en
Feedback
π–π¨π§ππžπ«π₯𝐚𝐧𝐝 πŽπŸ‘ πŸŽͺ🎑🎠

π–π¨π§ππžπ«π₯𝐚𝐧𝐝 πŽπŸ‘ πŸŽͺ🎑🎠

Open in Telegram
2 185
Subscribers
-324 hours
-237 days
-8830 days
Posts Archive
🐢. 🎢🎢 "We had a beautiful magic love there What a sad beautiful tragic love affair In dreams I meet you in warm conversation We both wake In lonely beds In different cities And time Is taking its sweet time erasing you And you've got your demons And darlin' they all look like me 'Cause we had a beautiful magic love there What a sad beautiful tragic love affair"                1:10             βͺ ⏯ ⏩ Song title : Sad Beautiful Tragic β€” Taylor Swift.

🐢. 🎢🎢 "Uh oh, I'm falling in love Oh no, I'm falling in love again Oh, I'm falling in love I thought the plane was going down How'd you turn it right around It only feels this raw right now Lost in the labyrinth of my mind Break up, break free, break through, break down You would break your back to make me break a smile You know how much I hate that everybody just expects me to bounce back Just like that"                1:10             βͺ ⏯ ⏩ Song title : Labyrinth β€” Taylor Swift.

🐢. 🎢🎢 "What if he's written 'mine' on my upper thigh Only in my mind? One slip and falling back into the hedge maze Oh what a way to die I keep recalling things we never did Messy top lip kiss How I long for our trysts Without ever touching his skin How can I be guilty as sin?"                0:44             βͺ ⏯ ⏩ Song title : Guilty as Sin? β€” Taylor Swift.

🐢. 🎢🎢 "Oh, you never thought I'd run Sometimes, in the middle of the night, I can feel you again But I just miss you and I just wish you were a better man I know why we had to say goodbye like the back of my hand But I just miss you and I just wish you were a better man A better man"                2:15             βͺ ⏯ ⏩ Song title : Better Man β€” Taylor Swift

Malam wupiss! Balik lagi di konten Relatable Song Words bareng aku. Malam ini aku sendirian aja nihh dikarenakan adm Rei-nya lagi ngga bisa ikut. Jadi, yuk langsung aja kita mulai!

Oke wupiss, segitu dulu cerita horor malam ini, aku izin pamit undur diri yaaa πŸ‘‹

Rizky sedang bermain ponsel di kamar saat tiba-tiba notifikasi kamera munculβ€”kamera belakang aktif sendiri. Ia bingung, tapi tetap melihat layarnya. Yang terlihat adalah kamarnya sendiri… dari sudut yang tidak mungkin. Seperti ada kamera lain di dalam ruangan itu. Rizky membeku. Di layar, ia melihat dirinya duduk di tempat tidur. Tapi di belakangnya, ada sosok tinggi berdiri diam. Wajahnya tidak terlihat, hanya bayangan gelap yang terlalu tinggi untuk manusia biasa. Rizky ingin menoleh, tapi tubuhnya kaku. Di layar, sosok itu perlahan membungkuk… mendekat ke telinganya. Lalu notifikasi baru muncul di ponsel. β€œJangan menoleh.”

Fikri sedang tertidur ketika ia merasa ada yang membangunkannya pelan. Seperti seseorang menepuk bahunya. Ia membuka mata setengah sadar. Gelap. Tidak ada siapa-siapa. Ia hampir kembali tidur, sampai ia mendengar suara napas… tepat di samping telinganya. Nafas itu pelan, berat, seperti seseorang yang sangat dekat. Fikri tidak berani bergerak. Tiba-tiba, kasurnya sedikit turun… seolah ada yang naik ke atasnya. Dari belakangnya, suara itu berbisik pelan, β€œJangan bergerak… aku lagi lihat wajahmu.”

Salsa sedang mencuci piring ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya dari ruang tamu. Suaranya persis seperti ibunya. β€œSalsa…” panggilan itu terdengar jelas. Ia menjawab, tapi tidak ada balasan. Ia mematikan keran dan berjalan ke ruang tamu. Kosong. Tidak ada siapa-siapa. Saat ia kembali ke dapur, air keran sudah menyala lagi. Dan dari wastafel, terdengar suara pelan, β€œAku di sini… dari tadi.”

Doni sedang makan sendirian di dapur, menikmati suasana pagi yang tenang. Ia mengambil nasi, lauk, lalu mulai makan. Beberapa detik kemudian, ia berhenti. Ada satu sendok nasi yang sudah berkurang dari piringnya, padahal ia belum menyentuhnya lagi. Doni menatap piring itu lama. Lalu pelan-pelan, sendok di samping piringnya bergerak sendiri… terangkat sedikit, dan kembali turun. Seolah seseorang lain sedang makan bersamanya, di kursi kosong tepat di depannya.

Nina sendirian di kamar saat mendengar suara lemari terbuka. Ia yakin sudah menutupnya rapat. Dengan ragu, ia menoleh. Pintu lemari memang terbuka sedikit, gelap di dalamnya. Ia mencoba mengabaikan dan kembali menatap ponsel. Tapi dari sudut matanya, ia melihat sesuatu bergerak di dalam lemari. Pelan… seperti seseorang bersembunyi. Nina menahan napas. Lalu dari dalam kegelapan itu, terdengar suara pelan, hampir seperti bisikan, β€œTutup lagi… nanti aku keluar.”