SALAFY SOLO
Open in Telegram
Dakwah tidak akan hidup kecuali jika meninggikan bendera kebenaran, dan di waktu yang sama menghinakan kebatilan. https://t.me/salafysolo/1035
Show more3 303
Subscribers
+124 hours
+117 days
+2330 days
Data loading in progress...
Similar Channels
Tags Cloud
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
September '26
September '26
+19
in 8 channels
August '26
+60
in 20 channels
Get PRO
July '26
+48
in 19 channels
Get PRO
June '26
+60
in 23 channels
Get PRO
May '26
+56
in 24 channels
Get PRO
April '26
+81
in 21 channels
Get PRO
March '26
+30
in 11 channels
Get PRO
February '26
+52
in 15 channels
Get PRO
January '26
+69
in 26 channels
Get PRO
December '25
+47
in 20 channels
Get PRO
November '25
+48
in 22 channels
Get PRO
October '25
+57
in 22 channels
Get PRO
September '25
+56
in 13 channels
Get PRO
August '25
+80
in 38 channels
Get PRO
July '25
+129
in 38 channels
Get PRO
June '25
+51
in 25 channels
Get PRO
May '25
+69
in 22 channels
Get PRO
April '25
+64
in 14 channels
Get PRO
March '25
+64
in 22 channels
Get PRO
February '25
+55
in 18 channels
Get PRO
January '25
+88
in 21 channels
Get PRO
December '24
+113
in 15 channels
Get PRO
November '24
+129
in 23 channels
Get PRO
October '24
+142
in 22 channels
Get PRO
September '24
+76
in 19 channels
Get PRO
August '24
+110
in 29 channels
Get PRO
July '24
+60
in 22 channels
Get PRO
June '24
+37
in 12 channels
Get PRO
May '24
+61
in 16 channels
Get PRO
April '24
+60
in 14 channels
Get PRO
March '24
+48
in 30 channels
Get PRO
February '24
+70
in 31 channels
Get PRO
January '24
+82
in 14 channels
Get PRO
December '23
+83
in 14 channels
Get PRO
November '23
+246
in 23 channels
Get PRO
October '23
+71
in 9 channels
Get PRO
September '23
+225
in 0 channels
Get PRO
August '23
+170
in 0 channels
Get PRO
July '23
+147
in 0 channels
Get PRO
June '23
+121
in 0 channels
Get PRO
May '23
+150
in 0 channels
Get PRO
April '23
+182
in 0 channels
Get PRO
March '23
+418
in 0 channels
Get PRO
February '23
+184
in 0 channels
Get PRO
January '23
+83
in 0 channels
Get PRO
December '22
+29
in 0 channels
Get PRO
November '22
+19
in 0 channels
Get PRO
October '22
+43
in 0 channels
Get PRO
September '22
+53
in 0 channels
Get PRO
August '22
+40
in 0 channels
Get PRO
July '22
+22
in 0 channels
Get PRO
June '22
+31
in 0 channels
Get PRO
May '22
+36
in 0 channels
Get PRO
April '22
+27
in 0 channels
Get PRO
March '22
+15
in 0 channels
Get PRO
February '22
+36
in 0 channels
Get PRO
January '22
+40
in 0 channels
Get PRO
December '21
+30
in 0 channels
Get PRO
November '21
+23
in 0 channels
Get PRO
October '21
+24
in 0 channels
Get PRO
September '21
+22
in 0 channels
Get PRO
August '21
+25
in 0 channels
Get PRO
July '21
+25
in 0 channels
Get PRO
June '21
+27
in 0 channels
Get PRO
May '21
+34
in 0 channels
Get PRO
April '21
+33
in 0 channels
Get PRO
March '21
+34
in 0 channels
Get PRO
February '21
+26
in 0 channels
Get PRO
January '21
+31
in 0 channels
Get PRO
December '20
+370
in 0 channels
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 08 September | +2 | |||
| 07 September | +1 | |||
| 06 September | +1 | |||
| 05 September | +2 | |||
| 04 September | +3 | |||
| 03 September | +4 | |||
| 02 September | +2 | |||
| 01 September | +4 |
Channel Posts
DIANTARA FIQIH SEORANG MUSLIM DALAM MENGHADAPI FITNAH
••••
🖋 Syaikh ‘Abdus Salam as-Suhaimi hafizhahullah
Semakin banyak fitnah dan semakin samar berbagai persoalan, semakin besar pula kebutuhan seorang muslim terhadap ilmu, pandangan yang tajam, dan memastikan kebenaran semua hal, bukan sekadar semangat dan emosi.
Pemahaman yang benar terhadap agama akan menjaga seorang muslim dari penyimpangan.
Ketajaman pandangan membuatnya bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Sikap waspada terhadap sebab-sebab keburukan mencegahnya menjadi bahan bakar fitnah atau alat di tangan para pengikut hawa nafsu.
Dan memohon keselamatan kepada Allah dari berbagai fitnah termasuk perkara terbesar yang hendaknya sangat diperhatikan oleh seorang mukmin.
Nabi ﷺ bersabda,
«تَعَوَّذُوْا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.»
“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”
(HR. Muslim)
Diantara bentuk fiqih seorang muslim ketika menghadapi fitnah adalah senantiasa bersikap adil, memastikan kebenaran berita yang diterima, tidak berbicara tanpa ilmu, dan tidak menjadikan emosi semata sebagai tolok ukur dalam menilai suatu perkara.
Sebab, ketika fitnah datang, berbagai perkara menjadi samar dan bercampur bagi banyak manusia. Yang bisa membedakan kebenaran di tengah fitnah hanyalah orang-orang yang memiliki ilmu dan bashirah.
Maka, keselamatan di zaman fitnah bukanlah dengan mengetahui semua yang sedang terjadi, tetapi dengan mengetahui bagaimana seorang muslim menyikapinya secara syar'i.
Imam Ibnu Baz rahimahullah berkata dalam Syarh Shahih al-Bukhari (VII/456),
فَالْوَاجِبُ عَلَى كُلِّ مُؤْمِنٍ أَنْ يَتَفَقَّهَ فِيْ الدِّيْنِ، وَأَنْ يَتَبَصَّرَ فِيْهِ، وَأَنْ يَحْذَرَ أَسْبَابَ الشَّرِّ، وَيَسْأَلَ اللَّهَ الْعَافِيَةَ؛ فَإِنَّ الْفِتَنَ تَكْثُرُ كُلَّمَا تَأَخَّرَ الزَّمَانُ.
"Wajib atas setiap mukmin untuk mendalami agama, memiliki bashirah (pemahaman yang mendalam) tentangnya, berhati-hati dari sebab-sebab keburukan, dan memohon kepada Allah keselamatan. Sesungguhnya fitnah akan semakin banyak ketika zaman semakin mendekati akhirnya.”
🌐 Sumber: https://x.com/Alsuhaimy_net/status/2096692722019299673
https://t.me/salafysolo
| 2 | MEMBANTAH ORANG-ORANG YANG MENYATAKAN BAHWA SYAIKH AL-ALBANI MUTASAHIL
••••
🎙 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Pertanyaan:
Muncul ucapan di kalangan sebagian pemuda yang intinya menyatakan bahwa Syaikh al-Albani bermudah-mudahan dalam menilai para perawi hadits. Apakah dari kajian Anda terbukti memang demikian halnya?
[Kaset berjudul: Hadmu Qawa'idil Mulabbisin]
Jawaban:
Saya tidak mengetahui hal ini dari al-Albani rahimahullah. Bahkan beliau termasuk mujtahid dan salah satu imam Sunnah, serta termasuk orang yang paling berjasa melayani Sunnah Nabi Muhammad ﷺ dan berkhidmat bagi akidah Salafiyyah rahimahullah. Namun demi Allah, tidak ada seorang pun yang luput dari kritik.
Al-Bukhari saja dikritik oleh Abu Hatim, Abu Zur'ah, dan ad-Daruquthni terkait para perawi dan matan hadits, padahal Al-Bukhari adalah Amirul Mukminin dalam bidang hadits dan salah satu penghafal terhebat di dunia.
At-Tirmidzi pun dikenal memiliki sikap tasahul, begitu pula Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah pada mereka ada tasahul.
Lalu sekarang engkau datang mencela Syaikh al-Albani hanya karena masalah ini?
Maksudnya, keadaan beliau yang paling berbahaya pun beliau semisal dengan mereka, terlepas dari kedudukan dan keimaman beliau rahimahullah.
Beliau tidak selamat (dari kesalahan), tetapi kita tidak mencela beliau. Jadi ucapan yang disebutkan oleh penanya dan pihak lainnya, apa sebenarnya tujuannya? Tujuan mereka hanyalah menjatuhkan dan mencela.
📚 Majmu'ur Rasail wal Kutub, XV/205
https://t.me/salafysolo/1997 | 825 |
| 3 | No text... | 238 |
| 4 | BENARKAH SYAIKH AL-ALBANI BERMUDAH-MUDAHAN DALAM MENILAI HADITS SHAHIH ATAU DHA'IF?
••••
🎙 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Pertanyaan:
Sejauh mana kebenaran ucapan orang yang mengatakan bahwa Syaikh al-Albani bermudah-mudahan (mutasahil) dalam menshahihkan dan mendhaifkan hadits?
[Pertemuan hadits manhaji bersama sebagian penuntut ilmu di Makkah]
[Situs web Syaikh di Internet (Fatwa no: 5)]
Jawaban:
Tidak seorangpun yang terbebas dari kesalahan, tidak al-Albani, tidak at-Tirmidzi, dan tidak pula an-Nasa'i. Bahkan, al-Bukhari dan muridnya, Muslim –semoga Allah merahmati mereka semua– terkadang mensahihkan suatu hadis padahal hadits tersebut dhaif, atau mendhaifkan hadits padahal hadits tersebut shahih. Ini adalah bentuk-bentuk ijtihad; beliau tidak sengaja bermudah-mudahan atau berniat menghukumi suatu hadits secara keliru maksudnya, hadits tersebut shahih lalu beliau sengaja mendhaifkannya karena bermudah-mudahan.
Tidak! Mereka semua –insya Allah– adalah para mujtahid yang ingin menghukumi sesuai dengan kebenaran yang diperlihatkan Allah kepada mereka. Manusia memang rentan berbuat salah dalam penilaian hukumnya. Barangsiapa berijtihad lalu benar, baginya dua pahala; dan barangsiapa berijtihad lalu keliru, baginya satu pahala. Kesalahan itu pasti ada. Kalian membaca kitab at-Tirmidzi, Shahih Ibnu Khuzaimah, serta Mustadrak al-Hakim dan Ibnu Hibban, namun mereka tidak dituduh (berniat buruk).
Jika seseorang dari mereka berkata, "Si fulan bermudah-mudahan," itu bukan berarti dia menghukumi agama Allah berdasarkan hawa nafsu, hadits adalah agama Allah ‘Azza wa Jalla. Ketika sebuah hadits mengandung perkara halal atau haram, lalu seseorang datang untuk mendhaifkannya atau menshahihkannya, apakah dia mendhaifkan atau menshahihkannya berdasarkan hawa nafsu, ataukah dia berijtihad yang terkadang bisa benar dan terkadang salah?
Dengan pertimbangan inilah kita memandang para ulama, termasuk diantaranya al-Albani –semoga Allah Ta'ala merahmati beliau. Terkadang al-Albani –semoga Allah merahmati beliau– bersikap ketat, sehingga misalnya beliau mendhaifkan hadits yang shahih menurut ijtihad beliau, dan seterusnya.
Hal yang terpenting adalah: beliau merupakan seorang ulama yang piawai dalam bidang hadits, ilmu-ilmunya, serta 'ilal (cacat hadis). Dalam bidang fikih, pemahaman beliau berada di atas jalan para salaf. Tidak ada yang mencela beliau kecuali orang-orang yang mengikuti hawa nafsu.
📚 Majmu'ul Kutub war Rasail, XV/204-205
https://t.me/salafysolo/1995 | 1 003 |
| 5 | No text... | 285 |
| 6 | KESAKSIAN TENTANG BESARNYA JASA AL-ALBANI DALAM MELAYANI SUNNAH
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Pertanyaan:
Sesungguhnya diantara para imam yang kami anggap termasuk orang-orang saleh –dan Allah-lah yang menilainya– adalah al-'Allamah al-Muhaddits al-Albani –semoga Allah Ta'ala merahmatinya–. Apakah ada sepatah kata dari Anda, khususnya karena Anda termasuk murid beliau? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
[Kaset berjudul: Takwa kepada Allah dan Kejujuran]
Jawaban:
Saya katakan: Semoga Allah merahmati beliau yang telah Allah Tabaraka wa Ta'ala tuntun dari negeri non-Arab, dari Kaukasus, dari Albania menuju negeri-negeri Arab, lalu menempatkan beliau di negeri yang diberkahi, Syam. Allah memberi beliau tempat di Perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang kaya dengan kitab-kitab Sunnah. Maka beliau pun menyingsingkan lengan baju kesungguhannya untuk menampakkan Sunnah ini, serta melayaninya dengan pelayanan yang –sebagaimana saya katakan– bahkan lembaga-lembaga besar pun tidak sanggup melakukannya.
Bahkan saya katakan: Sesungguhnya setiap orang yang berkecimpung dalam mentahqiq manuskrip-manuskrip hadits, kitab-kitab mustakhrajat, dan selainnya, sungguh mereka berutang budi kepada pria ini. Beliau –semoga Allah merahmatinya dan meninggikan derajat beliau di surga– telah mempersembahkan untuk umat Islam karya besar dan agung yang bahkan kelompok orang-orang kuat pun tidak sanggup mengerjakannya; maka semoga Allah merahmatinya.
Beliau telah berkhidmat untuk Sunnah dan akidah, bangkit memerangi bid'ah dan kesesatan, serta dengan beliau Allah meninggikan panji Sunnah bersama saudara-saudara beliau seperti Syaikh Muhammad bin Ibrahim –semoga Allah merahmati beliau–, Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Muhammad Hamid al-Faqi, Muhibbuddin al-Khatib, serta selain mereka yang dengannya Allah meninggikan panji tauhid dan Sunnah. Beliau turut andil bersama mereka di medan akidah dan dalam menghadapi berbagai kebid'ahan serta kesesatan.
Beliau menonjol di atas semuanya dengan mengerahkan diri beliau untuk melayani Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, serta menghasilkan perpustakaan karya tulis yang begitu agung dan besar yang tiada tandingannya di zaman ini. Semoga Allah merahmati beliau, memberi balasan yang setimpal, dan membalasnya dengan sebaik-baik balasan atas khidmat beliau terhadap akidah salafiyyah yang shahih, atas dakwah beliau yang kuat kepadanya, serta atas apa yang telah beliau persembahkan dalam melayani Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Semoga Allah juga mengampuni saudara-saudara beliau yang telah kami sebutkan maupun selain mereka yang belum sempat kami sebutkan, dan kami memohon kepada Allah agar memberikan pengganti yang baik dari para murid, saudara, serta orang-orang yang mencintai mereka. Sesungguhnya Rabb kami Maha Mendengar doa.
📚 Majmu'ur Rasail wal Kutub, XVI/203-204
https://t.me/salafysolo/1992 | 1 079 |
| 7 | No text... | 290 |
| 8 | No text... | 340 |
| 9 | BENARKAH SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH SEPAKAT DENGAN KEYAKINAN MURJI'AH?
••••
🎙️ Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah
Pertanyaan:
Apakah benar jika dikatakan bahwa Syaikh al-Albani rahimahullah sepakat dengan pemahaman Murji'ah dalam masalah amal (perbuatan)?
Jawaban:
Tidak tepat dikatakan demikian. Al-Albani rahimahullah adalah seorang ulama besar dan Allah telah memberikan manfaat melalui perantara beliau. Para penuntut ilmu sangat membutuhkan buku-buku beliau, khususnya yang berkaitan dengan hadits.
Beliau adalah sosok paling menonjol yang kami kenal di zaman ini dalam hal penelaahan hadits, penjelasan mana yang shahih dan mana yang dha'if, serta penguasaan terhadap karya-karya cetak maupun manuskripnya.
Beliau hampir tidak ada tandingannya.
Orang-orang sangat membutuhkan apa yang beliau miliki. Para penuntut ilmu paling membutuhkan ilmu beliau dan mengambil manfaat dengannya.
Telah dinisbatkan kepada beliau pendapat mengenai masalah amal bahwa seseorang bisa tetap dianggap beriman walaupun tidak beramal.
Namun, saya telah meneliti perkataan beliau yang sempat saya kutip dalam sebuah makalah berjudul "Tawassuth Ahlis Sunnah wal Jama'ah bainal Murji'ah wal Qadariyyah wal Mu'tazilah" (Sikap Pertengahan Ahlus Sunnah wal Jamaah Antara Murji'ah, Qadariyyah, dan Mu'tazilah).
Saya telah mengutip sejumlah perkataan beliau untuk menjelaskan bahwa seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kesaksian tersebut tidak akan bermanfaat baginya kecuali jika dia beramal.
Hal itu (keimanan tanpa amal) hanya berlaku bagi orang yang mengucapkan syahadat lalu langsung meninggal dunia. Orang inilah yang mendapatkan manfaat.
Adapun orang yang hidup sepanjang masa tanpa pernah mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, ini tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Penjelasan beliau menegaskan bahwa kasus tanpa amal tersebut tidak tergambarkan kecuali pada seseorang yang masuk Islam, mengucapkan syahadat, lalu meninggal dunia sebelum sempat beramal.
Ini adalah perkataan yang menunjukkan keselamatan (akidah) beliau dari tuduhan yang dinisbatkan kepadanya, yaitu pemahaman Irja' (Murji'ah).
Saya telah mengutip perkataan beliau. Barangsiapa yang ingin melihatnya, silakan merujuk pada makalah tersebut, yang membahas tentang bagaimana Ahlus Sunnah wal Jamaah berada di tengah-tengah antara Murji'ah, Mu'tazilah, dan Khawarij, atau antara kelompok Wa'diyyah dan Wa'idiyyah.
Wa'diyyah adalah kelompok yang berlebihan dalam memegang janji Allah (yakni Murji'ah).
Sedangkan Wa'idiyyah adalah kelompok yang berlebihan dalam memegang ancaman Allah (yakni Khawarij dan Mu'tazilah), yang mengafirkan pelaku dosa besar dan menganggapnya kekal di dalam neraka.
🌐 Sumber: https://youtu.be/2ykZhnG2irg?si=DJOxo47bdzN3_qjC
https://t.me/salafysolo/1990 | 1 261 |
| 10 | No text... | 365 |
| 11 | SYAIKH AL-UTSAIMIN MENYEBUT SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHUMALLAH SEBAGAI MUHADITS DI MASANYA
••••
Baik, kelompok ini, kelompok ini hadiahnya adalah kaset.
Empat kaset.
Empat kaset dengan judul: "Fitnah Takfir."
Pembicaranya adalah muhaddits (ahli hadits) dari Syam, atau jika engkau mau, engkau bisa mengatakan: MUHADDITS ZAMANNYA, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
🌐 Sumber: https://youtu.be/ozaafinml10?si=PB3cM8LhDFk3k18b
https://t.me/salafysolo/1988 | 1 103 |
| 12 | No text... | 376 |
| 13 | MENJATUHKAN ULAMA: SENJATA AHLI BIDAH
••••
Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata,
فَإِنَّ أَهْلَ الْبِدَعِ مِنْ أَسْلِحَتِهِمْ أَنْ يَبْدَؤُوْا بِإِسْقَاطِ الْعُلَمَاءِ، بَلْ هِيَ طَرِيْقَةٌ يَهُوْدِيَّةٌ مَاسُوْنِيَّةٌ، إِذَا أَرَدْتَ إِسْقَاطَ فِكْرَةٍ فَأَسْقِطْ عُلَمَاءَهَا وَشَخْصِيَّاتِهَا.
"Sesungguhnya para ahli bidah diantara senjata yang mereka gunakan adalah mereka mulai dengan menjatuhkan para ulama. Bahkan, itu merupakan metode Yahudi Freemason. Jika engkau ingin menjatuhkan sebuah pemikiran, maka jatuhkanlah para ulama dan tokoh-tokohnya."
📚 Majmu'ul Kutub war Rasail, I/482
🌐 Sumber: https://x.com/allobab2000/status/1503550879424819201
https://t.me/salafysolo | 1 130 |
| 14 | KETIKA ILMU DIPISAHKAN DARI MANHAJ
••••
Syaikh Abdus Salam as-Suhaimi hafizhahullah berkata,
"Masalah tidak selalu terletak pada ketiadaan informasi, tetapi pada dualisme dalam menerima informasi; yaitu ketika seorang pemuda mempelajari suatu kaidah yang benar dari sebuah sumber, kemudian dari sumber yang sama yang memberinya informasi yang benar itu, atau di lingkungan lain dia menerima penafsiran partisan yang membuatnya mengecualikan dari kaidah tersebut siapa saja yang dikehendaki oleh kelompoknya.
Ketahanan pemikiran tidak terwujud hanya dengan banyaknya informasi. Namun hal itu hanya bisa terwujud dengan membangun manhaj yang mengatur pemahaman, mencegah kontradiksi, serta menjadikan loyalitas kepada kebenaran, nilai-nilai syariat, dan nilai-nilai kebangsaan berdiri di atas pemahaman yang benar dan kesadaran, bukan berdasarkan pengarahan yang tertutup.
Jika ilmu dipisahkan dari manhaj, maka bisa saja suatu kaidah dihafal dan diucapkan dengan lisan, tetapi kemudian dihancurkan dalam praktiknya."
🌐 Sumber: https://x.com/Alsuhaimy_net/status/2093679314600333697)
https://t.me/salafysolo/1985 | 1 099 |
| 15 | قال الشيخ عبد السلام السحيمي حفظه الله:
المشكلة ليست دائمًا في غياب المعلومة، بل في ازدواجية التلقي؛ أن يتعلم الشاب قاعدةً صحيحة في مصدر، ثم يتلقى من نفس المصدر الذي أعطاه معلومة صحيحة أو في بيئة أخرى تأويلًا حزبيًا يجعله يستثني منها من شاءت الجماعة.
والأمن الفكري لا يتحقق بكثرة المعلومات وحدها، وإنما ببناء منهج يضبط الفهم، ويمنع التناقض، ويجعل الولاء للحق والقيم الشرعية والوطنية قائمًا على بصيرة لا على توجيه مغلق.
فإذا انفصل العلم عن المنهج، أمكن أن تُحفظ القاعدة باللسان، ثم تُهدم في الممارسة.
🌐 المصدر:
https://x.com/Alsuhaimy_net/status/2093679314600333697 | 422 |
| 16 | JANGAN SIA-SIAKAN HIDUPMU UNTUK MELAYANI ORANG YANG SUKA DEBAT!
••••
Syaikh Rabi‘ bin al-Madkhali rahimahullah berkata,
إِذَا رَأَيْتَ أَحَدًا يُجَادِلُ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ، يُرِيْدُ الِاسْتِفَادَةَ، فَبَيِّنْ لَهُ؛ عِنْدَهُ شُبْهَةٌ أَزِلْهَا عَنْهُ بِلُطْفٍ وَالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ، وَإِنْ كَانَ يُرِيْدُ الْمُمَارَاةَ فَلَا تُجَادِلْهُ؛ لِأَنَّ هَذَا لَا يُرِيْدُ الْحَقَّ، وَلَنْ تَصِلَ مَعَهُ إِلَى نَتِيجَةٍ.
"Jika engkau melihat seseorang berdiskusi dengan cara yang terbaik dan dia ingin mendapatkan faedah, maka jelaskanlah kepadanya. Jika dia memiliki sebuah syubhat, hilangkanlah syubhat tersebut darinya dengan kelembutan, hikmah, dan nasihat yang baik.
Namun jika dia hanya ingin berdebat, maka janganlah engkau berdebat dengannya. Karena orang seperti ini dia tidak menginginkan kebenaran, dan engkau tidak akan meraih hasil apapun bersamanya."
📚 Majmu'ul Kutub war Rasail, II/383
🌐 Sumber: https://x.com/allobab2000/status/1616876140584394753
https://t.me/salafysolo | 1 440 |
| 17 | NASEHAT MENDASAR DI MASA-MASA FITNAH
••••
Syaikh ‘Abdus Salam as-Suhaimi hafizhahullah berkata,
"Ini adalah perkataan yang kokoh dalam menjelaskan sebuah prinsip yang agung: yaitu bahwa kebenaran tidak dikenal melalui para tokoh, tetapi para tokohlah yang dikenal melalui kebenaran. Hati-hati manusia itu mudah berbolak-balik, dan sikap pun bisa berubah-ubah. Bisa jadi ada orang-orang yang menjadi kokoh setelah sebelumnya mengalami kegoncangan, dan ada pula yang mundur setelah istiqamah. Namun semua itu sama sekali tidak mengubah hakikat kebenaran.
Hal terbaik yang semestinya dilakukan seorang mukmin ketika melihat adanya berubah-ubahnya sikap dan penyimpangan adalah: semakin berpegang teguh dengan wahyu, semakin mendekat kepada Allah, serta memohon kepada-Nya agar diberi kekokohan, dan tidak menjadikan perubahan sikap orang lain sebagai sebab kegoyahan manhajnya atau kekacauan keyakinannya.
Di saat yang sama, tetap bersama jamaah kaum Muslimin dan pemimpin mereka, mendengar dan menaati dalam perkara yang ma’ruf, serta menjauhi sebab-sebab perpecahan dan pemberontakan, merupakan prinsip-prinsip persatuan yang dibawa oleh syariat, dengan tetap memberikan nasihat syar’i sesuai dengan ketentuan dan adab-adabnya.
Yang menjadi tolok ukur bukanlah siapa yang memulai perjalanan, bukan pula siapa yang memiliki banyak pengikut. Tetapi yang menjadi tolok ukur adalah siapa yang tetap kokoh di atas kebenaran hingga bertemu dengan Allah.
Oleh karena itu, diantara doa yang paling agung adalah:
“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan perubahan sikap manusia sebagai fitnah bagi kami. Kokohkanlah kami di atas kebenaran dan berilah kami akhir kehidupan yang baik."
🌐 Sumber:
https://x.com/Alsuhaimy_net/status/2092693132664283315
https://t.me/salafysolo/1982 | 1 466 |
| 18 | قال الشيخ عبد السلام السحيمي حفظه الله تعالى:
كلامٌ متينٌ في تقرير أصلٍ عظيم: أن الحق لا يُعرف بالرجال، وإنما يُعرف الرجال بالحق؛ فالقلوب تتقلب، والمواقف تتغير، وقد يثبت أناس بعد اضطراب، ويتراجع آخرون بعد استقامة، لكن ذلك كله لا يغيّر من حقيقة الحق شيئًا.
وأحسن ما ينبغي للمؤمن أن يفعله عند رؤية التلون والانحراف: أن يزداد تمسكًا بالوحي، وإقبالًا على الله، وسؤالًا له الثبات، وألا يجعل تغيّر الأشخاص سببًا لاضطراب منهجه أو تشوش يقينه.
وفي الوقت نفسه، فإن لزوم جماعة المسلمين وإمامهم، والسمع والطاعة في المعروف، واجتناب أسباب الفرقة والخروج، من أصول الاجتماع التي جاءت بها الشريعة، مع بقاء النصيحة الشرعية بضوابطها وآدابها.
والعبرة ليست بمن بدأ الطريق، ولا بمن كثر أتباعه، وإنما بمن ثبت على الحق حتى يلقى الله. ولذلك كان من أعظم الدعاء:
«يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك»
فاللهم لا تجعل تقلب الناس فتنة لنا، وثبتنا على الحق، وأحسن لنا الخاتمة.
🌐 المصدر:
https://x.com/Alsuhaimy_net/status/2092693132664283315 | 505 |
| 19 | BOLEHKAH MENOLAK FATAWA YANG SESUAI DENGAN AL-QUR'AN DAN SUNNAH JIKA BERASAL DARI SELAIN PARA MUFTI YANG DITUNJUK?
••••
🎙️ Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apakah benar perkataan bahwa kita tidak boleh mengambil kebenaran dan ilmu kecuali dari orang-orang tertentu, walaupun fatwa berasal dari selain mereka, mereka tidak menerimanya, walaupun fatwa tersebut sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah?
Jawaban:
Orang yang secara khusus ditunjuk untuk berfatwa dia didahulukan. Orang yang secara khusus ditunjuk untuk berfatwa dia didahulukan. Adapun orang yang tidak ditunjuk, maka siapa saja yang engkau percayai ilmunya, engkau boleh mengambil pendapatnya.
🌐 Sumber: https://youtu.be/EgR7ac6XkkM?si=6i-Fd5OebE9cDJxH
https://t.me/salafysolo | 1 349 |
| 20 | PERBEDAAN PENDAPAT BUKANLAH DALIL, APALAGI UNTUK MEMILIH SESUKANYA
••••
🎙️ Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Sebagian orang mengatakan, “Bertawasul dengan Nabi ﷺ adalah masalah khilafiyah (yang diperselisihkan).” Apakah pernyataan ini benar?
Jawaban:
Yang menjadi patokan bukanlah adanya perselisihan. Perselisihan memang terjadi dan sangat banyak. Tetapi yang menjadi patokan adalah dalil. Siapa yang dalil bersamanya?
Yang menjadi patokan diantara orang-orang yang berselisih adalah siapa yang dalil bersamanya. Jika tidak demikian, adanya perselisihan tidak berarti seseorang boleh melakukan apa saja yang dia kehendaki. Perselisihan tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan hal tersebut.
Wajib mengikuti dalil. Jika salah seorang dari dua pihak yang berselisih dalil bersamanya, maka dialah yang berada di atas kebenaran.
🌐 Sumber: https://youtu.be/8swXBg5tEBg?si=MmT2cNdh3YEuN0Kx
https://t.me/salafysolo | 1 388 |
