Renjana
Open in Telegram
Entah sampai pada lembar ke-berapa tulisanku masih bermuara tentangnya, namun kupastikan dirinya akan abadi dalam kisah yang kutulis ulang, sebagai aksara roman picisan yang tak dapat menjadi utuh...
Show more322
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Percayalah, tidak ada seseorang yang ingin dinomor duakan.
Apakah ruang yang sudah ku sediakan untukmu susah dicari?
Kurasa tidak, rindu dan afeksiku tak pernah bisa berhenti untuk dirimu.
Mengapa kau begitu pandai meninggalkan memar biru hingga menjadikannya kelabu.
Mengapa kau begitu pandai membuat lidahku kelu, hingga sesak rongga jiwaku.
Seperti hambaran halilintar yang mematahkan buih asa sampai terjatuh ke dasar jurang.
Saat kau berkata bahwa pengembaraan ragamu untuk menata dua hati.
Aku memutuskan menepikan hatiku untuk dirimu.
Karena untuk apa, meleburkan hati kepada seseorang yang mendekap hawa lain dengan seimbangnya.
Pergilah dengan ia yang kau baru kenal.
Bersenang-senanglah, tak apa jika aku yang harus mengenang sendiri.
Tuhan tidak pernah tidur bukan, mungkin sekarang guratan aksaraku penuh luka.
Tapi nanti akan kupastikan, tuk melantunkan kalimat kebahagiaan disetiap kelok indah goresan tintaku.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
wahai antari, tolong sampaikan bahasa rinduku untuknya sang pemuja nabastala. katakan padanya bahwa atma ini telah lama terkurung dalam tawang arcapada, terbidik bahasa bisu setiap mengingatnya.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
aksara seperti apa yang kau ingin? aku bukanlah seorang penyair sehingga harus menceritakan mu melalui goresan-goresan fana, karena kau hanya ke semuan yang tidak akan pernah abadi, sekalipun pena itu menari di atas darahmu.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Pada hati tak bertaut ke gadis berkerudung yang sedang menahan isak tangis seorang diri ...
Dengan sekuat tenaga dirinya berusaha mengukir senyum palsuβmenutup rapat segala rasa di dalam hati.
Apakah dia tak menyadari?
Ia selalu gagal membendung air matanya sendiri!
Namun, jemarinya begitu lihai mengusap tiap tetesan air mata dari orang-orang yang dia kasihi.
Dan nahasnya, aku hanya dapat memandangi dia dari kejauhan tanpa bisa melakukan sesuatu hal yang berarti.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Pada hati tak bertaut ke gadis berkerudung yang sedang menahan isak tangis seorang diri ...
Dengan sekuat tenaga dirinya berusaha mengukir senyum palsuβmenutup rapat segala rasa di dalam hati.
Apakah dia tak menyadari?
Ia selalu gagal membendung air matanya sendiri!
Namun, jemarinya begitu lihai mengusap tiap tetesan air mata dari orang-orang yang dia kasihi.
Dan nahasnya, aku hanya dapat memandangi dia dari kejauhan tanpa bisa melakukan sesuatu hal yang berarti.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Untuk hal-hal yang kau suka, seperti indahnya pantai di sebrang sana, musik-musik analogi yang sering kali kau putar tanpa jeda, atau gambar bernuansa lukisan sederhana ...
Tetap kenanglah itu sebagai kesukaanmu. Jangan sertakan diriku sedikit pun di dalamnya, sebab aku tak ingin merusak kenangan indah yang kau punya.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Kamu adalah konotasi yang tak ada habisnya untuk kutulis. Meskipun kerap yang kutulis di anggap gila bagi yang tidak mengerti, di buat senyum bagi yang memahami dan di anggap galau bagi mereka yang pernah terluka.
Tulisan ini diketik oleh jari yang sama, jari yang dulu pernah mengetik balasan untuk pesan singkat darimu.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
hari ini aku ada disini.
mendengarkan bisik perih daun-daun cemara yang berbagi duka dengan kumpulan bunga-bunga putih yang sedang bernyanyi dan menari.
hari ini aku ada disini.
menyaksikan rembulan yang menangis pedih menepis gerimis yang menghalangi dirinya untuk tampil gemilang walau kau tak juga datang.
hari ini pun aku masih tetap ada disini.
menyaksikan bintang-bintang bersinar terang dan sepertinya dirimu ada di sana bersama gugusan bintang-bintangnya.
hari ini aku masih di sini.
memunguti ranting-ranting kering yang berserak di jalan yang sunyi.
sepertinya aku harus segera menyerah.
walau tanpa dirimu, hidup ini tak ada lagi gairah.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
ββββ ββ¦ββ¦β ββββ
BAGIAN PERTAMA
ββββ ββ¦ββ¦β ββββ
Pada bagian ini hingga seterusnya, aku hanya akan menceritakan tentang nona si pemilik mata teduh dan si pemilik senyum seindah lembayung di ufuk barat
β½ββββββββββββββββ₯
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Lama tak menyapa kukira akan rindu, terkadang aku terlalu tinggi berangan pada sesuatu. Ujung-ujungnya, tak lain hanya angan semu.
Selamat malam, sayang.
Ah, rasanya sudah tak pantas kusebut dengan sayang.
Aku tahu, kau sudah ada yang baru. Benar, kan?
Aku tak menyalahkanmu yang semudah itu melupakanku,
Biarkan saja. Kau punya hak atas hidupmu.
Namun, jika aku masih belum mau melupakanmu, bukankah itu hak ku pula?
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Aku melihatnya,
Sosok wanita yang pernah menjadi bagian terbesarku duluβ ah bahkan sampai detik ini.
Ia terlihat cantik dengan kebaya ditubuhnya, tak jarang ia menyapa para temannya dengan sedikit candaan. Ah sial, aku merindukannya.
Dulu ia amat sangat mencintaiku, menggenggam tanganku dengan erat tanpa mau melepas. Saat ini, tepat dihadapanku pada akhirnya ia menggenggam tangan gadis lain.
Menatapnya dengan penuh cinta, menggenggamnya dengan sangat amat erat. Hatiku seakan teriris perih dan aku tertawa atas ketidakmampuanku melepaskannya.
Ku saksikan ia dan dirinya mengucap janji sehidup semati dihadapan banyak orang. Semua orang berbahagia atas mereka, ku rasa hanya aku yang merasa teriris.
Jantungku berdegup kencang ketika mata itu menatapku, aku menarik nafasku dengan dalam sambil berkata " Selamat atas pernikahanmu, semoga berbahagia" dan patah menjadi tujuan akhirku.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Aku melihatnya,
Sosok wanita yang pernah menjadi bagian terbesarku duluβ ah bahkan sampai detik ini.
Ia terlihat cantik dengan kebaya ditubuhnya, tak jarang ia menyapa para temannya dengan sedikit candaan. Ah sial, aku merindukannya.
Dulu ia amat sangat mencintaiku, menggenggam tanganku dengan erat tanpa mau melepas. Saat ini, tepat dihadapanku pada akhirnya ia menggenggam tangan gadis lain.
Menatapnya dengan penuh cinta, menggenggamnya dengan sangat amat erat. Hatiku seakan teriris perih dan aku tertawa atas ketidakmampuanku melepaskannya.
Ku saksikan ia dan dirinya mengucap janji sehidup semati dihadapan banyak orang. Semua orang berbahagia atas mereka, ku rasa hanya aku yang merasa teriris.
Jantungku berdegup kencang ketika mata itu menatapku, aku menarik nafasku dengan dalam sambil berkata " Selamat atas pernikahanmu, semoga berbahagia" dan patah menjadi tujuan akhirku.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
Sudah jauh melangkah pergi, namun semesta selalu memberi koneksi perihal ruang yang sudah lama usang.
322
βΏββββΰΌΊβΰΌ»βββββΎ
Silahkan Puan, saya perizinkan anda untuk masuk, pada ruang hampa yang telah lama terkubur mati.
Ah Puan tetap gunakan alas kaki mu, tak perlu melespasnya. Saya takut anda terluka akibat pecahan kaca yang ditinggal Puan sebelumnya.
Tuan tutup mata mu, jangan memberinya celah untuk melihat. Terlalu banyak luka yang menganga basah, saya hanya tak ingin anda ketakutan saat tak sengaja melihatnya.
Tutup telinga mu juga Puan, karena tempat ini terlalu bising oleh jeritan kesakitan yang tak kunjung reda. Saya tak ingin anda mendengarnya, terlalu mengerikan saya rasa.
Puan saya harap anda mau menutup mulut, anggap saja anda tak tau apa-apa. Sebab, saya sudah terlalu jengah dengan kata ada apa dan mengapa.
Saya harap anda hanya tamu sementara, saya tak ingin melibatkan seseorang pada kesakitan ini. Jangan terlalu lama singgah Puan, karena tempat ini terlalu menyesakan untuk orang seperti mu.
Puan saya belum siap bila harus memupuk luka baru, padahal luka lama saya pun belum sempat saya obati. Tangisan serta jeritannya belum bisa saya hentikan. Serpihan kaca dan segalanya yang melukai belum bisa saya buang.
Jangan menunggu Puan, sebab saya sendiripun tidak tau.
Kapan dan dimana semuanya akan berakhir.
ββββββββ γ» γ» γ» γ» β¦
322
Ak mw ceritaπ₯Ή ak lagi sedih bngtπ akhir-akhir ini ibadah ak terasa hambar bangetπ₯Ή hati ak selalu merasa ga tenangπ₯Ήπ₯Ή
