en
Feedback
βœŽπ“…†π“’π—¨π——π—¨π—§ ─ π“₯π—œπ—₯π—§π—¨π—”π—Ÿ β–­Ϋ«

βœŽπ“…†π“’π—¨π——π—¨π—§ ─ π“₯π—œπ—₯π—§π—¨π—”π—Ÿ β–­Ϋ«

Open in Telegram

π‘πŽπ‹π„π‘ππ‹π€π˜π„π‘ π–π„π‹π‹π‚πŽπŒ : Balutan diksi bercampur hiruk-pikuk fiktif dipersembahkan disini. Peraturan-peraturan merekah masih berkesinambungan, Semuanya bertaut dapat dijumpai lalu pengecualian untuk keluar dari sini. π“ˆƒ Bagian lain βœ† :: @SirOubelionv_Bot

Show more
1 414
Subscribers
No data24 hours
-127 days
-5430 days
Posts Archive
MASA DAN PENGHUNINYA :: Ada kalanya dimana kita merasa tidak nyaman berada disisinya. Ingin mengucapkanya, namun bibir ini kelu tak bersuara. Rasa sayang yang pernah tumbuh, menghalangi bibir ini untuk bersuara. Apalah daya, bayang kehilangannya lebih menakutkan dari rasa tak nyaman yang kini tinggal.

Dengar baik-baik "Tak ada manusia yang terlahir jelek, Kau hanya sedang hidup di zaman manusia yang cara penilaiannya jelek."

"Kau mungkin tak pernah mengenalku Aku mungkin tak pernah menyadari mu. Di setiap satu hari yang selesai, Kita berdua mungkin sama-sama bertanya dengan penuh kekhawatiran, "Apa kau sehat?" "Apa kau selamat?" "Apa kau terluka?" "Apakah kau tertekan?" "Ataukah kau menangis sendirian dan tersudut ketakutan?" Tapi melalui bulan yang merefleksikan, Kurasa kita sedang saling menatap dan berbagi kasih sayang dengan cara yang sangat dirahasiakan. Maka, demi jiwa-jiwa yang menginginkan pertemuan, Dekap hatimu, katakan: Maukah kau bersabar bersamaku terhadap ketetapan skenario Tuhan?

Kau pernah mendengar pribahasa jepang? Jika kau salah naik kereta, turunlah di stasiun terdekat, semakin lama waktu yang kau habiskan untuk turun, semakin lelah dan mahal biaya perjalanan pulang. Terkadang, mengakui kau salah jalan lebih baik daripada kau menghabiskan waktumu di jalan yang salah.

DI ANTARA WAKTU :: Kasih, hidup dan mati seseorang tidak bisa kita tebak. Kapan dan dimana? Seperti kita yang sekarang: Kapan adalah waktu yang terenggut lain cinta, Dimana adalah rumah kecil yang digusur paksa.

Kiranya abu-abumu Mampir lerai pada warna-warnaku. Menjadi satu──beradu, Hitam──putih, Merah──biru. Sesederhana aku dan kau Yang mana perihal mudah-mudahan; Menjadi kita.

Saat kelak waktuku habis Dan menghadap sang pencipta, Aku tidak tahu pasti apa yang akan kurasa, Tapi saat Dia memberikan pertanyaan sulit seperti "Apa yang telah kau lakukan di dunia?" Aku ingin gerak impuls seluruh organ ku dengan sepakat berkata, "Ya tuhan, aku menanam cinta."

"Sebanyak kau memahami dirimu, Semakin sedikit kau menuntut orang-orang untuk melakukan itu.'

"Jika kau gagal mendapatkan apa yang kau inginkan, kesalahan itu terletak pada dirimu, pada kualitas usaha dan persiapan mu, jangan cari alasan untuk kemudian berharap mendapatkan apa atau siapa yang kau bisa salahkan. Maksudku, saat kau tidak bisa mendapatkan ikan, kau tidak pantas menyalahkan lautan."

Aku punya hati, Dan juga punya kaki. Jika kau tidak tahu caranya menghargai, Kakiku tahu caranya melangkahkan ku pergi.

Sembuh bukan berarti lupa. Aku dididik bahwa menjadi pemaaf, Tidak sama dengan menjadi pikun.

"Manusia? E, tidak terima kasih. Aku sedang sakit kepala. Aku lebih membutuhkan glukosa, tidur lebih lama, Dan sebisa mungkin menghindari drama."

Saudaraku, Dengarkan aku, Arahmu, Jauh lebih penting Dari laju kecepatanmu.

Terkadang, Kunci untuk generasi ini adalah Bagaimana caranya untuk mampu menciptakan dan menjalani energi kebahagiaan, atau produktivitas di dalam keadaan sendiri, Tanpa termanipulasi oleh rasa bosan dan rasa takut, bahwa keadaan hidup orang-orang jauh lebih baik dari keadaan yang ia miliki.

"Di suatu masa, Aku pernah tidak bisa berhenti memikirkanmu; Merindukanmu; Atau sekedar ingin tahu keadaanmu. Tapi ketika aku melihatmu berbahagia di lain bahu, Aku jadi ingin tahu: Mengapa aku membuang-buang waktuku?"

"Di lain waktu, Saat kau jatuh; Runtuh; Tertusuk dan tercabik, Kau akan berada di titik terburuk mu, Dengan seseorang yang tetap melihatmu── Sebagai yang terbaik."

Ketika kau melepaskan apa yang selalu terasa mencabik, Kau melegakan ruang di hatimu untuk yang jauh lebih baik.

Setiap tulisan yang terlukis memberi sebuah perasaan bebas. Setiap Aksara yang membingungkan memberi sebuah hak bersuara. Setiap puisi yang tercipta memberi sebuah naluri kebahagiaan. Setiap cerita yang telah selesai memberi sebuah ketenangan.

"Kau perangkai kata, kasih. Kau tahu tiap kalimat yang bisa menundukkan hati── lalu mengapa aku, yang paling mencintaimu, justru merasa paling asing di sisimu?" "Karena diantara paragraf dan dialog yang ku tulis, aku tak pernah menemukan satupun baris yang mampu menyembuhkan retak kita yang nyata." "Aku pandai menulis kata, bukan mengukir cinta diantara kita."