en
Feedback
CATATAN ILMU

CATATAN ILMU

Open in Telegram
535
Subscribers
No data24 hours
-37 days
-330 days

Data loading in progress...

Similar Channels
No data
Any problems? Please refresh the page or contact our support manager.
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
February '26
February '260
in 0 channels
January '260
in 0 channels
Get PRO
December '25
+2
in 0 channels
Get PRO
November '25
+1
in 0 channels
Get PRO
October '25
+1
in 0 channels
Get PRO
September '250
in 0 channels
Get PRO
August '25
+3
in 2 channels
Get PRO
July '25
+5
in 1 channels
Get PRO
June '25
+6
in 1 channels
Get PRO
May '25
+3
in 1 channels
Get PRO
April '25
+2
in 0 channels
Get PRO
March '25
+5
in 0 channels
Get PRO
February '25
+5
in 1 channels
Get PRO
January '25
+8
in 1 channels
Get PRO
December '24
+13
in 0 channels
Get PRO
November '24
+10
in 1 channels
Get PRO
October '24
+12
in 1 channels
Get PRO
September '24
+36
in 0 channels
Get PRO
August '24
+55
in 2 channels
Get PRO
July '24
+11
in 1 channels
Get PRO
June '24
+7
in 0 channels
Get PRO
May '24
+12
in 1 channels
Get PRO
April '24
+8
in 1 channels
Get PRO
March '24
+73
in 2 channels
Get PRO
February '24
+18
in 1 channels
Get PRO
January '24
+39
in 1 channels
Get PRO
December '23
+21
in 0 channels
Get PRO
November '23
+30
in 1 channels
Get PRO
October '23
+377
in 1 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
26 February0
25 February0
24 February0
23 February0
22 February0
21 February0
20 February0
19 February0
18 February0
17 February0
16 February0
15 February0
14 February0
13 February0
12 February0
11 February0
10 February0
09 February0
08 February0
07 February0
06 February0
05 February0
04 February0
03 February0
02 February0
01 February0
Channel Posts
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimahullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 713 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• ​عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ: أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ، وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ رَحِيمًا رَفِيقًا، فَقَطَنَ أَنَّا قَدِ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا، فَسَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا مِنْ أَهْلِنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ، فَقَالَ: «ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ، فَأَقِيمُوا فِيهِمْ، وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ، وَصَلُّوا صَلَاةَ كَذَا فِي حِينِ كَذَا، وَصَلُّوا كَذَا فِي حِينِ كَذَا، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرَكُمْ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ) زَادَ الْبُخَارِيُّ فِي رِوَايَةٍ لَهُ: وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي. Dari Malik bin al-Huwairits رضي الله عنه,  dia berkata: Kami mendatangi Rasulullah ﷺ, saat itu kami para pemuda yang sebaya. Kami tinggal di tempat beliau selama dua puluh malam. Rasulullah ﷺ itu orang yang penyayang dan sangat perhatian. Beliau mengira bahwa kami telah rindu dengan keluarga, sehingga beliau menanyakan keadaan keluarga yang kami tinggalkan, maka kami pun memberitahu beliau tentang mereka. Kemudian beliau bersabda, “Pulanglah kalian kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka mengerjakannya, laksanakanlah shalat ini di waktu ini, dan shalat ini di waktu ini. Apabila telah tiba waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan orang yang paling tua di antara kalian menjadi imam.” (HR. Bukhari 628 dan Muslim 674) (Riyâdh Ash-Shâlihîn 713) Dalam salah satu riwayat Bukhari ada tambahan: “Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat.” Intisari hadits : 1. Anjuran rihlah (bepergian) untuk mencari ilmu; 2. Rasulullah ﷺ adalah teladan bagi guru yang baik, beliau sangat perhatian dengan keadaan muridnya; 3. Kewajiban bagi orang yang berilmu untuk mengajari orang-orang yang belum tahu. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe

2
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimahullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 706 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ) Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia menyambung tali silaturahimnya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari 6138 dan Muslim 47) (Riyadh Ash Shalihin 706) Intisari hadits : 1. Amal kebajikan adalah konsekuensi dari keimanan; 2. Perintah agar memuliakan tamu dan menyambung tali silaturrahim; 3. Seorang Mukmin terlihat dari kata-katanya yang baik. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
3
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 704 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا تَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَسْعَوْنَ، وَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَمْشُونَ، وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
0
4
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 704 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عن أبي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ وَأْتُوهَا تَمْشُونَ وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika shalat telah didirikan, maka janganlah kalian datang sambil berlari, namun datanglah dengan berjalan, hendaknya kalian tenang, apa yang kalian dapatkan (raka'atnya) maka shalatlah, dan (raka'at) yang ketinggalan, maka sempurnakanlah." (HR. Bukhari 908 dan Muslim 602) (Riyadh Ash Shalihin 704) Intisari hadits : 1. Larangan tergesa-gesa saat mendatangi shalat berjamaah. 2. Anjuran agar mendatangi shalat dengan khusyu' dan tenang. 3. Perintah menunaikan ibadah dengannn khusyu' karena pahala ibadah ditentukan oleh kekhusyu'an dan kehadiran hati. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
5
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 703 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنين رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا قَطُّ ضَاحِكًا، حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ، إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ. Aku tidak pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berlebihan ketika tertawa sampai terlihat langit-langit mulut beliau. Namun biasanya beliau hanya tersenyum saja. (HR. Bukhari 4828 dan Muslim 899) (Riyadh Ash Shalihin 703) Intisari hadits : 1. Anjuran agar sedikit tertawa karena banyak tertawa adalah bukti lalai kepada Allah. 2. Anjuran agar menjaga kewibawaan. 3. Larangan berlebih-lebihan dalam perkara mubah. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
6
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 695 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال لي النبي صلى الله عليه وسلم: «لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ» Abu Żarr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda kepadaku, "Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya ‎bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri!‎" (HR. Bukhari 2459 dan Muslim 58) (Riyadh Ash Shalihin 690) Intisari hadits : 1. Wajah ceria dengan senyum ramah merupakan bukti nyata adanya rasa cinta dan kasih sayang dalam hati. 2. Sesama kaum Muslim harus menjunjung tinggi ukhuwah. 3. Larangan meremehkan suatu kebaikan, karena boleh jadi kebaikan tersebut menjadi sebab dirinya dimasukkan ke dalam Surga. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
7
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 690 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما قال: قال رَسولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْ نِفَاقٍ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ» Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada empat sifat, siapa yang memiliki keempatnya maka dia seorang munafik sejati, namun siapa yang memiliki salah satunya maka dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu: jika dia berbicara maka dia berdusta, jika dia membuat perjanjian maka dia melanggarnya, melanggarnya, jika dia berjanji maka dia menyelisihinya, dan ketika berdebat maka dia berlaku curang." (HR. Bukhari 2459 dan Muslim 58) (Riyadh Ash Shalihin 690) Intisari hadits : 1. Akhlak mulia berkaitan erat dengan iman. 2. Sifat munafik adalah tabiat tercela dan merusak diri sendiri serta masyarakat. 3. Di antara sifat dasar seorang munafik adalah berdusta, ingkar janji, berkhianat, serta berbuat curang dan melampaui batas. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
8
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 685 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه مرفوعاً: «إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِندَ الله مَنزِلَةً يَومَ القِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفضِي إِلَى المَرْأَةِ وَتُفْضِي إِلَيه، ثُمَّ يَنشُرُ سِرَّهَا» Dari Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya." (HR. Muslim 1437) (Riyadh Ash Shalihin 685) Intisari hadits : 1. Ancaman keras terhadap orang yang menyebarkan rahasia istrinya. 2. Menyebarkan rahasia termasuk dosa besar. 3. Di antara sifat dasar seorang Muslim adalah mampu menyimpan rahasia. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
9
Juga, wahai saudara-saudaraku, kita harus memiliki kaset-kaset para ulama besar kita yang mulia, seperti Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1420 H), Imam Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin (1421 H), Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani (1420 H), dan ulama kita yang lainnya, seperti Syaikh Sholih Al-Fauzan dan yang lainnya. Kita mengambil kaset-kaset mereka tentang tauhid, lalu kita mendengarkannya, dan mendengarkannya kepada orang lain, serta menyebarkannya di tengah masyarakat. Demikian pula kita membaca buku-buku tentang tauhid, seperti risalah ringkas dan bermanfaat dari Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1420 H) yang berjudul Al-‘Aqidah Ash-Shohihah wa Ma Yudhaddha. Juga seperti risalah beliau yang lain yang berjudul Qowadih At-Tauhid. Di mana kita dari risalah-risalah dan buku-buku yang bermanfaat ini, yang sedikit halamannya tetapi banyak manfaatnya?! Sayangnya, kamu melihat sebagian orang mengadakan perlombaan dan pengumuman tentang kaset-kaset pilihan, yang di dalamnya seringkali tidak ada kaset-kaset yang berkaitan dengan tauhid. Ini adalah kesalahan dan kekurangan, serta penyebab syaiton bergembira, Alloh Yang Maha Pengasih murka, dan kelemahan bagi umat Muhammad. Aku memohon kepada Alloh yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, dengan karunia dan keutamaan-Nya, agar Dia menolong agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya, dan menjadikan saya dan kalian sebagai para dai (penyeru) kepada tauhid. Serta agar Dia mengokohkan kita di atas tauhid, mematikan kita di atas tauhid, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertemu dengan-Nya di atas tauhid, sehingga Dia meridhoi kita dan memasukkan kita ke dalam Jannah-Nya dengan karunia dan keutamaan-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Pelindung dan Mahakuasa atas hal itu. Semoga Alloh membalas kalian dengan kebaikan. Disusun oleh: Dr. Abdul Aziz bin Royyis Ar-Royyis Pengawas Umum Jaringan Islam Kuno (Al-Atiq): HTTP://ISLAMANCIENT.COM Alhamdulillah selesai. •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
10
📖 TERJEMAH KITAB (17) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ [6] Di antaranya juga adalah perkataan sebagian orang: (تبارك علينا يا فلان) “Semoga keberkahan atas kami, wahai fulan.” Sebagian orang, ketika ingin mengundang seseorang—mengunjunginya di rumahnya—berkata: “Semoga keberkahan atas kami, wahai fulan.” Imam Ibnul Qoyyim (751 H) berkata dalam kitabnya Badai’ Al-Fawaid (3/268): “Adapun sifat-Nya (tabarok), itu khusus bagi-Nya Ta’ala, sebagaimana Dia menyebutkannya untuk diri-Nya dengan firman-Nya: ﴿تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ﴾ “Mahasuci Alloh, Robb semesta alam.” (QS. Al-A’rof: 54) ﴿تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴾ “Mahasuci Dzat yang di tangan-Nya kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Mulk: 1) Beliau berkata dalam Jala’ Al-Afham (1/202): “Ibnu ‘Athiyyah berkata: ‘Maknanya adalah agung dan banyak keberkahan-Nya. Lafazh ini tidak disifatkan kecuali hanya untuk Alloh. Lafazh ini tidak diubah dalam bahasa Arob, tidak digunakan dalam bentuk fi’il mudhori’ (present tense) maupun fi’il amr (perintah).’” Akhir kata: Saudara-saudaraku, kita telah mendengar kesalahan-kesalahan sebagian kaum Muslimin dalam mengesakan Alloh, Robb semesta alam. Mereka dalam hal ini ada yang sedikit dan ada yang banyak. Kesalahan-kesalahan ini, dan saya tidak menyebutkannya semuanya, melainkan saya menyebutkan sebagiannya, sayangnya telah umum dan tersebar di antara banyak kaum Muslimin. Cara untuk mengobati serta memperbaikinya adalah dengan berdakwah kepada tauhid. Maka, wajib bagi para dai untuk menyibukkan dakwah mereka dan diri mereka dengan mengajak manusia kepada tauhid, dan tidak menyibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi mereka. Telah muncul di tengah kita para dai yang menyibukkan manusia dengan isu-isu yang tidak bermanfaat bagi mereka, bahkan jika itu bukan ilmu yang berbahaya, maka itu adalah ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang tidak bermanfaat, Nabi ﷺ telah berlindung darinya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shohih-nya dari hadits Zaid bin Al-Arqom bahwa Nabi ﷺ berlindung kepada Alloh dari empat hal, di antaranya: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن عِلمٍ لَا يَنفَعُ» “Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat” (HR. Muslim) Telah muncul di tengah kita orang-orang yang menyibukkan kaum Muslimin dengan isu-isu yang tidak bermanfaat bagi mereka, seperti mengikuti surat kabar, koran, dan majalah, yaitu fiqih yang mereka sebut fiqih realitas atau politik. Kamu melihat sebagian dari mereka, jika ingin menunjukkan bahwa dia adalah orang yang berwawasan, dia akan membicarakan isu-isu politik denganmu. Padahal jika kamu membuka mushaf dan berkata: “Bacalah Al-Qur’an dengan melihat,” niscaya dia tidak akan bisa membacanya dengan baik. Ini adalah salah satu penyebab syaiton mempermainkan mereka. Di antara bentuk permainan syaiton adalah dia mengeluarkan para dai yang menyibukkan manusia dengan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi mereka. Maka, wajib bagi kita, wahai saudara-saudaraku, jika kita benar-benar tulus dan menginginkan apa yang ada di sisi Alloh dengan jujur, untuk mengikuti jalannya para Rosul. Tugas para Rosul adalah mengajak manusia kepada tauhid. Setiap Nabi datang kepada kaumnya seraya berkata: “Wahai kaumku, sembahlah Alloh, tidak ada sesembahan bagi kalian selain Dia” (QS. Al-A’rof: 59) Juga, wajib bagi seluruh kaum Muslimin untuk mempelajari tauhid. Jika ada pelajaran dari seorang yang terpercaya ilmunya dan manhaj Salafnya, maka kita harus bersemangat untuk belajar ilmu akidah darinya. Kita membaca kitab At-Tauhid, Tsalatsah Al-Ushul, Kasyfu Asy-Syubhat, dan Al-Qowa’id Al-Arba’ah.
0
11
📖 TERJEMAH KITAB (16) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Kelima Belas: Ucapan yang Sering Diucapkan Sebagian Muslim Ucapan-ucapan ini bertentangan dengan tauhid Alloh, Robb semesta alam...di antaranya : [3] Di antaranya juga perkataan sebagian orang: “Semoga Alloh menzholimimu,” atau “Semoga Alloh mengkhianatimu.” Dua kata ini diharomkan. Karena Alloh telah mengharomkan kezholiman atas diri-Nya, dan Dia tidak menzholimi seorang pun. ﴿وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ﴾ “Robbmu tidaklah menzholimi hamba-hamba-Nya.” (QS. Fushshilat: 46) Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Dzar dalam hadits qudsi bahwa Alloh Ta’ala berfirman: «يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمتُ الظُّلمَ عَلَى نَفسِي وَجَعَلتُهُ بَينَكُم مُحَرَّمًا؛ فَلَا تَظَالَمُوا» “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharomkan kezholiman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya harom di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzholimi” (HR. Muslim) [4] Di antaranya juga adalah perkataan sebagian orang kepada orang yang tertimpa musibah: “Si fulan tidak pantas mendapatkannya,” maksudnya: dia tidak pantas mendapatkan musibah ini. Ini adalah kata yang berbahaya, karena di dalamnya terdapat keberatan terhadap ketetapan dan takdir Alloh. Padahal Alloh Ta’ala berfirman: ﴿أَلَيْسَ اللهُ بِأَحْكَمِ الْحَكِمِينَ﴾ “Bukankah Alloh adalah Hakim yang paling adil?” (QS. At-Tin: 8) [5] Di antaranya juga adalah perkataan sebagian orang ketika membaca surat Al-Fatihah: ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾ “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5) (Iyyaka) jika dibaca ringan dan tidak ditasydid (menjadi iyaka), maknanya menjadi “cahaya matahari (Dewa Matahari).” Maka seakan-akan dia berkata: “Kami hanya menyembah cahaya matahari, dan kami hanya minta pertolongan kepada cahaya matahari.” Wajib bagi seorang Muslim ketika membacanya untuk mengucapkan: ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾ “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in, dengan tasydid pada (Iyyaaka).” Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
12
📖 TERJEMAH KITAB (15) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Kelima Belas: Ucapan yang Sering Diucapkan Sebagian Muslim Ucapan-ucapan ini bertentangan dengan tauhid Alloh, Robb semesta alam. [1] Di antaranya adalah perkataan sebagian orang kepada orang yang meninggal: “Si fulan telah pindah ke tempat peristirahatan terakhirnya.” Ini adalah kata yang berbahaya, karena itu berarti mengingkari hari Kebangkitan dan hari dikumpulkannya manusia. Padahal kehidupan di alam barzakh adalah kehidupan di antara kehidupan dunia dan kehidupan Akhirat, dan Robb kita telah mengkafirkan orang yang mengingkari hari Kebangkitan dan hari dikumpulkannya manusia. Alloh Ta’ala berfirman dalam surat At-Taghobun: ﴿زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَن لَّن يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ﴾ “Orang-orang yang kafir menyangka bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: ‘Tidak demikian, demi Robbku, pasti kalian akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.’ yang demikian itu amat mudah bagi Alloh.” (QS. At-Taghobun: 7) Jadi, perkataan seseorang: “Si fulan telah pindah ke tempat peristirahatan terakhirnya” adalah kata yang berbahaya dan mengandung kekufuran, meskipun orang yang mengucapkannya tidak kafir karena dia tidak mengetahui hakikat dari kata ini. [2] Di antaranya juga perkataan sebagian muadzin dalam adzan atau sebagian pembicara dalam perkataannya: “Allohu akbaar” (dengan bacaan ‘Allohu akbaar’, bukan ‘akbar’). Ibnu Qudamah (620 H) dalam Al-Mughni, An-Nawawi (676 H) dalam Al-Majmu’, dan banyak ulama dan ahli bahasa menyebutkan bahwa makna akbaar adalah jamak dari thobl (gendang). Maka seakan-akan dia berkata: “Alloh itu gendang-gendang.” Ini adalah kata kufur, tetapi karena orang yang mengucapkannya tidak mengetahui hakikatnya, maka dia tidak dikafirkan. Namun, dia harus diberitahu dan wajib baginya untuk meninggalkan lafazh ini. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
13
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 684 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ العَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا، فَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ عَرَفْنَاهُ فِي وَجْهِهِ. Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Nabi ﷺ lebih pemalu daripada gadis yang masih di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami mengetahui hal itu di muka beliau." (HR. Bukhari 3562 dan Muslim 2320) (Riyadh Ash Shalihin 684) Intisari hadits : 1. Anjuran agar mempunyai sifat malu sebagaimana Rasulullah ﷺ telah mencontohkannya. 2. Malu adalah sifat dasar yang mendorong untuk mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya dan meninggalkan yang jelek. 3. Malu akan mendorong pelakunya berbuat Ihsan. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
14
♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
15
📖 TERJEMAH KITAB (14) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Keempat Belas: Membahas Apa yang Terjadi di Antara Shohabat Rosululloh ﷺ Para Shohabat Nabi Muhammad ﷺ memiliki kedudukan yang agung dalam syari’at. Alloh telah meridhoi mereka dan membuat mereka ridho, sebagaimana firman-Nya: ﴿مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ﴾ “Muhammad adalah Rosul Alloh dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, (tetapi) berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al-Fath: 29) dan seterusnya, Alloh menyebutkannya dalam konteks memuji dan menyanjung mereka. Alloh berfirman: ﴿لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ﴾ “Sungguh, Alloh telah ridho kepada orang-orang Mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.” (QS. Al-Fath: 18) Disebutkan dalam hadits dari ‘Imron, Ibnu Mas’ud, dan yang lainnya, dan semuanya terdapat dalam kitab-kitab shohih, bahwa Nabi ﷺ bersabda: «خَيرُ النَّاسِ قَرنِي .... وَفِي الحَدِيثِ الآخَرِ: خَيرُ أُمَّتِي قَرنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُم .....» “Sebaik-baik manusia adalah generasiku...” dan dalam hadits lain: “Sebaik-baik umatku adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka....” Maka, sebaik-baik manusia adalah para Shohabat Rosululloh ﷺ. Salah satu hak mereka yang wajib kita tunaikan adalah menahan diri dari membicarakan keburukan mereka. Mereka adalah manusia yang bisa berbuat salah, dan keburukan bisa terjadi pada mereka, tetapi hak mereka atas kita adalah menahan diri dari membicarakan keburukan mereka dan apa yang terjadi di antara mereka. Al-Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Sa’id bahwa Nabi ﷺ bersabda: «لَا تَسُبُّوا أَصحَابِي؛ فَوَالَّذِي نَفسِي بِيَدِهِ لَو أَنَّ أَحَدَكُم أَنفَقَ مِثلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِم وَلَا نَصِيفَهُ» “Janganlah kalian mencela Shohabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, tidak akan mencapai segenggam pun dari apa yang mereka infakkan, tidak pula setengahnya” (HR. Al-Bukhori dan Muslim) Membahas hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka, yang kebanyakan adalah dusta dan tidak memiliki dasar sebagaimana yang disebutkan oleh Adz-Dzahabi (748 H) dan Imam Ibnu Taimiyah (728 H), sesungguhnya membahas hal seperti itu dapat membuat hati manusia membenci para Shohabat Rosululloh ﷺ. Ada seseorang yang muncul di tengah kita lalu mengeluarkan kaset-kaset berjudul “Kisah-kisah Sejarah”, di dalamnya dia menyebutkan segala macam yang diriwayatkan dalam buku-buku tentang apa yang terjadi di antara para Shohabat Rosululloh ﷺ. Padahal, sebagian besar yang disebutkan adalah dusta dan tidak shohih. Kaset-kaset ini disebarkan oleh beberapa perusahaan dagang, dan itu sangat merugikan kaum Muslimin. Demi Alloh, demi Alloh, demi Alloh, saya mendengar salah seorang yang baik berkata setelah mendengarkan kaset-kaset ini: “Sesungguhnya dalam hatiku ada sesuatu terhadap ‘Ali Rodhiyallahu ‘Anhu, kholifah yang rasyid!” Maka, menyebarkan kaset-kaset seperti ini berbahaya terhadap kehormatan para Shohabat Rosululloh ﷺ. Sesungguhnya wajib bagi kita untuk menyebarkan kebaikan dan hak-hak para Shohabat Rosululloh ﷺ di tengah masyarakat. Agar dalam hati orang-orang awam, baik anak-anak maupun orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, tertanam pengagungan, penghormatan, dan pemuliaan terhadap para Shohabat Rosululloh ﷺ. Sehingga, jika mereka mendengar ada seseorang yang mencela atau merendahkan mereka, mereka akan sangat marah. Maka, bersungguh-sungguhlah kita mengetahui hak-hak mereka, dan membantah setiap orang yang merendahkan sedikit pun dari hak-hak para Shohabat Rosululloh ﷺ. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum
0
16
📖 TERJEMAH KITAB (13) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Ketiga Belas: Mentakwil Nama dan Sifat Alloh Betapa banyak universitas dan sekolah di dunia Islam yang mendidik para siswanya untuk mentakwil (menyimpangkan makna) nama-nama dan sifat-sifat Alloh. Mereka tidak menetapkan apa yang Alloh tetapkan untuk diri-Nya berupa nama-nama dan sifat-sifat. Alloh Ta’ala berfirman: ﴿بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ﴾ “Bahkan kedua tangan-Nya terbentang.” (QS. Al-Ma’idah: 64) Mereka berkata: “Tidak, Alloh tidak punya dua tangan.” Alloh Ta’ala berfirman: ﴿الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ﴾ “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 3) Dia menetapkan sifat rohmat (kasih sayang) untuk diri-Nya, dan mereka meniadakan sifat rohmat dari Alloh `Azza wa Jalla. Ini adalah takwil dan penyimpangan makna bagi firman Alloh dan sabda Rosul-Nya. Jika kamu bertanya kepada mereka: “Mengapa kalian tidak menetapkan dua tangan untuk Alloh sebagaimana Dia tetapkan untuk diri-Nya?” Mereka menjawab: “Jika kami menetapkan dua tangan untuk Alloh, maka ini berarti kami menyerupakan tangan Robb kita dengan tangan kita, dan tasybih (menyerupakan) itu diharomkan dalam syari’at.” Maka dikatakan kepada mereka: “Siapa yang mengatakan kepada kalian bahwa jika kalian menetapkan dua tangan untuk Alloh, maka itu berarti menyerupakan-Nya dengan tangan makhluk? Bahkan, setiap tangan yang layak bagi yang memilikinya, dan kedua tangan Robb kita layak bagi keagungan dan kekuasaan-Nya yang agung.” Tidakkah kamu melihat kenyataan bahwa binatang memiliki tangan, dan tangan setiap binatang berbeda dengan yang lain? Manusia memiliki dua tangan, dan kedua tangannya berbeda dengan tangan binatang. Maka, penetapan tangan bagi manusia tidak berarti menyerupai tangan binatang. Alloh memiliki permisalan yang paling tinggi, Dia memiliki dua tangan yang layak bagi keagungan dan kekuasaan-Nya yang agung. Perkataan seperti ini telah disebutkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah (311 H) dalam kitabnya At-Tauhid. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
17
📖 TERJEMAH KITAB (12) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Kedua Belas: Bersumpah dengan Selain Alloh Seperti bersumpah dengan nama Nabi ﷺ, atau dengan nikmat, atau dengan Sholatnya si fulan, atau dengan shiyamnya (puasanya), atau dengan amanah. Kamu melihat sebagian orang berkata: “Demi Sholatmu,” atau “demi shiyammu,” bahwa kamu melakukan ini dan itu, atau sebagian dari mereka berkata: “Demi Nabi,” “Demi hidupnya si fulan,” dan seterusnya. Semua ini adalah bersumpah dengan selain Alloh, dan ini adalah syirik. Karena bersumpah adalah lafazh yang khusus untuk Alloh. Al-Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari hadits Ibnu ‘Umar bahwa Nabi ﷺ mendengar seorang laki-laki bersumpah dengan nama ayahnya. Lalu Nabi ﷺ bersabda: «أَلَا إِنَّ اللَّهَ يَنهَاكُم أَن تَحلِفُوا بِآبَائِكُم؛ فَمَن كَانَ حَالِفًا فَلْيَحلِفْ بِاللَّهِ أَو لِيَصمُتْ» “Ketahuilah, sesungguhnya Alloh melarang kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian. Siapa yang ingin bersumpah, hendaklah dia bersumpah dengan nama Alloh atau diam.” Maka, berhati-hatilah dan janganlah bersumpah dengan selain Alloh. Berhati-hatilah, meskipun kamu tumbuh di lingkungan yang sering bersumpah dengan selain Alloh. Biasakanlah dirimu untuk meninggalkannya. Sesungguhnya ilmu itu didapatkan dengan belajar. Alloh `Azza wa Jalla berfirman: ﴿وَالَّذِينَ جَهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا﴾ “Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69) Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
18
#BerbagiHadits #MenebarManfaat #HaditsShahih Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi Rahimakumullah Kitab Adab Bab 1 : Kepribadian Muslim •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Hadits 682 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّه -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم-: «الحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيرٍ». وفي رواية : «الحَيَاءُ خَيرٌ كُلُّهٌ» Dari Imran bin Hushain -raḍiyallāhu 'anhuma-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Malu itu tidak membawa kecuali kebaikan." Dalam riwayat lain: "Malu itu baik seluruhnya," (HR. Bukhari 6117 dan Muslim 37) (Riyadh Ash Shalihin 682) Intisari hadits : 1. Keutamaan sifat malu. 2. Sifat malu akan menjadikan pelakunya tidak berani melanggar hukum Allah. 3. Malu yang menyimpang adalah malu yang menjadikan pelakunya tidak berani mengingkari kemungkaran dan mengerjakan yang makruf. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
19
📖 TERJEMAH KITAB (11) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Kesebelas: Thiyaroh Apa itu thiyaroh (tahayul)? Kamu melihat seseorang ketika ingin membuka tokonya, lalu ada angin berhembus, dia berkata: “Hari ini saya tidak akan membuka toko.” Mengapa? Karena di pagi hari telah berhembus angin, lalu dia merasa sial dan ber-thiyaroh dengannya. Atau dia mendengar suara burung gagak, lalu dia merasa sial dan ber-thiyaroh dengannya. Atau dia melihat orang yang pincang, lalu dia merasa sial dan ber-thiyaroh dengannya. Semua ini termasuk syirik - semoga Alloh melindungi saya dan kalian. Karena inti dari thiyaroh adalah: sesuatu yang membuatmu melanjutkan atau mengurungkan niatmu, padahal itu bukanlah sebab yang sebenarnya untuk melanjutkan atau mengurungkan niat. Thiyaroh adalah syirik, sebagaimana yang shohih dari At-Tirmidzi dari hadits Ibnu Mas’ud bahwa Nabi ﷺ bersabda: «الطِّيَرَةُ شِركٌ، الطِّيَرَةُ شِركٌ، الطِّيَرَةُ شِركٌ» “Thiyaroh adalah syirik, thiyaroh adalah syirik, thiyaroh adalah syirik.” Maka thiyaroh adalah syirik dalam agama Muhammad ﷺ. Maka, berhati-hatilah dan jangan ber-thiyaroh. Sayangnya, kamu melihat sebagian kaum Muslimin menyebarkan kata-kata yang asalnya diambil dari orang-orang yang ber-thiyaroh. Seperti perkataan sebagian orang: “Kita sekarang berada di Shofar Al-Khoir.” Dia menamakan bulan Shofar dengan “Shofar Al-Khoir”, ini termasuk thiyaroh. Karena orang-orang Jahiliyah dahulu ber-thiyaroh dengan bulan itu. Di antaranya juga perkataan sebagian orang jika ada yang berbicara dengannya: “Kebaikan, wahai burung!” Ini juga terpengaruh oleh orang-orang Jahiliyah. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0
20
📖 TERJEMAH KITAB (10) ................................................. Judul Asli: أخطاء بعض المسلمين في توحيد الله رب العالمين Edisi Terjemah: Kesalahan Sebagian Muslim dalam Tauhid Penulis: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Royyis hafizhahullahu ................................................ Kesalahan Kesepuluh: Tersebarnya Jimat-Jimat Jimat-jimat itu digantungkan oleh kaum Muslimin di dada, tangan, atau di dada dan tangan anak-anak dan orang-orang yang mereka cintai. Inti dari jimat adalah: manik-manik, benang, dan benda-benda yang digantungkan oleh seseorang untuk mendapatkan manfaat dengan menolak bahaya dan mendatangkan kebaikan. Padahal pada kenyataannya, benda-benda itu bukanlah sebab untuk mendatangkan kebaikan dan menolak bahaya. Jimat-jimat ini adalah syirik dalam agama Muhammad ﷺ. Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits ‘Uqbah bahwa Nabi ﷺ bersabda: «مَن تَعَلَّقَ تَمِيمَةً؛ فَقَد أَشرَكَ» “Siapa menggantungkan jimat, maka sungguh dia telah berbuat syirik.” Abu ‘Ubaid meriwayatkan dalam kitabnya Al-Ghorib dengan sanad yang shohih dari Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘Anhu bahwa dia berkata: «إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِركٌ» “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera), jimat, dan tiwalah (pelet) adalah syirik.” Jimat-jimat ini adalah syirik, dan ada dua keadaan: Keadaan pertama: Seseorang menggantungkannya dan meyakini bahwa jimat itu sendiri secara mandiri dapat menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. Orang yang melakukan ini dengan keyakinan seperti itu, sungguh dia telah terjerumus ke dalam syirik akbar (besar) - semoga Alloh melindungi saya dan kalian. Adapun keadaan kedua: Dia menggantungkannya karena menganggapnya sebagai sebab dari sisi Alloh. Dalam hal ini, perbuatannya adalah syirik ashghor (kecil), dan itu lebih besar dari dosa-dosa besar - semoga Alloh melindungi saya dan kalian. Betapa banyak orang yang menggantungkan jimat-jimat dan mengklaim bahwa itu dari Al-Qur’an, padahal kenyataannya tidak demikian. Saya ingat, saya pernah melihat seorang laki-laki sedang thowaf di Ka’bah dan dia menggantungkan sebuah jimat. Saya meminta izin kepadanya untuk mengambilnya, saya berbicara dengannya, lalu saya mengambilnya. Dia berkata: “Ini dari Al-Qur’an.” Ketika saya memeriksanya, saya tidak menemukan apa-apa di dalamnya kecuali rajah-rajah dan omong kosong yang tidak diketahui dan tidak dimengerti isinya! Maka, janganlah kamu tertipu dengan perkataan bahwa jimat-jimat ini berasal dari Al-Qur’an. Betapa banyak jimat yang dikatakan berasal dari Al-Qur’an, padahal kenyataannya tidak demikian. Bersambung insyaaAllah... •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• Semoga bermanfaat... Barakallahu fiikum ♻️ Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan postingan yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Silahkan dishare tanpa perlu izin, semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah. https://t.me/catatanilmoe
0