en
Feedback
Renjana

Renjana

Open in Telegram

Entah sampai pada lembar ke-berapa tulisanku masih bermuara tentangnya, namun kupastikan dirinya akan abadi dalam kisah yang kutulis ulang, sebagai aksara roman picisan yang tak dapat menjadi utuh...

Show more
322
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
tolong ubah gue jdi kaktus aja gapapa udh hopeless bgt😭

jangan pergi dengan sekedar alasan untuk dicari. tapi, pergilah saat kamu benar-benar tersakiti dan kamu tak bisa menghadapinya lagi bahkan, untuk mentoleran pun terkalahkan oleh rasa kecewa yang tak bisa dipungkiri.

jangan pergi dengan sekedar alasan untuk dicari tapi pergilah saat kamu benar-benar tersakiti dan kamu tak bisa menghadapinya lagi bahkan untuk mentoleran pun terkalahkan oleh rasa kecewa yang tak bisa dipungkiri

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Ini sesuatu yang menyiratkanmu, aku tidak perduli kamu mengetahui tulisan ini untukmu atau tidak. Aku tidak perduli kamu membaca ini atau tidak, namun bila memang kamu membacanya, katakan padaku bagaimana rasanya di cintai oleh lelaki biasa ini, berkenankah? Kamu satu-satunya perempuan untuk pertama kalinya aku sandingkan dalam sebuah doa dengan nama perempuan yang telah melahirkan aku; Ibu. Kamu satu-satunya perempuan yang memahami ketika mata aku berperan menjadi mulut. Kamu satu-satunya perempuan yang mengerti ketika aku memeluk lalu bertanya β€˜apa kamu lelah?’ Kamu satu-satunya perempuan yang mengetahui bagaimana luka yang aku samarkan dengan cukup baik, bisa terlihat dengan jelas. Kamu satu-satunya perempuan yang terkadang lebih sering memahami diriku di bandingkan dirimu sendiri. Melalui sikap tanpa ucap aku jatuh padamu dengan begitu dalam, bahkan aku sendiri tidak bisa menyelami sedalam apa rasa tak berwujud ini. Apakah aku lancang dengan segala rasa yang begitu besar ini? Mohon maafkan bila rasa ini menyulitkanmu. Aku hanya lelaki yang menyukai sunyi, dan kamu menjelma menjadi riuh tawa tak berkesudahan, menjadi celotehan yang menenangkan saat segala lara menghampiri. Layaknya dalam kegelapan gulita, kamu layaknya seekor kunang-kunang yang begitu aku dambakan. Kamu adalah segala ketenangan yang aku inginkan. Kamu adalah seluruh kehangatan yang aku butuhkan. Pada senyummu yang manis, bagaikan magis, yang tak terkikis. Demikian … bilamana adalah kamu putih dan aku hitam menjadi abu-abu. Aku mencintaimu dengan segenap apa yang aku miliki, dan dengan setulus apa yang aku sanggupkan. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

"AWAL DARI KEHANCURAN." ≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Mari bertandang ke kalbuku, kalbu yang rapuh namun sekeras batu, penuh dengan sekelebat masa lalu, tersirat rindu yang memaksa bertemu. Dahulu dekapanmu selalu menenangkan, hingga kepergian itu ada untuk menyakitkan, disetiap malam diiringi keheningan, mendamba kehadiranmu dalam setiap khayalan. Berawal dari kata sederhana, yang berakhir pergi selamanya, pipi yang dahulu kau buat merona, kini berhasil terkikis oleh air mata. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ senja kemarin aku ada disini, dan senja sekarang pun aku ada disini. entahlah untuk hari-hari dan senja yang lain, mungkinkah kamu bisa untuk selalu kubayangkan. pada lipatan lembayung senja, mengharap bayang wajahmu ada disana. tersenyum manis atau melambaikan tangan dengan penuh kasih. atau mungkin sekedar membisikkan rindu lewat sang bayu. aku masih disini menunggu kabar darimu. senja seperti mengepakkan sayap kasih, mengatupkan harapan memeluk malam. mengelupaskan putik rindu, mengoyak rasa seadanya, menenggelamkan debar cinta yang tumbuh demikian dalam. sebenernya aku ingin segera menepikan rindu, mengurai kembali rasa bahagia bersamamu. bercanda dan tertawa ria, menutup lipatan malam dengan taburan wangi bunga. bukan menyelusup sepi seperti malam ini, malam yang hening tanpa hadirmu. tanpa sapamu, tanpa pesanmu, tanpa harap darimu. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

Obatmu mungkin memang bukan aku, tapi semoga kau segera pulih.

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ untuk kali ini bolehkah aku juga ikut mengekspresikan lelah yang aku punya? bolehkah aku katakan bahwa aku juga kesulitan. aku juga patah berkali kali. semua ini juga tidak mudah untukku. sekali ini biarkan aku memperlihatkan sisi sedih yang sudah sangat sering aku maklumi. biarkan aku ikut mengeluh kali ini. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

Balasan untuk sasmaya. Beberapa hari yang lalu aku menerima surat darimu perihal kau yang sudah berani menutup buku kisah asmara loka kita yang sudah berakhir sejak lama. Disuratmu kau bertanya perihal kabarku. Sasmaya, aku baik-baik saja, meski tanpamu. Kala itu, memang sangat berat rasanya. Namun perlahan-lahan aku merasa akan baik-baik saja. Dan benar, hidupku tetap berjalan sebagaimana semestinya dengan atau tanpamu. Dan, kamu salah. Aku sama sekali tidak atau mencari wanita lain, aku hanya ingin sendiri hingga perlahan kesepian menelanku. Bukan, bukan aku yang ahli dalam melupakan. Aku hanya tidak ingin hanyut dalam kesedihan tak berujung. Aku tidak ingin terbawa oleh hampa yang akan menuntunku ke ruang mati rasa, lagi. Egois, ya? Semua hanya tentangku. Lantas bagaimana denganmu? Ah, sebenarnya keahlian ku adalah bermain peran, peran yang kau tuliskan tentangku di setiap bait tulismu. Sasmaya, terima kasih atas keberanian mu untuk menutup semua tentangku yang kutunggu sejak lama. Aku tahu kau dan rasamu masih sama. Namun kau harus tahu, bahwa kita berpisah memang sudah semestinya. Bahwa bahagia tidak akan berada diantara kita. Bahwa semesta menentang kita bersama. Surat ini ku tuliskan bukan untuk menambah lara. Belajar untuk melupa perihal kita. Aku ingin kau mencari bahagiamu meski bukan bersamaku. Karena memang, bahagiamu bukan aku. Dan, jangan salahkan aku, dirimu sendiri atau rasa dan kisah yang pernah ada atas perpisahan ini. Kita memang tidak ditakdirkan bersama, baik didunia semu ataupun nyata. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

[Surat akhir untuk tuan sendu]γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€ Sudah lama aku tak menyebutmu dalam baitan aksaraku, entahlah rasanya seperti sesuatu hal yang ku rindukan. Aku tahu bahwa kau tak akan suka ini, menuliskan tentangmu tanpa seizinmu tetapi kau tahu dengan pasti, bahwa aku adalah gadis yang tak mudah menuruti keinginanmu begitu saja, bukan? Jadi, bagaimana kabarmu? Ahβ€”pertanyaan basi. Mungkin lebih tepatnya , kau sudah menemukan penggantiku, ya? Ku ucapkan selamat atas bahagiamu dengannya, wanitamu. Aku tak pernah mengira bahwa melupakan adalah keahlianmu, bagaimana bisa dengan mudahnya kau melakukannya? Entah kau yang memang hebat dalam melupakan atau aku yang memang tak pernah kau pedulikan? Tungguβ€” jangan salah memahaminya, aku tak akan menuliskan seberapa besar rasa kehilangan ku akan dirimuβ€” tidak seperti itu lagi. Tuan, Dalam tulisan ini, ku ikrarkan dengan sepenuh hati bahwa aku telah mengikhlaskanmu bersamanya dan dalam tulisan ini pula aku, yang pernah menjadi seseorang yang sangat amat mencintaimu, memilih untuk menikam mati hati yang kau singgahi. Dan pada akhirnya, Aku telah berani menutup buku perihal kisah kau denganku. Tak akan ada lagi aku dalam ceritamu, begitupun sebaliknya. Selamat menjalankan kisah baru dan dengan seseorang yang baru. Ku harap kisahmu nanti tak akan cacat atau bahkan hancur, seperti denganku. Dan juga, terima kasih telah mengajarkan sebuah rasa yang berujung air mata. Didedikasikan untuk Sendu; dariku yang pernah mencintaimu, Sasmaya

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Ketika kau ingin memasuki ruang diriku. Sejenak, biar kuperjelaskan tentang saya. Saya adalah bunga dandelion yang terbang saat semesta menghembuskan nafas melalui desiran angin. Saya adalah sarang yang bertempat dalam pohon tua. Beberapa kali burung singgah hanya untuk mematuk jiwaku, kemudian terbang ke arah langit membentang. Karena mereka memang tak pernah betul-betul pulang. Saya adalah puisi yang sedang berpetualang, dengan jari-jariku menyapu luka yang telah dikacaukan oleh cuaca. Dengan mulutku memanggil suara yang terdengar sayup, berharap sepasang lengan untuk menyusun kembali tubuh puisiku. Jadi bagaimana? Jika kau ingin mengetuk pintu, tetapi hanya sebatas di depan pintu saja. Kupersilakan engkau untuk melanjutkan pertualanganmu. Karena, aku tak ingin menyentuh ladang bekas singgahmu, ia akan berubah menjadi rindu yang tak pernah rehat. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Pada akhirnya bersama bukan lagi menjadi harap ku denganmu, begitupun sebaliknya. Tak ada lagi secercah harapan akan manisnya masa depanku denganmu. Pada akhirnya kita akan berada pada satu jalan yang berlawanan arah. Tak ada lagi kata kita ketika waktu itu tiba, dan tak ada lagi ikatan tali sebuah hubungan berada diantara kita. Hanya kau dan aku, Bukan kita seperti dahulu. Memilih jalan pergi masing - masing, demi menghindari terluka yang begitu dalam. Dan pada akhirnya, Kita akan berdiri pada satu titik yang berlawanan, bukan berdampingan. Menerima dengan lapang dada bahwa kau dan aku sudah tak lagi satu tujuan. Karna menerima adalah penawar yang paling ampuh perihal patah hati akibat dikecewakan. Dan kurasa itu lebih baik dibandingkan memaksa bertahan untuk hati yang sudah enggan menetap. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Pada langit yang melukiskan warna, akan kutitipkan sekeping cerita, dibalik payoda indah nan mempesona, ada lelaki yang mengagumkan bak semesta. Kala rasa bersembunyi dibalik angin, menghembuskan harapan yang terus berdesir sejak kemarin, hingga aksaraku merapalkan doa pada malam yang dingin, menjatuhkan namamu sebagai orang yang kuingin. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Aku jatuh cinta pada seseorang yang tak seharusnya kucintai. Rasa ini tumbuh bak bunga bermekaran di musim semi. Bahkan berangan dapat disatukan dengannya di kemudian hari walau sebatas mimpi. Sebab memilikinya adalah sebuah ilusi yang sialnya tak ingin kusudahi. Terjebak oleh perasaan sendiri. Menyedihkan, namun aku tak peduli. Dan jangan memintaku untuk berhenti. Karena sebelumnya pun aku telah mencoba membunuh rasaku, tetapi kudapati ia justru semakin tumbuh mengakar di hati. Seolah usahaku memusnahkannya tak berarti. Andai saja berpindah hati semudah menjentikkan jari, maka dipastikan diriku telah menemukan pengganti. Bukan malah berkubang pada afeksi tak berujung yang secara perlahan melukai. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Kalau merasa dihindari seseorang maka jangan pernah mengganggunya lagi. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Binar milik sendu ━━━━━━━━━━━━━━━ Aku mengerti bahwa dari jajaran hari dalam satu tahun ini, tepat dimana hari aku mengenalmu, akan menjadi bagian bab bernama bahagia yang begitu luarbiasa. Telah banyak yang kita lalui, tentu aku akan memberitahumu mengapa sampai saat ini, aku memilih dirimu untuk terjerat dalam ribuan aksara milikku. coba ... selalu temukan jawabnya dalam teduhnya rasa tenangmu, karena akupun melakukan hal yang sama, hingga segala angan-angan yang kulangitkan tentang cerita kita dapat berakhir menjadi selamanya. Hapuslah segala gelisah perihal diriku yang terkadang terasa jauh dari rengkuhmu, sebab sebetulnya aku tidak pernah ke mana-mana, aku berada didekatmu, selalu. bahkan aku menetap disana, didalam satu ruang hatimu. Binar ... terimakasih telah bersedia menjadi perantara baiknya Tuhan kepadaku, atas hadirmu. Lembar-lembar esok adalah rindu gemuruh yang kembali tahu kemana harus berlabuh, semoga kita selalu menjadi dua insan yang serasi, entah dalam nyata atau fatamorgana. Akhir tahun dari lika-liku perjalanan ini, membuatku teringat bahwa setiap lagu akan memiliki cerita tersendiri tergantung siapa pendengarnya, sebagaimana lagu yang mengingatkanku dengan cerita antara aku dan Binar. tentangβ€”bagaimana bisa aku jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama? ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Binar milik sendu ━━━━━━━━━━━━━━━ Aku mengerti bahwa dari jajaran hari dalam satu tahun ini, tepat dimana hari aku mengenalmu, akan menjadi bagian bab bernama bahagia yang begitu luarbiasa. Telah banyak yang kita lalui, tentu aku akan memberitahumu mengapa sampai saat ini, aku memilih dirimu untuk terjerat dalam ribuan aksara milikku. coba ... selalu temukan jawabnya dalam teduhnya rasa tenangmu, karena akupun melakukan hal yang sama, hingga segala angan-angan yang kulangitkan tentang cerita kita dapat berakhir menjadi selamanya. Hapuslah segala gelisah perihal diriku yang terkadang terasa jauh dari rengkuhmu, sebab sebetulnya aku tidak pernah ke mana-mana, aku berada didekatmu, selalu. bahkan aku menetap disana, didalam satu ruang hatimu. Binar ... terimakasih telah bersedia menjadi perantara baiknya Tuhan kepadaku, atas hadirmu. Lembar-lembar esok adalah rindu gemuruh yang kembali tahu kemana harus berlabuh, semoga kita selalu menjadi dua insan yang serasi, entah dalam nyata atau fatamorgana. Akhir tahun dari lika-liku perjalanan ini, membuatku teringat bahwa setiap lagu akan memiliki cerita tersendiri tergantung siapa pendengarnya, sebagaimana lagu yang mengingatkanku dengan cerita antara aku dan Binar. tentangβ€”bagaimana bisa aku jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama? ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

Ch Tuan sendu masih aku private hingga batas waktu yang tidak bisa di tentukan, untuk sementara kita bersajak dan podcast disini dulu ya☺️

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ Entah aku yang beruntung karena mengenalmu, atau mungkin kamu yang beruntung karena mengenalku? Tapi lebih baik lagi, kalo kita sama-sama beruntung karena saling memiliki. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦

≿━━━━༺❀༻━━━━≾ "RAGA YANG SEMU." Ketika kegelapan menguasai duniaku, wujudmu menjelma bayangan semu, hanya dapatku genggam dalam sendu, mengungsung akhir penuh rindu. Jiwa tumbang dibeban luka, perih bersenandung hilir mudik, mencumbu ilusi dengan buana, persetanan dengan sakit yang pelik. Aku ingin kamu disini, menetap dan takkan pergi lagi, kembali dengan rasa yang utuh, dan menyuguhkan tatapan yang teduh. ──────── ・ ・ ・ ・ ✦