Renjana
Open in Telegram
Entah sampai pada lembar ke-berapa tulisanku masih bermuara tentangnya, namun kupastikan dirinya akan abadi dalam kisah yang kutulis ulang, sebagai aksara roman picisan yang tak dapat menjadi utuh...
Show more322
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Jatuh cinta bak simfoni keabadian,
melukiskan kisah di antara kepingan nostalgia.
Senyumku merekah,
namun merakit guratan sendu pada wajah.
Dalam keindahannya,
luka tumbuh laksana mahakarya tersembunyi.
Mendamba dirimu,
tetapi hatimu berlabuh pada pelukan sang waktu.
Langkah kakimu kian melaju,
bagai melodi yang tak dapat diterka.
Tak peduli dengan kerikil-kerikil kecil mengukir luka,
aku kembali melanjutkan langkahβbahkan jika harus menuju ujung kota.
Tak lelah bermain dan berseteru dengan logika,
berharap takdir akan menghadiahkan sebuah harsa.
Terluka,
sebuah ukiran emosi merdu pada panggung hati terbuka.
Nestapa,
sebuah goresan pilu mengundang duka.
Namun,
menyadari bahwa dirimu terpaku pada insan lainβ
membuat ranum peluh merayap,
pada garis-garis wajahku yang mencoba derana dari serana.
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
322
Baru kemarin kamu membuat ku merasakan euforia sebab rasa yang aku punya terbalas dengan semestinya. Sekarang, kamu jatuhkan rangkaian mimpi tentang kita yang aku gantungkan di depan pintu rumah ternyaman milik berdua. Semestinya jika tidak berniat menjalin relasi rasa dari awal jumpa, tak perlu membuat ku merasa bahwa aku ialah insan yang paling beruntung di dunia.
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Ma, pa
Perjalanan ini terlalu jauh Sampai aku menemui lelah Bahkan cinta, kemunafikan dan kekecewaan Bagaikan khamar yang memabukkan
Semua tengah berteriak Dompet kosong, kepala berisik, hati terusik Bersatu dalam sepiring nasi tanpa lauk masakan ibu Terhidang nyata dalam ruang waktu
Ma, pa
Apa sebenarnya kehidupan itu? Aku sendiri dalam pencarian jati diriku Di tikam tanpa ampun oleh sajam harapan Sampai tergelatak mati meminta pengampunan
Aku rindu
Tentang engkau yang masih hidup atau nanti menemui ilahi Apakah aku mampu melawan dunia dengan sendiri
Atau terkapar di tikam mentari setiap hari Dan ketika menemui malam seakan di kafani.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
Aksaraku berserak di atas helaian jeluang yang membentuk seuntai syair perihal renjana, menjelma amor fati. Hanya untuk mengabadikan dirimu ...
322
Sudah jauh melangkah pergi, namun semesta selalu memberi koneksi perihal ruang yang sudah lama usang.
322
γ
€βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
γ
€γ
€
Menormalisasikan perbuatan tercela kian bersenggama dengan dosa.
Hina; nista; tinggallah binasa.
Menunggu datangnya murka guna menggulung kezaliman merajalela.
Nahas ... pelakunya asik bercumbu dengan kefasikan. Memilih abai hingga terlena dalam kenikmatan fana seolah selamanya menempati dunia.
Layaknya kan hidup seribu tahun kemudian, padahal kematian menjemput tanpa peringatan.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Banyak yang bertanya, kenapa aku senang menulis?
Ada banyak hal yang tak mampu ku ucapkan, namun dengan mudah untuk Ku tulis.
Dalam tulisan, aku bisa mengutarakan semua hal yang terjadi dalam hidupku. Hal yang membahagiakan, menyedihkan, mengecewakan, hal-hal yang membuatku patah, semua bisa aku abadikan dalam setiap lembar tulisannku.
Dalam tulisan juga, aku bebas membuat alur cerita yang ku inginkan, tanpa mendugaa-duga apakah akhir dari cerita ku bahagia atau tidak.
Semua hal yang sudah aku lalui dan tidak bisa ku ulang kembali, aku membuatnya Abadi dalam tulisannku. Setidaknya kalau tidak bisa di ulang secara langsung, aku dapat mengulangnya dalam ingatan. Iya, dengan membaca kembali buku tersebut.
Dan yang terpenting, dengan menulis aku menjadi kuat. Aku yang selalu bungkam untuk menceritakan keluh kesahku pada orang lain, bisa menjadi tenang karena menulis.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
Malam tak akan terasa sunyi
Jika hadirnya ada disisi
Bercengkrama baik suka dan duka
Menetralkan luka melekat kalbu
Bersama canda menjadi candu
322
Tak perlu munafik ...
Setiap orang akan mendekat, bahkan bila perlu menjilat demi tercapainya ambisi atas kepentingan yang dimiliki.
322
Jangan-jangan diam kita sama, saling menunggu siapa yang lebih dulu memberi sapa. Jangan-jangan diam kita sama, saling rindu meski tanpa ada yang berani bertanya.
322
jadilah perempuan yang kalo lapar tinggal makan, kalo ngantuk tinggal tidur, kalo cape? istirahat.
ga perlu tantrum haus akan kasih sayang.
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Mari membiasakan diri dengan hasil yang tidak sesuai ekspektasi, kita berhak punya harapan, tapi Tuhan punya kenyataan, mari untuk sembuh tanpa menyalahkan diri sendiri.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Desember ...
Kala itu sempat menghadirkan tawa untukku. Bahkan, bisa kubilang pada saat itu aku adalah lelaki yang amat bahagia. Aku tak mengenal apa itu luka, saat kamu masih bersamaku. Kamu tak pernah membiarkan satu tetes air mataku jatuh, kamu memperlakukanku dengan sangat istimewa.
Sampai tiba di mana semesta memberiku pembelajaran yang hingga saat ini, belum bisa aku terima. Aku kehilanganmu. Duniaku kelabu saat kamu tak ada, bahkan tangisku sudah tak mampu bersuara. Ada kalanya aku membenci takdir semesta, sebab Ia telah merenggutmu dari aku.
Kata mereka, kamu adalah seseorang yang sangat baik maka dari itu kamulah yang telah dipilih oleh semesta, sebab Ia sangat menyayangimu dan tak ingin kamu berlama-lama dalam dunia fana. Lantas, bagaimana denganku? Katamu, aku adalah lelaki tangguh, namun nyatanya aku tak sekuat itu saat melihat ragamu telah tiada dan degup jantungmu telah mati.
Bahkan setelah bertahun-tahun terlewati, rasa sakit kala itu masih berputar ulang bak melodrama tanpa henti. Aku sudah merelakanmu, namun tidak untuk lukanya. Aku belum benar-benar pulih setelah kamu pergi.
Desember ...
Menjadi saksi atas takdir semesta, antara bahagia dan duka tentang kita yang tak akan berjalan selamanya.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
binar,,,sampai jumpa di alam keabadian.
322
Maaf ya kalo ada yang gabisa join CH ini, karna aku membatasi orang-orang untuk meminimalisir kang copas disini, kalo kalian udah join tibaΒ² keluar dari CH itu bukan admin yang tendang yaaa, karna itu pure bot nya yang bekerjaππ«Έπ«·
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
pantas saja, sore itu segalanya terasa lebih berat.
Sebab aku mendapatkan sebuah pesan bisu lewat isyarat senja. Pesan untuk tegarnya hati agar mampu menerima perpisahan yang paling menyakitkan. Perpisahan yang telah Tuhan ramu seadil-adilnya. Kamu menyerah dengan duniamu. Kamu pergi, setelah dekapan paling erat di senja terakhir aku tersenyum. Karena setelah itu, aku tidak bisa menatap senja dengan senyuman yang sama.
Bersama lembaran pesan terakhir dan bunga terakhir yang kamu tinggalkan, laut dan hujan berkata bahwa cerita kita telah usai. Tenang saja, setelah perpisahan menyakitkan ini aku tidak akan membenci hujan. Aku tidak akan membenci laut dan melodi ombaknya. Aku akan tetap menatap hujan, laut dan kenangan kemarin dengan senyuman tegar.
Aku akan membuat cerita kita kemarin abadi di dalam ingatan. Meskipun kamu telah menjadi debu di kehidupan ini, aku tidak akan membiarkan ingatan yang menyimpan kamu turut luruh dan lenyap. Kamu akan berumur panjang di dalam memori yang akan selalu aku pertahankan. Sebab hanya dengan ingatan itulah aku bisa menemui kamu lagi.
aku telah selesai. Di sinilah perpisahan kita. Masih bersama senja dan gelombang ombak yang tak pernah surut ditelan masa.
Aku akan mengucapkan bahasa pamit yang mungkin tidak akan pernah sampai di telingamu.
Seusai ini, kamu tidak akan melihat aku yang berlarian di bawah senja,
tidak ada lambaian tangan yang menemani soremu dan tidak ada lagi aku yang memelukmu. Sebab, itu sudah bukan tugasku lagi, Ada yang lebih berhak atas dirimu. Laki-laki yang siap membahagiakanmu, meniti lembaran baru atas nama takdir yang diberikan semesta.
Aku ingin mengakui semua kepadanya, bahwa aku mulai takut kehilangan. Aku butuh dia. Tapi di sore hari itu, di saat gerimis mulai jatuh menyapa bumi, aku dibuat geming tak berkutik.
Dia yang kala itu memegang payung dengan mata sabit favorit nya. Senyumnya masih sama, menenangkan. Tapi satu-satunya yang membuat gemuruh itu hadir di dalam diriku adalah matanya yang memancarkan gemulai senja.
Sebab, dikala aku melihat mata favorit nya, aku tidak melihat ada 'kita' di dalamnya. Kita akan segera redup. Karena pancar mata sabitmu sore itu, tutur batin berkata bahwa kamu bukan untuk ku
"Sekali lagi, bukan untuk saya."
Dan lagi aku harus ikhlas atas segala hal, ntah ini karma di masa lalu atau memang sudah semestinya seperti ini. Aku akan tetap mencoba ikhlas atas kepergian dirimu.
karena ikhlas menjadi perayaan terakhir bagian ini, maka aku tidak akan mencoba melukismu lagi pada hamparan pasirnya.
Aku tidak akan menulismu lagi dengan aksara dan sastranya. Aku pun tidak akan menciptakan bayangmu dibawah naungan senjanya.
Aku hanya akan mengenangmu. Mengabadikanmu lebih baik di dalam memori yang tak akan pernah menjadi usang. Dan menempatkanmu lebih layak di dalam detak jantung yang tak pernah menjadikanmu fana.
Cinta ini akan selalu mengalir di setiap denyut nadi dan bernyawa pada lantunan doanya.
Kisah yang hampir sempurna itu telah ditulis habis oleh pengarangnya dengan akhir yang bahagia. Karena untuk menua bersama hanya diperlukan membuka lembaran epilog pada bukunya. Bukan pada perjalanan nyata. Sebab, kita adalah nyata yang fatamorgana.
Tenang saja, cerita milik kita yang tak diselesaikan oleh pemilik alam semesta ini, kini telah ditulis habis oleh penulis awam yang bersandar pada semestanya.
Bacalah bila kau ada waktu. Bukalah halaman terakhir buku itu. Sebab hanya di sana kau akan menemukan halaman paling membahagiakan yang saya beri judul; menua bersama
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
-;Dikutip dari sebuah buku yang berjudul wanitaku sejuta pesona - karya tuan sendu hal.107
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Tak perlu banyak menangis perihal takdir yang kejam akan harsa, perihal semesta yang seringkali menciptakan retisalya, hingga nestapa yang seringkali datang tanpa aba-aba.
Mungkin benar, bahagia itu sulit digapai ketika manusia saja pun mudah menyerah. Menyerah akan takdir yang begitu keras dan permainan semesta yang begitu licik adanya.
Tak ada yang harus disesali pun diakhiri. Tuhan menciptakan rangkaian kejadian 'tuk menjadi pengingat pada setiap hambanya.
Berbeda keyakinan, akan tetapi Tuhan pun satu. Sama-sama memberi ujian agar umat-Nya terus mengingatnya. Hidup memang selalu kejam, tapi bukan berarti kita harus menyerah dengan keadaan. Jika memang sulit, bukan berarti kita tak bisa, bukan?
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
sajak ini adalah karangan sederhana, sebagai perwakilan dari sekian peristiwa istimewa yang berakhir kurang sempurna.
yang akan terselip di sudut kepalaku, selamanya.
teruntuk dirimu, pemilik ruang terdalam pada palung hatiku.
ingatlah, jikalau nanti hilangku tak lagi dapat menimbulkan gusar, dan segala tentangku tak lagi mampu membuatmu berdebar,
maka telah tiba saatnya aku pergi,
hingga aku akan menjadi
kenangan yang paling kau sukai dikala sepi, layaknya kau menyukai kopi dan fatamorgana,
tanpa tetapi dan karena.
sebagaimana meskipun dari pertemuan ini, perpisahan ialah jawaban yang belum dapat dimengerti,
setidaknya βsetiap rasa yang pernah saling dimiliki,
akan menjadi hal yang pasti memberi arti.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Aku mencintaimu seperti ribuan elegi yang menggema di sudut kota rindu; tanpa jeda dan akhir. Kau pasti tak mempercayai, sebab akulah yang mengakhiri kita tanpa mempedulikan perih.
Aku tak membenci, hanya saja aku meredam ego diri dalam ikatan yang telah kita jalin. Aku tak ingin melihatmu tersiksa, pun begitu juga aku yang enggan membiarkan diriku terluka.
Aku masih dan akan tetap mencintai, yang kulakukan hanya berhenti memiliki lantaran rasamu telah hilang dalam bagian yang tengah semesta uji. Kau berlalu pergi dengan hati yang tak lagi berarti, sementara aku berhenti sebab tak lagi kau hargai.
Setelah hari perpisahan tiba, tepatnya hari di mana kita memilih untuk berjalan masing-masing, tanpa saling bertaut satu sama lain. Kau tahu? Berhari-hari, langkahku tertatih, menyusuri arah yang tak kunjung menemukan titik henti.
Kita sudah sepakat, untuk mengakhiri segala hal yang membuat sakit hati, termasuk perasaan yang masih terpatri. Rencana yang pernah tersusun dengan rapi, mungkin tak akan menemukan jalan kembali untuk kita sapaβsebab ia akan terkunci rapat-rapat, dalam labirin yang dipenuhi sesak.
Mulai saat ini, semuanya selesai. Aku akan memberi titik, pada apa yang semestinya sudah usai. Meski seorang diri, tetapi aku akan segera merampungkan kembali ruang yang sempat rumpang.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
halo,selamat untuk kalian yang sudah tidak mendapat ucapan selamat pagi.
sedikit sajak untuk kalian yang masih dalam ruang kenangan, mendambakan sosok masa lalu yang masih menjelma dalam sosok rindu.
kita yang mungkin dulu pernah bersepakat untuk saling mengikat namun tak ayal menjadi asing karena pada akhirnya tak mampu menetap.
aku yang pernah mencintaimu sesejuk pagi dengan desiran angin yang menjatuhkan dahan kering samar-samar yang kukira itu dirimu yang sudah berjalan ke arahku, ahh sebeginikah rindu ini.
sajak-sajak ini hanya sajak monoton tentang rindu yang masih saja menghamba pada sosok masalalu.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
