. kenapa?