Catatan Santri
🏠Ruang untukmu bertumbuh dengan sentuhan kata dan kalam Ilahi, 🔗 Lengkapi perjalananmu dengan klik link ini 👇👇: ↖️ catatansantri.com 📧 catatansantri155@gmail.com
Show more📈 Analytical overview of Telegram channel Catatan Santri
Channel Catatan Santri (@catatansantriii) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 19 422 subscribers, ranking 4 043 in the Religion & Spirituality category and 3 381 in the Indonesia region.
📊 Audience metrics and dynamics
Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 19 422 subscribers.
According to the latest data from 08 September, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by -463 over the last 30 days and by -53 over the last 24 hours, overall reach remains high.
- Verification status: Not verified
- Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 26.55%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 5.76% reactions from the total number of subscribers.
- Post reach: On average, each post receives 5 170 views. Within the first day, a publication typically gains 1 121 views.
- Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 34.
- Thematic interests: Content is focused on key topics such as hidup, buku, jalan, santri, orang.
📝 Description and content policy
The author describes the resource as a platform for expressing subjective opinions:
“🏠Ruang untukmu bertumbuh dengan sentuhan kata dan kalam Ilahi,
🔗 Lengkapi perjalananmu dengan klik link ini 👇👇:
↖️ catatansantri.com
📧 catatansantri155@gmail.com”
Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 09 September, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Religion & Spirituality category.
Data loading in progress...
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 10 September | 0 | |||
| 09 September | 0 | |||
| 08 September | 0 | |||
| 07 September | 0 | |||
| 06 September | 0 | |||
| 05 September | 0 | |||
| 04 September | 0 | |||
| 03 September | 0 | |||
| 02 September | 0 | |||
| 01 September | 0 |
| 2 | Cuma mau ngingetin satu hal dalam fase dewasa itu, belajar berhenti memaksa semua orang untuk memahami diri kita.
Karena, tidak semua orang tahu apa yang sudah kita lewati, berapa banyak hal yang kita tahan, dan seberapa jauh perjalanan yang telah kita tempuh.
Jadi, tidak apa-apa jika ada yang salah memahami kita. Tidak semua hal harus dijelaskan, dan tidak semua orang harus mengerti.
Terkadang memang cukup kita aja yang tahu, apa alasan kita masih terus bertahan, walaupun nyatanya Allah juga tahu apa yang sebenarnya sedang kita perjuangkan. | 2 178 |
| 3 | Ternyata… kita semua sedang diuji.
Hanya saja, bentuk ujiannya berbeda-beda.
Ada yang diuji dengan rezeki, ada yang diuji dengan kehilangan. Ada yang diuji dengan keluarga, pekerjaan, ekonomi, kesehatan, bahkan dengan apa yang selama ini paling ia inginkan.
Jadi, jangan pernah mengira hidup orang lain selalu lebih indah. Kita hanya melihat apa yang mereka tunjukkan, bukan apa yang mereka perjuangkan.
Ternyata, nggak seindah itu ya menjadi dewasa.Maka, senang seperlunya, sedih secukupnya.
Diberi lebih, disyukuri.
Diberi ujian, disabari.
Diberi kehilangan, diikhlaskan.
Karena hidup terus berjalan.
Hari ini mungkin kita sedang diuji, besok mungkin keadaan berubah.
Nggak perlu terlalu tinggi saat bahagia, dan nggak perlu terlalu dalam saat kecewa.
Toh, pada akhirnya kita semua sedang belajar hal yang sama: menerima apa yang Allah tetapkan dan tetap percaya bahwa semuanya akan berlalu. | 3 432 |
| 4 | Ternyata pada akhirnya, kamu akan dilupakan seperti kamu tidak pernah ada di dunia ini, maka hiduplah untuk menyenangkan Rabb-mu bukan manusia.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُۖ ٢٧ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ ٢٨ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ ٢٩ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖ ٣٠
“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Q. S Al-Fajr : 27-30) | 4 855 |
| 5 | Kadang aku miris melihat cara sebagian orang menilai seorang santri.
Ketika masa belajar sudah selesai, masa mengabdi pun sudah dijalani, lalu ia memilih masuk ke fase bekerja, mencari penghidupan, membangun usaha, dan menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan…
malah dibilang santri yang futur.
Seolah-olah setelah mondok, santri harus terus berada di keadaan yang sama. Seolah bekerja, membangun ekonomi, dan mempersiapkan keluarga adalah tanda mulai menjauh dari sebuah hidayah.
Apakah memang demikian?
Aku tulis pembahasan lengkapnya di blog.
Baca selengkapnya: https://www.catatansantri.com/2026/08/santri-setelah-mondok-bekerja-bukan.html | 5 399 |
| 6 | Barangkali selama ini kamu hanya mengingat Allah ketika sedang dalam kesulitan. Maka, mungkin salah satu sebab Allah memberikan kesulitan kepadamu saat ini adalah agar kamu kembali mengingat-Nya, mendekat kepada-Nya, dan menyadari bahwa hanya kepada-Nya tempat bergantung.
Bisa jadi, kesulitan yang kamu benci justru sedang menjadi jalan yang membuat hatimu lebih dekat kepada Ridha- Nya. | 6 378 |
| 7 | Baru faham arti dan makna dari "Sayyidul Istighfar" ternyata secantik ini :
“Ya Allah, Engkaulah Rabb-ku. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau.
Engkaulah yang telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu.
Aku akan berusaha untuk tetap berada di atas perjanjian dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat.
Aku mengakui segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku juga mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku.
Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Dalam Shahih al-Bukhari no. 6306, dalam bab Afdhal al-Istighfar. | 7 770 |
| 8 | Sekarang kita udah ditahap :
Apapun yang Allah tetapkan untukmu, akan tetap menjadi milikmu, sesulit apa pun jalannya.
Dan sesuatu yang Allah tetapkan bukan untukmu, tidak akan pernah menjadi milikmu, semudah apa pun jalannya.
Intinya, nggak perlu terlalu cemas dengan apa yang sedang kamu kejar. Tetap berusaha, tetap berdoa, lalu serahkan hasilnya kepada Allah.
Apa yang memang ditakdirkan untukmu, tidak akan pernah tertukar.
اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
“Beramallah, karena setiap orang akan dimudahkan menuju apa yang telah diciptakan untuknya.” (HR. Bukhari no. 4949; Muslim no. 2647) | 7 203 |
| 9 | Suara ibu yang membuatmu tenang saat kecilmu dulu, nggak pantes kamu bales sekarang dengan sebuah bentakan dengan alasan apapun,
Ada sebuah ungkapan yang berbunyi :
لَا تَرْفَعْ صَوْتَكَ عَلَى أُمِّكَ، فَكَمْ مِنْ لَيْلَةٍ رَفَعَتْ فِيهَا
يَدَيْهَا إِلَى السَّمَاءِ تَدْعُو لَكَ.
“Jangan tinggikan suaramu kepada ibumu. Betapa banyak malam yang telah ia lalui dengan mengangkat kedua tangannya ke langit untuk mendoakanmu.” | 7 136 |
| 10 | PO buku Hari Ini Aku Memilih Pulih resmi ditutup.
Jazakumullahu khairan untuk semua yang sudah ikut memesan.
Untuk cetakan berikutnya, belum tahu kapan akan dibuka lagi.
InsyaAllah, tunggu kabar baik dari karya selanjutnya.
Barakallahu Fiikum Semua | 7 008 |
| 11 | Omongan orang itu nggak akan pernah ada habisnya. Kita baik saja masih bisa diomongin, apalagi kalau kita salah. Kita diam pun tetap bisa jadi bahan pembicaraan, apalagi ketika kita mencoba merespons komentar mereka.
Maka, belajarlah untuk tidak perlu selalu membalas. Fokus memperbaiki diri dan serahkan urusan penilaian manusia kepada Allah.
Allah berfirman:
وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا
“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (QS. Al-Muzzammil: 10) | 6 708 |
| 12 | Kita harus paham satu hal: rumus hidup ini bukan "kita menolong orang lain, lalu orang itu pasti akan menolong kita kembali."
Tidak. Hidup tidak selalu berjalan seperti itu.
Rumus yang benar adalah: kita menolong orang lain, lalu Allah yang akan menolong kita.
Bisa jadi pertolongan itu datang dari arah yang sama sekali tidak kita duga, pada waktu yang paling kita butuhkan.
Karena itu, jangan menggantungkan harapan kepada manusia. Manusia bisa lupa, berubah, bahkan mengecewakan.
Tapi Allah tidak pernah lalai terhadap setiap kebaikan yang kita lakukan.
Maka, tolonglah orang lain agar Allah menolong kita. Maafkanlah orang lain agar Allah mengampuni dosa-dosa kita. Berbuat baiklah kepada sesama agar Allah semakin meridai hidup kita. | 6 459 |
| 13 | Dan jika engkau sungguh sayang pada dirimu sendiri, carilah sebuah kenikmatan yang tidak perlu berebut.
Carilah rasa nyaman yang tidak membosankan.
Dan hal yang manis semacam ini, kau tidak akan pernah menemukannya di dunia, kecuali dengan mengenal Allah Ta'ala dan meresapi setiap keajaiban di semesta-Nya.
Tapi, ketahuilah, itu pun takkan bisa kau raih begitu saja dengan sekedar 'tahu'.
Kalau dadamu tak ada sedikit pun rindu untuk mengenal Allah, dan kau tak bisa merasakan betapa indahnya rasa itu, dan kurang semangat untuk itu, berarti engkau belum benar-benar menjadi 'seorang lelaki sejati'.
Sedangkan ini semua hanya diperuntukkan bagi mereka lelaki sejati. (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 206). | 8 |
| 14 | Dan jika engkau sungguh sayang pada dirimu sendiri, carilah sebuah kenikmatan yang tidak perlu berebut.
Carilah rasa nyaman yang tidak membosankan.
Dan hal yang manis semacam ini, kau tidak akan pernah menemukannya di dunia, kecuali dengan mengenal Allah Ta'ala dan meresapi setiap keajaiban di semesta-Nya.
Tapi, ketahuilah, itu pun takkan bisa kau raih begitu saja dengan sekedar 'tahu'.
Kalau dadamu tak ada sedikit pun rindu untuk mengenal Allah, dan kau tak bisa merasakan betapa indahnya rasa itu, dan kurang semangat untuk itu, berarti engkau belum benar-benar menjadi 'seorang lelaki sejati'.
Sedangkan ini semua hanya diperuntukkan bagi mereka lelaki sejati. (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 206). | 1 |
| 15 | Untuk teman-teman yang ingin memesan buku terbaru Catatan Santri: “Hari Ini Aku Memilih Pulih”
Pemesanan bisa langsung dilakukan dengan mengisi formulir berikut: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeAU2riWbRKfui0qWE5iXcHQzdjyvWWQA2lyaZO6oNfTLazkA/viewform?usp=dialog
Ada kabar baik juga, untuk cetakan kali ini bukunya hadir dengan tampilan premium dan jumlahnya sangat terbatas, hanya tersedia sekitar 200 eksemplar. Jadi, siapa cepat, insyaallah dia yang dapat, ya.
Pemesanan pre-order hanya dibuka mulai tanggal 2 Agustus sampai 7 Agustus 2026. Setelah tanggal tersebut, pemesanan akan kami tutup. Untuk cetakan berikutnya, kami juga belum bisa memastikan kapan buku ini akan tersedia kembali.
Bagi teman-teman yang ingin mengikuti perjalanan buku ini, membaca cuplikan isinya, mengetahui proses pembuatannya, dan mendapatkan informasi lebih lengkap, silakan bergabung melalui channel Santri Mart:
https://t.me/santriimart
https://t.me/santriimart
Semoga buku ini nantinya bisa sampai kepada orang-orang yang memang sedang membutuhkannya. Tidak sekadar menjadi buku yang selesai dibaca, tetapi juga menjadi teman dalam proses menerima, berdamai, bertumbuh, dan kembali melangkah.
Selamat datang di perjalanan menuju pulih yang kamu pilih.
Jazakumullahu khairan untuk semuanya. 🌿 | 2 642 |
| 16 | No text... | 2 320 |
| 17 | Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaratuh, teman-teman
Sebagaimana janji yang sudah aku sampaikan di awal, insyaallah malam ini menjadi malam pengumuman bagi teman-teman yang beruntung mendapatkan hadiah dari channel Catatan Santri.
Jazakumullahu khairan untuk semua teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi, meluangkan waktu untuk mengisi formulir, memberikan jawaban, saran, dukungan, dan doa terbaiknya.
Setiap jawaban yang masuk benar-benar berarti untuk perjalanan Catatan Santri ke depannya. | 6 588 |
| 18 | Gimana rasanya bertumbuh, beranjak dewasa? Capek, ya?
Ternyata, dewasa nggak sesederhana yang dulu kita bayangkan waktu masih kecil.
Dulu kita pikir, menjadi sosok dewasa itu menyenangkan.
Bisa pergi ke mana aja tanpa harus izin. Bisa membeli apa yang kita mau tanpa takut dimarahin. Nggak ada lagi jam pulang tepat waktu, nggak ada lagi yang menyuruh belajar atau tidur cepat di malam hari, yang Intinya, keliatannya seperti hidup yang penuh dengan kebebasan.
Saat kita mulai sampai di fase itu, kita baru tersadar...
Ternyata, setiap kebebasan selalu datang bareng tanggung jawab.
Yang dulu suka males kalau disuruh tidur siang, eh sekarang malah nggak bisa tidur karena banyak yang dipikirkan.
Tentang pekerjaan, orang tua, masa depan, keuangan, harapan, dan ketakutan yang datang silih berganti.
Dulu kita ingin buru-buru menjadi dewasa, tapi sekarang, sesekali justru rindu menjadi anak kecil lagi.
Rindu dengan pulang yang tanpa membawa beban. Rindu akan menangis tanpa harus menjelaskan alasan dan rindu merasa aman karena tahu masih ada orang tua yang akan menyelesaikan.
#Cuplikan_dari_Buku : Hari Ini Aku Memilih Pulih | 7 206 |
| 19 | No text... | 6 623 |
| 20 | Berhenti merasa kalau semua mata lagi tertuju ke kamu, karena jujur aja, kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain.
Kurang - kurangi overthinking sebelum melakukan hal positif apapun itu, takut dikomentarin karena pilihan yang kamu pilih di hidupmu. Karena nyatanya orang lain itu terlalu sibuk sama masalah mereka sendiri, bahkan buat beneran peduli ke diri mereka sendiri pun kadang mereka nggak kepikiran.
Pas kamu merasa gagal, mereka itu cuma lihat sekilas, lalu lanjut aktifitas. Pas kamu pakai pakaian yang menurutmu aneh, mereka mungkin cuma notice tiga detik, terus lupa.
Dunia nggak berputar di sekitar kita, dan itu adalah sebuah kebebasan yang harus kita pahami.
Artinya, kamu bebas buat mencoba hal baru, bebas buat gagal, dan bebas buat jadi diri sendiri tanpa harus terbebani ekspektasi orang lain.
Nggak ada yang bener-bener peduli dengan gerak-gerik kamu selama 24 jam.
Jadi, mulai sekarang biasa aja. Ambil risiko yang kamu mau, kejar mimpi yang kamu suka. Toh, pada akhirnya yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu ya cuma kamu, bukan opini mereka. | 7 846 |
